
"Ada apa dengan mereka? kok tiba-tiba pergi begitu saja?" tanya Vano yang merasa terkejut.
"Biasalah Tuan muda, anak muda gitu lo" balas Mario.
Tiba-tiba terlintas di benak Monic tentang ucapan Mario, Monic merasa Laura dan Romi sangat cocok untuk dijadikan sepasang kekasih, Monic memiliki rencana untuk mendekatkan mereka berdua, setidaknya menghibur Romi agar tidak berlarut-larut patah hati.
"Aku punya rencana!" ucap Monic senang.
"Rencana apa?" tanya Shesa penasaran
"Gimana kalau kita jodohin mereka berdua, kan sama-sama jomblo, nggak masalah kan, biar Romi cepat move on dari kamu!" bisik Monic kepada Shesa.
Sejenak Shesa berfikir, apa yang dikatakan Monic ada benarnya, lantas ia menyetujui rencana Monic, dan ikut membantu menjodohkan Laura dan Romi.
"Kamu benar Mon, aku setuju, Laura gadis yang baik, pasti mereka cocok menjadi sepasang kekasih" ucap Shesa ikut senang.
******
Siang itu Hendrawan datang ke sebuah apartemen elit yang dihuni oleh seorang wanita cantik, yang tak lain adalah Siska.
Terdengar suara bel berbunyi, tak berselang lama, Siska membukakan pintu, tampak seorang pria paruh baya tengah berdiri di depan pintu, Siska sangat terkejut saat yang ia hadapi adalah Hendrawan Perkasa.
"Pak Hendra" ucapnya sedikit terkejut
"Siska, bagaimana kabarmu nak?" tanya Hendra kepada Siska yang tampak sangat terkejut dengan kedatangan Hendrawan.
"Ba..baik Pak, silahkan masuk!" seru Siska sembari mempersilahkan Hendra untuk masuk ke ruang tamu.
Dan tentu saja kehadiran Hendra disana tak luput dari pengawasan bodyguard Vano, beberapa orang sudah berjaga di depan apartemen Siska, mengantisipasi kemungkinan hal buruk yang akan terjadi.
__ADS_1
"Silahkan duduk Pak!" seru Siska sopan.
Entah kenapa jika Siska bertemu dengan Hendra, ia seolah takluk, ia tidak bisa berbuat macam-macam kepada Hendrawan, seolah Hendra adalah orang yang berjasa dalam hidupnya.
"Ma...maaf pak, ada yang dapat saya bantu, kenapa bapak tiba-tiba datang kesini, darimana Pak Hendra tahu alamat saya?" seru Siska yang masih penasaran.
"Siska, bukan hal yang sulit untuk bapak menemukan alamat mu, kamu tampak kurusan, apa kamu punya masalah?" tanya Hendra yang terkejut melihat penampilan Siska yang sekarang terlihat lebih kurus.
"Ti...tidak pak, Sa...saya cuma mengikuti program diet, jadi kelihatan kurus" jawab Siska tersenyum.
"Kamu tinggal sendiri disini?" tanya Hendra
"Iya... saya hanya tinggal bersama asisten rumah tangga" jawab Siska pelan.
Tak berselang lama, seorang wanita tua sedang membawakan Hendra secangkir teh, kemudian wanita itu pergi.
"Silahkan diminum Pak!" seru Siska
Hendrawan pernah bekerjasama dengan Tuan Surya, ayah dari Siska, Hendrawan selalu menjadi partner setia Tuan Surya, sehingga perusahaan Tuan Surya menjadi lebih berkembang, mengingat sosok Hendrawan adalah pengusaha yang sukses dan terkenal, Siska sangat menghormati Hendra, karena Hendra adalah orang yang sudah membantu perusahaan ayahnya berdiri.
Hingga akhirnya Tuan Surya dan Hendra memutuskan untuk memasukkan anak-anaknya untuk kuliah di perguruan tinggi di LA bersama-sama, agar kelak mereka bisa meneruskan usaha dari Tuan Surya dan Hendra.
Hal itu yang membuat Siska sangat senang, bagaimana tidak, Siska akan belajar bersama dengan seorang pemuda tampan pewaris perusahaan keluarga besar Perkasa, Siska terus berusaha mencari kesempatan untuk mendapatkan perhatian dari Vano, Siska selalu semangat untuk mendapatkan Vano meskipun ia sadar bahwa Vano tidak pernah meresponnya, Vano hanya menganggap Siska hanya sebagai teman biasa.
