
Sementara itu dalam sebuah kamar pengantin, terlihat seorang gadis yang tengah duduk di atas tempat tidur, sesekali ia meniup-niup tangannya yang terasa sangat dingin.
"Aduhhh...aku takut sekali" ucapnya lirih.
Tak berselang lama seorang pria tengah masuk kedalam kamar pengantin yang berdekorasi bunga mawar itu, Mario tersenyum saat melihat Monic yang tengah duduk di atas tempat tidur.
Monic menyadari kedatangan Mario, hatinya semakin gelisah, malam ini adalah malam pertama untuk mereka, sementara Monic masih sangat gugup untuk melakukan itu.
"Astaga...Mario sudah datang, kenapa aku merasa gugup sekali" gumam Monic sembari memperhatikan Mario yang tengah melepaskan jas dan dasinya.
Monic semakin gelisah saat Mario mulai mendekatinya. Kemudian Mario duduk di samping Monic yang kini telah sah menjadi istrinya, Monic menatap tajam bola mata Mario yang seolah berkata 'aku menginginkanmu'.
"Akhirnya, tak akan ada lagi jurang pemisah di antara kita sayang, sekarang kita sudah resmi menjadi pasangan suami istri, malam ini aku akan menunaikan kewajiban ku sebagai seorang suami, aku akan memperlakukan mu dengan lembut, aku tidak akan menyakitimu" ucapan Mario membuat Monic tersenyum bahagia, meski tak bisa di pungkiri bahwa ia sangat takut untuk melakukannya, mengingat ini adalah pengalaman pertama bagi dirinya dan juga Mario.
"Tapi aku takut" Jawab Monic polos.
"Aku tidak akan menyakitimu, percaya lah" seru Mario meyakinkan istrinya.
Dan akhirnya Mario mulai dengan mencium bibi Monic dengan lembut, begitu lembut dan mengalun, Mario tidak ingin membuat nya terpaksa untuk melakukannya.
Pada akhirnya ciuman itu berhasil membuat Monic merasa nyaman dan mulai menikmatinya, perlahan namun pasti, Mario merebahkan tubuh istrinya dan mulai lebih intens lagi untuk membawa Monic pada dunia yang baru.
Setiap sentuhan yang diberikan Mario membuat Monic larut dalam buaian cinta, ia pun tak sadar bahwa dirinya kini telah terpedaya oleh kekuatan cinta dua insan yang tengah dimabuk asmara.
Sesekali ia meringis saat detik-detik penyatuan itu mulai memanas, dalam beberapa saat akhirnya suara kesakitan itu berubah menjadi alunan suara yang merdu yang selalu membuat telinga Mario terhibur.
"Mendesaahlah sayang..."
Tanpa terasa keduanya sudah terlibat dalam awal proses kehidupan pernikahan, melepaskan status gadis menjadi istri yang sempurna, membuat Monic merasa senang sekaligus sedih. Ia bangga akhirnya Monic menyerahkan kesuciannya hanya untuk suaminya seorang, sementara kesedihan itu ketika rasa nyeri yang luar biasa hebat pada area intinya, karena gerbang kesuciannya sudah berhasil di dobrak.
"Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu" ucap Mario seusai dirinya membuktikan bahwa ia adalah suami yang akan selalu membuat Monic merasa bahagia.
Monic pun ikut tersenyum sembari membenamkan wajahnya pada dekapan suaminya, hingga akhirnya dua insan itu terpejam setelah keduanya berlayar mencapai pantai kenikmatan.
******
__ADS_1
Hari berganti hari, tiba waktunya hari ini seorang gadis tengah duduk di depan sebuah cermin, menatap dirinya yang tengah memakai gaun pengantin.
Terlihat sang ibu menghampiri Laura yang sudah siap menyambut kedatangan calon suaminya untuk melaksanakan ijab Kabul.
"Laura, apa yang kamu pikirkan nak?"
"Tidak ada Bu, Laura tidak menyangka bahwa Laura akan menikah" jawab Laura sendu.
"Kalau memang sudah jodoh, tentu akan dipertemukan, kamu dan Romi ditakdirkan berjodoh, ibu bahagia melihat putri ibu akhirnya menikah, ikutlah bersama suamimu, ibu akan selalu mendoakan kebahagiaan untuk mu nak" seru sang ibu yang membuat Laura bersedih, mengingat dirinya akan meninggalkan Indonesia untuk ikut bersama Romi ke Jerman.
"Tapi Bu, Laura masih sangat menghawatirkan keadaan ibu!" ucap Laura, mengingat sang ibu baru saja menjalani operasi untuk penyakit leukemia yang di derita ibunya.
"Kamu tidak perlu khawatir, ibu pasti baik-baik saja, ibu akan tetap disini, menjaga rumah peninggalan bapak, ibu tidak akan sendiri, ada Tante Elis dan Om Handika yang akan menemani ibu" ucap ibu Laura meyakinkan Laura agar ia tidak mengkhawatirkan keadaan ibunya selama dirinya berada di Jerman bersama Romi.
