
Kini Shesa berdiri dengan anggunnya, tampak sang suami datang menghampiri bidadari nya yang terlihat sangat cantik di malam ini. Shesa merasa sangat gugup seperti pertama kali saat Vano mencoba mendekatinya, perasaan saat-saat dahulu mereka mulai saling mencintai.
"Kenapa aku begitu deg-degan sekali, padahal setiap hari aku bertemu dengannya, kenapa malam ini terasa berbeda, sama seperti saat itu, saat pertama kali dia mendekatiku, pria arogan yang mencoba merayuku, dan sekarang pria itu ada di depanku"
"Cinta itu menyapa kembali, hadir kembali dalam hatiku, entah kenapa perasaanku seperti melihatnya untuk pertama kali, padahal dia sudah menjadi ibu dari anakku, tapi malam ini, dia bagaikan gadis suci yang belum tersentuh oleh siapapun, aku jatuh cinta untuk kedua kali dengan wanita yang sama, wanita yang sudah membuat hati seorang Vano tunduk dan takluk"
Tatapan keduanya seolah saling berbicara, Shesa menatap suaminya penuh kehangatan, begitupun Vano, pandangannya tak pernah lepas dari wajah sang istri.
"Kau adalah milikku....milikku"
Vano sudah berada di depan Shesa, perlahan Vano meraih tangan Shesa dan mencium nya penuh kelembutan. Kemudian Vano menggandeng tangan sang istri dan sesekali menatap wajah istrinya penuh kemesraan.
"Kamu cantik sekali sayang, kamu terlihat sangat mempesona" bisik Vano sembari menghirup harum tubuh sang istri.
Akhirnya mereka berdua tiba di meja makan, Vano dan Shesa duduk bersama dalam suasana romantis itu, terlihat seorang pelayan menghampiri keduanya dan membawakan menu makan malam yang sudah di pesan oleh Vano.
"Silahkan Tuan dan Nyonya, selamat menikmati"
"Terimakasih"
Pelayan itu pergi meninggalkan mereka berdua, Vano terus saja memandang wajah sang istri yang tak pernah membuatnya bosan, kulit kenyal dan bersih, wajah ayu nan teduh, bibir pink segar nan alami, rambut hitam yang tergerai sempurna menghiasi wajah Shesa malam ini.
"Kenapa memandangku seperti itu? apa aku kurang cantik? apa penampilanku terlihat buruk?" tanya Shesa sembari menatap dalam -dalam bola mata sang suami.
Tiba-tiba saja Vano berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Shesa, berharap sang istri menyambut tangannya. Dengan sedikit gugup, Shesa menyambut uluran tangan Vano yang terlihat kokoh itu.
Shesa beranjak dari tempat duduknya, dan dengan cepat Vano membawa sang istri ke dalam pelukannya.
"Set"
"Ahhhh...sayang Kamu mau apa?" seru Shesa saat Ia tubuhnya menempel pada dada bidang sang suami. Dengan kedua tangannya yang ia letakkan pada pundak Vano.
"Aku ingin berdansa denganmu, Happy Anniversary sayang, aku berharap suasana seperti ini akan selalu ada dalam hidup rumah tangga kita, saling menyayangi, saling mengasihi dan saling memahami, maafkan suamimu ini, jika selama ini aku pernah membuat mu marah, pernah membuatmu terluka, maafkan aku, maafkan aku " Vano tertunduk di hadapan istrinya.
"Sssttt...apa yang kamu bicarakan, semua itu sudah kita lalui, aku tidak menyangka perjalanan cinta kita tetap terjaga sampai sekarang, terimakasih kamu sudah memberiku cinta yang tulus dan suci, terimakasih kamu sudah menjadikan ku istri dan ibu yang sempurna, terimakasih kamu sudah memberiku seorang anak yang lucu, Baby Ray adalah bukti cinta kita berdua"
Ucapan Shesa seperti angin sorga untuk Vano, dengan cepat ia menyahut ucapan istrinya.
"Kalau begitu, sebagai bukti cinta kita berdua, bagaimana kalau kita...." Vano tidak melanjutkan kata-katanya, karena Shesa mengerti akan maksud suaminya.
Tampak Shesa membuang wajahnya karena malu, dengan cepat Vano meraih dagu Shesa dan menahannya tepat di depan wajahnya.
__ADS_1
"Katakan padaku, apa kamu sudah siap?" tanya Vano penuh harap, sejenak Shesa menatap wajah suaminya dan menghela nafasnya dalam-dalam.
"Iya...aku sudah siap" balas Shesa tersenyum.
Terlihat senyum bahagia menghiasi wajah Vano yang tampan, sudah lama Ia merindukan belaian istrinya, akhirnya hari ini sang istri telah memenuhi keinginannya.
"Terimakasih sayang, malam ini adalah milik kita berdua, iya ...hanya kita berdua" ucap Vano senang.
Shesa tersenyum dan ia mulai membenamkan wajahnya pada pelukan sang suami, yang terasa menghangatkan raga nya, yang merindu akan belaian sang suami tercinta.
"Aku akan datang padamu" ucap Shesa yang membuat telinga Vano berasa berada di awang-awang.
