Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
kemunculan Vera


__ADS_3

Shesa dengan mesranya menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami, dan tak menunggu lama keduanya telah sampai di kamar tidur mereka, ia meletakkan Shesa pada tempat tidur yang empuk itu.


"Ada apa? Kamu sengaja ya menggodaku lagi..hm" seru Vano dengan suara khasnya.


"Hm...apa aku terlihat menggoda untukmu!" goda Shesa sembari tersenyum nakal.


"Menggoda sekali...saaaaangat menggoda" balas Vano menyeringai.


Shesa menatap mesra wajah suaminya yang tampan, ia sentuh bibir Vano dengan ujung jarinya dari pangkal hidung hingga bibir tipis Vano, Vano terpejam merasakan sentuhan lembut istrinya.


"Sayang katakan apa yang membuatmu tidak bisa tidur?" tanya Vano sembari mendaratkan ciuman mesranya di pipi mulus Shesa.


"Hmm...jangan lakukan itu lagi" pinta Shesa agar Vano melepaskannya, Vano tak mempedulikan ucapan Shesa, ia terus mencium pipi Shesa yang terlihat merona itu.


"Kamu jangan goda aku lagi dong! Aku ingin bicara sesuatu padamu sebentar" seru Shesa yang membuat Vano terbangun dan merebahkan tubuhnya di samping Shesa.


Tampak wajah Vano yang kecewa dengan penolakan dari Shesa.


"Maafin aku, aku tidak bermaksud begitu! Aku hanya ingin bicara sebentar saja, pliss!" pinta Shesa agar Vano mau mendengarkannya. Vano terdiam dan mencoba mendengarkan permintaan Shesa.


"Baiklah! katakan ada apa?" tanya Shesa kepada Vano dengan serius, kemudian Shesa mengeluarkan sebuah kotak, lantas ia memberikan kotak itu kepada Vano.


"Apa ini?" tanya Vano


"Buka saja!" jawab Shesa senyum


Kemudian Vano membuka kotak berwarna coklat itu, Vano melihat jam tangan bernuansa emas, nampak elegan ketika terkena pantulan cahaya, Vano tersenyum ceria, wajah yang tampak kecewa tadi berubah menjadi senang saat Shesa memberikan kejutan untuknya.


"Kamu suka? Maaf aku nggak bisa beliin yang mahal, kalau nggak suka nggak papa, nggak usah dipakai" seru Shesa sambil menundukkan wajahnya.


"Aku suka sekali sangat suka, aku tak peduli berapapun harga jam ini, karena yang paling berharga untukku adalah kamu selalu di sampingku" ucap Vano yg membuat bibir Shesa tersenyum bahagia.


Vano memeluk Shesa penuh cinta dan mencium ubun-ubun Shesa penuh kehangatan.


"Terima kasih sayang" ucap Vano


"Oh iya...ada satu lagi, aku harap suamiku ini mau ngizinin aku datang ke acara ini" seru Shesa sambil memberikan brosur yg berisi informasi tentang pameran di Squard City.


"Kamu baca deh!" seru Shesa sambil memberitahukan brosur itu pada Vano.


"Apa ini?" tanya Vano penasaran


"Ini brosur tentang pameran di Squard City, ada acara fashion shownya, kamu tahu nggak sih siapa yang ngasih brosur ini?" seru Shesa


"Aku dikasih sama model terkenal itu, Naina...iya...tadi aku ketemu sama dia" ucapan Shesa sontak membuat Vano terkejut bukan main mendengar Shesa telah bertemu dengan Naina.


"Naina? Kamu bertemu dimana?" tanya Vano penasaran .

__ADS_1


"Aku bertemu dengannya saat di toko jam tadi siang" jawab Shesa.


"Dia memberiku ini, katanya dia akan bantu aku untuk promosiin karya-karyaku, dia bakal memakai gaun-gaun yang aku rancang, hm..aku seneng banget deh sayang, boleh ya aku ikut acara itu? Ini event yang sangat langka loh" pinta Shesa pada Vano.


Vano hanya terdiam saat Shesa meminta izin darinya untuk mengikuti acara tersebut, tapi kenapa harus ada Naina, Vano sudah berusaha menjauhi Naina, tapi kenapa Shesa malah mendekatkannya.


"Gimana? Kok diam aja sih, boleh ya!" pinta Shesa memelas.Tiba-tiba saja terdengar jawaban dari Vano yang membuat Shesa begitu terkejut.


