Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Baby Ray pulang


__ADS_3

Hari itu tampak kediaman keluarga besar Hendrawan Perkasa dipenuhi dengan karangan bunga ucapan selamat dari rekan dan kolega bisnis Vano, terlihat beberapa pelayan yang wira wiri mempersiapkan kedatangan Baby Ray yang akan pulang hari ini.


Kamar bayi yang sudah di persiapkan dan didesain sedemikian rupa, membuat Leona dan Hendrawan tidak sabar untuk melihat kedatangan Baby Ray di rumah.


Sementara nenek sudah sangat antusias sekali menunggu kedatangan Baby Ray, cicit yang sudah lama dinantikannya.


"Aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat cicit ku, Hendra kapan mereka tiba?" tanya nenek


"Sebentar lagi bu, mereka masih dalam perjalanan" jawab Hendra mencoba menenangkan ibunya.


Terlihat para pelayan berjajar menyambut kehadiran Baby Ray untuk pertama kali di kediaman keluarga besar Perkasa.


"Udah nggak sabar pingin lihat wajah Baby Ray, pasti tampan banget seperti tuan muda"


"Pasti dia bayi yang sangat menggemaskan"


"Mudah-mudahan saja tuan muda dan non Shesa bisa memiliki anak lagi, biar rame rumah ini"


"Kamu benar sekali, semakin banyak akan semakin ramai "


Bisik-bisik para pelayan yang ikut bahagia dengan kelahiran Baby Ray.


******


Sementara itu Shesa dan Vano tengah dalam perjalanan pulang ke rumah, terlihat Baby Ray sangat anteng dalam dekapan mamanya, Vano selalu menggenggam tangan istrinya, ia benar-benar merasa sangat bahagia telah berhasil menjadikan Shesa sebagai ibu dari putranya.


"Selamat ya kepada Tuan muda dan Nona Shesa, akhirnya kalian menjadi orang tua, saya ikut bahagia, setelah berbagai rintangan yang kalian hadapi, akhirnya kalian bisa merasakan kebahagiaan dengan lahirnya Baby Ray yang sangat tampan ini, saya jadi iri lihat kalian berdua, kapaaan ya saya bisa seperti Anda Tuan muda" seru Mario penuh suka cita.


"Terimakasih banyak Mario, ini semua juga tak lepas dari dukunganmu, terimakasih kamu sudah menjagaku saat suamiku tidak ada, kamu selalu bertanggung jawab pada tugasmu, aku doakan semoga kalian lekas naik pelaminan secepatnya" balas Shesa


Mario tersenyum dan membayangkan dirinya menikah dengan Monic dan memiliki anak.


"Sudah Mario jangan lama-lama kamu menunda pernikahan kalian, sebentar lagi Monic segera lulus sekolah, gercep sebelum yang lain datang" seru Vano mengingatkan.


"Iya tuan muda, kami akan melangsungkan pernikahan setelah Monic lulus sekolah" ujar Mario.


Dan setelah beberapa saat mobil mewah Vano tiba di kediaman mereka, tampak pelayan bersiap menyambut kedatangan mereka.


"Permisi tuan besar, Tuan muda sudah datang" seru pelayan kepada Hendra.


"Iya...kami akan segera keluar, ayo ibu kita sambut cicit ibu, mereka sudah datang" ajak Hendra kepada nenek, Leona pun turut mendampingi ibu mertuanya.

__ADS_1


"Nenek!" Shesa datang menghampiri neneknya yang sudah menunggu kehadirannya dari tadi.


"Cucuku..." seru Nenek menyambut kedatangan Shesa.


"Nenek lihatlah, ini cicit nenek, Shesa hadiahkan buat nenek tersayang" ucap Shesa sembari mendekatkan Baby Ray kepada nenek buyutnya.


Nenek sangat terharu sekali, bahkan ia menitikkan air matanya saat bayi mungil itu berada dalam pelukannya.


"Cicit nenek, kamu lucu sekali sayang, nenek sangat bersyukur masih bisa melihat cicit nenek, Shesa, Vano, nenek sangat berterimakasih kepada kalian, kalian sudah mengabulkan keinginan nenek untuk yang terakhir ini, nenek benar-benar sangat bahagia" ucap nenek dengan tangis bahagia.


Vano bersimpuh di hadapan nenek yang tengah duduk dikursi roda, sembari menatap wajah neneknya yang sudah senja itu, ia juga mengusap air mata sang nenek penuh kelembutan.


"Nenek jangan bicara seperti itu, nenek akan melihat Baby Ray sampai dewasa, Vano sayang sama nenek" ucap Vano sembari mencium tangan neneknya.


