Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
jatuh cinta pada guru baru


__ADS_3

Laura mulai masuk ke dalam apartemen, ia membuka pintu apartemen yang ia tempati bersama Siska, tantenya.


"siapa yang mengantarmu tadi?" suara Siska tiba-tiba terdengar ditelinga Laura, dilihatnya Siska tengah berdiri disamping pintu.


"Tante...!" jawab Laura terkejut.


"i...itu..pak Dante Tan!" ucap Laura gugup.


"guru baru itu?" tanya Siska menyelidik.


"hm" Laura mengangguk.


"katakan padaku, apa kau sudah melakukan perintahku?" tanya Siska tentang Laura apakah berhasil memberikan obat perangsang itu kepada Shesa.


Laura mengangguk dan tersenyum.


"bagus... terus apa yang terjadi padanya?" tanya Siska yang terus mengintrogasi keponakannya itu.


"em...aku nggak tahu pasti sih Tante gimana reaksinya, cuma waktu itu aku lihat Shesa keluar dari kamar penginapan pak Dante" ucap Laura dengan sedikit kecewa, kenapa pak Dante harus bersama Shesa waktu itu.


"apa? hm... genderang perang akan segera dimulai, apa kau punya buktinya bahwa Shesa memang masuk kedalam kamar pak Dante?" seru Siska semakin bersemangat.


"ini...!" Laura menyerahkan rekaman video saat Shesa keluar dari kamar pak Dante.


Siska melihatnya penuh senyum licik, ada rencana besar yang akan ia lakukan untuk Shesa.


"bagus Laura, kau terus awasi mereka berdua, ini akan membantuku lebih mudah untuk membuang Shesa dari kehidupan Vano" ucap Siska penuh kebencian.


"kenapa harus pak Dante sih Tante?" seru Laura menundukkan wajahnya, Siska menoleh cepat kepada keponakannya itu.


"tentu saja pria itu, saat ini Shesa dekat dengan pria lain disaat suaminya sedang bekerja, gadis sialan itu harus merasakan hal yang sama sepertiku, dibuang sia-sia" ucapnya kesal.


"tapi aku tidak suka mengawasi Shesa dan pak Dante Tan!" protes Laura.


"aku tidak suka pak Dante dekat dengan Shesa" imbuhnya pelan.


"Laura... jangan bilang kamu jatuh cinta pada guru baru itu!" seru Siska menatap serius wajah Laura.


Laura tidak menjawab, justru ia masuk kedalam kamarnya.


"aku mau istirahat dulu Tan, aku capek banget" tukasnya sembari berlalu meninggalkan Siska.


"Laura! kenapa kamu pakai perasaanmu menghadapi laki-laki itu" umpat Siska kesal.


*******

__ADS_1


Shesa sudah sampai di rumahnya dengan selamat, nenek menyambutnya dengan gembira.


"menantu, kamu sudah pulang!" seru Nenek sembari memeluk Shesa.


"iya nek" jawab Shesa sembari tersenyum.


"nenek, aku mau kekamar dulu, Shesa mau mandi sebentar" pamit Shesa.


"iya... pergilah, nanti nenek akan suruh pelayan membawa makanan untukmu" ucap nenek.


"tidak usah nek, Shesa masih kenyang, tadi sebelum pulang, Shesa makan bareng sama teman-teman" ucapnya menolak lembut.


"baiklah terserah kamu saja!" nenek tersenyum


Shesa berjalan menaiki tangga menuju kamar tidurnya, ia meletakkan tas ranselnya diatas kasur, sejenak ia merebahkan tubuhnya, masih terlintas dibenaknya, bayangan Laura bersama Vano didalam mobil.


Shesa mengusap wajahnya perlahan, kemudian ia beranjak untuk pergi ke kamar mandi, ia melepas semua pakaian yang membalut tubuh indahnya.


perlahan ia berjalan menuju Shower, lantas ia membuka keran shower dan mandi dibawah guyuran air, ia membersihkan tubuhnya dengan lembut, ia mendapati bagian dari tubuhnya yang semakin membesar, mungkin itu adalah efek dari perubahan hormonal pada Shesa yang sedang hamil.


*****


tak berselang lama, Vano datang dan masuk kedalam istananya, tentu saja sosok pak Dante sudah berubah menjadi Direktur Vano, ia melihat mobil istrinya sudah terparkir di garasi rumah.


"kau sudah pulang rupanya" gumamnya dalam hati dengan senyum bahagia mengembang diwajahnya, kemudian ia melihat nenek yang sedang duduk disebuah kursi goyang.


"nenek... Vano kangen sama nenek" ucapnya lembut.


