
Cadar itu terbuka, terlihat wajah yang selama ini Vano rindukan, wajah yang memilik bekas luka akibat sebuah goresan, namun raut wajah itu tetap menunjukkan kalau dia adalah Leona Perkasa, ibu kandung Vano, sosok itu hadir didepan matanya, tubuh Vano seakan tak kuasa untuk bergerak, bibirnya kelu, sorot matanya begitu sendu saat wajah sang mama ia pandangi.
Shesa melihat suaminya begitu terharu, wajah tegas dan garang sang suami benar-benar tidak terlihat hari ini, hanya ada wajah yang sendu, kerinduan seorang anak yang ingin sekali memeluk ibunya, Shesa melihat mata Vano berkaca-kaca, betapa air mata itu tak mungkin bisa terbendung lagi.
Leona terpejam diatas peraduannya, gurat wajahnya masih jelas di ingatan Vano, sang mama yang selama 15 tahun yang ia sangka sudah meninggal, ternyata hari ini Vano melihatnya nyata didepan mata.
Vano bersimpuh dibawah tempat tidur Leona, ia pegang tangan sang mama, ia tumpahkan segala kerinduan yang selama ini menyiksanya, tanpa terasa buliran bening itu jatuh begitu saja, membasahi wajah tampan seorang Vano Adiputra Perkasa, yang selama ini terkenal tegas dan berwibawa.
Namun ketika ia di depan sang mama, sosok seorang Vano layaknya seorang anak kecil yang rindu dengan kedatangan sang ibunda.
Shesa ikut bersimpuh disamping sang suami, ia mencoba menguatkan sang suami dengan memeluknya.
"sayang...bibi Lily adalah mama Leona, mama Leona masih hidup, iya... mama Leona masih berada diantara Kita" ucap Shesa sembari meyakinkan suaminya.
Vano menatap istrinya, betapa ia sangat bahagia sang istri memberinya kejutan yang sangat berharga sepanjang hidupnya, Vano tersenyum ia tak mampu berucap apa-apa kepada Shesa, bibirnya masih sangat kelu untuk mengungkapkan rasa bahagianya.
Vano dengan cepat memeluk sang istri yang sudah memberikannya kebahagiaan, pelukan erat dari sang suami, membuat Shesa semakin mencintainya, akhirnya sang suami tidak akan merasakan kerinduan yang menyiksa lagi terhadap sang ibunda.
"terimakasih kasih baby, terimakasih... kau telah membuat hidupku sangat berarti, aku semakin mencintaimu, sangat mencintaimu" bisik Vano mesra sembari mencium puncak kepala sang istri.
Shesa tersenyum, ia melihat bola mata Vano yang memancarkan kebahagiaan.
"sekarang tersenyumlah, kita sudah menemukan mama Leona, kita akan membawanya pulang segera, berkumpul bersama keluarga...hm" ucap Shesa sembari mengusap air mata sang suami.
Bu Lasmi dan Nata sangat terharu melihat pertemuan antara Vano dan ibunya, mereka tidak menyangka wanita yang selama 15 tahun ini tinggal bersama mereka, ternyata adalah ibu kandung Vano, dimana Nata bekerja sebagai sopir pribadi istri Vano, majikannya sendiri.
"sekarang biar aku membuat mama Leona tersadar dari pingsannya" ucap Shesa sembari beranjak memberikan minyak kayu putih pada hidung mama Leona, aroma minyak kayu putih akan membuat Leona cepat tersadar dari pingsannya.
Vano duduk disamping mamanya sembari memegang tangan sang ibunda, Vano harap-harap cemas, ia berdoa semoga Leona bisa sadar kembali dan melihat wajah sang anak yang selama ini sangat merindukannya
Shesa membuat Leona menghirup aroma minyak kayu putih, dan perlahan Leona membuka sedikit demi sedikit mata yang indah itu.
"mama..." panggil Vano saat tahu Leona mulai membuka matanya.
__ADS_1
Perlahan namun pasti, Leona membuka matanya, dan tampak pelan ia mendengar seseorang yang sedang menyebutnya dengan mama.
