
Vano dan Shesa menghampiri Mario dan Monic yang kini sudah resmi menjadi suami istri, keduanya begitu bahagia, Mario tak pernah melepaskan sedetik pun genggaman nya dari tangan Monic.
"Kamu cantik yank, aku sudah tak sabar lagi" bisik Mario mesra membuat Monic tersipu malu.
"Maksudmu?" tanya Monic
"Malam ini adalah malam terindah untuk kita berdua" balas Mario.
"Indah apanya, malam ini kelihatan mendung, entar lagi juga hujan" ucap Monic sambil menunjuk kearah langit yang menghitam.
"Akan semakin indah, jika hujan turun mengiringi malam pengantin kita" Ucapan Mario membuat Monic semakin gugup dan panas dingin, Ia tidak percaya bahwa secepat ini dia menjadi seorang istri, Ia harus melewati malam panas yang bagi sebagian gadis yang baru menikah pasti akan merasa sakit.
Vano dan Shesa pun sudah berada di hadapan pengantin baru yang terlihat malu-malu.
"Selamat sekali lagi untuk kalian berdua, akhirnya Mario sudah mempunyai teman sehidup semati, aku dan istriku ingin memberikan sesuatu untuk kalian berdua, sebagai kado pernikahan kalian, terimalah" seru Vano sembari memberikan sebuah kunci kepada Mario dan Monic.
"Kunci apa ini tuan muda?" tanya Mario penasaran.
"Aku memberimu salah satu Villa ku yang berada di puncak, kalian bisa berbulan madu disana sepuas kalian" ucap Vano sembari tersenyum.
Mario dan Monic sangat bahagia mendapat hadiah istimewa dari Vano.
"Terimakasih pak Vano, Anda sudah baik sekali kepada kami" balas Monic terharu.
"Sudahlah Mon, kami akan senang sekali jika kamu dan Mario segera datang ke Villa itu, sumpah disana suasana nya dingin dan romantis banget, cocok untuk pasangan pengantin baru seperti kalian" sahut Shesa ikut tersenyum senang.
Tampak Monic tersipu malu, Ia nggak bisa bayangin hanya berdua saja dengan Mario di Villa yang dingin itu.
********
Sementara itu terlihat Laura hadir bersama Romi, mereka berdua terlihat sangat serasi sekali, sesekali Romi tersenyum kepada Laura, karena sebentar lagi, Laura akan akan menyusul Monic dan Mario.
Laura memeluk Monic penuh kebahagiaan, akhirnya seorang Monic yang tomboi jatuh ke dalam pelukan asisten pribadi CEO paling kaya dan paling berpengaruh seantero negeri Rayvanno Adiputra Perkasa.
"Selamat Monic, aku ikut bahagia melihat kamu menikah, semoga kalian selalu bahagia sampai kakek nenek, dan aku doakan semoga kalian berdua cepat menyusul Shesa punya baby yang lucu" ucap Laura senang.
__ADS_1
"makasih Laura, begitu juga dengan dirimu, semoga rencana pernikahan kalian di beri kemudahan hingga saatnya tiba" seru Monic.
"Eh ngomong-ngomong, kapan pernikahan kalian akan dilangsungkan?" tanya Monic.
"Kalau nggak ada halangan, minggu depan kami akan menikah" jawab Laura sembari menatap Romi yang juga tak sabar ingin segera bersanding di pelaminan.
******
Hingga akhirnya malam semakin larut, seluruh tamu undangan sudah mulai kembali ke rumah, begitupun dengan Vano dan Shesa, mereka sudah sampai di rumah.
Terlihat Baby Ray menyambut kedatangan mama dan papanya, tampak tangan baby Ray melambai -lambai seolah ia ingin digendong oleh mama dan papanya, kemudian Vano menggendong baby Ray dan memeluknya penuh kehangatan.
"Apa sayang, anak papa yang pintar, kamu minta apa hm?" seru Vano sambil mencium pipi putranya yang gemoy itu.
Tentu saja Baby Ray menyahuti Vano dengan ocehan-ocehannya yang menggemaskan, ditambah lagi tawa mungilnya yang diselingi dengan suara khas anak bayi.
Sementara Shesa sibuk melepaskan gaunnya, dan Vano masih menggendong baby mereka sembari berbicara kepadanya.
