Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
hubungan terlarang


__ADS_3

hari telah berganti malam, Shesa menunggu Vano yang belum pulang sedari siang tadi, ia berdiri di balkon kamar tidur nya, sembari melihat pemandangan kota yang indah pada malam itu.


"kenapa dia belum pulang juga? apa dia jadi menemui wanita itu?" gumam Shesa yang nampak gelisah, jam menunjukkan pukul 10 malam, Shesa tak bisa tidur sebelum suaminya pulang, sampai ia tidak berselera untuk makan, memikirkan Vano yang belum pulang juga.


nenek masuk ke kamar Shesa, nenek tahu kalau Shesa belum makan sama sekali malam ini, nenek melihat Shesa sedang berdiri di balkon kamar nya, kemudian nenek menghampirinya dengan menyuruh seorang pelayan membawakan makanan untuk Shesa.


"menantu, kau belum makan, ini nenek bawakan makanan untukmu, ayo makanlah" pinta nenek agar Shesa segera makan, Shesa menghampiri Nenek yang sudah berdiri dibelakang nya, Shesa tersenyum melihat nenek yang sudah perhatian sekali kepada nya.


"nenek, kenapa harus repot-repot membawakan Shesa makanan, Shesa bisa ambil sendiri, Nenek tidak usah khawatir" ucap Shesa sembari tersenyum.


"nenek tidak mau kamu sakit, Vano pasti sangat menderita melihatmu sakit, makanlah" pinta nenek dengan sedikit memaksa, Shesa tidak punya pilihan, ia terpaksa harus menuruti permintaan nenek, Shesa tidak mau mengecewakan nenek, meskipun nenek tidak tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi pada Shesa.


"baiklah kalau nenek memaksa, Shesa akan makan" ucap Shesa sembari membawa piring makanan yang sudah disediakan oleh pelayan, perlahan Shesa mulai memakannya. nenek tersenyum melihat Shesa mulai melahap makanan yang ia bawakan.


******


di kantor


Vano sedang berbicara dengan seseorang yang sudah lama menunggu kedatangan nya, wanita itu berpenampilan menarik, cantik dan juga menawan, tentu saja ia masih sangat muda, usianya hampir sama dengan Vano, 25 tahun.


"aku sudah mengirimkan data-datamu ke sekolah, besok kau temui langsung kepala sekolah" ucap Vano pada wanita itu yang biasa dipanggil Miss Liu.


"baiklah, aku butuh semua data siswa untuk memudahkan pekerjaanku" seru Miss Liu


"tentu saja" Vano setuju memberikan data seluruh siswa yang bersekolah di sekolah Harapan Bangsa, termasuk Shesa.

__ADS_1


"terimalah" Vano memberikan data-data itu pada Miss Liu, dengan cepat Miss Liu menerimanya, lantas perempuan berwajah oriental itu mulai memeriksa data yang sudah diberikan Vano kepadanya.


dengan seksama Miss Liu memeriksa satu persatu data para siswa, secara tidak sengaja Miss Liu melihat foto Shesa terpampang di urutan nomor satu daftar siswa yang paling berprestasi di sekolah itu.


"Deandra Rashesa! sepertinya dia gadis yang sangat cerdas, cantik" seru Miss Liu saat melihat foto Shesa, mendengar itu Vano tersenyum simpul, Miss Liu tidak tahu bahwa gadis yg ia bicarakan itu adalah istrinya.


"baiklah ini sudah cukup, aku akan membantumu untuk memecahkan siapa yang sudah meretas data sekolah, aku akan datang ke sekolah itu, sekarang aku pergi dulu" seru Miss Liu pada Vano yang duduk bersandar di kursi kebesarannya.


"hmm.. terimakasih atas waktumu, saudariku" ucap Vano pada Miss Liu yang ternyata adalah sepupunya sendiri, Vano menghubungi Miss Liu yang berada di Singapura, Vano membutuhkan pertolongannya atas masalah yang ada di sekolah yang dipimpin oleh Vano. Miss Liu sangat kompeten meretas data-data, dia datang ke sekolah Shesa atas permintaan Vano untuk menyelidiki masalah itu, karena pelaku nya sangat cerdik sekali, sehingga Vano perlu seseorang yang memiliki kecerdikan yang sama dengan pelaku itu.


Miss Liu meninggalkan ruangan Vano, dengan memakai rok mini dan blazer warna coklat muda, terkesan Miss Liu adalah seorang wanita yang elegan, hampir semua mata memandang saat Miss Liu keluar dari ruangan Vano, tak terkecuali Vera.


