Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
tugas kelompok


__ADS_3

Seorang perempuan berpenampilan necis, dengan memakai celana hitam dan blouse warna merah, sepatu hak tinggi dan tas branded menghiasi tangannya, masuk kedalam kantor polisi dengan didampingi seorang pengacara.


"baik nyonya, hari ini bu Siska akan bebas" ucap seorang polisi kepada perempuan itu.


perempuan itu tersenyum dan menunggu kedatangan Siska.


tak berselang lama Siska keluar dan menghampiri wanita itu.


"terimakasih, aku berhutang budi kepadamu" ucap Siska kepada wanita paruh baya itu.


"aku lakukan ini, agar kamu bisa membantuku untuk menghancurkan Vano" ucap wanita itu dengan tatapan sinisnya.


"Anda jangan khawatir nyonya, aku pastikan dendammu akan terbalaskan, kita punya tujuan yang sama" sahut Siska semangat, akhirnya ia mendapat partner untuk membalaskan dendamnya kembali.


******


"akhirnya aku bisa menghirup udara bebas, Vano aku akan selalu ingat dengan apa yang kau lakukan padaku, aku pastikan kau tidak akan bisa bahagia bersama Shesa" janji Siska


kedua wanita itu berada dalam mobil, sebuah mobil mewah sedang melintas didepan sekolah Shesa, Siska menatap tajam kearah sekolah SMA Harapan Bangsa.


"di sekolah ini aku dipermalukan, aku tidak akan pernah lupa itu, saat nya tiba kalian berdua akan menyesal, tunggu pembalasanku" ucapnya penuh dendam.


"SMA Harapan Bangsa! bukankah Helena mengajar disini" gumam wanita itu


hingga akhirnya mobil itu berlalu, namun tampak sepasang mata mengenali mobil mewah yang baru saja lewat didepan sekolah.


"mobil itu, seperti mobilnya mami" gumam Miss Liu yang sedang berdiri didepan ruang guru, yang menghadap kearah jalan, hari itu Miss Liu waktunya mengajar pelajaran Fisika, dia mengajar satu minggu sekali, sehingga jarang ia berada di sekolah.


selain mengajar Miss Liu juga ditugaskan Vano untuk mengawasi kondisi sekolah, lewat Miss Liu juga, Vano dengan mudah mengecek data-data sekolah.


*******


Hari ini sekolah berjalan dengan lancar, seperti biasa bu Dewi memasuki ruangan kelas Shesa.


"anak-anak, hari ini ibu akan memberikan tugas kelompok kepada kalian, kita buat kelompok yang terdiri dari 4 orang, ibu yang akan menentukan kelompok kalian, penilaian ini akan menjadi nilai akhir semester kalian nanti" seru Bu Dewi.


seluruh siswa memperhatikan penjelasan bu Dewi dengan seksama, tak terkecuali Mario, terpaksa ia harus bersekolah lagi demi misi yang harus ia laksanakan.


"anak-anak, tugas kelompok kita adalah membuat sebuah drama, temanya bebas kalian bisa menentukan sendiri, setelah kalian membuat naskah drama itu, kalian harus memeragakannya didepan kelas, penilaian nya ada pada kesesuaian dan kekreatifan kalian, sudah paham dengan yang ibu jelaskan" seru bu Dewi.

__ADS_1


"oh iya bu, tema percintaan boleh tidak?" tiba-tiba Mario mengangkat tangannya, tentu saja membuat Shesa dan Monic sontak menoleh Mario.


"tentu saja boleh, itu tergantung kekreatifan kalian, semakin baik kalian memperagakan drama, semakin bagus nilai kalian" ucap bu Dewi tersenyum.


Mario melihat Monic sambil tersenyum dan memainkan alisnya naik turun.


"astaga...nih cowok belum sarapan kali yah" ucap Monic sembari memutar bola matanya.


Shesa tersenyum tipis melihat tingkah Mario yang lucu.


"baik, nama-nama kelompoknya ibu acak, kalian tidak bisa protes, karena ini sudah ibu tentukan, jadi kalian harus siap dengan siapa nanti kalian akan memainkan akting atau drama, ibu akan tulis di papan siapa saja nama-nama kelompoknya "


setelah beberapa saat, bu Dewi selesai menuliskan nama-nama kelompoknya. semua siswa mencari nama mereka masing-masing.


