Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
gagal ke rumah sakit


__ADS_3

"jadi selama ini Mommy menaruh dendam kepada om Hendra ?" ucap Miss Liu kecewa.


Helena memijit kepalanya pelan, ia tak menyangka Mommy nya masih menyimpan dendam kepada Hendra.


"Helena, kamu tidak perlu menyimpan kesedihanmu, kami akan selalu mendukungmu " ucap Vano


Helena terdiam, ia memandang keluar arah jendela, ia faham dengan karakter maminya, ia takut maminya akan menyakiti Vano dan istrinya.


"apa yang kau pikirkan?" tanya Vano serius.


"aku takut mami akan menyakiti kalian berdua" seru Miss Liu khawatir.


"kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?" Tanya Vano


"aku kenal betul siapa mami, mami tidak akan puas sebelum orang yang membuatnya terluka juga ikut merasakan apa yang mami rasakan, maafkan aku brother" seru Miss Liu menyesal


"hei kenapa kau ini, kenapa kau harus minta maaf kepadaku?" seru Vano menenangkan sepupunya itu.


"Vano, jika suatu hari nanti mami datang, aku mohon kepadamu, jangan sakiti dia, aku sangat menyayanginya" ucap Miss Liu sedih.


*******


akhirnya Miss Liu pulang, ia mencium pipi sang nenek dan memeluknya, kemudian ia memeluk Shesa.


"aku pulang dulu, jaga kandunganmu dengan baik, aku yakin bayi ini akan tumbuh sehat bersamamu, kami semua menunggu kehadiran bayi kalian" ucap Helena sembari memeluk Shesa.


"Helena, kau memang wanita yang cantik dan baik, maafkan aku jika aku pernah salah menilaimu" ucap Shesa yang pernah menganggap Vano mempunyai hubungan dengan Miss Liu.


"itu tandanya kau sangat mencintai saudaraku, sehingga kau takut Vano memperhatikan wanita lain" seru Miss Liu, tanpa mereka sadari Vano memperhatikan percakapan mereka berdua.


tiba-tiba saja Vano menghampiri mereka berdua dan melingkarkan tangan Kekarnya pada pinggang Shesa.


"kalian sedang membicarakan aku rupanya, katakan apa yang kalian bicarakan" tanya Vano sembari menempelkan wajahnya pada wajah Shesa.


Helena tersenyum melihat tingkah Vano yang manja kepada istrinya itu.


"Vano Vano, sungguh gadis ini sudah membuatmu tergila -gila" gumam Helena tersenyum.


kemudian ia beranjak pergi dan pulang ke rumah.

__ADS_1


setelah beberapa saat Helena meninggalkan kediaman Vano.


*****


"sayang bagaimana, apa kita jadi pergi ke rumah sakit?" Tanya Shesa yang masih khawatir dengan keadaan Laura.


"tadi dokter Erick meneleponku, dia bilang Laura sudah siuman dan keadaannya baik -baik saja" seru Vano menatap wajah isterinya.


"syukurlah, dia baik -baik saja" seru Shesa


"sekarang kau temani aku mandi dulu, badanku terasa lengket semua" pinta Vano agar Shesa menemaninya mandi.


"em... nggak nggak, nanti kamu macam-macam lagi, aku sudah mandi soalnya sayang" ucap Shesa


"hm... jadi nggak mau nih, ya sudah aku mandi sendiri" jawab Vano dengan memasang muka cemberut, lantas ia langsung naik ke kamarnya tanpa berbicara sedikitpun kepada Shesa.


"sayang tunggu ...!" seru Shesa yang melihat Vano meninggalkannya.


sesampainya dikamar, Vano melepas sendiri bajunya tanpa menghiraukan kehadiran Shesa.


"sayang, kamu mau makan apa hari ini, nanti kusiapin" seru Shesa kepada Vano, namun Vano tidak menggubrisnya sama sekali, Shesa yang merasa diabaikan menghadang langkah Vano yang hendak masuk ke kamar mandi.


"sayang, kok kamu diem aja sih, ngomong dong, kamu marah sama aku!" seru Shesa sembari merentangkan tangannya.


"minggir, aku mau mandi!" ucap Vano dengan nada cuek


Shesa terdiam dan beranjak pergi dari hadapan Vano.


"sayang, kamu marah sama aku? maafin aku sayang, aku nggak bermaksud menyakitimu" seru Shesa meminta maaf, namun Vano masih saja diam tak bergeming, sehingga membuat Shesa menangis dan segera berlari mengejar Vano yang hendak masuk ke kamar mandi.