"siapa wanita itu?" tanya Vera sembari mengernyitkan dahinya, ia memandang penampilan Miss Liu dari atas hingga ujung kaki, ia merasa wanita itu bukanlah wanita baik-baik.


*****


Siska sedang berada di ruangan Exel, mereka membicarakan rencana selanjutnya, karena kemarin Exel gagal mengambil dokumen penting yang dibawa oleh Vera, justru Exel mendapat kenyataan pahit, bahwa putrinya Masih hidup, Exel sedikit kurang bergairah, karena masih memikirkan tentang Frisca dan Vera.


"Exel ! kamu kenapa? dari tadi aku lihat, wajahmu nampak murung" seru Siska sembari menatap Exel serius.


"tidak ada, aku cuma sedikit kecapekan" ungkap Exel sembari memijit kepalanya pelan, Siska yang melihat itu mencoba menawarkan untuk memijit kepala Exel, Siska mulai beranjak dari tempat duduknya, Kemudian ia menghampiri Exel yang sedang duduk di kursi kerjanya.


"sini, aku bantu pijitin" seru Siska menawarkan jasanya untuk memijit kepala Exel, dan Exel dengan senang hati, menerima tawaran dari wanita seksi yang sekarang berada di dekatnya itu.


perlahan Siska memegang kepala Exel, dengan sangat lembut ia mulai menekan-nekan jari jemari nya yang lentik pada kepala Exel, tiba-tiba terlintas dalam pikiran kotor Exel untuk menggoda Siska.

__ADS_1


"Bu guru Siska, jika aku berhasil membantumu menghancurkan Vano, imbalan apa yang akan kau berikan untukku" ucap Exel dengan maksud tertentu, Siska mengernyitkan dahinya, lantas ia menunduk dan berbisik di telinga Exel.


"memangnya apa yang kau inginkan dariku, tampan!" seru Siska dengan nada yang sedikit nakal, Exel mulai memegang tangan Siska yang melingkar di leher Exel yang kuat itu, Siska mulai tergoda dengan rayuan Exel, dengan senyum smirk nya, Exel menarik tubuh seksi Siska ke dalam pelukannya, sehingga posisi Siska sekarang duduk di atas pangkuan Exel.


Siska memahami isyarat Exel yang menginginkan hubungan yang lebih dalam lagi, dari hanya sekedar partner kerja.


"aku menginginkanmu malam ini" seru Exel pada Siska yang mulai terbuai dengan ucapan Exel, tanpa aba-aba Siska langsung mencium bibir Exel, dan Exelpun menerima ciuman itu dengan cepat, sejenak mereka melepaskan ciuman mereka karena kehabisan nafas, namun mereka kembali lagi menautkan bibir mereka dengan tempo yang lebih ganas lagi,


Siska adalah seorang perempuan yang kesepian, kehadiran Exel membuat gairah percintaan nya mulai meningkat, apalagi Exel juga merupakan pria dewasa yang tampan, meskipun popularitasnya tidak sama dengan Vano, namun Exel juga merupakan pebisnis handal, ia juga dikenal sebagai playboy kelas kakap, karena seringnya bergonta-ganti pasangan, tidak heran Vera juga menjadi salah satu korbannya.


namun bagi Siska, julukan Exel sebagai playboy tak jadi masalah buatnya, yang terpenting dia sudah terpuaskan hasrat bi*ah*nya sebagai wanita kesepian.


hingga akhirnya keduanya sudah terjatuh di lembah percintaan yang terlarang.


"aahhhhh...terus..." de*ah*n yang keluar dari mulut Siska membuat Exel semakin mempercepat ritme gerakan yang membuat dua insan itu saling melenguh keni*ma*an.


"aku mau keluar" seru Exel dengan nafas yang memburu.


dan setelah hampir satu jam keduanya melakukan pergumulan itu, akhirnya mereka sudah sampai di garis finish puncak hasrat bercinta.


setelah keduanya selesai dengan aktivitas terlarang itu, Siska mulai membersihkan percikan air dari milik Exel yang mengenai tubuh seksinya, setelah itu dengan segera ia memakai pakaiannya kembali yang telah dibuang ke lantai oleh Exel.


"aku pulang dulu, jika kau butuh sesuatu telepon saja aku, aku akan datang" ucap Siska sembari mengambil tasnya dan kemudian dengan cepat ia berlalu meninggalkan ruangan Exel.


"hm...biasa saja, tidak seperti Vera yang membuatku tidak bisa melupakannya" seru Exel lirih sembari melihat Siska yang mulai menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥


__ADS_2