"eh Monic kita satu kelompok, tuh ada aku, kamu, Elly sama Mario" seru Shesa sembari menunjuk nama mereka di papan tulis.


"waduh, kita satu kelompok sama cowok baru itu!" ucap Monic sambil mengerutkan dahinya.


Mario sangat senang bisa satu kelompok dengan Monic, ada angin segar untuknya mendekati Monic lebih dalam lagi.


"baiklah semuanya, silahkan kalian kerjakan dirumah, besok ibu mau lihat hasil dari tugas kelompok kalian, kita akan mempraktekkan nya didepan kelas, kalian faham!" seru Bu Dewi.


"faham bu" jawab mereka serentak.


Shesa, Monic, Elly dan Mario berada dalam satu meja.


"gimana guys, kita belajar kelompok dirumah siapa nih?" seru Shesa


"di rumahmu aja Sha!" sahut Elly


"dirumahku? em...baiklah, kita belajar kelompok dirumah ku, besok hari minggu kita bisa mulai" ucap Shesa tersenyum.


"yasalam, umurku sudah seperempat abad, tapi aku masih disibukkan dengan belajar kelompok, kapan nikahnya!" gumam Mario dalam hati, tiba-tiba perhatiannya beralih pada kaki Monic, dengan sengaja Mario menggoda Monic, dengan menyenggol kaki Monic yang duduk berhadapan dengannya.


Monic merasa aneh pada kakinya, seperti ada yang sengaja menyenggol, kemudian Monic melihat kearah Mario yang sedang tersenyum menatapnya.


Monic menarik kakinya, wajahnya nampak semu, terlihat Mario tersenyum renyah melihat tingkah Monic.


"lucu juga menggoda gadis ini, wajahnya kelihatan imut jika sedang cemberut" gumam Mario dalam hati

__ADS_1


"ya ampun, kenapa nih cowok lihatin mulu sih, nggak ada pemandangan lain apa" bisik Monic dalam hati


Monic dan Mario saling berbalas pandangan, sehingga mereka berdua tidak memperhatikan Shesa yang sedang berbicara kepada mereka.


"Monic, Mario...ya ampun...woy...kalian denger tidak?" seru Shesa yang mengagetkan mereka berdua.


terpaksa keduanya membuang pandangannya, tampak Mario malu kepada nona mudanya saat aksinya sedang menggoda Monic.


"eh iya, gimana-gimana, apa tadi yang kamu omongin?" seru Monic basa basi.


Shesa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Mario dan Monic.


*******


bel pulang telah berbunyi, seluruh siswa tanpa terkecuali keluar dari kelas dan mulai membubarkan diri.


Shesa segera masuk kedalam mobil yang sudah menunggunya.


"silahkan nona" seru Nata sang sopir pribadi.


"terimakasih " Shesa lantas masuk kedalam mobil, tampak Mario mengawasi Shesa dengan motor bebeknya, tiba-tiba Mario melihat Monic sedang menunggu taksi.


Mario menghampiri Monic yang nampak kepanasan, Monic terkejut dengan kedatangan seorang cowok dengan menaiki motor bebeknya.


"hai...bareng yuk" seru Mario menawarkan jasanya.


"nggak terima kasih, aku naik taksi saja" seru Monic menolak


"ayolah, taksinya kelihatannya masih lama, daripada gadis secantik kamu sendirian disini, entar diculik loh, aku anter ke rumahmu, sekalian aku juga mau tahu dimana rumahmu, entar kalau apel malam minggu nggak nyasar jadinya" ucap Mario menggoda


Monic sedikit berfikir, ada baiknya ia bareng Mario, lumayan bisa hemat uang saku


Akhirnya Monic naik diatas motor bebek Mario, ia memakai helm yang Mario berikan, Mario mulai melajukan motornya ke jalan raya.


sesekali Mario mengerem mendadak, sehingga membuat Monic tersentak menempel ke punggung Mario, Mario tersenyum saat Monic berpegangan erat pada pinggangnya.


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang membuntuti mereka dari belakang.


"anak gadis siapa yang kau bawa itu Mario!" gumam Vano tersenyum saat melihat Mario membonceng Monic dengan mesra

__ADS_1


BERSAMBUNG


💖💖💖💖💖


__ADS_2