Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
di traktir


__ADS_3

Shesa melihat Vano sedang duduk di sebuah kursi paling depan, Mita dan Nabila dengan penuh semangat mencoba mencari kursi yang dekat dengan kursi yang ditempati oleh Vano.


"guys...kita duduk disitu yuk" seru Mita sembari menarik semua teman-temannya di kursi pas bersebelahan dengan Vano.


Vano yang menyadari itu melihat kearah Shesa, ia mengedipkan matanya sebelah kepada Shesa yang nampak bingung, Shesa yang merasa suaminya memberi isyarat nampak malu dan tersenyum.


mereka berempat telah duduk di kursi masing-masing, Mita sengaja menyapa Vano dan mulai berbasa-basi, ia memberanikan diri untuk memulai obrolan dengan Vano.


"eh ada pak Vano, hai pak Vano" sapa Mita sembari tersenyum, dan Vano membalasnya dengan senyum.


"hai...kamu siswa SMA Harapan Bangsa bukan?" balas Vano.


"iya pak betul banget, saya bersekolah di sekolah milik yayasan bapak" Mita berbasa-basi sambil berdiri didepan Vano.


"hmm...sedang apa kamu disini?" tanya Vano yang mulai mengakrabkan dirinya pada teman-teman Shesa.


"oh...saya sedang bersama teman-teman pak, itu mereka (menunjuk ke arah Shesa), kami sedang makan di sini, pak Vano juga kok sendirian aja, pak Vano liburan juga di Bali?" tanya Mita balik.


"iya...saya juga liburan di sini" balas Vano singkat.


"ohh ...gitu, emm...pak Vano boleh nggak sih kita duduk bareng sama bapak" pinta Mita agar Vano bisa duduk bareng sama mereka, Vano sekilas menatap Shesa dan ia langsung menyetujui permintaan Mita.


"tentu saja" jawab Vano semangat.


"waah... terimakasih banyak pak Vano, pak Vano memang baik banget" sahut Mita dengan senang, Shesa melihat Vano dengan tatapan yang mengisyaratkan agar Vano jangan macam-macam kepada teman-temannya.


Vano mulai berdiri dan menghampiri meja yang mereka tempati, Mita mengekor di belakang Vano dengan senang.


"wuih Mita berhasil merayu pak Vano guys, si ganteng datang menghampiri kita" ungkap Nabila turut senang, Monic menatap Shesa penuh arti.


"ya ampun Sha, kalau aku yang jadi kamu, aahh...mending aku bongkar semua rahasia ini" gumam Monic dalam hatinya.


Shesa terus memperhatikan kemana Vano pergi, begitupun Vano pandangan nya tak lepas dari Shesa yang terlihat gugup.


setelah beberapa saat Vano mulai menarik salah satu kursi pada meja yang mereka tempati, Vano duduk berhadapan pas dengan Shesa, sehingga tatapan matanya tak akan pernah jauh dari Shesa.


Mita duduk disebelah Vano, begitupun dengan Nabila, keduanya sangat senang bisa duduk bersama dengan direktur ganteng pujaan banyak wanita itu.


"kalian dari SMA Harapan Bangsa semua?" tanya Vano yang mulai basa-basi, lantas Nabila menyahuti dengan semangat.


"iya pak, kami semua dari SMA Harapan Bangsa, ingat tidak? pak Vano yang waktu itu pernah datang ke kelas kita untuk memberi motivasi pada kami?" Nabila berusaha mengingatkan Vano.

__ADS_1


"iya pak" sambung Mita


Shesa terus memperhatikan Vano yg mulai menarik simpati teman-temannya, sedangkan Monic terdiam menikmati sandiwara antara Shesa dan Vano.


"ooohhhh...kelas itu, kelas yang dimana aku bertemu dengan siswi yang sangat menjengkelkan itu...iya kan?" seru Vano sembari melirik Shesa.


"betul betul pak, iya dan..." Mita tidak melanjutkan kata-katanya, karena ia menyadari ada Shesa disitu, dan Shesa lah yang dimaksud pak Vano.


"dan...pak Vano juga yang sudah menolong Shesa saat dia terjatuh, dan Shesa ada didepan bapak sekarang" sambung Mita meneruskan kata-katanya sembari menunjuk kearah Shesa.


"hah..." Shesa tercengang dengan ulah Mita yang menunjuk dirinya didepan Vano, sedangkan Vano pura-pura tidak ingat dengan wajah Shesa, ia seolah nampak terkejut saat tahu siswi yang Mita maksud ada didepannya sekarang.


