Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
hamil diluar nikah


__ADS_3

Shesa menunduk dan benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Iya ...aku ....sudah menikah dengan pak Vano" seru Shesa dengan suara lirih


Monic yang mendengar itu lantas memeluk Shesa.


"Kenapa kamu sembunyikan ini dariku Sha, apa kamu udah nggak menganggap aku sahabatmu lagi?" sahut Monic


"Maafkan aku Mon! Aku juga tidak tahu kalau aku bakal menikah secepat ini, pernikahan ini terjadi begitu saja" tukas Shesa


Monic berusaha menjadi pendengar yang baik.


"Papaku dan papanya pak Vano udah sepakat ngejodohin kami dari kecil, pak Hendrawan udah janji sama papaku, dia akan nikahkan anak semata wayangnya dengan salah satu anak gadis papa "


"Terus kenapa kok nggak nunggu kamu lulus sekolah aja" seru Monic


"Makanya itu, nenek menginginkan pernikahan ini dilaksanakan secepatnya, lagipula pak Hendra akan tinggal di London, jadi mereka ingin pak Vano punya istri secepatnya, biar ada yang ngurusin dia" tutur Shesa pelan


"Ooo....aku kirain kamu hamidun duluan say...sorry!" kata Monic sambil bercanda


"Gila kamu, hamil dari mana? Kenal sama pak Vano saja kagak, ketemu juga ya disekolah waktu itu" tukas Shesa manyun.


"Iya...iya...sorry biasanya kan gitu, nikah yang ditutup-tutupin tuh untuk ngerahasiain kehamilan diluar nikah" sahut Monic


"Emang aku cewek apaan hamil diluar nikah, pacaran aja kagak pernah" sahut Shesa


"Iyaa deh...iya deh, aku percaya kok sama kamu Sha, tapi ngomong-ngomong nikah sama pak Vano tuh impian banyak cewek loh" seru Monic menggoda.


"Maksudmu...?" tanya Shesa penasaran


"Bayangin aja, pak Vano itu udah ganteng, keren, tajir, CEO lagi, cewek mana coba yang nggak mau sama dia" seru Monic sambil membayangkan.


"Kamu beruntung banget loh Sha, punya suami kayak pak Vano" sambung Monic tersenyum


Shesa hanya menunduk malu mendengar ucapan Monic.


"Tapi...kenapa harus dirahasiakan sih, inikan bukan aib Sha, inikan berita gembira, seorang Deandra Rashesa menikah dengan Rayvanno Adiputra Perkasa, pastinya kamu harus bangga dong" seru Monic


"Apa sekolah kita punya aturan bahwa siswa yang sudah menikah masih bisa sekolah? Kamu tahu aku masih ingin bersekolah dan meraih mimpi-mimpiku" jawab Shesa ringan.


"Iya...emang nggak boleh sih, tapi kamu kan istrinya pak Vano, ya nggak masalah dong jika pernikahan itu diketahui orang banyak, lagipula biar orang-orang tuh tahu, bahwa kamu adalah istri CEO yang kaya raya" seru Monic.


"Enggak...nggak, aku nggak suka seperti itu, aku nggak suka berlindung dibalik kekuasaan seseorang, ada waktunya nanti mereka pasti tahu kok, tapi nggak sekarang, biar aku selesaiin dulu study aku" tukas Shesa Sam!" .


"Trus bagaimana sama kak Romi, dia tuh ngebet banget sama kamu" tanya Monic serius


"Nanti akan aku jelaskan semua itu padanya" jawab Shesa.


"Tapi...Sha kamu tuh kayak beri harapan palsu loh sama kak Romi, secara dia tuh cinta banget sama kamu, lalu apa pak Vano ngebolehin tuh kamu dekat-dekat sama kak Romi, nggak mungkin kan? Ujung-ujungnya berantem loh nanti" seru Monic.

__ADS_1


"Aku udah jelasin sama pak Vano, kalau aku sama Romi cuma teman, dan Romi bentar lagi dia lulus, jadi kita juga pastinya udah pisah nggak ketemu lagi...iya kan?" jawab Shesa.


"Iya juga sih, tapi kalau dia tetep keukeuh nunggu kamu gimana coba? " sambung Monic


"Yah...itu...ah udah deh, nggak usah ngebahas dia, yang penting aku fokus sama study ku dulu" seru Shesa.


