Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
jus sirsak


__ADS_3

Siska keluar dari rumah Exel dengan penuh kemarahan, wajahnya mendengus kesal, ia tidak menduga Exel akan mengusirnya dari rumah.


"awas saja kamu Exel, kau akan menyesal sudah mengusir ku dari sini" umpat Siska penuh dendam.


Siska menaiki mobilnya, lantas ia melajukan mobilnya cepat, di jam dinihari seorang wanita dengan penampilan yang kacau, sedang menuju apartemen tempat ia tinggal, Siska yang seharusnya menghabiskan malam panjang sampai pagi bersama Exel, tiba-tiba ia diusir dari sana.


ia membanting tasnya diatas ranjang, ia kacaukan seluruh ruangan dengan amarah nya.


"prangg...prangg" suara barang-barang yang dibanting oleh Siska.


"suara apa itu?" Laura terjaga dari tidurnya, karena mendengar suara dari luar kamarnya, kemudian ia mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Laura keluar dari kamarnya, ia menuju kearah sumber suara, ia sangat terkejut melihat Siska yang sedang melampiaskan kemarahannya.


"Tante... apa yang Tante lakukan?" tanya Laura sembari memperhatikan keadaan apartemen yang sudah berantakan.


Siska menoleh dan menghampiri Laura.


"Laura...aku ingin besok, kau melakukan sesuatu untuk Tante!" ucap Siska penuh dendam.


"melakukan apa Tante?" tanya Laura penasaran.


Siska mencoba menenangkan dirinya, perlahan ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sejenis pil misoprostol yang sudah ia siapkan untuk membalas dendam kepada Shesa dan Vano.


Siska berjalan menuju Laura, dan memberikan pil itu kepada keponakannya.


"ambil ini, sebisa mungkin berikan kepada Shesa, aku ingin segera melihat penderitaannya" tukas Siska dengan tatapan sinisnya.


"apa ini Tante?" Laura memperhatikan pil yang diberikan oleh Siska.


"pil itu akan membuat rahim Shesa kontraksi, dan dengan cepat, janin yang berada dalam kandungannya akan segera meluruh" ucap Siska tanpa punya belas kasih, dalam pikirannya adalah melihat Shesa dan Vano menderita, karena gara-gara mereka berdua lah, Siska diabaikan oleh Exel.


"ingat Laura, jangan sampai kamu gagal" ucap Siska mengingatkan.


"iya Tante, Laura akan melakukan hal yang diperintahkan tante" jawab gadis itu.


*******


Disekolah...


seperti biasa Shesa turun dari mobil mewahnya, setiap siswa yang lewat selalu menundukkan wajahnya pada Shesa, terkadang Shesa juga merasa risih dan tak nyaman atas sikap istimewa teman-temannya.


hingga akhirnya ia berpapasan dengan pak Dante, tatapan mata keduanya saling beradu, pak Dante tersenyum melihat Shesa yang sedang berjalan menuju kearahnya.


Monic yang berjalan disebelah Shesa merasa heran dengan sikap pak Dante.


"eh Sha? pak Dante kenapa ya senyum-senyum sendiri?" tanya Monic yang sedari tadi melihat keanehan di wajah pak Dante.


"masa sih" jawab Shesa singkat sembari mengulum senyumnya.

__ADS_1


"iya...masa kamu nggak lihat mukanya tadi" ucap Monic meyakinkan, namun Shesa masih menggeleng.


"emang aneh ya tu guru baru" ucap Monic.


hingga akhirnya bel berbunyi, seluruh siswa masuk kedalam kelas masing-masing, hari ini adalah jam pelajaran bahasa Inggris, pak Dante mulai masuk kedalam kelas 12 A.


"good morning class"


"good morning, sir "


pak Dante mengawali pembelajaran hari ini, hingga tiba saatnya ia meminta Shesa untuk mengumpulkan tugas-tugas yang sudah terkumpul kepadanya.


"Shesa, nanti kamu keruangan bapak, kumpulan semua tugas-tugas kemarin!" seru pak Dante sembari tersenyum pada Shesa.


" iya pak" jawab Shesa singkat.


Laura yang duduk di belakang Shesa, merasa sangat tidak suka cara pak Dante berbuat baik kepada Shesa, ia harus segera menyiapkan rencana selanjutnya.


