Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
seperti magnet


__ADS_3

hari itu Vano mendapati telepon dari dokter Erick, dokter Erick mengatakan bahwa Laura sudah siuman dan keadaannya mulai membaik.


"baiklah, kau awasi terus keadaanya, aku dan istriku akan datang kesana" ucap Vano kepada dokter Erick.


Vano melajukan mobilnya di jalan raya, tiba-tiba pandangan nya teralihkan oleh seseorang yang sedang berada di dalam mobil, bayangan seseorang itu mirip sekali dengan Siska, namun sayang ia tidak bisa mendekati mobil tersebut, karena suasana jalan raya yang sangat padat merayap, mobil itu pergi meninggalkannya.


"wanita itu seperti Siska, jangan-jangan..." perasaan Vano menjadi curiga, kemudian ia menelepon salah satu anggota polisi yang menangani kasus Siska.


wajah Vano berubah serius saat ia tahu ada seseorang yang sudah memberikan jaminan kepada Siska, namun polisi tidak memberi tahukan siapa yang telah menjamin Siska untuk keluar dari penjara, karena sang penjamin meminta polisi agar merahasiakan identitasnya, tentu saja agar Vano tidak bisa mengetahuinya.


"sialan, siapa yang sudah berani macam-macam denganku, ini tidak bisa dibiarkan, ada seseorang yang dengan sengaja memanfaatkan Siska, aku akan cari tahu secepatnya siapa dia" gumam Vano serius.


sementara di rumah, Shesa sudah harap-harap cemas menantikan Vano pulang, karena hari ini Vano sudah berjanji padanya akan mengantarkan ia bertemu dengan Laura di rumah sakit.


Shesa menunggunya sembari berbincang-bincang dengan Miss Liu yang waktu itu sedang datang ke rumah Vano.


"bagaimana dengan kehamilanmu Shesa? aku lihat kau nampak lebih segar sekarang, lebih terlihat aura kecantikannya, mungkin itu bawaan bayi yang masih dalam kandunganmu" seru Miss Liu sembari menyeruput teh hijau yang sudah pelayan bawakan.


"kehamilanku baik-baik saja, syukurlah aku tidak merasakan morning sikcness yang berlebihan, hm mungkin itu juga berkat vitamin yang diberikan dokter Erick kepadaku, jadi aku tidak terlalu sering mual dan muntah, tahu sendiri setiap hari aku harus ke sekolah, apa jadinya kalau mual muntah itu terus berlanjut, yang ada suamiku bakal ngelarang aku pergi ke sekolah" seru Shesa sembari meminum susu khusus ibu hamil yang sudah disediakan.


"kamu beruntung banget loh, Vano perhatian sekali sama kamu, sampai dibelain nyamar segala sebagai guru baru untuk menemanimu, aku nggak bisa bayangin bagaimana wajahnya saat ia menjadi orang lain" ucap Miss Liu sembari tersenyum tipis.


"awalnya aku nggak tahu kalau pak Dante itu sebenarnya suamiku, aduh... benar-benar pak Dante itu nyebelin banget, selalu bikin kesal, benar-benar menguji emosi, apalagi kumisnya yang tebal itu, nggak banget deh pokoknya" ucap Shesa sembari mengingat-ingat saat Vano menjadi pak Dante.


tiba-tiba suara Vano memecah suasana perbincangan antara Shesa dan Miss Liu.


"siapa yang nyebelin?" tanya Vano sembari merangkul Shesa dari belakang dan berbisik di telinganya.


tentu saja itu membuat Shesa sangat terkejut.

__ADS_1


"sayang, kamu sudah pulang!" ucap Shesa sembari mengelus rambut Vano yang memiliki keharuman yang khas itu.


"hmm...aku selalu ingin pulang secepatnya, karena aku tidak pernah ingin terlepas dari pelukan istriku yang selalu membuatku candu" ucap Vano sembari mencium pipi Shesa dengan lembut.


tiba-tiba suara Miss Liu memecah suasana.


"ehem ehem, kalian tuh ya, sengaja ya buat aku ngiri, jiwa jombloku meronta-ronta melihat kalian berdua bermesraan" ucapnya sembari melepaskan pandangannya ke segala arah.


Vano tersenyum, lantas ia duduk di sebelah Shesa dan semakin membuat Miss Liu sangat iri dengan kemesraan yang mereka tunjukkan.


