Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
asisten pak Dante


__ADS_3

Keesokan harinya...


Vano terbangun dari tidurnya, perlahan ia membuka matanya, kepalanya masih berat karena efek dari obat itu masih terasa, dilihatnya kamarnya yang berantakan, entah apa yang telah terjadi semalam, ia mencoba mengingatnya.


dengan cepat ia teringat kehadiran Shesa malam itu, kehadiran istrinya yang membuatnya candu, kemudian ia turun dari ranjang tidurnya, ia mencari-cari keberadaan Shesa yang sudah tak terlihat lagi.


" sayang...sayang...kamu dimana?"


Vano mencari Shesa di seluruh ruangan, bahkan dikamar mandi, namun tetap saja ia tidak mendapati keberadaan Shesa.


"apa mungkin ia sudah kembali ke kamarnya?"


gumam Vano lirih, ia mengambil ponselnya, kemudian langsung menghubungi nomor Shesa.


Shesa sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk kegiatan Out Dor Learning yang terakhir, karena siang nanti mereka akan kembali pulang, tiba-tiba ponselnya berdering, ia mengambil ponsel yang ia letakkan diatas meja.


dilihatnya Vano sedang meneleponnya.


"iya sayang...gimana keadaanmu?" seru Shesa sembari duduk di sebuah kursi.


"sudah agak mendingan, tapi kepalaku masih pusing" jawab Vano sembari memegang kepalanya.


"kenapa kau tinggalkan aku sendiri?" sambung Vano


"iya maaf, aku tidak bermaksud meninggalkanmu sayang, aku lihat kamu sudah tertidur, jadi aku kembali ke kamarku, aku tidak mau anak-anak curiga" jelas Shesa.


"katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi? pak Dante apakah ia suamiku juga?" tanya Shesa semakin penasaran.


Vano menaikkan ujung bibirnya saat Shesa menanyakan hal itu padanya.


"kenapa? apakah aku begitu tampan dengan kumis itu?" goda Vano kepada istrinya.


Shesa memegang kepalanya yang tidak pusing saat Vano mengatakan itu padanya.


"ya ampun sayang...untuk apa kamu lakukan itu? menyamar sebagai pak Dante yang nyebelin itu" ucap Shesa mengingat sikap pak Dante yang sempat membuatnya kesal.


Vano tertawa mendengar hal itu, rasanya saat ini ia benar-benar ingin memeluk dan mencium istrinya yang membuatnya gemas itu.


"karena aku tidak mau, kau dan bayi kita dalam bahaya, aku akan selalu ada bersama kalian berdua" seru Vano serius.


"aku tidak akan apa-apa, kamu jangan khawatir" ucap Shesa meyakinkan suaminya.


"kau tidak tahu sayang, ada sesuatu yang harus aku lakukan untuk melindungi kalian berdua dari gadis itu" bisik Vano dalam hati.

__ADS_1


tiba-tiba Monic memanggil Shesa.


"Shesa...cepetan dong, kita ditungguin nih" seru Monic dari luar.


"em...sayang udah dulu ya, Monic udah nungguin diluar...muach" Shesa lantas menutup ponselnya, kemudian ia segera keluar dari kamarnya.


Vano meletakkan ponselnya kembali, kemudian ia beranjak kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


setelah beberapa menit ia berada di kamar mandi, kemudian ia keluar dan menghadap ke cermin, Vano mulai memasang atribut penyamarannya kembali, dan setelah beberapa saat ia sudah berubah menjadi pak Dante dengan kumis dan kacamatanya.


*******


"Shesa...kamu ngapain aja sih didalem? lama banget" seru Monic yang sedari tadi menunggunya.


tiba-tiba Laura datang menghampiri mereka berdua.


"tentu saja ia lama, ia kan harus mandi keramas lebih lama sekarang...hehe bercanda!" ucap Laura menyindir


"nih anak ngomong apa sih, nggak jelas banget" ucap Monic yang sedikit tidak menyukai cara Laura berbicara pada Shesa.


"sudah sudah, ayo kita pergi sekarang" ajak Shesa pada keduanya.


setelah beberapa saat mereka telah sampai pada lokasi Out Dor Learning yang terakhir, yaitu sebuah kebun bunga yang sangat indah, memang tempat itu sengaja diperuntukan untuk kegiatan pembelajaran.