Dengan alunan biola yang merdu, Vano dan Shesa terasa menikmati kebersamaan mereka, berpacaran lagi dengan pasangan halal, membuat Vano semakin tidak sabar untuk segera pulang. Vano dan Shesa berdansa penuh kemesraan, Shesa terus menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami, sementara Vano semakin erat melingkarkan tangannya pada pinggang Shesa.
Sesekali Vano mengusap lembut punggung istrinya yang terpampang indah itu, tangan kuatnya tampak mulai masuk kedalam gaun indah yang dikenakan Shesa.
"Hmm...sayang apa yang kamu lakukan?" seru Shesa sembari membusungkan dadanya saat sentuhan itu seperti aliran listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
Vano tak menjawabnya, justru ia semakin dalam memeluk tubuh sang istri dan menciumnya beberapa saat.
Tiba -tiba saja Shesa melepaskan ciuman Vano yang semakin membuat nya tak bisa mengendalikan diri.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka berdua kembali pulang, tampak Vano terus menggandeng tangan istrinya, hingga akhirnya mereka masuk di dalam mobil, Nata sudah pulang, sengaja Shesa menyuruh Nata pulang, karena nanti Shesa akan pulang bersama suaminya.
Mario mulai melajukan kendaraannya melesat di jalan raya, tanpa sengaja Mario melihat Vano dan Shesa yang terlihat sangat bahagia malam ini, sesekali Vano mencium pipi Shesa, sehingga membuat Mario ikut senang melihat kebahagiaan mereka.
"Jadi tidak sabar segera menikah dengan ayank Monic, tuan muda bikin ngeces saja...hadeeehh" gumam Mario
Tak berselang lama, akhirnya mereka berdua tiba di istana mereka, Shesa melihat suasana rumah yang tampak sepi, padahal malam ini masih sekitar jam sepuluh malam, tapi rumah begitu terlihat sepi tak berpenghuni.
"Sayang...rumah kita kelihatan sepi? apa mungkin mereka sudah tidur semua?" tanya Shesa
"Iya mungkin saja mereka sudah tidur, ayo kita masuk" seru Vano sambil membawa istrinya masuk kedalam ruangan utama.
"ceklek "
Pintu mulai terbuka dan betapa terkejutnya saat Shesa dan Vano masuk, terlihat lampu ruangan yang sudah dimatikan, dan sontak saja, Shesa memeluk suaminya, karena dirinya sangat tidak nyaman dengan keadaan gelap.
Dan tiba-tiba.....
"Happy Anniversary"
__ADS_1
Semua penghuni rumah mengucapkan selamat untuk Vano dan Shesa, tampak Hendrawan , Leona, nenek dan deretan pelayan berjajar rapi untuk menyambut kedatangan Vano dan Shesa, terlihat Shesa sangat terharu dengan kejutan dari keluarganya.
"Sayang...mereka menyiapkan ini semua untuk kita?" tanya Shesa berkaca-kaca
Vano tersenyum dan mengangguk pelan. Leona datang menghampiri anak dan menantunya yang tengah berbahagia.
"Shesa....Vano, mama ucapkan selamat hari pernikahan kalian yang pertama, mudah-mudahan hubungan kalian selalu di berkahi oleh sang kuasa, bahagia selamanya" doa Leona kepada anak dan menantu kesayangannya.
"Terimakasih ma" jawab Shesa.
"Oh iya mama punya kejutan untukmu, tunggu ya" seru Leona sembari mengambil sesuatu untuk ia berikan kepada menantunya. Setelah itu Leona datang dengan sebuah kotak kado berwarna putih.
"Terimalah sayang, mama berharap kamu suka" ucap Leona sembari memberikan kado itu kepada Shesa.
"Terima kasih, tentu saja Ma, Shesa pasti sangat suka" jawab Shesa yakin, seolah-olah ia sudah tahu tahu isi kado tersebut.
Sementara Vano tengah bercengkrama dengan keluarga besar nya, terlihat Shesa yang sudah mulai masuk ke dalam kamar tidur mereka berdua. Shesa berpamitan pergi ke kamar nya.
*****
Di kamar
"Huffttt...capek banget" rintih lirih Shesa sembari merebahkan tubuhnya, kemudian ia penasaran dengan kado yang di berikan oleh Leona kepadanya. Perlahan Shesa membuka kado itu.
Sungguh Shesa terkejut sekaligus malu saat ia mengetahui isi kado dari ibu mertuanya. Shesa mengambilnya dan melihatnya dengan membentangkan kain yang menerawang itu.
"Astaga...Mama, ini baju apa saringan teh!"
Sejenak Shesa berpikir tidak ada salahnya jika ia mencoba sesuatu yang baru, ia tertantang untuk memakainya.
"Jadi penasaran, seperti apa jadinya jika memakai baju ini, mudah-mudahan saja tidak membuatku masuk angin" gumam nya sembari membawa lingerie itu ke ruang ganti.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
...Kira-kira seperti apa ya? 🤭...
...Jangan protes, loh thor visualnya kok beda, kok orangnya beda-beda...catat othor nggak nunjukin wajah orangnya, tapi adegannya okeh...kira-kira adegannya seperti itu, jadi...kalau kalian punya visual sendiri, gpp silahkan berimajinasi sesuai bayangan kalian 😊🙏...
...Kuyy...ayo beb tunjukkan sajen kalian 🌹❤️...
__ADS_1