Shesa memeluk Vano dari belakang, air matanya jatuh tak terbendung lagi, Vano menghentikan langkahnya, ia melihat tangan sang istri melingkar pada pinggangnya yang kuat.


Shesa menyandarkan wajahnya pada punggung Vano, dengan suara yang tertatih, Shesa meminta maaf kepada sang suami.


"sayang, aku tidak suka caramu mengabaikanku, ini sangatlah menyakitkan, jika memang perkataanku telah menyakiti hatimu, aku mohon maafkan aku" seru Shesa dengan air mata yang membasahi punggung Vano.


Vano menaikkan ujung bibirnya, misinya sukses, ia berhasil mengerjai sang istri, perlahan ia menghadapkan badan tegapnya kearah sang istri, dengan cepat Vano mengusap airmata yang membasahi wajah cantik Shesa.


"jangan menangis sayang, aku tidak suka melihat airmata diwajahmu, tersenyumlah untukku, aku hanya bercanda, aku hanya menggodamu, tidak mungkin aku akan mengabaikanmu, kamu sangat berharga bagiku, kamu dan anak kita, adalah segalanya untukku" seru Vano bersimpuh dihadapan Shesa, sembari mencium lembut perut sang istri.

__ADS_1


Shesa mengusap lembut kepala Vano dengan senyum manisnya.


Vano mendongak menatap Shesa, perlahan Vano berdiri dan Mencium lembut bibir sang istri, ciuman itu berlangsung cukup lama, hingga akhirnya Vano membawa Shesa keatas tempat tidur.


Shesa terkejut kenapa suaminya justru membawanya ketempat tidur.


"sayang, katanya mau mandi, kok malah disini!" tanya Shesa sambil menatap mata sang suami yang sudah dipenuhi hasrat membara itu.


Vano menyeringai, dengan suara seraknya ia berbisik mesra ditelinga Shesa.


"kita bermain dulu"


Shesa mulai terpejam dan menggigit bibir bawahnya, saat Vano usai berbisik mesra ditelinganya, dengan cepat ia menyergap tubuh sang istri, tak ada waktu bagi Shesa untuk melepaskan diri, Karena tubuhnya terkunci sempurna oleh gerakan Vano yang cepat.


"sayang, kenapa kau nakal sekali!" ucap Shesa tersengal -sengal saat yang dibawah sana mulai menghujam sempurna.


"Karena kamu selalu membuatku ketagihan" bisik Vano saat memulai goyang ngebor nya.


tangan Shesa menarik sprei dengan kuat, saat keduanya asik mengarungi samudera cinta, tak terasa mereka bermain cukup lama, hingga mereka berdua tak sadar waktu telah menunjukkan pukul 8 malam.


dalam kungkungan Vano, sekilas Shesa melihat kearah jam dinding.


"sayang, udah dong, sekarang udah jam 8, kapan kita kerumah sakitnya?" ucap Shesa sembari menatap wajah sang suami yang penuh keringat, tangannya mencengkeram kuat pundak Vano, sedangkan yang disana keluar masuk dengan lancar jaya.


"aaaahhh " lenguhan keduanya bersama-sama, peluh dan keringat itu bercampur menjadi satu, nafas yang naik turun, keduanya sudah sampai pada puncak hasrat yang menggila.


Shesa melihat Vano terpejam kelelahan.


"sayang... sayang!" seru Shesa sambil menggoyang -goyangkan tubuh sang suami.


"hmm" Vano hanya menjawab singkat, ia nampak kelelahan dengan aktivitas yang menyenangkan tadi, yang selalu mebuat Vano semakin ketagihan setiap harinya


"besok saja kita kerumah sakit, besok Hari minggu, aku janji, sekarang kita mandi dan setelah itu kita makan, sepertinya aku butuh asupan gizi sayang, sejak kau Hamil, milikmu semakin ni*mat dan semakin membuatku lumpuh" bisik Vano lembut ditelinga Shesa.


Shesa sangat tersipu malu mendengar rayuan Vano.


"dasar pak Vano mesum" goda sang istri sembari mencubit hidung Vano


akhirnya mereka berdua gagal menjenguk Laura, Karena terhalang aktivitas yang membuat mereka terbang bersama-sama.

__ADS_1


BERSAMBUNG


💖💖💖💖


__ADS_2