Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Pengganti Shesa


__ADS_3

Romi dan Laura memperhatikan Siska yang sedang berjalan meninggalkan mereka berdua, tampak Laura yang gelisah dengan ancaman Siska tadi.


Romi melihat wajah Laura yang tampak sedih, lantas ia memberanikan diri untuk bertanya tentang apa yang dimaksud ucapan Siska tadi kepada Laura.


"em...kamu keponakannya Bu Siska?" tanya Romi.


"sebaiknya kita ngobrol didalam saja kak, mari silahkan masuk" seru Laura sembari mempersilahkan Romi masuk.


Romi masuk kedalam rumah dan tampak seorang asisten rumah tangga yang menyambut kedatangan Laura.


"non Laura sudah pulang, bibi khawatir terjadi apa-apa pada non Laura, tadi bibi lihat ada Tante non datang kesini mencari non, saya bilang non nggak ada, eh dia nggak percaya" seru bik Sri


"nggak papa bik, Laura baik-baik saja...oh iya bik ini kak Romi, dia alumni sekolah Harapan Bangsa, kami baru saja bertemu, karena sedang hujan biar kak Romi berteduh dulu disini, sampai hujannya reda" ucap Laura tersenyum.


Lantas bik Sri segera masuk kedalam dan mengambilkan air minum untuk Romi, namun sebelum itu ia menghubungi nomor Vano dan memberi tahukan bahwa Siska telah pergi dari rumah itu.


Vano mendapati ponsel dari bik Sri, lantas ia segera menerima telepon dari anak buahnya tersebut.


"iya...ada apa?"


"perempuan itu sudah pergi tuan muda" ucap bik Sri


"bagus, apa Laura baik-baik saja? apa Siska menyakiti Laura?" tanya Vano


"tidak tuan muda, Siska tidak menyakiti non Laura" jawab bik Sri


"tapi... sekarang non Laura bersama dengan seorang pria muda, kata non Laura cowok itu alumni sekolah Harapan Bangsa" jelas bik Sri


"alumni sekolah?" tanya Vano sembari mengerutkan dahinya


"iya tuan muda, tampaknya dia berasal dari keluarga kaya" ucap bik Sri


Vano semakin penasaran dengan sosok yang berada bersama Laura, bagaimana pun juga Laura saat ini adalah tanggung jawabnya, Vano meminta kepada bik Sri untuk mengambil gambar laki-laki itu, karena Vano khawatir bisa jadi laki-laki itu adalah suruhan Siska.


Setelah beberapa saat Vano mendapat foto tentang laki-laki yang bersama Laura, betapa Vano terkejut melihat siapa yang sedang bersama Laura saat ini.

__ADS_1


"Romi!" gumam Vano


Lantas Vano segera memberi tahukan kepada Excel bahwa adiknya sedang bersama Laura saat ini.


"coba kamu lihat!" seru Vano sembari menunjukan foto Romi yang dikirimkan oleh bik Sri.


Excel melihat foto Romi yang tampak sedang berbincang dengan seorang gadis, Excel tidak menyangka Romi sudah tiba di Indonesia lebih awal, lantas ia segera menghubungi nomor Romi.


Vano mulai khawatir dengan kedatangan Romi, mengingat Romi adalah cowok yang masih menyimpan rasa kepada istrinya, entah kenapa Vano sangat cemburu kepada Romi, padahal Shesa saat ini telah resmi menjadi miliknya bahkan sebentar lagi akan memberinya seorang anak.


Shesa melihat kepanikan pada wajah suaminya, kemudian Shesa menghampirinya.


"Kamu kenapa sayang, kenapa terlihat gelisah seperti itu?" tanya Shesa penasaran


"tidak ...aku tidak apa-apa, aku hanya khawatir kamu akan meninggalkan aku" ucap Vano yang mulai ngelantur, meskipun Romi adalah adik Excel, namun tetap saja Romi masih membuat Vano ketar ketir, jika saja istrinya nanti tergoda oleh kakak kelasnya itu.