Vano selalu menggenggam tangan istrinya, genggaman tangan itu tak pernah terlepas sedikitpun, seperti sebuah magnet, Vano selalu menempel kuat saat bersama Shesa, seperti ada sesuatu yang membuat Vano selalu tertarik dengan pesona sang istri.


"sudah lama kamu disini? kamu ingin menemui Nenek?" tanya Vano kepada Miss Liu.


"ya lumayan sih, sekitar setengah jam aku disini, terus ada Shesa, ya kita ngobrol-ngobrol dululah" ucapnya santai.


"katakan ada masalah apa?" tanya Vano


"apa?" tanya Vano singkat.


"ini masalah mommy sih sebenarnya!" ucap Miss Liu pelan.


"Tante Veronica? memangnya kenapa?" tanya Vano penasaran.


"kemarin aku sempat nemuin sesuatu di ruang kerja mommy!" ucap Miss Liu.


Vano memperhatikan sepupunya itu terlihat gusar.


"katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Vano yang sangat penasaran.

__ADS_1


" Mengapa mommy menyimpan foto-foto om Hendrawan sewaktu muda dulu, tapi mommy sama sekali tidak pernah menyimpan foto-foto Almarhum papa, apa mereka ada hubungan?" ucap Miss Liu semakin bingung.


Vano mengerutkan dahinya, selama ini Hendrawan tidak pernah menceritakan apapun tentang masa lalunya kepada Vano, yang ia tahu Hendrawan adalah sahabat karib dari mertuanya sendiri yaitu Dewa.


"aku curiga mommy menyembunyikan sesuatu dariku" seru Miss Liu serius.


tiba-tiba nenek datang menghampiri mereka yang sedang bercengkrama di ruang tengah.


"Helena, sejak kapan kamu disini sayang!" seru nenek sembari duduk disamping Miss Liu.


"nenek" ucapnya sembari memeluk nenek Triana.


"katakan ada masalah apa? hingga membuatmu datang kemari" ucap nenek dengan suara tertatihnya


"tidak ada nek, Helena tidak apa-apa" ucapnya menutupi.


"kamu jangan berbohong, tadi nenek sempat mendengar, kau membicarakan tentang mommy mu, Veronica!" seru nenek sembari menatap Miss Liu dengan tatapan serius.


"em...anu itu nek, aku cuma..." ucap Miss Liu gugup, lantas nenek memotong pembicaraannya.


"nenek akan mengatakan sesuatu kepadamu Helena, tapi nenek harap, setelah kamu mengetahui tentang kebenaran ini, tidak menjadikanmu membenci ibumu sendiri" tandas nenek serius.


Vano dan Shesa saling menatap, mereka juga penasaran dengan apa yang akan dikatakan nenek kepada mereka.


" sejak kematian Vincent papamu, Veronica menyimpan dendam kepada Hendrawan, kakak iparnya sendiri, Veronica menganggap Hendrawan yang menyebabkan Vincent meninggal dunia, Veronica beranggapan Hendrawan tidak memperdulikan keadaan Vincent yang waktu itu sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit kanker otak stadium empat yang dideritanya, waktu itu kalian berdua masih sangat kecil dan belum mengerti apa-apa" ucap nenek sedih mengingat kembali kematian anak keduanya, Vincent Perkasa yang tak lain adalah ayah dari Miss Liu.


"saat itu Hendra sedang berada diluar negeri untuk mengurus bisnis bersama mamanya Vano, Hendra selalu mentransfer uang untuk biaya perawatan Vincent selama di rumah sakit, sedangkan Vincent saat itu berjuang diantara hidup dan mati, nenek tidak tega melihat keadaan Vincent seperti itu" sambung nenek berkaca-kaca


"hingga akhirnya Vincent menghembuskan nafasnya yang terakhir, hal itu yang membuat Veronica kesal dengan Hendra dan mamanya Vano, Veronica menganggap Hendra sudah membiarkan suaminya meninggal, Veronica belum menyadari bahwa semua biaya pengobatan Vincent adalah dari Hendra dan istrinya, apalagi nenek pernah mendengar Veronica pernah menaruh hati kepada Hendra, hingga akhirnya Hendra menikah dengan mamanya Vano" ungkap nenek mengingat masa lalu putra nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2