Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Pengalaman baru


__ADS_3

Semua tampak bahagia dalam pesta pernikahan Helena dan Dokter Erick tersebut, terlihat Excel dan Vera juga ikut mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin.


"Helena, aku ucapkan selamat untukmu, aku turut bahagia bisa menyaksikanmu bersanding dengan dokter Erick, semoga pernikahan kalian berdua selalu rukun selamanya" ucap Excel


"Terimakasih banyak atas doanya, Excel" jawab Helena tersenyum.


"Dan semoga kalian lekas diberi momongan" sahut Excel mulai menggoda kedua pengantin yang tengah dimabuk asmara itu.


"Terimakasih, kami tidak akan menundanya, iya kan sayang!" seru dokter Erick kepada istri yang baru dinikahinya itu, tampak Helena malu-malu dibuatnya.


Terlihat dokter Erick selalu menggenggam erat tangan Helena, seolah ia sangat bahagia bisa menikahi gadis pujaan hatinya itu.


"Aku sudah tidak sabar untuk segera menghabiskan waktu bersamamu, hari ini kamu harus menjadi milikku" bisik Dokter Erick ditelinga Helena, dan tentu saja apa yang dikatakan dokter Erick membuat Helena tersipu malu.


*****


Setelah acara selesai, dan semua tamu sudah pulang, Helena mulai masuk kedalam kamar pengantin nya, tampak ia sangat kelelahan karena menemui tamu yang begitu banyak, sementara dokter Erick masih berada di luar, karena masih ada beberapa temannya yang harus ia temui.


"Hmm... capek banget, aduhh badanku sakit semua" ucap Helena sembari memijit-mijit tubuhnya sendiri, dengan gaun pengantin yang masih menempel di tubuhnya.


Tiba-tiba saja dari belakang sebuah tangan turut memijit tubuh Helena dengan sangat lembut sekali, Helena segera membalikkan badannya, dilihatnya dokter Erick yang tampak tersenyum padanya.


"Em...kamu sedang apa?" tanya Helena yang terlihat gugup, dokter Erick justru semakin mendekati istrinya.


"Untuk membantumu memijit badanmu sayang, kamu capek ya, kemarilah!" seru dokter Erick sembari duduk diatas tempat tidur dan menepuk kasur.


"Ngapain?" tanya Helena sembari mengerutkan keningnya.


"Aku pijitin" Jawab dokter Erick enteng.


Sejenak Helena berpikir, lumayan juga ada yang mijitin tubuhnya, kemudian ia segera mengikuti dokter Erick untuk duduk disebelah nya.


"Sini aku pijitin" seru dokter Erick dengan senyum smirk nya.


Helena duduk membelakangi suaminya, sementara dokter Erick memijit lembut leher dan sebagian punggung Helena.


Helena tampak menikmati pijitin dokter Erick yang membuatnya sedikit rileks, namun perlahan pijitin itu berubah menjadi sentuhan yang terasa membuat bulu kuduknya merinding.

__ADS_1


Dokter Erick mengecup mesra punggung Helena yang terlihat putih itu, Helena membulatkan matanya saat kecupan itu mulai naik diatas pundaknya, Helena terpejam dan sesaat ia merasa terbius dengan sentuhan yang selama ini belum pernah ia rasakan.


Dengan cepat Helena berdiri dan menjauhi suaminya, jantungnya berdegup kencang tak karuan, nafasnya naik turun seolah ia baru saja berlari sejauh seratus meter.


Dokter Erick kemudian mengikuti Helena dan memeluknya dari belakang.


"Apa yang kamu pikirkan? kamu takut?" tanya dokter Erick sembari mengecup leher gadis pujaan hatinya itu.


"A...aku tidak terbiasa melakukan itu" Jawab Helena dengan gugup.


"Hari ini, aku akan menjadikanmu istri yang sempurna, aku sudah tidak sabar lagi sayang" bisik dokter Erick sembari membuka resleting gaun Helena.


"Set"


Resleting itu mulai terbuka dan terlihat sebuah pemandangan yang indah mempesona, kulit mulus tiada noda, tampak membuat mata yang memandang akan semakin menggila.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Helena saat dokter Erick mulai menjatuhkan gaunnya, namun Helena mencoba menahannya.


Dokter Erick menyunggingkan senyumnya, ia tahu Helena masih malu untuk menunjukan dirinya.


"Aku mau mandi dulu" seru Helena sambil mendekap gaun yang hampir saja lepas dari tubuhnya.


