Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
sutradara hebat


__ADS_3

pagi itu seperti biasa Shesa berangkat sekolah diantar oleh Renata, sopir pribadinya yang khusus Vano sediakan untuk sang istri.


sesampainya di depan sekolah, Shesa melihat seorang siswa laki-laki yang mengendarai motor bebek, siswa itu memarkirkan sepeda antiknya diparkiran sekolah, Shesa memperhatikan seksama siswa laki-laki itu, dengan penampilan rapi, rambut yang ditata ala-ala siswa yang rajin, sontak membuat Shesa berfikir itu adalah Mario.


namun Shesa belum yakin bahwa itu Mario, karena wajahnya berbeda dengan Mario, Shesa mendekati siswa itu, dan siswa itu mengangguk kepada Shesa.


"mari..." ucap siswa itu sembari berlalu berjalan menuju ruang kepala sekolah.


bel masuk berbunyi, seluruh siswa masuk kedalam kelas masing-masing, tak terkecuali Shesa.


pak kepala sekolah masuk kedalam kelas 12 A.


"selamat pagi anak-anak!" seru kepala sekolah


"selamat pagi pak!" jawab siswa serentak


"baiklah, hari kalian kedatangan teman baru, dia pindahan dari sekolah SMA Trimurti, bapak harap kalian bisa saling mengenal dengan baik" ucap kepala sekolah.


"wah ada teman baru lagi"


"siapa ya kira-kira"


"semoga aja nggak bikin resek lagi disekolah, kayak si Laura kemarin"


Beberapa siswa mulai rame membahas siswa baru yang akan datang dikelas mereka.


tak berselang lama seorang siswa cowok memasuki kelas Shesa, dengan penampilan yang rapi dan kacamata yang menghiasi wajahnya, menunjukkan bahwa dia siswa yang rajin.


"bukankah dia siswa yang berada diparkiran tadi? apa dia Mario?" gumam Shesa lirih.


kepala sekolah menyuruh siswa itu memperkenalkan dirinya.


"hai semua, kenalkan nama saya Mario, saya dari SMA Trimurti" ucap Mario sembari tersenyum kepada teman-teman barunya, penampilannya sangat-sangat berbeda hari itu, Mario yang biasa mendampingi Vano kemanapun juga, sekarang dia menjadi sosok siswa yang rajin dan rapi, usia Mario tidak terpaut jauh dari Vano, Shesa benar-benar tidak mengenali wajah Mario sama sekali, karena Mario menggunakan rambut palsu dan sedikit menempelkan kulit sintetis dibagian rahangnya, seorang pria dewasa yang menyamar sebagai siswa SMA.


"astaga, ini Mario? oh my God aku benar-benar tidak mengenalinya?" gumam Shesa tersenyum, Shesa benar-benar terpukau dengan kejutan dari suaminya.


"sayang, kau benar-benar sutradara yang hebat!" gumamnya memuji sang suami


Mario melihat Shesa yang duduk disebelah Monic, dan Mario duduk berseberangan dengan Monic sehingga dengan mudah Mario mengawasi istri majikannya.


"hai...kenalin, aku Mario." sapa Mario kepada Monic.


"hai juga, aku Monic" balas Monic tersenyum.


misi Mario adalah mendekati Monic agar ia selalu bisa mengawasi Shesa, karena Shesa selalu bersama Monic kemanapun mereka pergi.


entah kenapa ada getaran yang merambat disaat Mario menyentuh tangan Monic, sehingga membuat Monic sedikit deg-degan , tak biasanya ia merasakan hal yang seperti ini sebelumnya, Monic tersenyum dan melepaskan tangannya cepat dari tangan Mario.


"Monic, kamu kenapa, senyum-senyum sendiri" seru Shesa sembari menyikut tangan Monic pelan.


"eh... nggak, nggak papa kok" ucap Monic gugup, sesekali ia melirik kearah Mario yang juga tersenyum kepadanya.

__ADS_1


Shesa tidak sengaja melihat tingkah mereka berdua, Shesa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Mario, Monic hati-hati aja kalian, bisa-bisa kalian akan saling jatuh cinta" gumam Shesa


******


jam istirahat telah tiba, Shesa dan Monic hendak keluar dari kelas dan menuju kantin sekolah, Mario terus mengikuti langkah kemanapun nona mudahnya itu pergi, dan itu membuat Monic merasa sangat tidak nyaman.


"Shesa, kenapa sih tuh anak baru ngikutin kita mulu!" bisik Monic lirih.


Shesa menoleh kebelakang, dilihatnya Mario sedang pura-pura melihat-lihat sekeliling seolah-olah ia tidak seperti mengawasi Shesa.


"ooohh... barangkali anak baru itu naksir kamu Mon!" Shesa mencoba menggoda Monic.


