Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Nasehat untuk Mario


__ADS_3

Monic dan Mario ikut senang, akhirnya Siska bisa pergi selamanya dari pandangan mereka.


"Syukurlah, semoga saja Bu Siska menemukan hidupnya kembali disana" ucap Monic bahagia.


"Kamu benar Mon, semoga saja Bu Siska segera menemukan pendamping yang baik, agar ia tidak merasakan sendiri lagi" timpal Shesa mengiyakan.


Secara tiba-tiba Mario menyela pembicaraan Shesa dengan Monic.


"Ngomong-ngomong non Shesa apa tidak mendoakan saya juga? supaya saya tidak sendiri terus gitu non, biar ada yang menemani hidup Mario yang selalu sendiri ini, bener nggak tuan muda!" ucap Mario sembari menatap Wajah Vano yang tampak serius.


"Oh tentu saja, aku dan suamiku pasti selalu mendoakan kamu, supaya kalian berdua cepat naik ke pelaminan, bukan begitu sayang!" ucap Shesa sembari tersenyum pada suaminya.


"Hm... tentu" jawab Vano singkat


"Tapi, apa ayank Monic mau menjadi pendamping hidup Mario?" ucap Mario sembari menatap wajah Monic.


Monic tersipu malu saat Mario bicara itu kepadanya, kemudian dengan malu-malu Monic menganggukkan kepalanya pelan.


"Yess... akhirnya kawin juga" seru Mario yang tiba-tiba mengagetkan Vano yang sedang minum, sehingga membuat Vano meletakkan gelasnya kembali sembari menghela nafasnya.


Shesa dan Monic juga tampak terkejut dengan perkataan Mario yang cukup keras, sehingga membuat Shesa sedikit mengelus dadanya, Monic menatap Mario yang tampak begitu senang atas permintaan nya untuk menjadikan Monic sebagai istrinya.


"Ssstt..." seru Monic kepada Mario sembari menutupkan satu jarinya pada bibirnya.


Mario melihat Monic dan tersenyum kepada kekasihnya itu, lantas Shesa melihat suaminya yang tampak tegang.


"Sayang, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Shesa yang membuat Mario ikut memperhatikan Vano yang juga ikut kaget.


"Tu...tuan muda, Anda tidak apa-apa kan?" tanya Mario sedikit ketakutan.


Vano tersenyum kepada istrinya, dan menunjukkan kepada Shesa bahwa dia baik-baik saja.


Kemudian Vano menatap Mario yang tampak ketakutan.


"Kamu kenapa Mario?" tanya Vano datar

__ADS_1


Mario terkejut dengan sikap Vano yang tidak marah kepadanya.


"Tuan...muda, tidak marah kepada saya?" tanya Mario sembari mengerutkan dahinya.


"Marah? untuk apa aku marah sama kamu, palingan aku potong saja gajimu" ucap Vano bercanda.


"Yaahh...jangan dong Tuan muda, gimana saya bisa nikahin Ayang Monic, kalau gajinya dipotong mulu!" gerutu Mario


Vano terkekeh melihat tingkah Mario yang sengaja ia kerjai.


"Loh kok malah ketawa sih, seneng ya liat anak buahnya nggak kawin-kawin, Tuan muda emang nggak kasihan sama saya?" seru Mario


"Iya...iya aku cuma bercanda, selamat untuk kalian berdua, aku senang akhirnya Mario akan melepas masa lajangnya, Mario jangan pernah kamu sakiti Monic, hati perempuan itu sangat lembut, sedikit saja kamu bicara kasar, itu akan menyakitinya, berbuat baiklah kepada perempuan apalagi ia yang akan mendampingimu untuk selamanya, karena ia rela meninggalkan rumah kedua orang tuanya, hanya demi kita seorang laki-laki yang baru saja ia kenal, ia harus merelakan jiwa dan raganya untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama kita, yaitu suaminya...bahagiakan istrimu, buatlah istrimu tersenyum, maka keindahan dan kedamaian akan selalu tercipta dalam biduk rumah tanggamu...I love you baby" Nasehat Vano kepada Mario sembari menatap wajah istrinya penuh kemesraan.


"Istri adalah tulang rusuk suaminya, ia akan selalu menjadi pendamping sang suami, kami para istri akan selalu mendukung setiap langkah suami, dan selalu membuatnya tersenyum, menyatukan dua karakter memang tidak mudah, tapi cara bagaimana kita untuk melengkapi satu sama lain, kami sebelumnya memang tidak pernah saling mencintai, namun seiring berjalannya waktu, kami menyadari bahwa hak dan kewajiban suami istri harus tetap dilakukan, karena kami percaya, Tuhan akan selalu melindungi ikatan suci pernikahan ini, Tuhan sudah menggariskan kami berjodoh hingga akhir hayat nanti" balas Shesa sembari memeluk Vano penuh kemesraan.


