Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
pak Dante


__ADS_3

"Laura, silahkan duduk dibangkumu" seru Bu Dewi, kemudian Laura berjalan menuju bangku yang akan ia tempati, dan bangku itu tepat berada dibelakang Shesa, Laura melihat Shesa sedang duduk dan memperhatikannya, ia berjalan melewati Shesa dan duduk dibelakang Shesa.


Shesa menoleh kearah belakang, ia mencoba berbicara pada Laura.


"hai...bukanya kamu siswi yang ikut lomba panjat dinding bersamaku waktu itu?" tanya Shesa tersenyum.


"ah... iya benar sekali, kita pernah ikut dalam kejuaraan panjat dinding tingkat SMA, dan kau sudah mengalahkan ku" tandas Laura mengingatkan.


"ah...iya, kamu masih ingat ternyata" ucap Shesa.


"tentu dong, siapa sih yang tidak ingat dengan siswi terbaik yang menaklukkan dinding setinggi itu" ucap Laura.


"selamat datang di sekolah kami, semoga kamu suka bersekolah disini" ucap Shesa sembari tersenyum.


"tentu saja akan sangat menyenangkan bagiku bersekolah di sekolah yang elite ini" ucap Laura dengan senyum liciknya.


"bersiap-siaplah Shesa, kau akan mendapat kejutan dariku" gumam Laura dalam hati.


Shesa tidak menyadari sama sekali akan maksud dan tujuan Laura sekolah disana, Laura menunjukkan sikap baik agar Shesa tidak curiga ia akan mencelakainya.


pagi ini jam pertama diisi oleh Bu Dewi yang mengajar pelajaran bahasa Indonesia, seluruh siswa nampak hikmat mengikuti pelajaran tersebut.


setelah beberapa jam, Bu Dewi pamit kepada seluruh siswa kelas 12, karena jam pelajaran selanjutnya adalah pelajaran bahasa Inggris.


semua siswa dikelas itu sedikit senang karena guru bahasa Inggris killer Bu Siska sudah keluar dari sekolah ini.


"wah... kita bisa pesta nih Bu Siska nggak ngajar"


"iya bener, guru centil itu sudah pergi jauh dari sekolah kita"


"ini semua berkat Shesa, kalau bukan karena dia pak Vano tidak akan tahu kelicikan Bu Siska"


"iya betul, rasain tuh guru killer"


ucapan beberapa siswa dikelas itu membuat wajah Laura kesal, mereka sudah berani menjelek-jelekkan tantenya, ia berjanji akan melakukan hal yang diperintahkan oleh tantenya yang tidak lain adalah Siska.


"aku akan membalas apa yang sudah kalian lakukan pada Tante Siska, terutama kau Shesa, tunggu pembalasanku" gumam Laura dengan tatapan sinisnya.


setelah beberapa saat seorang siswa berlari masuk kedalam kelas.

__ADS_1


"hei guys...ada kepala sekolah menuju kesini, ada guru baru kayaknya" seru siswa itu memberitahukan kepada semua teman-temannya.


tak berselang lama kepala sekolah memasuki ruangan kelas 12.


" selamat pagi anak-anak" ucap kepala sekolah.


"selamat pagi pak" jawab siswa serentak.


"karena kemarin Bu Siska keluar dari sekolah ini, jadi hari ini bapak akan membawa guru baru pengganti Bu Siska" ucap kepala sekolah, seluruh siswa penasaran siapa guru bahasa Inggris baru mereka


"mudah-mudahan gurunya nggak killer lagi kayak Bu Siska" bisik Monic kepada Shesa, dan Shesapun tersenyum.


"silahkan masuk pak Dante" seru kepala sekolah kepada seorang pria yang sudah berdiri didepan pintu kelas, kemudian pria itu masuk kedalam kelas Shesa, dengan membawa tas ditangannya, pria itu terkesan pria yang rapi dan necis, dengan kacamata dan kumis yang menghiasi wajahnya, pak Dante terlihat lebih garang dari Bu Siska.


"waduh...kok wajahnya lebih serem dari Bu Siska ya" seru Monic, Shesa yang mendengar itu lantas menyikut tangan Monic.


"hus...nggak boleh gitu" ucap Shesa sembari tersenyum.


Vano menyamar sebagai pak Dante, guru bahasa Inggris dengan penampilan memakai kacamata dan kumis adalah ciri khasnya, Vano memperhatikan seluruh siswa, ia mencari keberadaan Shesa, tanpa waktu lama, Vano mendapati istrinya duduk dibangku nomor 3 bersama Monic.