"ya ampun Shesa, kamu jangan ngaco ah" jawab Monic


"ya nggak apa-apa dong, tuh cowok nggak jelek-jelek amat kok" ucap Shesa meyakinkan.


Monic melihat kearah Mario yang melambaikan tangannya pada Monic.


"hadeuh" seru Monic memutar bola matanya


Shesa tersenyum tipis melihat keduanya.


******


Shesa dan Monic sedang makan bakso dikantin, mereka berdua tak luput dari pengawasan Mario, Mario juga berpura-pura makan dikantin, tiba-tiba ponsel Mario berdering, dilihatnya Vano sedang melakukan panggilan.


"bagaimana istriku? apa dia baik-baik saja?"


"tentu saja tuan muda, nona Shesa baik-baik saja, saat ini nona muda sedang makan bakso dikantin bersama temannya, Monic" ucap Mario menjelaskan.


"baiklah kalau begitu, tetap awasi terus, jangan sampai terjadi apa-apa pada istriku, kalau sampai terjadi apa-apa padanya, akan kupenggal kepalamu!" ucap Vano lewat telepon.


"Tut...Tut ...Tut..." Vano memutus teleponnya.


"yasalam... kebiasaan tuan muda nih" seru Mario kaget.


dari kejauhan tampak Mario sedang makan bakso juga, ia duduk dibelakang Shesa, sehingga pandangannya mengarah kepada Monic.


sesekali Mario melihat kearah mereka berdua, memastikan nona mudanya baik-baik saja, namun perhatian Mario disalah artikan oleh Monic.


"ya ampun nih cowok, kok liatin kita mulu sih dari tadi?" ucap Monic lirih.


"kok kita sih, ya pastinya liatin kamu lah, dia juga liatnya kearah kamu!" goda Shesa.


wajah Mario yang terlihat malu-malu membuat Monic sedikit menahan tawanya, Mario berusaha menggoda sahabat Shesa untuk terus bisa mengawasi nona mudanya.


tapi lama kelamaan Mario tertarik dengan wajah Monic yang terlihat kalem, meskipun ia terlihat tomboi.


"nih cewek cantik juga" gumam Mario yang mulai terpesona dengan Monic.

__ADS_1


mata mereka saling beradu, ada rasa ketertarikan meskipun baru pertama kali bertemu, Mario terlihat lebih cool ketika menyamar menjadi anak SMA, tidak seperti biasanya ketika bersama Vano, yang selalu berpenampilan serba hitam bak seorang bodyguard sungguhan.


"Monic bentar ya aku kekamar mandi dulu!" pamit Shesa yang hendak pergi ke toilet.


"iya jangan lama-lama!" jawab Monic


Shesa kemudian masuk ke kamar mandi, mata Mario tidak pernah lepas dari Shesa, ia melihat Shesa sedang menuju ke kamar mandi, Mario terdiam dan tetap berjaga disana sembari menikmati bakso dikantin, sejenak ia melihat Monic yang sedang sendirian.


perlahan Mario berjalan mendekati Monic.


"hai Monic, kok sendiri aja" seru Mario mulai menggoda Monic.


"hai Mario, iya... Shesa lagi kekamar mandi" jawab Monic tersenyum.


"boleh aku duduk!" seru Mario.


"em...iya tentu saja, silahkan!" seru Monic mempersilahkan


Mario duduk disamping Monic, Monic sedikit canggung karena baru pertama kali ada cowok yang mencoba menggodanya.


******


dikamar mandi


Shesa telah selesai mencuci mukanya, tiba-tiba ponselnya berdering.


"sayang". wajah Shesa nampak ceria ketika melihat layar ponselnya, sang suami tengah meneleponnya.


"halo sayang" ucap Shesa dengan nada mesra


"aku kangen sama kamu, aku ingin pulang!" seru Vano.


"ya ampun sayang, baru juga tadi pagi kita ketemu!" jawab Shesa sambil mencuci tangannya


"tapi aku tidak bisa jauh-jauh darimu" ucap Vano manja


"nanti sore kita juga ketemu" seru Shesa


"tapi aku sudah tidak sabar lagi". sahut Vano


"sabar dong sayang, oh iya sayang, kamu tuh ya benar-benar bikin aku pangling loh sama tuh si Mario" ucap Shesa


"apa kau suka dengan kejutan ku?" tanya Vano


"ya ampun sayang, aku nggak nyangka loh, kalau Mario bisa berubah seperti itu, sumpah aku nggak nyangka banget" seru Shesa sembari tersenyum.


"apapun akan aku lakukan demi melindungi kalian berdua, Mario adalah orang kepercayaanku, dia akan menjagamu untukku" ucap Vano


"makasih ya sayang, kamu sangat perhatian banget" seru Shesa dengan manja.


BERSAMBUNG

__ADS_1


💝💝💝💝💝


__ADS_2