"kamu ngomong apa sih sayang, jangan ngaco ah" ucap Shesa yang di iringi tawa kecilnya, tampak Vano dengan wajah seriusnya dengan cepat memeluk sang istri.


Dan tentu saja sikap Vano itu membuat Shesa sangat terkejut.


"Berjanjilah padaku, kamu tidak akan meninggalkan ku sayang" ucap Vano begitu sendu.


Shesa melihat kekhawatiran pada wajah suaminya, kemudian dengan penuh kehangatan Shesa mengusap lembut wajah Vano yang tampak tak ingin melepaskan pandangannya dari istri tercinta.


"Kenapa kamu berfikir bahwa aku akan meninggalkanmu? itu tidak akan pernah terjadi, aku sangat bersyukur memiliki suami sempurna seperti mu, tidak akan ada orang lain yang bisa menandingi mu, aku hanya mencintaimu, hanya kamu yang berhasil mencuri hatiku, percayalah" ucap Shesa meyakinkan.


"iya...aku percaya kepadamu" ucap Vano tersenyum sembari membelai lembut pipi Shesa.


*******


Sedangkan di sisi lain, Excel tengah menghubungi Romi yang tengah berbincang dengan Laura.


Romi melihat ponselnya berdering, lantas ia segera melihat layar ponselnya.


"bang Excel"

__ADS_1


Lantas ia segera mengangkat telepon dari Excel.


"iya bang..."


"hei bodoh, kenapa elu tidak bilang kalau elu sudah berada di Indonesia, gue bisa menjemputmu di bandara" ucap Excel sedikit kesal dengan adiknya.


"nggak papa bang, gue sengaja memberi surprise sama lu" seru Romi.


"Elu sekarang dimana?" tanya Excel


"Gue...gue sedang di rumah Laura, dekat kok dengan sekolah, tadi gue mau ke sekolah sebentar, tapi kata Laura sekolah pulang cepat, karena dewan guru sedang menghadiri acara di rumah pak Vano" jelas Romi.


"Elu sekarang dimana bang?" sambung Romi menanyakan keberadaan Excel.


"iya..ini gue juga sedang menghadiri acara di rumah Vano" jawab Excel.


"apa? Abang menghadiri acara pak Vano? serius? Abang sudah baikan sama pak Vano?" tanya Romi yang terkejut saat tahu Excel berada di acara Vano, dimana dulu Excel dan Vano sempat bermusuhan, dan sekarang mereka sudah menjalin persahabatan.


"iya ...itu dulu, lagipula apa tidak boleh kami berbaikan, lagipula calon istri Abang adalah kakak nya istri Vano, jadi sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga" ucap Excel senang


"eh... ngomong-ngomong ngapain elu pergi ke sekolah, bukannya segera pulang malah datang ke sekolah, aneh lu" seru Excel


"hehe ...nggak gue cuma mau lihat keadaan seseorang aja, sudah lama gue nggak ngelihat wajahnya" ucap Romi sambil garuk-garuk tengkuknya


"Shesa maksudmu, hei bodoh elu jangan mengharapkan Shesa lagi, percuma...mending elu cari gadis lain, masih banyak kok gadis cantik diluar sana, yang penting jangan mengharapkan Shesa lagi, karena sekarang Shesa sudah bersuami" ucap Excel menjelaskan.


Romi justru tertawa mendengar penuturan dari sang Kakak, ia masih belum percaya Shesa sudah menikah, mengingat Shesa masih duduk di kelas 12.


"elu nggak bakat ngelawak bang, gue nggak percaya sama sekali, gue akan tetap menunggu Shesa, dan akan gue bawa dia ke Jerman" ucap Romi meyakinkan kakaknya.


"dengerin omongan gue, lebih baik elu cari pengganti Shesa, dia bukan jodoh elu, Shesa adalah istrinya Vano...elu bakal menyesal kalau terus mengharapkan Shesa" lugas Excel menjelaskan.


Romi semakin tidak percaya, jika Shesa adalah istrinya Vano, karena ia tahu Vano dan Shesa selalu tak akur.


"sudahlah bang, aku tutup telepon nya, nanti aku pulang ke rumah" seru Romi sembari menutup ponselnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2