Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Di blokir


__ADS_3

Sementara di kediaman Excel


Romi sudah sampai di rumah Excel siang tadi, saat Excel masih menghadiri acara di rumah Vano, tampak Romi tengah berbaring santai di ruang tengah, sejenak ia terpikirkan oleh gadis yang siang tadi ia jumpai, Laura.


Entah kenapa ia merasa Laura adalah gadis yang mandiri, diusianya yang masih sangat belia, ia harus dihadapkan dengan masalah seberat itu, sang ibunda terserang leukemia, dia harus sekolah dan mencari uang demi membiayai ibunya yang sakit, terpaksa Laura harus mengikuti perintah Siska, guru bahasa Inggris Romi.


"Sebenarnya apa yang diperintahkan Bu Siska kepada Laura? kelihatan nya mereka sangat serius sekali? terus kenapa Bu Siska bilang, bahwa pernikahan bang Excel nggak bakalan terjadi, apa maksud semua ini, aku benar-benar tidak mengerti!" Romi bertanya pada diri sendiri.


"Aku harus bicara pada bang Excel, dia harus menjelaskan semuanya, apa maksud Bu Siska ngomong seperti itu" ucapnya semakin penasaran.


Tiba-tiba mobil Excel terdengar sudah datang di halaman rumah mereka, Romi melihat Excel datang dari balik jendela.


Excel membuka pintu dan dilihatnya sang adik berdiri didepannya, Romi menyambut kedatangan sang kakak penuh kerinduan, hampir 3 bulan Romi meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan studinya di Jerman, serta menemani ibu mereka yang menetap di Jerman.


"Apa kabarmu adikku!" seru Excel sembari memeluk Romi.


"Baik bang, elu sendiri...widiihh sekarang elu banyak berubah bang, mana tuh tato di lenganmu dan juga anting-anting di kuping mu, ilang gitu aja, udah tobat ya" celetuk Romi menyindir Excel yang biasa memakai anting-anting di telinga nya, namun sekarang ia sudah melepaskan aksesoris yang tidak disukai Vera, bahkan Excel menghapus tato yang ada di lengan kekarnya, dulu Excel adalah seorang pria Casanova yang selalu berpenampilan gaul dan modern, meski terkadang ia juga memakai jas saat ke kantor, namun kehidupan bebasnya memaksa Excel untuk berpenampilan gaul untuk memikat banyak wanita.


Sejak ia kembali kepada Vera dan memutuskan untuk berubah, kini Excel yang dulu tidak akan pernah ada, Excel yang sekarang lebih baik dan lebih berwibawa dengan penampilan setelan kemeja dan jas, yang membuatnya semakin terlihat tampan.


"Emang gue nggak boleh berubah, memangnya orang itu harus terlihat buruk terus, gue juga pingin hidup normal dan bahagia, dan tentunya gue udah memutuskan untuk menikah dengan wanita pilihan Abang, Abang akan menikahi Vera" ucap Excel bangga.


Sontak pengakuan Excel membuat Romi terkejut, bagaimana tidak Vera adalah kekasih Excel yang pernah ia hamili kemudian ditinggalkan begitu saja.


"Vera... bukankah dia gadis yang pernah elu tinggalkan saat dia mengandung anak lu bang?" tanya Romi meyakinkan sembari menatap dalam-dalam wajah sang kakak.


"Iya...elu benar, dia adalah gadis itu" jawab Excel


"Bagaimana kalian bisa bertemu? apa keluarganya bisa menerimamu? gue nggak yakin, keluarganya pasti memegang pedang ke arahmu, dan dengan cepat memenggal kepala elu, gue yakin itu" ucap Romi sembari menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Enak aja, buktinya sekarang kami akan segera menikah, orang tuanya sudah merestui hubungan kami, memang butuh perjuangan panjang untuk meluluhkan hati kedua orang tuanya, dan itu tidaklah mudah" seru Excel sembari menghela nafas panjang.


"Abang sudah salah paham selama ini, ternyata penyebab kematian papa bukanlah salah orang tua Vera, selama ini aku selalu mendengarkan omongan mami yang selalu menganggap om Dewa adalah penyebab meninggalnya papa, tapi sebenarnya om Dewa tidak tahu apa-apa, paman Danu yang sudah menceritakan semua ini kepada gue" sesal Excel mengingat kejadian itu.


"Abang sudah sangat menyesal telah merusak anak gadis orang lain, apalagi dia mengandung anakku, dan yang lebih mengharukan lagi, Vera masih mempertahankan kehamilannya, Abang benar-benar sangat berdosa kepada mereka" Sesal Excel sembari menundukkan wajahnya.


