
💖💖💖💖💖
Hari Senin, Sekolah sudah mulai masuk, seluruh siswa dari kelas 10 sampai kelas 12 semuanya hadir, dan hari itu adalah hari pertama Shesa berada di kelas 12, ia merasakan suasana yang berbeda waktu itu, karena biasanya ketiga sahabatnya selalu bersamanya, namun kali ini, ia tak mendapati kebersamaan itu lagi.
Shesa berjalan di sepanjang koridor sekolah, dari kejauhan ia melihat Mita dan Nabila berjalan menuju ke arahnya, dengan sedikit rasa senang ia berharap dua temannya itu mau memaafkannya, setelah beberapa langkah, akhirnya Shesa semakin mendekat dengan kedua temannya itu, ia hendak menyapa keduanya namun Mita dan Nabila nampak bersikap cuek kepadanya, mereka berdua seolah-olah tidak melihat keberadaan Shesa di sana.
"hai...." seru Shesa yang tidak mendapat respon dari Mita maupun Nabila, Mita tidak melihat sama sekali wajah Shesa, begitupun Nabila yang malas harus melihat Shesa yang dianggapnya sudah membohongi mereka.
Shesa tertunduk dan terus melangkahkan kakinya menuju kelas barunya, 12 A.
Shesa mulai masuk ke kelasnya, ada Monic yang sudah berada di dalam kelas, Monic melihat Shesa yang nampak sedih.
"Shesa...kamu kenapa?" tanya Monic sembari memperhatikan wajah sahabatnya yang terlihat sedih itu.
"aku ketemu sama mereka diluar" jawab Shesa.
"Mita sama Nabila maksudmu?" sahut Monic, dan Shesa mengangguk pelan, Monic menghela nafas panjang dan mencoba menguatkan Shesa.
"kamu yang sabar ya, suatu hari nanti pasti mereka akan tahu kebenarannya kok" ucap Monic sembari menepuk pundak Shesa.
tiba-tiba Mita dan Nabila datang ke dalam kelas.
"kebenaran apa? kebenaran tentang peliharaannya om om ini" sahut Mita sembari menunjuk ke arah Shesa.
"Mita, hati-hati kalau bicara" sahut Monic kesal.
"sudahlah Monic, kamu jangan membela dia terus, kita sudah tahu rahasia busuknya, sok suci, sok baik, nyatanya dia seorang jal*ng" ucap Mita dengan lantang, sehingga seluruh teman-temannya yang berada di dalam kelas, sontak melihat Shesa dengan tatapan sinis.
"Shesa adalah ja*ang"
"nggak nyangka ya"
"ah masa sih"
"gadis baik-baik menjadi seorang jal*ng wow nggak nyangka banget"
teman-teman Shesa saling membicarakannya, dan Shesa hanya tertunduk, ia tak punya pilihan lain.
"Mita, tutup mulutmu, Shesa tidak seperti itu" Monic membentak Mita yang sudah menghina Shesa.
"Monic, sudahlah biarkan saja, aku nggak papa kok" ucap Shesa mencoba meredakan kemarahan Monic, Mita dan Nabila menatap Shesa penuh benci dan kecewa.
__ADS_1
tiba-tiba bel masuk kelas berbunyi, semua siswa masuk ke kelas masing-masing, terlihat kepala sekolah masuk ke ruangan 12 A.
"selamat pagi anak-anak" sapa kepala sekolah
"selamat pagi pak" jawab semuanya kompak.
"hari ini bapak akan memperkenalkan guru baru untuk kalian, beliau mengajar Fisika, menggantikan ibu Memey yang sedang cuti melahirkan" jelas kepala sekolah.
"silakan masuk Miss Liu" seru kepala sekolah
"Miss Liu" Shesa terkejut dengan nama yang tidak asing di telinganya itu, dia bertanya-tanya apakah Miss Liu itu orang yang sama dengan wanita yang di temui Vano tempo hari.
perlahan seorang wanita dengan memakai rok span berwarna maroon dan blouse berwarna pink, mulai masuk kedalam kelas, sangat elegan dengan kacamata yang menghiasi wajahnya, darah oriental nampak lekat diwajah cantik Miss Liu, sesekali ia tersenyum ramah pada murid-muridnya.
Shesa memperhatikan detail penampilan Miss Liu, dia bukanlah wanita biasa, sekilas wanita ini sama seperti yang dilihat Shesa sewaktu di Bali.
