
Shesa masuk kedalam kelasnya, nampak Monic yang sudah menunggu sahabatnya itu.
"Shesa kamu kemana aja sih?" tanya Monic.
"pak Dante nyuruh aku ngoreksi tugas anak-anak, jadi ya agak lama" ucap Shesa mengelabui Monic.
"ohh ... perasaan Pak Dante, perhatian banget deh sama kamu, apa-apa selalu kamu yang dipanggil!" ucap Monic terheran.
"ya... mungkin pak Dante ngefans kali ya sama aku!" jawab Shesa bercanda.
"hati-hati lo Sha, kalau pak Vano tahu, bisa-bisa pak Dante dihajar tuh sama suamimu!" ucap Monic mengingatkan.
"oh ya... tenang aja, suamiku nggak bakalan cemburu kok!" jawab Shesa santai.
tiba-tiba Laura masuk kedalam kelas, kemudian ia menghampiri Shesa dan bertanya apakah Shesa sudah menghabiskan jus sirsak itu.
"hai Shesa, gimana kamu sudah menghabiskan jus sirsak itu?" tanya Laura penasaran.
Shesa memutar bola matanya, ia harus mencari alasan agar Laura tidak curiga bahwa jus itu tidak ia minum.
"oh ...jus sirsak itu, iya aku sudah menghabiskan semuanya tanpa sisa sedikitpun, rasanya enak banget, sumpah" ucap Shesa meyakinkan.
Laura tersenyum puas mendengar ucapan Shesa.
"bagus... sebentar lagi obat itu akan bereaksi"
kemudian Laura duduk di bangkunya, sementara Bu Dewi mulai masuk kedalam kelas.
"selamat siang anak-anak!" seru Bu Dewi."
"selamat siang Bu!" jawab mereka serentak.
"ok ... keluarkan buku kalian, hari ini kita buka halaman lima belas" seru Bu Dewi kepada seluruh siswanya.
semua siswa membuka bukunya masing-masing, Laura terus menunggu reaksi dari obat itu, ia terus memperhatikan Shesa sembari melihat jam tangannya,
"kok dia nggak kenapa-napa sih, harusnya dia udah kesakitan!" gumam Laura melihat Shesa yang masih terlihat sehat dan tidak terjadi apa-apa padanya.
namun tiba-tiba Laura merasakan ada yang aneh pada dirinya, perutnya mulai terasa panas dan mual, dadanya mulai sesak, ia merasa dirinya sedang tidak baik-baik saja.
"ada apa dengan diriku, kenapa perutku sakit sekali" Laura berusaha menutupi rasa sakitnya, namun semakin lama rasa sakit itu tidak tertahankan, akhirnya ia terjatuh dan pingsan di bangkunya.
teman sebangku Laura sangat terkejut melihat Laura yang sedang pingsan.
"Laura kamu kenapa? Laura....loh kok pingsan sih...tolong Bu Dewi, Laura pingsan Bu!" seru siswa yang sebangku dengan Laura, semua siswa terkejut melihat Laura yang sedang pingsan dibangkunya.
__ADS_1
Bu Dewi datang memeriksa Laura.
"Laura, kamu kenapa? hei... cepat bawa Laura ke ruang UKS" seru Bu Dewi agar Laura segera dibawa ke UKS.
Beberapa siswa membawa Laura ke ruang UKS, Shesa sangat terkejut melihat Laura yang nampak pucat sekali, dan Shesa lebih terkejut lagi saat ia tahu ada bercak darah yang tertinggal dibangku Laura.
"darah...kok ada darah dibangku Laura?" ucap Shesa terkejut.
Monic juga mendapati bekas darah itu dibangku Laura.
"eh iya...kok darah ya? apa Laura lagi mens ya?" tanya Monic penasaran.
Shesa mulai berfikir, kenapa ada bekas darah yang tertinggal dibangku Laura, perlahan ia berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Shesa dan Monic di suruh Bu Dewi untuk menemani Laura selama di UKS, mengingat kondisi Laura yang sangat lemah.
"Shesa, Monic kamu temani Laura di ruang UKS, pihak sekolah sedang menghubungi keluarganya, sepertinya Laura keracunan" seru Bu Dewi.
"keracunan?" Shesa membulatkan matanya,
"Laura keracunan? apa mungkin semua itu diakibatkan dia meminum jus sirsak nya sendiri?" Shesa terus berusaha mencari tahu penyebabnya.