"Shesa, tempat ini keren banget, iya nggak sih!" seru Monic dan Shesapun tersenyum simpul.


dari kejauhan Shesa melihat pak Dante yang tak lain adalah suaminya sendiri sedang berjalan menghampiri mereka.


"selamat pagi anak-anak!" sapa Vano dengan suara dinginnya.


"selamat pagi pak" jawab mereka serentak.


"baiklah, pagi ini bapak yang akan mendampingi kalian untuk pembelajaran hari ini, kalian bisa bertanya kepada bapak jika kalian menemukan sesuatu yang menurut kalian sulit, sekarang kalian cari sumber-sumber yang berhubungan dengan pelajaran hari ini, mengenai budidaya bunga hias" jelas Vano dengan wajah serius.


Shesa tersenyum melihat kemampuan suaminya yang multitalenta itu, sesekali Vano menatap wajah Shesa yang terlihat sangat segar diwaktu itu, ingin sekali ia menggigit bibir Shesa yang pink alami itu.


tiba-tiba pak Dante memanggil Shesa untuk mendampinginya.


"Shesa...kamu kesini!" seru pak Dante sambil menunjuk kearah Shesa.


"sa...saya!" ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri.


" ya ampun sayang...kamu mau apa lagi sih" gumamnya dalam hati.

__ADS_1


kemudian Shesa berjalan menghampiri pak Dante yang berdiri di depan semua siswanya.


"kamu tetap bersama saya, kamu akan jadi asisten saya, jadi jangan kemana-mana, tetap disini bersama saya" perintah pak Dante.


"tapi pak ..."


"tidak pake tapi-tapian...apa kamu mau nilaimu saya kurangi? hm" ancam pak Dante sembari memintir-mintir kumisnya.


Shesa menunduk seakan ingin tertawa saat Vano memainkan kumisnya yang tebal itu.


"i...iya pak" jawabnya gugup


Vano tersenyum melihat Shesa yang mengikuti permainannya, ia sengaja melakukan itu untuk membuat Shesa terus dekat bersamanya, sedangkan Laura melihat kebersamaan mereka dengan penuh kebencian, ia sangat tidak suka melihat pak Dante dekat-dekat dengan Shesa.


"awas saja kamu Shesa, aku akan bongkar kebusukanmu di hadapan semua orang, tentu saja tidak sekarang, semua orang akan tahu siapa Shesa yang katanya istri pak Vano yang paling baik, nyatanya kamu adalah tukang selingkuh, dan pak Vano pasti akan meninggalkanmu"


gumamnya dengan senyum licik yang menghiasi wajah kesalnya.


"baiklah, sekarang kalian semua laksanakan tugas kalian, setelah selesai kita berkumpul di pos 2, setelah itu kita akan pulang" ucap pak Dante menyeru anak-anak agar berpencar sesuai tugas mereka.


"baik pak" jawab mereka serentak.


kemudian semua siswa pergi mencari sumber-sumber pembelajaran mereka hari ini, kecuali Shesa yang masih setia di samping pak Dante.


setelah dirasa semua siswa telah pergi, tinggallah Shesa dan Vano ditempat itu berdua, Vano menoleh kearah istrinya, ia mulai menarik tangan Shesa dan menggenggamnya erat.


Shesa melihat tangannya yang digenggam erat oleh suaminya itu, ia nampak canggung, ia takut ada orang yang melihat mereka berdua, Shesa tidak ingin orang berpikiran aneh-aneh terhadapnya, mengingat tinggal mereka berdua di tempat itu.


"sayang lepasin tanganku, nanti ada yang lihat gimana?" ucapnya lirih.


namun Vano justru menarik pinggang Shesa, sehingga tubuh Shesa berada dalam pelukan Vano.


"tidak akan ada yang tahu kita berdua disini, semua teman-temanmu sudah jauh meninggalkan kita, hanya kita berdua saja di tempat ini" bisik Vano pada telinga Shesa.


Shesa tersenyum lantas ia dengan segera memeluk tubuh Vano, dan Vanopun membalasnya dengan mesra.


mereka berdua tidak menyadari ada sorot kamera yang menangkap gambar mereka.


"ini akan menjadi pertunjukan yang mengasikkan"


gumam Laura dengan tatapan sinisnya


BERSAMBUNG

__ADS_1


💖💖💖💖💖


__ADS_2