Setelah menikah Romi akan membawa Laura terbang ke Jerman, untuk tinggal bersamanya, mengingat Romi masih kuliah di sana dan sekaligus mengurusi bisnis keluarganya yang berada di Jerman, sementara Excel sang kakak akan tetap berada di Indonesia untuk mengurusi perusahaan keluarganya yang ada di Indonesia.
*****
Excel menghampiri Romi yang saat itu tengah bersiap dengan jas pengantin warna putih, tampak Romi begitu gagah, wajahnya sangat berbinar karena hari ini ia akan menjadikan Laura sebagai istri sahnya.
"Siap sekali bang, gimana apa sudah oke penampilan gue hari ini?" seru Romi gugup.
"Elu sungguh terlihat seperti seorang pangeran, gue tidak menyangka adik gue yang dulu sering gue gendong di punggung, sekarang sudah berhasil menjadi pria sejati dan dewasa, ingat Rom, jangan sekali-kali elu melukai hati Laura, jangan seperti Abang dulu, elu harus selalu membahagiakan Laura, jika elu ingin bahagia, maka bahagiakan lah wanita yang elu cintai, karena sejatinya Laura rela meninggalkan keluarga nya demi dirimu, demi mendampingi mu, awas saja jika elu berani menyakitinya, Abang tidak akan segan-segan menghajar elu" nasehat Excel untuk adik satu-satunya.
Romi tersenyum kepada sang Kakak, Ia akan berjanji untuk membahagiakan Laura, karena Laura adalah gadis yang sudah digariskan untuk berjodoh dengan nya.
"Abang tidak perlu khawatir, Romi akan memegang kata-kata Abang!" balas Romi serius.
Excel merangkul Romi sembari membisikkan sesuatu pada adiknya.
"Abang punya sesuatu untuk elu!" bisik Excel sambil memberikan sebuah pil kepada Romi.
"Apa ini bang?" tanya Romi penasaran.
"Elu minum ini sebelum elu tidur, Abang yakin setelah elu minum ini, kekuatan elu akan seperti Superman, bisa membuat Laura melayang ke angkasa" seru Excel sambil memeragakan tangannya melayang-layang, dan itu membuat Romi mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Hah masa sih? emang dulu elu kayak gitu sama kak Vera" tanya Romi penuh kepolosan.
"Sssttt jangan keras-keras, nanti kakak lu dengar" jawab Excel.
"Emangnya kenapa?" tanya Romi semakin penasaran.
"Bukan gue yang minum, tapi kakak ipar lu yang minum hehe" jawabnya tanpa dosa
"Waah tega lu bang, gimana reaksinya kalau kak Vera yang minum" seru Romi yang tidak tahu apa-apa.
"Iya... Abang akui waktu itu Abang masih nakal, tapi waktu itu adalah pengalaman pertama buat Abang dan kakakmu, kami sama-sama dimabuk cinta, kami sama-sama menginginkan nya, hingga akhirnya ya lahirlah Frisca.." ungkap Excel mengingat tragedi 3 tahun yang lalu.
Tiba-tiba Vera datang menghampiri mereka berdua, dengan perutnya yang semakin membesar, Vera berkata kepada Romi.
"Rom, ayo kita berangkat, kok malah rapat disini!" ucap Vera .
"Eh iya kak, ayo" jawab Romi.
Tiba-tiba saja Excel memeluk Vera yang terlihat perutnya kian membesar. Vera sudah tak merasa kan lagi eneg dengan bau badan suaminya, karena kandungan yang semakin membesar, membuat sensasi rasa itu perlahan mulai hilang.
"Hmmm...kamu cantik sekali sayang, mana Frisca?" tanya Excel
"Frisca sedang bersama papa, udah ah ayo kita berangkat, Laura pasti sudah menunggu Romi" ucap Vera sembari mengajak suaminya.
Romi melihat Excel dan Vera yang terlihat bahagia, ia berharap rumah tangga nya dengan Laura juga akan bahagia seperti kakaknya, seorang Excel yang telah menemukan cinta sejatinya.
BERSAMBUNG
π₯π₯π₯π₯π₯
...KUYY.... DETIK-DETIK PERNIKAHAN ROMI DAN LAURA SEGERA TAYANG, MOHON MAAF UNTUK ADEGAN MALAM PERTAMA, AUTHOR NGGAK BISA DETAIL...OKEπ€...
...JANGAN LUPA VOTE SUDAH DI MULAI, JIKA KALIAN PENDUKUNG SETIA VANO DAN SHESA, HAYUK BERIKAN VOTE KALIAN UNTUK NOVEL INI .. TERIMAKASIH ππ...
...Bagi kalian yang ingin gabung di grup WhatsApp, silahkan masuk grup chat, dan lihat pengumuman nya di sana ada nomor WhatsApp othor, yang berkenan saja, jika tidak berkenan othor juga tidak memaksaπ...
__ADS_1