Tampak Monic benar-benar terharu melihat kemesraan Vano dan Shesa, Mario benar-benar tidak menyangka, Vano yang dikenalnya sebagai pribadi yang dingin dan angkuh ternyata bisa luluh oleh belaian cinta gadis SMA yang belum pernah ia kenal.


"Emm... so sweet" seru Monic ikut terharu.


Setelah menemui Siska dan berhasil membujuk gadis malang itu, Hendrawan kemudian menyuruh anak buahnya untuk mengurusi segala keperluan yang dibutuhkan oleh Siska, mulai dari tiket pesawat hingga tujuan dimana Siska akan tinggal, Hendrawan sudah menentukan dimana Siska akan tinggal, Siska akan tinggal di sebuah rumah yang sudah disediakan Hendrawan untuknya, Siska bisa bekerja di salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahannya.


Hendrawan sudah menghubungi orang-orangnya yang berada di LA untuk menerima Siska bekerja di perusahaan yang ditunjuk oleh Hendrawan.


Hari itu juga Siska bersiap-siap dan mengemasi semua barang-barang nya, ia sudah memutuskan untuk pergi dari Negara ini untuk selamanya, apa yang dikatakan Hendrawan membuat Siska sadar, ia harus tetap menata masa depannya, ia tidak mau terlalu larut dalam dendam pribadinya, yang membuat hidupnya menjadi kacau.


Sebelum Siska memutuskan untuk pergi, terlebih dahulu ia ingin menemui keponakannya yaitu Laura, ia berharap Laura memaafkannya.


Terlihat Siska tengah mengetuk pintu rumah yang diberikan Vano untuk Laura tinggali, bik Sri yang melihat itu sangat terkejut dengan kedatangan Siska.


"Wanita itu, untuk apa lagi dia datang kemari, aku harus waspada" gumam bik Sri sembari membukakan pintu.


Pintu terbuka dan terlihat Siska sedang berdiri di depan pintu.


"Ada yang dapat saya bantu nona?" tanya bik Sri

__ADS_1


"Laura ada?" tanya Siska


"Aku tidak akan membiarkan wanita ini menyakiti non Laura, aku akan bilang padanya, kalau non Laura sedang tidak ada dirumah"


gumam bik Sri.


"Non...Laura ...dia sedang ...tidak..." belum selesai bik Sri berucap, Laura sudah datang menghampirinya.


"Ada siapa bik?" tanya Laura yang membuat bik Sri membalikkan badannya, dilihatnya Siska yang tengah berdiri di depan pintu.


"Tante....Tante ngapain disini?" tanya Laura yang terkejut dengan kedatangan Siska.


"Tante mau minta maaf, besok Tante akan meninggalkan Indonesia untuk selamanya" jawab Siska.


Apa yang dikatakan Siska membuat Laura sangat terkejut, tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba saja Siska memutuskan untuk pergi dari Negara ini untuk selamanya.


"Apa maksud Tante?" Laura semakin penasaran.


"Seperti yang kamu dengar, Tante akan bertolak ke LA besok pagi, Laura...Tante minta maaf jika selama ini sudah membuatmu susah, sekarang kamu tidak usah khawatir, Tante tidak akan mengganggumu lagi, Tante akan pergi" ucap Siska


Laura menatap wajah Siska yang tidak terlihat seperti biasanya, kali ini wajah Siska sangat sederhana tanpa polesan make up yang biasanya menghiasi wajahnya, Siska terlihat polos dan seperti wanita biasa pada umumnya, justru Siska terlihat lebih cantik daripada saat ia memakai make up tebal yang selalu menunjang penampilannya sehari-hari.


"Tante..." seru Laura


"Laura, kamu bisa tinggal di apartemen tante, karena Tante tidak akan tinggal disana lagi, daripada Apartemen kosong, lebih baik kamu pakai saja" seru Siska sembari memberikan kunci apartemen nya.


"Tante mau kemana?"


"Pergi jauh, Tante akan pergi jauh dari kalian semua, Tante ingin membuka lembaran hidup yang baru, Tante ingin melanjutkan hidup Tante, dan tentunya Tante ingin mengubur dalam-dalam dendam Tante kepada Vano dan Shesa" ucap Siska penuh makna.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


...Ada yang setuju nggak sih jika ada sekuel kedua dari lanjutan kisah Vano dan Shesa?? ...

__ADS_1


...yang setuju angkat tangan ✋😊...


__ADS_2