Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Samudera cinta


__ADS_3

"Memangnya kenapa kalau aku masih ada disini?" tanya Vano dengan suara parau sembari sembari menempelkan kening mereka.


Shesa melihat dada Vano yang sudah terbuka, meskipun ia masih mengenakan kemeja putih, namun bulu dada itu terlihat begitu menggoda. tangan Shesa bermain diantara dada bidang sang suami, Ia mengusap lembut sehingga terasa debaran jantung Vano begitu kuat.


Shesa membenamkan wajahnya pada hamparan bulu-bulu halus itu, sembari mendengarkan irama detak jantung Vano yang begitu mengalun dan semakin cepat, dengan kedua tangannya yang masih berada di pundak sang suami.


"Jantungmu berdebar begitu kencang, aku bisa merasakannya, apa kamu sangat merindukanku sayang?" ucap Shesa lirih.


"Setiap hari, setiap waktu, setiap detik aku selalu merindukanmu, apa kamu tahu, selama ini aku seperti dalam penjara, aku hanya bisa melihatmu, tapi aku tak bisa menyentuhmu, aku sangat tersiksa, tapi tak mengapa, aku rela melakukan itu agar istriku selalu nyaman" ungkap Vano yang membuat Shesa mengerti.


Shesa memandang wajah suaminya lekat-lekat, ia sudah bertekad malam ini ia akan memberikan hak suaminya lagi, setelah 3 bulan lamanya ia mengabaikan Vano.


"Sekarang tersenyumlah, aku sudah ada dalam dekapanmu, kamu bebas melakukan apa saja pada raga ini, karena sejatinya semua yang ada pada diriku adalah untuk mu seorang, suamiku" ungkap Shesa sembari menarik tangan suaminya dan membawanya menuju peraduan.


Shesa menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur, dengan gaya yang menggoda ia mencoba membuat suaminya mabuk kepayang.


"Kemarilah sayang, aku sudah siap lahir dan batin untuk melayanimu malam ini" ucapnya sembari menarik tangan Vano, sehingga sang suami ikut terjatuh dan menindihnya.


"Apa kamu yakin? aku tidak mau memaksa sebelum kamu siap, aku tidak mau menyakitimu sayang" ucap Vano sembari menciumi wajah istrinya.


Shesa sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya memberi kode dengan menggelengkan kepalanya, karena tangan Vano telah berhasil melepaskan seluruh balutan kain istrinya dengan begitu mudah.


Shesa tak tinggal diam, dengan cepat ia membalas gerakan suaminya dengan membuka kemeja putih yang masih menempel pada tubuh Vano yang kekar. Tampaklah tubuh atletis itu tengah menghimpit seseorang dengan lihainya.


Pagutan mesra yang sempat istirahat selama 3 bulan, kini telah dimulai dengan variasi suara-suara lenguuhan dan desaahan yang memenuhi kamar mewah mereka.


Setelah cukup lama pemanasan, akhirnya tiba saat nya di puncak acara, sebelum Vano benar-benar menenggelamkan dirinya dalam lautan asmara, ia bertanya dulu kepada sang pemilik lautan cinta.


"Apa kamu siap sayang" bisiknya mesra pada telinga sang istri.


"Lakukanlah, cepat..." balas Shesa sembari mempererat cengkeraman tangannya pada lengan sang suami.


Vano tersenyum sumringah, ternyata sang istri juga tidak sabar untuk menyelam bersama dirinya.


"Arrggghhhhh....sayang"


"Slepp"

__ADS_1


"Apakah sakit?" bisik Vano yang melihat Shesa tampak menggigit bibir bawahnya.


"Sedikit..." jawabnya lirih sembari menahan rasa sakit itu setelah beberapa bulan tidak di gunakan.


"Aku akan melakukannya dengan pelan" bisik Vano sembari mencium kening istrinya


Perlahan namun pasti, akhirnya jalan lahir baby Ray itu lancar jaya, seperti jalan tol yang bebas hambatan, setelah beberapa saat terkena macet akibat si komo lewat 😂.


Dan akhirnya kedua insan itu telah bersama saling menyelami samudera cinta, saling beradu dalam hasrat yang lama terpendam, sama-sama mengarungi luasnya lautan kenikmatan, setelah sekian lamanya, akhirnya rasa rindu itu telah tercurah dengan indah.


Semakin erat tangan cantik itu mencengkeram lengan kokoh yang menahan beban tubuh Vano. Semakin cepat pula gerakan yang disana, semakin menambah sensasi nikmat yang tiada tara.


Setelah cukup lama menyelami samudera asmara, dan setelah melihat istrinya tampak kelelahan, Vano memutuskan untuk menyudahi olahraga malam ini, dengan cepat dan intens, ia memacu gerakan yang disana agar cepat melepaskan pasukannya.