"awas kamu Shesa, sebentar lagi kau akan kehilangan janin yang berada dalam kandunganmu"


dengan tatapan sinisnya, Laura mencari cara agar Shesa bisa meminum obat peluruh kandungan itu.


hingga akhirnya waktunya jam istirahat, semua siswa keluar dari kelas tak terkecuali Monic dan Shesa, dan tentu saja selalu ada mata yang terus mengawasi Shesa, Vano selalu mengikuti kemanapun Shesa pergi, sang istri tak akan pernah luput dari pangawasannya.


Shesa dan Monic duduk di sebuah bangku di depan kelas, ia bermain dengan ponselnya, ia melihat trending topik hari ini, berita di headline utama, ia melihat wajah sang suami yang terpampang di beranda utama, tampak gagah dan menawan yang didampingi oleh seorang gadis yang tak lain adalah dirinya sendiri.


ternyata berita tentang pernikahan rahasia Shesa dan Vano sudah menyebar dijagat Maya, foto kemesraan mereka, tentu saja membuat siapa saja yang melihatnya akan iri.


tiba-tiba Shesa dikejutkan oleh seseorang yang sedang memanggilnya.


"hai Shesa" sapa Laura sembari membawa jus untuk Shesa.


"hai ... Laura" ucap Shesa sembari tersenyum.


"oh ya Sha, ini aku bawain Kamu jus sirsak, pasti kamu suka, untukmu supaya kamu tidak terlalu merasakan mual" rayu Laura agar Shesa menerima jus yang sudah ia campur dengan obat peluruh kandungan itu.


"hmm... sepertinya seger banget, makasih ya Laura, kamu baik banget" ucap Shesa senang.


"ya mudah-mudahan aja ikhlas ya, jangan ada udang dibalik rempeyek" sindir Monic atas sikap Laura kepada Shesa.


"Monic, jangan bicara seperti itu" ucap Shesa kepada Monic.


"Shesa, kamu harus hati-hati, menurut aku ya, jangan terlalu percaya sama dia, nggak tahu kenapa aku tuh nggak suka sama dia" bisik Monic lirih.


"sudah, nggak papa!" ucap Shesa meyakinkan Monic


tentu saja itu semua tak luput dari perhatian Vano, dengan cepat Vano menghampiri Shesa yang telah memegang segelas jus dari Laura.


"minum dong Sha!" seru Laura agar Shesa segera meminumnya.

__ADS_1


"oh iya, tentu saja" Shesa mulai meminumnya, namun tiba-tiba Vano datang dan memanggil nama Shesa.


"tunggu Shesa" seru Vano cepat.


tentu saja Shesa segera berhenti dan meletakkan kembali gelas jus, ia segera menoleh kearah pak Dante yang sedang memanggilnya.


"ada apa pak!" tanya Shesa penasaran, kenapa tiba-tiba Vano datang memanggilnya.


"kamu keruangan bapak sekarang, cepat" seru Pak Dante.


"sekarang?" jawab Shesa singkat.


"iya" Ucap Vano.


"ya ampun, ada apa lagi sih sayang" bisik Shesa dalam hati.


"sialan, kenapa Pak Dante datang tiba-tiba, hampir saja ia meminumnya" gumam Laura kesal.


"aku tinggal dulu ya, Laura, Monic!" pamit Shesa kepada keduanya, lantas Shesa beranjak keruangan pak Dante, namun tiba-tiba Laura menghentikan langkahnya.


"Shesa tunggu, jus ini nggak kamu bawa!" seru Laura sembari memberikan kembali jus itu.


Shesa berbalik dan menerima jus itu kembali.


"oh iya... terimakasih ya, nanti aku minum" ucap Shesa dan kemudian ia segera keruangan pak Dante.


Laura tersenyum senang, sebentar lagi rencananya akan berhasil.


******


dalam ruangan pak Dante.


Vano melihat istrinya berdiri didepan pintu ruangan guru.


"masuklah!" seru Pak Dante dengan wajah seriusnya, Shesa mulai masuk dan duduk menghadap pak Dante sembari memegang jus sirsak ditangannya.


"duduk" seru Pak Dante.


"apa itu?" tanya Vano sembari melihat segelas jus yang dipegang Shesa.


"jus sirsak, kamu mau?" ucap Shesa sembari menawarkan jus yang hendak diminumnya.


"jus ini kelihatannya seger banget deh sayang" Shesa mulai memasukkan sedotan kedalam mulutnya, tiba-tiba Vano berkata sembari menepiskan jus itu dari mulut istrinya.


"jangan diminum" seru Vano serius, sehingga membuat Shesa terkejut.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2