"Sudahlah bang, semuanya sudah berakhir, sekarang elu harus menunjukkan ke semua orang bahwa Excel sekarang lebih baik dari Excel yang dulu, yakinkan kepada mereka bahwa elu tidak seburuk yang mereka kira" seru Romi menyemangati kakaknya.


"Ngomong-ngomong kalau kak Vera mempertahankan kehamilannya, berarti sekarang anak elu sudah gede dong, ya usianya sekitar 2 tahunan" ucap Romi menebak.


"Iya...elu benar, anak gue sudah besar, gue tidak menyangka bisa melihat darah daging gue sendiri, dia gadis yang kecil dan cantik" ucap Excel mengingat Frisca sang buah hati yang sempat tidak ia akui.


Romi benar-benar tak menyangka, setelah 3 bulan ia meninggalkan Indonesia, sudah banyak perubahan yang dialami Excel.


"Oh ...iya bagaimana keadaan Mami, kapan mami pulang ke Indonesia, apa Mami benar-benar tidak ingin melihat gue menikah?" sambung Excel, ia sedikit kecewa dengan sikap maminya yang tidak mau menghadiri acara pesta pernikahan nya.


"Mami baik-baik saja, elu tahu sendiri Mami masih sangat trauma dengan kejadian yang menimpa papa, susah membujuk mami" ucap Romi sembari duduk di atas sofa.


"Nggak ...gue kebetulan aja ketemu sama tuh cewek di jalan, terus kita kenalan, dan ternyata hujan gede, akhirnya ya gue berteduh di rumahnya, rumahnya dekat dari sekolah" ujar Romi menjelaskan.


"Trus elu ngapain datang ke sekolah? mau nyari siapa lu!" seru Excel sembari menyipitkan matanya.


Romi tampak malu, karena tentu saja dia mencari gadis pujaan hatinya, yang tak lain adalah Shesa.


"Apa elu mencari Shesa?" tanya Excel tiba-tiba.


"Gu...gue ..." Romi tampak gugup


"Elu dengerin Abang, Shesa itu udah nikah, jangan pernah harepin dia lagi, Shesa bukan jodohmu, elu nggak percaya, nih Abang baru aja pulang menghadiri syukuran kehamilannya, Shesa tuh istri orang, ngerti nggak lu" ucap Excel serius.

__ADS_1


Tampak Romi masih belum percaya dengan ucapan Excel.


"Ahh ..gue nggak akan percaya, sebelu Shesa sendiri yang ngomong, gue akan telepon dia" tantang Romi sembari mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Shesa.


"Terserah elu, dasar ngeyel" ucap Excel sembari menaikkan satu kakinya


Romi tengah menghubungi nomor Shesa, ia tidak akan percaya sebelum Shesa sendiri yang bilang kepadanya, setelah cukup lama Romi menghubungi nomor Shesa, Excel sudah mengira bahwa adiknya tidak akan bisa menghubungi nomor Shesa lagi, tapi Romi tetap yakin bisa menghubungi nomor Shesa, setelah beberapa saat, nihil Romi tidak bisa mengakses nomor Shesa, nomor yang ia hadapi hubungi tidak bisa tersambung.


"Kok nggak bisa sih, atau jangan-jangan nomornya ganti" ucap Romi terkejut saat ia tidak bisa menghubungi Shesa lagi


"Bukan di ganti, tapi nomor lu itu di blokir" seru Excel sembari pergi ke kamarnya


"Di blokir...tidak mungkin, kenapa Shesa harus memblokir nomorku?" tanyanya gundah


Perlahan Excel membisikkan ke telinga adiknya.


"Tentu saja, karena Shesa sudah bersuami, nggak mungkin dia nyimpan nomor cowok lain, termasuk elu" bisik Excel


Ucapan Excel membuat Romi semakin gelisah, ia harus mencari tahu sendiri kabar itu, namun tiba-tiba ponselnya berdering, dan ia melihat pada layar ponselnya, nomor tak dikenal sedang menghubunginya, Romi berfikir itu adalah nomor Shesa, dengan cepat ia mengangkat ponselnya.


"Nomor siapa nih? jangan-jangan ini nomor Shesa yang baru" gumam Romi sedikit senang, lantas ia mengangkat ponselnya dan ...


"Halo ...Shesa ..." ucapnya dengan menyebut nama Shesa


"Halo ...Romi"


terdengar suara perempuan yang sedang berbicara dengan Romi...


BERSAMBUNG

__ADS_1


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


...Duh siapa ya kira-kira yang menelepon RomiπŸ€”...


__ADS_2