
...👦"dengarkan aku wahai kekasihku, apa pun yang terjadi, cinta kita akan tetap bersama, selamanya"...
...👧"tapi...aku masih takut, jika suatu hari nanti kau akan meninggalkanku"...
...👦"percayalah, cintaku padamu akan tetap abadi, sampai ajal memisahkan kita"...
...👧" aku mencintaimu...'...
...👦 "aku mencintaimu "...
keduanya saling berpelukan, iya...Monic dan Mario telah sukses membuat Shesa dan Elly terperangah akan akting mereka berdua.
"aku mencintaimu..." Seru Monic yang tanpa ia sadari, membuat Mario merasa bahwa itu adalah ungkapan hati Monic yang sebenarnya.
"aku juga mencintaimu " balas Mario sembari memeluk mesra Monic dengan sepenuh hati.
hingga akhirnya "prok...prok...prok..." suara tepuk tangan dari Shesa dan Elly membuat Monic tersadar bahwa ia menikmati pelukannya bersama Mario.
"waaahh ...keren...keren...sangat menjiwai banget kamu Mon, aku yakin bu Dewi pasti ngasih kita nilai tertinggi" seru Shesa yang tak menyangka akting Monic dan Mario sangat memukau.
"tapi...aku kok ngerasa itu bukan akting ya! kayak beneran deh, kamu ngerasa nggak sih Sha? ekspresi wajah Mario dan Monic, sumpah aku ngerasa itu beneran" sahut Elly membenarkan.
"kamu bener juga El, itu bukan akting biasa, tapi itu memang perasaan mereka beneran" balas Shesa mengiyakan.
"eh...apaan sih kalian, itu cuma akting ya, aku nggak mungkinkah jatuh cinta sama dia" seru Monic menolak sembari menatap wajah Mario yang mengulum senyum kepadanya.
lantas Mario mendekat dan berbisik di telinga Monic.
"kau pasti akan merindukan pelukanku ini, Monic" bisik Mario lirih, dan tentu saja itu membuat Monic membulatkan matanya.
Monic terdiam, ia menghela nafasnya, seakan ia tak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya , ia tak bisa pungkiri, bahwa ia merasa nyaman saat Mario memeluknya, irama detak jantung Mario seolah menjadi musik yang membuatnya terlena.
"apa mungkin yang dikatakan Shesa dan Elly itu benar" gumam Monic.
Akhirnya mereka telah selesai dengan tugas kelompok mereka, Monic yang biasanya banyak bicara, mendadak hari itu lebih banyak diam, sesekali ia menatap wajah Mario yang selalu memperhatikannya.
"Monic...ayo makan, kamu nggak suka, ini pizza kesukaan kamu loh" seru Shesa yang menghidangkan pizza kepada teman-temannya.
"i..iya" jawab Monic gugup.
sementara Mario dengan wajah santainya, ia terus memandangi Monic yang terlihat salah tingkah.
"ya ampun, nih cowok kenapa sih lihatin mulu" gumam Monic.
Hingga akhirnya mereka berpamitan kepada Shesa untuk pulang.
__ADS_1
"kita pulang dulu ya Sha, makasih loh pizzanya" seru Elly, dan Shesa pun tersenyum.
"Shesa, aku pulang dulu..." ucap Monic sembari mencium pipi Shesa.
"iya...hati-hati kalian" seru Shesa
Mario tampak duduk diatas motor bebeknya, dan menunggu Monic datang.
Monic berjalan bersama Elly, Elly yang mengetahui Mario sudah menunggu Monic, lantas ia pamitan pergi duluan.
"Monic, kayaknya kamu udah ada yang nungguin deh, aku pulang dulu ya ..daaa" seru Elly sembari berlalu meninggalkan Monic.
kemudian dengan cepat Mario menghampiri Monic yang sedang berjalan sendirian.
"aku anter pulang yuk!" seru Mario.
Monic menoleh kearah Mario, namun ia tetap diam tak menjawab, ia terus melangkahkan kakinya menuju jalan raya, namun Mario tetap semangat untuk mendekati gadis pujaan hatinya itu.
"taksi...loh kok nggak berhenti sih" Monic mencoba menghentikan beberapa taksi, namun sayang tak satupun taksi itu ada yang berhenti.
"taksi....aduh gimana sih" ucap Monic kesal, sedangkan Mario terus menawarkan jasanya.