"Ya...emang sih kamu masih bisa sekolah, tapi efeknya itu loh, anak-anak menganggap kamu cewek nggak bener" seru Monic


"Maksudnya...?" tanya Shesa sambil mengernyitkan dahinya.


"Ya...gara-gara itu tuh" seru Monic sambil menunjuk leher Shesa yg terdapat tanda merah dari Vano.


Shesa merasa mata monic tertuju pada area lehernya yg masih penuh lukisan cinta, lantas ia memegang leher jenjangnya, yg ia tutupi dengan dress yg menutup area leher.


"Ini...em..." Shesa tak bisa berkata apa-apa


"Kamu tahu nggak sih, berita itu nyebar cepat banget, anak-anak tuh pada heboh, dikiranya kamu itu gadis yang sok polos dan sok suci" seru Monic


Shesa hanya tertunduk dan menghela nafas panjang.


"Mita dan Nabila ajah sampai nggak percaya loh" tukas Monic


"Udah biarin ajah, udah resiko aku, ya mau gimana lagi terlanjur ketahuan" seru Shesa


"Eh...Sha aku rasa pak Vano tuh suka deh sama kamu" seru Monic menggoda


"Maksudmu?" tanya Shesa


"Apaan sih Monic..." seru Shesa sambil mencubit kecil tangan Monic.


"Tapi...kamu suka kan? Ngaku ajah deh?" goda Monic sambil tertawa renyah.


Shesa tersipu malu saat Monic menggodanya, sesekali ia minum jus jeruk yang sudah ia pesan.


"Mon, aku minta satu hal sama kamu, pliss! Jangan katakan ini pada Mita dan Nabila atau pada siapapun! Aku mohon banget sama kamu" pinta Shesa pada Monic.


"Iya aku janji nggak bakalan ngomong ini pada siapapun " janji Monic


Shesa tersenyum lantas memeluk sahabatnya itu.


"Terima kasih ya Mon...kamu benar-benar sahabat yg paaaling baik" seru Shesa sambil memeluk Monic.


*


*


*


Di kantor

__ADS_1


"Mario cepat kamu susul istriku di rumah sakit" perintah Vano pada Mario


Vano lantas melanjutkan rapat pentingnya dengan delegasi dari China.


Jam menunjukkan pukul 11 siang, Mario telah tiba di rumah sakit tempat Dewa di rawat, lantas ia menuju ruang perawatan Dewa.


"Nona muda kemana? Kok nggak kelihatan" seru Mario yg tidak mendapati Shesa berada di sana.


Tiba-tiba Anggi datang


"Mario...kamu mencari Shesa?" tanya Anggi


"Eh...iya nyonya...Nona muda kemana ya, dari tadi saya tidak melihatnya" tanya Mario balik


"Ooohhh...Shesa udah satu jam yg lalu pulang" seru Anggi


"Sudah pulang...?" tanya Mario


"Iya...dia pulang sendiri, katanya dia tidak mau ngerepotin Vano" tukas Anggi


"Baiklah kalau begitu nyonya, saya permisi dulu..selamat siang" pamit Mario


"Iyaa...selamat siang" jawab Anggi


Karena Mario tidak membawa Shesa pulang, lantas ia menghubungi Vano lewat telepon.


"Halo..." kata Vano


"Halo! Tuan muda, saya sudah ke rumah sakit, tapi nona muda tidak ada di sana, kata mamanya dia sudah pulang satu jam yg lalu" seru Mario


Vano yang mendengar itu dari Mario, tidak berkata apapun, seperti biasa dia bersikap dingin seolah-olah tidak ada masalah, padahal dalam hatinya ia sangat mencemaskan Shesa.


Lantas Vano menghubungi neneknya...


"Kriiiiinnggggg"


Suara bel rumah berbunyi, nenek segera mengangkat teleponnya.


"Iya ...halo" kata nenek


"Nenek...apakah istriku sudah pulang?" tanya Vano serius


"Belum....aku belum melihatnya hari ini" jawab nenek


Tiba-tiba tut ...tut ....tut ...tut


Vano langsung memutuskan sambungan telepon nya, ia merasa Shesa sudah membohonginya lagi, tangan Vano mengepal seolah ingin meninju seseorang.


"Kemana lagi kamu...??" gumam Vano sambil menyipitkan matanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2