Hingga akhirnya kematian sang ayah membuat Siska sangat terpukul, sosok Siska yang dikenal pendiam dan cerdas, mendadak menjadi lebih berani, luka akibat ditinggalkan orang terkasih membuat Siska patah arang, Siska hanya memiliki sang ayah, sehingga kematian ayahnya membuat nya menjadi liar dan menjadi gadis pendendam.
Ia merasa Tuhan tidak adil kepadanya, Tuhan sudah mengambil satu-satunya orang yang ia miliki, sehingga ia merasa Tuhan tidak menyayanginya, itulah yang menyebabkan seorang Siska menjadi jahat dan liar.
"Bapak ingin berbicara apa kepada saya?" tanya Siska
__ADS_1
Hendrawan menghela nafasnya, ia benar-benar tahu bagaimana perasaan Siska saat ditinggal oleh sang ayah untuk selama-lamanya, bahkan waktu itu ia sempat melakukan usaha bunuh diri, namun Hendrawan mengetahui nya, Hendrawan membujuk gadis itu untuk terus semangat, hingga akhirnya Siska entah pergi kemana untuk menenangkan dirinya.
Setelah beberapa tahun, Siska kembali membawa lamaran pekerjaan sebagai tenaga guru di sekolah Harapan Bangsa yang dibangun oleh keluarga Perkasa, Siska mendedikasikan kemampuan nya untuk mengajar di tempat itu, sebagai bentuk perwujudan rasa terima kasihnya kepada Hendra yang sudah memberinya semangat, meskipun ia dikenal sebagai guru killer.
Hingga akhirnya seorang siswi cantik, cerdas dan berbakat datang ke sekolah itu yang tak lain adalah Shesa, dari awal Siska memang sudah tidak suka dengan Shesa, Seperti paket lengkap, semua kelebihan dimiliki oleh Shesa, bahkan yang paling membuat Siska lebih membencinya, karena kecantikan Shesa yang sudah membuat banyak pria terkesima melihatnya, bahkan seorang Vano yang merupakan bos besar perusahaan, menjatuhkan hatinya untuk seorang gadis SMA seperti Shesa.
Apalagi sekarang Vano dan Shesa telah menikah, hal itu semakin membuat Siska sulit menerima kenyataan, hingga ia tega melakukan apa saja untuk mencelakai mereka berdua, terutama Shesa.
"Bapak sudah tahu semua tentang apa yang kamu lakukan kepada Vano dan menantuku" seru Hendra
Siska membulatkan matanya, ia tampak salah tingkah saat Hendra berkata itu padanya, Siska tidak berani menatap Hendrawan, dia benar-benar gugup di hadapan Hendrawan.
Hendrawan mencoba menenangkan Siska, Hendra berusaha membujuk Siska untuk bisa menerima kenyataan ini dengan lapang.
"Bapak tahu kenapa kamu melakukan itu kepada mereka, bapak sangat tidak menyangka, sejak kematian ayahmu, bapak sudah menganggap mu sebagai putri bapak sendiri, bapak berharap kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan baik, tapi ternyata bapak sudah salah menilai, bapak sangat kecewa padamu nak!" seru Hendra sedih.
Mungkin bagi kebanyakan orang seorang Siska tidak bisa menitikkan air mata, tapi dihadapan Hendrawan, air mata yang jarang keluar dari mata Siska, mendadak mengalir begitu saja, menetes lancar menjadi sebuah anak sungai yang bermuara pada dagu lancipnya.
"Kenapa kamu lakukan itu pada mereka? mereka tidak tahu apa-apa, jika kamu ingin melepaskan kekecewaanmu, bapak rela menggantikan mereka, apapun yang kamu minta, bapak akan berusaha memberikan nya" ucap Hendra sembari menatap wajah Siska yang penuh dengan kesedihan.
Siska tak bisa mengendalikan dirinya, dibalik sisi jahatnya, mendadak air matanya benar-benar tumpah seketika saat Hendra berucap itu kepadanya.
Siska sangat menghormati Hendra layaknya ayah kandungnya sendiri.
"Maafkan aku Pak Hendra, aku hanya merasa kenapa Tuhan tidak adil kepadaku, harusnya Vano menjadi milikku, tapi kenapa justru gadis itu yang menikah dengan Vano, harusnya Vano menikah dengan ku Pak, maafkan aku jika aku egois, tapi aku sudah mencintai Vano sejak dulu, sejak kami masih kuliah bersama, tapi tiba-tiba saja gadis itu datang, dan mengambil hati Vano" Isak Siska menumpahkan segala beban yang ada di dalam hatinya.
Hendra mendekati Siska yang tengah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️