"udah, sini tak anterin, daripada nanti pulangnya kemalaman, dimarahin nyokap loh, ini hari sudah petang" ucap Mario
karena tidak punya pilihan lain, akhirnya Monic terpaksa menerima tawaran Mario untuk pulang bareng.
"sudah ...pegangan dong, nanti kamu jatuh loh, aku nggak mau ya, dimarahin gara -gara ngejatuhin anak gadis orang" ucap Mario
"iya...iya" sahut Monic terpaksa mengikuti perintah Mario.
"set " tangan Monic melingkar sempurna pada pinggang Mario.
Mario menyunggingkan bibirnya, hatinya sangat senang saat Monic mendekatkan dirinya pada Mario.
kemudian ia melajukan motor bebeknya di jalan raya, dengan santai ia mengendarai motor nya, supaya ia bisa berlama-lama bersama Monic.
********
"kalian jemput gadis itu, usahakan jangan sampai Siska tahu kalian membawanya, kemudian antarkan dia ke rumah yang sudah aku sediakan" seru Vano kepada orang suruhannya untuk menjemput Laura dari rumah sakit.
kemudian Vano menutup teleponnya, tiba-tiba Shesa memeluk Vano dari belakang, pinggang kuatnya melingkar tangan Shesa yang lembut, Vano tersenyum.
Shesa menyandarkan wajahnya pada punggung Vano, lantas ia menyadari kehadiran sang istri yang membuatnya selalu ingin memeluknya.
Vano membalikkan tubuh tegapnya, dilihatnya sang istri di hadapannya.
__ADS_1
"mereka sudah pulang!" seru Vano menanyakan keberadaan teman -teman Shesa.
"em...baru saja" jawab Shesa pelan.
"oh iya sayang tadi dokter Erick bilang, Laura sudah bisa pulang sekarang, orang-orangku akan datang menjemputnya, aku sudah menyediakan tempat untuk Laura tinggal , agar Siska tidak bisa mengganggunya lagi" seru Vano
"Tapi sayang...bukankah bu Siska ada dipenjara? bagaimana bisa ia mengganggu Laura?" tanya Shesa penasaran.
"dia sudah bebas" ucap Vano serius
"apa? bu Siska sudah bebas?" jawab Shesa terkejut.
"iya...ada seseorang yang menebus dia dari penjara" ucap Vano.
"itu tidak mungkin sayang, tidak sembarang orang bisa menebus bu Siska begitu saja, pasti ada seseorang yang sengaja menebus bu Siska untuk tujuan tertentu" seru Shesa menatap wajah sang suami.
"kau benar sayang, kita harus waspada...kamu tidak perlu khawatir, aku akan selalu menjagamu dari siapa pun yang berusaha menyakitimu dan anak kita" ucap Vano serius.
"terimakasih suamiku sayang" ungkap Shesa sembari memeluk Vano.
*******
Di sebuah cafe, Excel tampak sedang duduk bersama kliennya, pandangannya terganggu dengan kedatangan seseorang yang sudah ia kenal.
"Siska...bersama siapa dia?" gumam Excel yang tampak curiga dengan kedatangan mereka berdua.
tampak Siska berjalan dengan seorang perempuan paruh baya, wanita itu sepertinya bukan wanita biasa, terlihat dari penampilannya yang mewah.
Excel mulai curiga saat wanita itu memberikan uang kepada Siska.
"Siska bukannya dia ada dipenjara, Vera bilang itu kepadaku, tapi kenapa dia ada disini?" gumam Excel mulai curiga
Excel berinisiatif untuk mencari tahu tentang Siska dan perempuan itu, karena Excel tahu betul sifat Siska yang licik, ia menyuruh anak buahnya untuk mendekat pada Siska dan menguping pembicaraannya.
"dekati kedua wanita itu, dengarkan apa yang mereka bicarakan, jangan sampai mereka curiga" seru Excel kepada salah satu anak buahnya.
"baik bos "
kemudian anak buah Excel mulai mendekati Siska dan wanita itu yang duduk di meja nomor 5, sedangkan anak buah Excel pura-pura menjadi pelanggan yang duduk di sebelah meja Siska.
"aku ingin kau lakukan sesuatu untukku!" ucap wanita itu pada Siska
"apa yang harus aku lakukan nyonya!" tanya Siska
"aku ingin kau melakukan sesuatu pada Vano dan istrinya" seru wanita itu dengan wajah sinisnya
__ADS_1
BERSAMBUNG
💥💥💥💥💥💥