Tampak Shesa ikut tersenyum saat melihat Vano sangat dekat sekali dengan bayi mereka, perlahan Shesa melepaskan seluruh kain yang membalut tubuhnya, sesekali Vano melirik kearah istrinya, kalau saja ia tidak menggendong putra mereka, sudah pasti Vano melahab Shesa saat itu juga.
Vano tak berkedip saat istrinya berjalan menuju ke kamar mandi, tiba-tiba saja.
"Plaaakk"
Tangan gemoi baby Ray melayang pada pipi Vano, sontak itu membuat Vano terkejut, terlihat baby Ray tertawa terpingkal -pingkal setelah memukul pipi Vano.
"Hmm...kamu nakal ya" seru Vano sambil menggelitik putranya. tiba-tiba saja Vano mengatakan sesuatu kepada putranya.
"Hmm...Apa Ray mau punya adek?" seru Vano sembari tersenyum, entah kenapa baby Ray menjadi diam dan menatap Vano dengan serius.
"Ray...mau?" ucap Vano sekali lagi.
Tiba-tiba saja Baby Ray tersenyum, seolah-olah menyetujui perkataan papanya.
"Haaa...kamu setuju sayang, kalau begitu Ray sama bu Lasmi dulu ya, papa akan buatin adek baru untuk Ray, supaya Ray ada temannya, oke" seru Vano yang diiringi senyum lucu Baby Ray.
__ADS_1
Kemudian Vano membawa Ray kepada bu Lasmi untuk menjaganya.
Bu Lasmi saat itu tengah membereskan baju di kamar baby Ray, kemudian Vano datang dengan menggendong putranya.
"Bu Lasmi, apa bu Lasmi sibuk?" tanya Vano
"Oh...Tuan Muda, tidak...bibi hanya sedang memasukan baju-baju tuan muda Ray je dalam lemari, ada yang dapat saya bantu tuan?" ucap Bu Lasmi.
"Tolong ajak Ray sebentar, saya ada keperluan mendadak, apa bu Lasmi bisa?" kata Vano penuh harap.
"Tentu saja tuan muda, Bu Lasmi akan menjaga baby Ray dengan baik" jawab bu Lasmi sembari mengambil Ray dari dekapan Vano.
Setelah Bu Lasmi berhasil mengambil baby Ray dari Vano, kemudian Vano pamitan kepada putranya.
"Ray baik-baik saja ya bersama bu Lasmi, papa janji akan buatin adek untuk Ray secepatnya, daahh sayang...muach" bisik Vano kepada putra nya.
Bu Lasmi tampak ikut tersenyum dengan apa yang baru saja ia dengar, dengan segera Vano meninggalkan kamar baby Ray dan langsung datang ke kamarnya.
"Ray bersama Bu Lasmi saja ya, biarin mama dan papa berdua dulu, biar nanti Ray punya adik untuk teman bermain, ya!" ucap bu Lasmi ikut mendoakan agar Vano dan Shesa mempunyai anak lagi.
Sementara di dalam kamar mandi, Shesa sibuk membersihkan tubuhnya dengan membalurkan sabun ke seluruh permukaan kulitnya. Di iringi dengan nyanyi-nyanyian kecil, Shesa tak sadar jika suaminya sudah masuk ke dalam dan berdiri di belakangnya.
Dengan tatapan penuh gairah, dan senyum smirknya, Vano perlahan meraih tubuh istrinya yang masih tertutup oleh buih sabun, dengan lembut Vano turut membersihkan tubuh istrinya, dan tentu saja Shesa terkejut dengan adanya gerakan lain yang menyentuh tubuhnya.
Dengan reflek Shesa membalikkan badannya, terlihat wajah sang suami yang sudah siap tempur untuk melakukan perang gerilya bersama istrinya.
"Sayang, kok kamu disini? Ray mana?" tanya Shesa yang kini sudah berada pada dekapan suaminya.
"Ray bersama Bu Lasmi, katanya dia ingin punya adik lagi, kita bikin yuk" seru Vano dengan semangat, yang membuat Shesa menghela nafasnya dalam-dalam.
BERSAMBUNG
😁😁😁😁😁
...Ingat puasa😁....othor nggak bisa sedetail -detailnya untuk proses pembuatan adik Rayyan, kalian bisa lanjutkan sendiri ya! 😁🙏...
__ADS_1