Dan akhirnya, jutaan pasukan (kata orang pasukan kecebong 😁) berhasil menembus dinding rahim sang istri, berenang dengan gaya bebas pada rahim Shesa yang sudah siap dibuahi.


Dengan nafas yang terengah-engah, akhirnya Vano menyandarkan kepalanya pada dada sang istri, sembari menunggu sisa-sisa denyutan kecil yang masih tertinggal.


Setelah beberapa menit, akhirnya senjata laras panjang itu keluar dari persembunyiannya.


Keduanya tampak kelelahan, dan akhirnya malam itu berakhir dengan indah.


"Sangat suka, rasa nya tidak mengecewakan, kamu lebih pintar sekarang" puji Vano kepada istrinya, dan itu membuat Shesa semakin bahagia.


"Tunggu sebentar, aku punya sesuatu untukmu" seru Vano sembari mengambil sebuah kotak di atas nakas.


Vano memberikan hadiah itu kepada istrinya.


"Untukmu, bukalah" seru Vano sembari memberi kotak itu kepada istrinya.


"Apa ini sayang?" tanya Shesa penasaran.


Kemudian Shesa membuka kotak itu, ia sangat terkejut dengan isi yang ada dalam kotak itu.


"Kunci...apa maksudnya sayang, ini kunci apa?" tanya Shesa yang tidak mengerti akan maksud suaminya memberikan sebuah kunci untuknya.


"Ambil kertas yang ada di kotak itu, dan bacalah" seru Vano.

__ADS_1


Kemudian Shesa membuka sebuah kertas yang bertuliskan sebuah alamat butik yang baru saja Vano beli untuk istri tercinta.


"Butik? apa hubungannya dengan kunci ini?" tanya Shesa semakin penasaran.


"Dengarkan aku, setelah lulus sekolah ini, kamu bisa kuliah dan masih bisa mengembangkan bakatmu, aku sengaja membelikan sebuah butik untukmu, agar istriku tidak akan pernah merasa bosan menjadi pendamping hidupku" ungkap Vano penuh kehangatan.


Shesa benar-benar terharu, ia sangat bersyukur memiliki suami yang sangat menyayanginya.


"Terima kasih sayang, kamu baik banget" ucapnya sembari memeluk Vano dengan mesra


Keduanya saling berpelukan di balik selimut, tiba-tiba saja Shesa teringat putranya, ia minta kepada Vano agar melihat putranya sejenak.


"Sayang aku ingin ke kamar Ray, aku ingin melihat keadaaan nya!" pinta Shesa yang masih dalam dekapan suaminya.


"Hmm...kamu duluan, nanti aku menyusul" ucap Vano yang membuat Shesa tersenyum senang.


Shesa membuka selimut yang menutupi kepolosan tubuh mereka, tampak Ia berjalan dengan polosnya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Mata Vano tak bisa lepas dari tubuh indah yang kini menjadi milik nya, ia semakin suka saat melihat tanda merah segar buatannya itu menghiasi tubuh mulus sang istri.


Sementara Vano masih meregangkan otot-ototnya yang masih terasa tegang seusai kegiatan yang menguras tenaga itu. Ia senyum -senyum sendiri saat dirinya berhasil membuat sang istri merasa melayang, Ia merasa seperti pengantin baru lagi.


"Kenapa rasanya lebih nikmat, lebih menghimpit dan lebih sempit" gumamnya sembari tidak percaya.


Setelah beberapa saat Shesa keluar dari kamar mandi, dan ia mendapati suaminya yang tengah tersenyum sendiri.


"Kamu kenapa sayang? senyum-senyum sendiri, ada yang lucu?" tanya Shesa sembari menggulungkan handuk di kepalanya.


"Ah...tidak, aku hanya ingat saat dirimu mendesaah dan itu terdengar sangat indah di telingaku" ucapan Vano membuat Shesa tersipu malu. Dan ia segera pergi ke kamar baby mereka.


"Ohh....kirain apa!" jawab Shesa sembari berlalu meninggalkan kamar mereka.


Vano tersenyum sumringah melihat tingkah sang istri.


BERSAMBUNG


❤❤❤❤❤


...Huffftt...udah ya ! author ambil nafas dulu, malam pengantin kedua Vano dan Shesa sudah selesai, author harap dukungan kalian tetap selalu untuk Vano dan Shesa....❤❤...

__ADS_1


...Maafkan othor nggak bisa memberikan adegan sedetail -detailnya, mengingat sekarang bulan puasa...untuk reader harap bijak ya...kalau tidak suka boleh di skip 🙏🙏...


__ADS_2