Shesa mendekati Laura, ia melihat Laura yang tengah kesakitan, wajahnya pucat, dan nampak darah segar menembus rok SMA nya.
"diam kamu, ini semua gara-gara kamu...ya Tuhan, perutku sakit sekali!" seru Laura sembari menangis kesakitan.
Shesa terkejut dengan apa yang diucapkan Laura tadi, lantas Monic mengajaknya pergi dari ruangan UKS.
"sudahlah Sha, kita pergi aja, nggak ada gunanya kita nungguin dia, ditolongin malah marah-marah" seru Monic yang kesal dengan sikap Laura kepada Shesa.
akhirnya Shesa dan Monic keluar dari ruangan UKS, terlihat dokter jaga yang menangani Laura, Shesa dan Monic mendengarkan percakapan dokter itu dengan Laura.
"apa yang kamu rasakan?" tanya dokter sembari memeriksa Laura.
"perut saya sakit sekali dok! rasanya sangat panas, dan nafas saya terasa sesak!" jawabnya dengan menahan rasa sakit.
dokter melihat Laura berdarah pada tubuh bagian bawahnya, lantas dokter menanyakan lagi hal yang sangat sensitif kepada Laura.
"apa kamu hamil?" tanya dokter menyelidik.
"dokter ngomong apa sih? baru seminggu yang lalu saya mens, tapi nggak tahu kenapa sekarang tiba-tiba saya mens lebih banyak" ucapnya sembari melihat dirinya yang berdarah.
"baik... apakah sebelum nya kamu memakan atau meminum sesuatu sebelum masuk kelas?" tanya dokter lebih intens.
Laura berusaha mengingat-ingat apa yang ia konsumsi sebelumnya.
__ADS_1
tiba-tiba matanya membulat sempurna saat ia ingat telah meminum jus sirsak dari pak Dante.
"jus sirsak itu...iya dok saya minum jus sirsak!" ucapnya setengah tidak percaya.
dokter mulai menganalisa tentang pernyataan Laura.
"kalau saya boleh menduga, kamu sudah mengonsumsi obat pelancar haid, karena dilihat dari kondisi tubuhmu" jelas dokter itu.
sebaiknya kamu pergi kerumah sakit untuk memastikan keadaanmu baik-baik saja.
"deg"
"obat pelancar haid? jus sirsak? jangan-jangan... Laura meminum jus sirsak yang sudah ia campur dengan obat peluruh kandungan? ya Tuhan... kenapa aku tidak menyadarinya!" Shesa mulai menyadari maksud Vano meminta jus sirsak itu darinya, ternyata jus sirsak itu Vano berikan lagi kepada Laura, yang berusaha mencelakai ia dan calon bayinya.
"ya Tuhan... kenapa Laura sejahat itu padaku?" ucap Shesa kecewa.
"kamu kenapa Sha? siapa yang jahat?" tanya Monic yang tidak sengaja mendengar Shesa.
"Laura... dia berusaha membunuh calon bayiku!" jawab Shesa
"Laura? tunggu-tunggu, aku nggak ngerti apa yang kamu ucapkan, Laura berusaha membunuh calon bayimu, gimana caranya?" tanya Monic semakin penasaran.
"kamu nggak dengar kata dokter tadi, Laura menkonsumsi obat pelancar haid, dan ia terakhir meminum jus sirsak yang telah ia berikan kepadaku" ucap Shesa menjelaskan.
"trus apa hubungannya dengan jus sirsak?"
"jus sirsak itu sudah Laura campur dengan obat peluruh kandungan yang ia tujukan kepadaku!" ucap Shesa dengan nada bergetar.
"apa? Laura bisa berbuat seperti itu? ini adalah kriminal, dia berusaha membunuh janin yang berada dalam kandunganmu, ini nggak bisa dibiarkan Sha, pak Vano harus tahu!" seru Monic yang terlihat cemas.
"dia sudah tahu, dan dia berusaha membuka mataku tentang siapa Laura yang sebenarnya!" ucapnya pelan.
"maksudmu, Pak Vano sudah tahu!" tanya Monic
"hmm... bahkan dia juga yang membawa kembali jus maut itu kepada Laura sendiri!" ucap Shesa
"apa? pak Vano sendiri yang memberikan jus sirsak itu pada Laura? gimana caranya? orang pak Vano nggak ada disini!" seru Monic terheran.
tiba-tiba ada seseorang yang sedang berdehem dibelakang mereka.
"ehem-ehem.. siapa yang kalian bicarakan?" suara pak Dante memecah suasana.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1