"Vano cucuku, kau sudah pulang sayang!" jawab nenek gembira.


"nenek, dimanakah permaisuri ku!" seru Vano sembari bersimpuh di kaki neneknya.


"dia berada di kamarnya, katanya dia sedang mandi" ucap nenek, dengan cepat Vano segera pergi ke kamarnya untuk menyusul Shesa.


"aku kekamar dulu nek... muach!" Vano mencium pipi nenek sebelum ia pergi ke kamar mereka.


"dasar anak sekarang" gumam nenek lirih


Vano membuka pintu kamar tidurnya, ia tak mendapati Shesa berada didalam kamar, namun perhatiannya tertuju pada kamar mandi yang pintunya sedang tertutup.


senyumnya mulai nakal, fikirannya sudah piknik kemana-mana saat ia sedang berdua dengan Shesa, perlahan ia membuka pintu kamar mandi itu, ia mulai masuk, nampak bayangan Shesa yang tengah mandi dibawa guyuran air shower.



Vano tergoda untuk masuk bersama Shesa, ia mulai melepas seluruh pakaiannya, Shesa belum menyadari kehadiran suaminya yang sedang berdiri memperhatikannya.

__ADS_1


disaat Shesa asyik membelai tubuhnya, matanya terbuka melihat Vano berada dihadapannya sekarang, tatapan mata keduanya saling beradu, tidak ada ruang lagi untuk Shesa kabur dari tempat itu, karena Vano mulai mendekatkan tubuh atletisnya pada Shesa yang mulai merasa Vano akan menghabisinya hari ini


"apa kau takut!" ucap Vano mesra.


"untuk apa aku takut!" jawabnya santai.


Vano dengan cepat menyambar bibir Shesa yang basah, dengan lihainya Vano memainkan lidah itu menyusuri mulut Shesa dengan mesra.


nafas Shesa semakin memburu seiring kecupan itu turun dilehernya, dan pergulatan itu terjadi lagi, dua jari Vano mulai turun dibawah sana, bermain diantara lembah yang sudah basah dari tadi, sementara mulutnya bermain dan menyesap diantara dua buah Cherry yang semakin menantang itu.


Shesa menjambak rambut suaminya, sensasi merinding saat tangan itu mulai bergerak maju mundur membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa, semakin cepat dan semakin cepat.


"sayang... hentikan" Vano tidak menggubris perkataan Shesa.


"aku sudah bilang, malam ini aku akan menghabisimu sayang" bisiknya sembari terus membuat yang dibawah sana menjadi semakin basah.


tiba-tiba Vano melepas jarinya dari lubang buaya itu, kemudian ia segera menyatukan miliknya dengan cepat.


"ahhh" Shesa sedikit menggigit bibir bawahnya, perlahan ia mulai nyaman dengan gerakan Vano yang lembut dan tidak terlalu brutal, mengingat Shesa kini tengah mengandung buah cinta mereka berdua.



suasana dalam kamar mandi itu kian memanas, entah berapa lama mereka bermain, namun Vano masih terus melanjutkan permainan itu tiada henti, seakan tidak ada rasa lelah bercinta dengan wanita pujaan hatinya.


entah sudah berapa kali Shesa mengalami pelepasan, sehingga membuatnya sedikit lemas, Vano yang menyadari itu, segera ia menyudahi permainan ini, ia tidak mau membuat istrinya kelelahan atas ulahnya itu.


tubuh Vano bergetar, dan lenguhan suara itu begitu merdu ditelinga Shesa, saat Vano mulai mengeluarkan lava panas yang sedari tadi ia tahan.


Shesa memeluk suaminya, begitupun Vano yang juga mencium kening istrinya.


dibawah guyuran air shower itu, mereka saling membersihkan tubuh.


"kau baik-baik saja kan sayang, apa ada yang sakit?" tanya Vano yang khawatir ulahnya itu menyakiti istrinya yang tengah berbadan dua.


setelah selesai mandi, Vano mengangkat tubuh Shesa yang masih polos itu dan membawanya keluar dari kamar mandi.


Shesa mengalungkan tangannya pada leher Vano yang kuat, dengan senyum tipis yang memulas bibir Shesa yang ranum.


PANAS PANAS PANAS.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SAYANG, DENGAN LIKE, KOMENTAR, BERI HADIAH DAN VOTE KALIAN....

__ADS_1


INI AKAN MENYEMANGATI AUTHOR UNTUK TETAP UPDATE SETIAP HARI.


CAYO.... TUNJUKKAN DUKUNGANMU🥰🥰❤️❤️


__ADS_2