"oh... benarkah itu kamu? Shesa?" tanya Vano dengan senyum smirknya, Shesa yang salah tingkah terpaksa menjawab pertanyaan Vano.


"i... iya pak, itu saya" jawabnya terbata-bata.


tiba-tiba pelayan datang memberi daftar menu.


"silakan" seru pelayan itu, semuanya nampak melihat-lihat daftar menu yang terpampang, kecuali Vano yang terus melemparkan senyum indahnya pada Shesa, sehingga membuat Shesa semakin salah tingkah.


"silakan pesan makanan sesuai selera kalian, karena hari ini aku yang akan membayar semuanya" seru Vano.


"wah... benarkah itu pak? jadi kami ditraktir bapak nih ceritanya?" seru Mita kegirangan.


setelah semuanya sudah memesan menu masing-masing, pelayan itu segera mengambilkan makanan yang sudah dipersiapkan untuk mereka.


"mohon ditunggu ya, kami segera mempersiapkan nya" ucap pelayan itu sembari berlalu.


"cepetan mbak nggak pake lama" sahut Nabila yang merasa sangat lapar sekali.


disaat pelayan tengah mengambilkan makanannya, Vano mulai melanjutkan pertanyaannya pada Shesa.


"bagaimana keadaan kakimu? " tanya Vano yang berbasa-basi pada istrinya sendiri.


"sudah sembuh pak" Jawab Shesa pelan.


"baguslah, lain kali kalau jalan hati-hati, supaya kamu tidak terjatuh lagi, dan juga supaya kamu tidak menabrak orang sembarangan" tukas Vano menyindir Shesa.


"hm...iya pak" jawabnya singkat sembari mengerucutkan bibirnya, sehingga membuat Vano sangat gemas Ingin melu*at bibir Shesa waktu itu juga.


"tuh kan Sha! pak Vano tuh baik banget loh, kamu aja yang terlalu buruk sangka sama beliau" sahut Mita, Shesa mengusap keningnya pelan saat Mita berseru kepada nya.

__ADS_1


"hmm...iya" jawab Shesa sembari tersenyum paksa.


setelah beberapa menit, makanan mereka datang, dan mereka berlima makan bersama dalam satu meja, sesekali Vano melihat Shesa yang sedang memandangi makanannya, ia hanya memutar-mutar sendok tanpa memasukkan sesendokpun pada mulutnya.


"Shesa, kenapa tidak dimakan, apa makanannya tidak enak?" tanya Vano yang melihat Shesa tidak makan sedikitpun, lantas Shesa terkejut saat Vano berbicara padanya.


"emm... nggak tahu pak, tapi saya sedang tidak selera dengan makanan ini" jawab Shesa sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Shesa ini enak banget loh, sumpah" sahut Nabila sembari makan dengan lahapnya, Shesa benar-benar tak selera makan waktu itu, dan itu membuat Vano sedikit khawatir.


"kalau kamu mau, ambil ajah punyaku, nih sayang kalau nggak dimakan!" seru Shesa pada Nabila.


"bener nih, jangan nyesel loh ya?" jawab Nabila sembari menerima makanan yang diberikan oleh Shesa.


"terus, kamu makan apa dong Sha?" tanya Monic yang juga khawatir tentang keadaan Shesa.


"aku makan ini aja" seru Shesa sembari mengambil cemilan kentang goreng yang tiba-tiba ia suka, Vano terus memperhatikan Shesa yang tidak mau memakan makanannya.


Shesa mengisyaratkan pada Vano bahwa dia tidak apa-apa dengan menggelengkan kepalanya pelan.


setelah mereka selesai menghabiskan makanannya, Mita tiba-tiba menanyakan suatu hal kepada Vano.


"oh iya...pak Vano tadi belum menjawab pertanyaan saya!" seru Mita mengingatkan.


"benarkah, apa itu?" jawab Vano


"pak Vano ke Bali sendirian atau dengan seseorang pak, biasanya kan pak Vano dikelilingi oleh orang-orang penting, kok tiba-tiba pak Vano sendirian disini?" tanya Mita yang penasaran, mendengar itu Vano tersenyum kecil.


"iya...memang saya tidak sendiri di Bali, saya bersama istri, kami sedang berbulan madu disini" seru Vano yang sontak membuat Mita dan Nabila sangat terkejut.


"apa? bapak sudah punya istri?" tanya Mita dengan rasa kecewa.


tiba-tiba


uhuk...uhuk...uhuk


Shesa terbatuk-batuk ketika minum setelah mendengar ucapan Vano.


"Shesa...kamu kenapa?" tanya Monic sembari mengusap punggungnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2