"apakah ini Miss Liu? kenapa dia ada disini?" gumam Shesa dalam hatinya.
kemudian kepala sekolah meninggalkan kelas, dan sekarang Miss Liu yang akan mengajar Fisika di kelas Shesa.
"selamat pagi semua" suara merdu Miss Liu membuat seluruh siswa terpesona.
"selamat pagi bu" jawab siswa serentak.
Shesa terus menatap tajam ke arah wanita itu, ia yakin wanita ini adalah wanita yang sama, Miss Liu adalah wanita yang sudah membuatnya cemburu kepada Vano, penampilannya yang sangat modis membuat Shesa semakin takut jika Vano sampai tergoda pada perempuan ini.
Miss Liu mengabsen satu persatu siswa yang hadir.
"Arga Santosa"...."hadir bu"
"Amelia Debora" ....."hadir bu"
"Brenda Veronica" ...."hadir bu"
"Deandra Rashesa".....???
"Deandra Rashesa"....???
Shesa tidak mendengarkan Miss Liu memanggil namanya, fikirannya masih melayang memikirkan tentang Vano dan Miss Liu, Monic melihat Shesa yang masih melamun, lantas ia menggoyang-goyangkan lengan Shesa, sehingga membuat Shesa terkejut.
"Shesa...di panggil tuh" seru Monic sembari menunjuk Miss Liu dengan arah matanya, Shesa melihat ke arah Miss Liu.
__ADS_1
"iya ...saya"
Miss Liu menatap Shesa dengan seksama, sejenak wajahnya tak asing baginya, wajah itu ia lihat dalam biodata siswa yang bersekolah di sekolah Harapan Bangsa, kemudian Miss Liu menghampiri Shesa, ia tersenyum padanya.
"Deandra Rashesa, betul itu namamu" tanya Miss Liu serius.
"iya betul, itu nama saya" Shesa tak menyangka Miss Liu akan menghampirinya.
" Deandra Rashesa, siswi terbaik di sekolah ini, pintar, cerdas dan berbakat, senang sekali saya bisa bertemu dengan gadis berbakat sepertimu" ucap Miss Liu
tiba-tiba Mita menyahuti kata-kata Miss Liu
"jangan percaya padanya Miss, dia gadis pembohong, dia pura-pura baik untuk menutupi kebusukannya" ucap Mita yang selalu memojokkan Shesa.
semua siswa tercengang dengan ucapan Mita, lantas Miss Liu menyikapi perkataan Mita yang menurutnya tidak mungkin Shesa seperti yang di ucapkan Mita tadi.
"siapa namamu?" tanya Miss Liu pada Mita.
" Mita Miss...Mita Aghnia" jawab Mita
"hmm...Mita Aghnia, aku lihat namamu tidak terdaftar dalam siswa yang berprestasi, apa alasanmu mengatakan itu pada temanmu sendiri, apa kau iri padanya?" tanya Miss Liu menyelidik.
"bukan Miss, tapi Shesa itu adalah seorang sugar baby" jawab Mita sembari melihat Shesa .
Miss Liu terhenyak mendengarkan penuturan Mita, sedangkan semua siswa dalam kelas itu riuh tentang Shesa yang katanya adalah sugar baby.
"apa benar yang kamu ucapkan? hati-hati dalam mengungkapkan sesuatu, bisa jadi kamulah yang sudah salah dalam menilai" ucap Miss Liu yang membuat Shesa seolah mendapat angin segar, karena tak sengaja Miss Liu sudah membelanya.
"apa kamu bisa membuktikan bahwa Shesa adalah sugar baby? sudah pernah melihat buktinya secara langsung? jangan bicara sembarangan kalau tidak ada bukti" ungkap Miss Liu pada Mita.
Mita merasa malu saat Miss Liu mengatakan itu padanya, akhirnya Mita diam dan tidak bicara lagi.
Miss Liu kembali ke depan kelas, lantas ia mengomentari tentang apa yang dikatakan Mita barusan kepada Shesa.
"semuanya dengarkan saya, ini pesan penting untuk kalian semua, sebelum kalian menemukan bukti bukti akurat tentang kejahatan seseorang, jangan coba-coba menuduhnya terlebih dahulu, siapa tahu orang yang kalian tuduh itu memang tidak bersalah...faham kalian" seru Miss Liu
"iya Miss" jawab siswa serentak.
entah kenapa tiba-tiba Shesa menjadi simpati pada Miss Liu.
"Miss Liu, sebenarnya dia orang baik" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌻🌻🌻🌻🌻🌻