"kau disana sayang, aku melihatmu" gumam Vano dalam hati sembari menatap Shesa lekat-lekat, Shesa yang menyadari telah diperhatikan oleh guru baru itu lantas membuang wajahnya.


"diih...nih guru liatin mulu" gumam Shesa sembari memutar bola matanya.


"selamat pagi anak-anak, perkenalkan saya pak Dante, guru bahasa Inggris kalian" Vano mulai membuka suaranya, ia memakai filter suara yang ia letakkan di telinganya, agar suara aslinya tidak dikenali oleh Shesa.


"selamat pagi pak" jawab siswa serentak.


"baiklah sebelum kita memasuki pembahasan bahasa Inggris, alangkah baiknya kita berkenalan dulu, karena saya masih baru disini, jadi saya tidak tahu nama kalian satu persatu" ucap Vano.


"silahkan berdiri dan perkenalkan diri kalian masing-masing" seru Vano.


kemudian beberapa anak berdiri dan memperkenalkan diri mereka, dan Vano memperhatikan mereka dari depan kelas, setelah beberapa saat, tiba waktunya giliran Shesa untuk berdiri dan memperkenalkan dirinya.


Shesa berdiri dan mulai memperkenalkan dirinya, Vano yang awalnya berdiri di depan kelas, mendadak ia berjalan mendekati Shesa, dan itu membuat Shesa menjadi gugup.


"nama saya Deandra Rashesa pak, biasa di panggil Shesa" ucap Shesa sembari menatap tajam kearah Vano, Shesa merasa tatapan guru bahasa Inggris nya itu tidak lah asing, bola mata yang sudah ia kenal, sejenak Shesa larut dalam tatapan mata Vano.


"ah...apa sih" seru Shesa sembari mengusap wajahnya.

__ADS_1


"hei kamu, aku dengar kamu siswi terbaik di kelas ini" ucap Vano menggoda Shesa.


"bukan hanya dikelas ini pak, tapi terbaik di sekolah ini" sahut Monic, sehingga membuat Shesa merasa tak nyaman.


"oh... benarkah, sekarang aku ingin membuktikan bahwa kamu memang benar-benar siswi terbaik" ucap Vano sembari berjalan menuju depan kelas.


"membuktikan apa pak?" tanya Shesa penasaran.


"maju kesini" perintah Vano agar Shesa maju ke depan.


"nih guru maunya apa sih!" gumam Shesa dalam hati, dengan pelan Shesa beranjak dari duduknya dan berjalan menuju depan kelas.


Shesa yang tidak menyadari bahwa pak Dante adalah suaminya, terlihat gusar saat Vano menatapnya tajam.


"coba kamu tunjukkan bagaimana caramu memperkenalkan sebuah produk, tapi dengan memakai bahasa Inggris" perintah Vano yang sedang mengerjai istrinya.


"apa setelah itu saya dibolehkan duduk kembali pak" seru Shesa dan Vanopun mengangguk.


setelah itu Shesa melakukan apa yang diperintahkan Vano kepadanya, dengan luwes ia bisa menggunakan bahasa Inggris dengan baik, Vano yang memperhatikan itu sangat bangga dengan kemampuan istrinya dalam berbahasa Inggris.


"kau memang gadis yang cerdas sayang" gumam Vano dalam hati.


setelah merasa cukup Shesa berhenti dan melihat pak Dante yang sedang duduk di kursinya.


"sudah selesai pak, apa boleh saya duduk lagi?' seru Shesa.


"tidak, kau tidak boleh duduk dulu" ucap Vano yang masih menggoda Shesa.


"kau temani aku disini, sekarang kau yang menulis ini dipapan, supaya teman-temanmu bisa mencatat" perintah Vano agar Shesa menulis pelajaran di papan tulis.


"tapi pak, kenapa bukan bapak aja yang nulis sendiri!" seru Shesa.


"aku lagi malas menulis di papan, biar kamu saja yang melakukan itu, karena kamu yang faham tentang pelajaran ini" ucap Vano sembari menyandarkan tubuhnya di kursi.


"ya ampun nih guru, merepotkan saja" umpat Shesa sembari menulis pelajaran dipapan tulis.


Vano tersenyum tipis mendapati ekspresi Shesa yang membuatnya semakin suka untuk menggodanya.


penyamaran nya sukses, Shesa tidak mengenali sama sekali siapa sebenarnya pak Dante.

__ADS_1


BERSAMBUNG


❤️❤️❤️❤️


__ADS_2