"Tidak! Kamu tidak boleh ke sana!" jawab Vano tegas.


"Ta...tapi...kenapa?" tanya Shesa penasaran


Vano tidak bisa memberi alasannya dengan jelas, ia tidak suka saja kalau Shesa harus bertemu dengan Naina, lantas Vano langsung mengambil bantal dan kemudian tidur.


"Eh tunggu...kok malah tidur sih" gerutu Shesa sambil menaruh brosur itu di atas nakas, melihat Vano yang tidak mengizinkannya untuk ikut event itu, membuat Shesa sedikit bertanya.


"**Di**a tuh kenapa sih? Aku heran sama tingkahnya, dikit-dikit marah, dikit-dikit ngambek, hufft....mending tidur ajah" gumam Shesa sambil tidur membelakangi Vano.


*


*


*


*


"Kemana dia? Pagi-pagi udah pergi aja" gumam Shesa dalam hati, lantas Shesa segera menuju ke kamar mandi.


Shesa turun dari kamarnya, ia melihat nenek yang sedang menunggunya untuk sarapan pagi.


"Selamat pagi nenek" sapa Shesa sambil mencium pipi nenek.


"Pagi...sayang, ayo duduklah kita sarapan dulu" ajak nenek sembari tersenyum.


"Vano tadi berangkat pagi sekali, katanya hari ini ada wawancara pegawai baru, jadi ia pergi lebih awal" jelas nenek


Shesa mendengarkan seksama ucapan nenek


"Iya nek" balas Shesa .


"Kenapa dengan suamiku? apa dia masih marah padaku soal semalam?" gumamnya dalam hati.


Setelah beberapa saat Shesa telah menyelesaikan sarapannya, lantas ia berpamitan pada nenek untuk berangkat ke sekolah.


"Dadah....nenek, muach" seru Shesa sambil mencium pipi nenek.


*

__ADS_1


*


*


Di kantor


"Pak Vano ini orang yang bapak cari sudah datang" seru sekretaris Jimmy.


"Suruh dia masuk" jawab Vano singkat.


"Baik pak" sekretaris Jimmy lantas keluar dan memanggil orang tersebut.


"Silahkan, pak Vano sudah menunggumu" seru Sekretaris Jimmy


"Terima kasih" jawabnya singkat


Seorang wanita berpenampilan rapi, cantik dan sepertinya berpendidikan tinggi masuk ke ruangan Vano.


"Selamat siang pak!" seru Vera


"Selamat siang, silakan duduk" perintah Vano.


"Perkenalkan pak! Nama saya Vera Anggraeni, saya datang kesini untuk melaksanakan tes wawancara sama bapak, ini berkas identitas saya" seru Vera sambil menyodorkan beberapa file miliknya.


Vano membuka satu persatu file yang di berikan Vera tersebut, betapa terkejutnya saat Vano melihat nama orang tua Vera yang tertera dalam dokumen milik Vera, ternyata Vera adalah putri pertama dari Dewa dan Anggi yang tak lain adalah mertuanya sendiri.


"Jadi, wanita ini kakaknya istriku, pantas saja wajah mereka sangat mirip sekali" gumam Vano dalam hati.


Namun Vano tetap pura-pura tidak tahu tentang siapa sebenarnya Vera, ia tetap profesional dan bersikap tenang di hadapan kakak iparnya ini.


"Apa yang membuatmu tertarik untuk bekerja disini?" tanya Vano dengan serius.


"Saya ingin mendedikasikan kemampuan dan potensi saya pak, saya lihat lowongan ini sesuai dengan kemampuan saya, jadi saya beranikan diri untuk mengambil pekerjaan ini" jawab Vera


"Keluarga tinggal dimana?" pertanyaan Vano membuat mata Vera sedikit membulat.


"Em....saya tidak punya keluarga pak" jawabnya datar.


"Tidak punya keluarga? Tapi ini tertera nama ayahmu Dewa Dwi putra!" seru Vano sambil menunjuk data dirinya.


"Em...iya, tapi kami tinggal terpisah, saya sudah tidak tinggal bersama mereka lagi" jawab Vera gugup.


"**A**pa yang sebenarnya terjadi? Kenapa istriku tak pernah menceritakan tentang Vera kepadaku?" gumam Vano.


BERSAMBUNG


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2