Leona menoleh kearah sumber suara, perlahan ia mendapati wajah pemuda yang membuatnya tenang dan bahagia, iya...Vano memanggil Leona dengan mama.
"mama...aku rindu sekali dengan mama, ternyata mama masih hidup, mama ini aku anakmu, Vano!" seru Vano mencoba mengingatkan Leona.
Tampak Leona masih bingung, ia tak ingat dengan apa yang terjadi pada dirinya selama ini, namun ia tak bisa pungkiri, pemuda yang tengah menyebutnya dengan sebutan mama, telah berhasil membuatnya merasakan hal yang sangat aneh, ada ikatan batin yang sangat kuat antara Vano dan dirinya
Leona masih merasakan sakit pada kepalanya, ia berusaha bangun dari tidurnya, tampak Vano membantu sang mama untuk menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur.
Vano masih tidak percaya, bahwa Leona masih hidup, dilihatnya lekat-lekat wajah sang ibunda, wajahnya tidak berubah sama sekali, meskipun ada bekas luka gores di pipinya.
"mama ini aku, Vano... apa mama masih ingat padaku?' tanya Vano antusias, namun Leona tak bergeming ataupun menjawabnya, Leona masih bingung kenapa tiba-tiba pemuda ini menangis untuknya.
" kenapa aku merasa sangat dekat dengan pemuda ini, siapa dia sebenarnya? kenapa dia memanggilku mama?" gumam Leona.
******
"cepat kalian berpencar dan cari keberadaan Leona di desa ini, aku yakin dia masih berada didalam desa ini" seru Veronica sinis.
"baik Nyonya"
kemudian anak buah Veronica berpencar untuk mencari keberadaan Leona tinggal, Veronica mulai mendatangi rumah dari teman suami Bu Lasmi.
tampak Veronica mengetuk pintu sebuah rumah seseorang yang 15 tahun yang lalu yang mengejutkan Veronica saat ingin membuang tubuh Leona.
perlahan pintu itu dibuka oleh seorang pria paruh baya.
"iya nyonya, anda...anda.... wanita itu?" seru laki-laki itu dengan ekspresi terkejut melihat kedatangan Veronica di rumah mereka"
"cepat katakan padaku, dimana Leona sekarang berada?" tanya Veronica sedikit mengancam pria itu itu.
"a...ampun nyonya, tolong Jangan sakiti kami sekeluarga" seru pria itu memelas
__ADS_1
"cepat katakan padaku segera, dimana kamu dan temanmu itu menyembunyikan keberadaan Leona" tanya Veronica memaksa.
"ba..baik Nyonya, saya akan katakan kepada Anda dimana wanita itu tinggal" ucap pria paruh baya itu, dengan senyum liciknya, akhirnya Veronica bisa berkesempatan menghabisi nyawa Leona.
*******
Di rumah Nata
"sayang, kita harus segera membawa mama dari sini, karena disini sangat berbahaya untuk keselamatan mama Leona" seru Shesa yang membuat Vano sedikit terkejut.
"sayang, apa maksudmu tempat ini berbahaya untuk mama?" tanya Vano menyelidik.
"sayang aku takut saja jika nanti Tante Veronica berhasil menemukan mama Leona disini" ucap Shesa menjelaskan.
"Tante Veronica? apa hubungannya Tante Veronica dengan mama?" tanya Vano penasaran.
Akhirnya Shesa mengatakan hal yang sebenarnya terjadi selama ini, ia menceritakan semuanya kepada Vano tentang kejadian kecelakaan yang menimpa Leona, sampai berita kebohongan tentang Leona yang sudah tewas dimangsa binatang buas, yang tak lain adalah ulah Veronica.
Vano mendengarkan penjelasan istrinya, tangannya mengepal, tatapan matanya mulai berubah, sifat garangnya mulai muncul saat ia tahu Veronica lah yang telah memisahkan dirinya dan ibunya.
"Tante Veronica!"
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah.
"tok...tok...tok"
Bu Lasmi beranjak membukakan pintu, betapa terkejutnya ia melihat seorang perempuan dan beberapa orang pria besar yang tengah berdiri di depan pintu.
"Anda siapa?" tanya Bu Lasmi kaget
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
__ADS_1