"Ta...tapi..." belum selesai Helena berbicara dokter Erick sudah membungkam mulut mungil Helena dengan sebuah ciuman yang indah.


Tampak keduanya menikmatinya, sejenak dokter Erick melepaskan pagutan mesranya dah berbisik ditelinga Helena.


"Aku menginginkanmu"


Apa yang dikatakan dokter Erick membuat Helena menggelengkan kepalanya, namun tubuhnya merespon indah saat dokter Erick menyentuh bibir mungilnya.


Dengan cepat dokter Erick membawa pengantinnya diatas peraduannya, memberikan sentuhan yang belum pernah Helena rasakan, entah sejak kapan gaun pengantin itu sudah tergeletak tak bernyawa diatas lantai.


Dan saat itu juga, pengalaman baru bagi Helena dan dokter Erick sudah dimulai, pertarungan antara dua kubu yang berbeda, saling beradu kekuatan dan saling beradu senjata, pertempuran sengit yang melibatkan dua insan yang tengah dimabuk cinta, sesekali terdengar suara rintihan, namun pertarungan itu tetap berlanjut dengan mulus, suara-suara sakti yang menggelitik telinga tampak memenuhi ruangan yang dipenuhi bunga-bunga itu. ( kok kayak pertarungan para pendekar yak🤣)


Hingga akhirnya pertarungan itu berakhir sudah, Helena dan Dokter Erick tampak kelelahan seusai tenaga mereka saling beradu, menyatukan cinta dan menjadi pasangan halal yang sangat bahagia.


"Terimakasih sayang, kamu sudah membuatku bahagia hari ini" seru dokter Erick sembari membawa Helena kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Hm...sss" jawab Helena sambil menggigit bibir bawahnya, dan itu membuat dokter Erick terkejut.


"Kenapa sayang, masih sakit?" tanya dokter Erick


"Hmm... sedikit" ucap Helena lirih.


Dokter Erick tersenyum penuh kemenangan, ia berhasil menerobos benteng pertahanan yang selama ini tak seorangpun memasukinya, dengan kekuatan supernya dokter Erick membuat Helena tak berdaya.


Dan pertarungan selanjutnya pun dimulai kembali, seolah Dunia hanya milik berdua, dokter Erick dan Helena menyatu dalam raga, saling mencurahkan segala hasrat, ruangan itu menjadi saksi bisu, dua insan saling melepaskan hasrat terpendam yang selama ini mereka tahan.


"Aku tak ingin menunggu lama, aku ingin segera memiliki seorang anak" bisik dokter Erick saat keduanya dalam proses penyatuan.


Helena tersenyum, ia mulai merasakan kenyamanan, sebelumnya ia merasakan sakit dan nyeri yang luar biasa.


Dan malam itu keduanya telah melewati masa transisi dari sendiri menjadi berdua, proses yang selalu dinanti oleh pasangan yang baru menikah, proses yang selalu membuat perasaan menjadi sangat berkecamuk didalam jiwa.


****


Malam itu tampak Shesa kelelahan seusai menghadiri acara pernikahan Helena tadi, Vano membiarkan istrinya istirahat, sementara dirinya yang akan menemani Baby Ray malam ini.


Terlihat Baby Ray belum tidur, ia justru menemani Vano untuk begadang, membuat Vano semakin gemas melihat tingkah lucu Baby mereka, Vano menggendongnya dan mengajaknya berbicara.


"Sayang, kamu sama papa saja ya, temani papa begadang, papa nggak bisa tidur, biasanya mama yang membuat papa tertidur, sekarang papa harus tidur sendiri" ucap Vano sembari menatap wajah baby nya.


Tampak Baby Ray seolah ikut bicara kepada Vano, baby Ray tersenyum seolah ia ikut senang melihat papanya tidak bisa tidur.


"Eh...kamu suka ya lihat papa nggak bisa tidur, kamu nggak kasihan sama papa!" ucap Vano kepada baby nya.


Dan tiba-tiba saja tangan Vano terasa hangat.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


...Maaf ya author nggak berani menulis adegan yang vanas-vanas, takut nggak lulus review, apalagi ini bulan puasa, nggak bisa detail, takut di demo lagi 🤭🤭🤭...


...Harap pengertian nya ya😁...

__ADS_1


...Ayo beb tunjukkan dukungan kalian, vote udah dimulai, berikan vote terbaik kalian untuk Vano dan Shesa......


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2