Betapa seluruh yang ada diruangan itu sangat terharu melihat kasih sayang Vano kepada neneknya, tampak beberapa pelayan mengusap air matanya, mereka tak kuasa melihat keharuan itu.


Dan tiba-tiba dua orang tengah datang menghampiri mereka.


"Selamat untuk kehadiran Baby kalian, aku turut bahagia"


Vano dan Shesa menoleh, mereka berdua terkejut melihat kehadiran sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta.


"Dokter Erick"


Shesa sangat senang sekali dengan kedatangan mereka berdua.


"Selamat ya Shesa, akhirnya kamu menjadi ibu" seru Helena sembari memeluk Shesa.


"Terimakasih Helena" jawab Shesa sambil membalas pelukan Helena.


Tampak dokter Erick merangkul sohibnya itu penuh kebahagiaan.


"Selamat bro, akhirnya kamu menjadi ayah, Papa tertampan sepanjang masa" goda dokter Erick yang diiringi gelak tawa keduanya.


"Ya...ya...kapan nih kalian menikah?" tanya Vano kepada dokter Erick.


"Minggu depan, kalian harus datang, kami sengaja datang kemari bukan hanya sekedar melihat pangeran tampan Baby Ray, tapi kami datang sekaligus memberikan undangan ini kepada kalian" seru dokter Erick sembari memberikan undangan berwarna merah jambu itu.


"Wow tentu saja, pasti kami akan datang, semua keluarga besar kami pasti akan datang ke acara besar kalian" seru Vano


"Terimakasih Vano, kamu memang saudaraku yang paling baik" jawab Helena yang sedikit sedih.

__ADS_1


Leona yang melihat kesedihan di wajah keponakannya itu, lantas ia mendekatinya dan memeluknya.


"Helena sayang, kamu jangan bersedih, kamu tidak sendirian, Mommymu sudah tenang bersamaNYA, kami akan selalu bersamamu, berbahagialah nak, Mommy mu pasti akan ikut bahagia melihatmu menikah dengan orang yang juga sangat mencintaimu" seru Leona yang menghibur perasaan Helena.


Veronica telah meninggal 3 bulan yang lalu, dan itu membuat Helena sangat sedih, kepergian Veronica telah meninggalkan kesedihan yang teramat dalam untuk putri semata wayangnya itu.


Sebelum meninggal Veronica meminta kepada dokter Erick untuk menjaga Helena, Veronica yakin dokter Erick pasti bisa membahagiakan putrinya.


"Terimakasih tante Leona, aku beruntung sekali mempunyai tante yang baik banget, bolehkah aku memanggil tante dengan Mommy, aku juga ingin merasakan kasih sayang yang dirasakan Vano, kasih sayang seorang ibu, aku ingin melihat Mommy pada diri tante" ucap Helena yang membuat Leona berkaca-kaca.


"Tentu nak, aku akan sangat senang jika kamu menganggapku sebagai seorang ibu, aku akan memiliki putri yang cantik seperti dirimu" jawab Leona yang membuat Helena sangat terharu.


"Mommy" seru Helena sembari memeluk Leona begitu hangat.


Semua yang ada diruangan itu terlihat bahagia dan terharu, Hendrawan berjalan menghampiri Helena dan mengusap rambutnya dengan lembut.


"Helena, kami semua sangat menyayangi mu, kamu adalah bagian dari keluarga kami, tersenyumlah nak, kebahagiaan akan selalu bersamamu" seru Hendra tersenyum.


"Terimakasih Om, Om Hendra memang orang yang baik, Helena mempunyai satu permintaan untuk Om" ucap Helena.


"Katakan" ucap Hendra penasaran


"Helena berharap Om Hendra mau mendampingi Helena saat berjalan di altar pernikahan nanti" pinta Helena penuh harap.


Hendrawan tersenyum bahagia.


"Suatu kehormatan untuk Om mendampingimu berjalan menuju altar pernikahan, tentu saja Om akan melakukannya untukmu" jawab Hendra sembari memeluk keponakannya itu.


"Vincent pasti bangga memiliki putri seperti mu sayang" seru Hendra tersenyum.


"Terimakasih Om" ucap Helena dengan senyum bahagia


BERSAMBUNG


❤❤❤❤❤❤


...Pagi-pagi udah melow aja, maafkan othor🙏😊...


...Author mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga puasanya lancar sampai berbuka nanti🙏...


...❤Salam dari Vano dan Shesa❤...

__ADS_1


__ADS_2