Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
ikatan darah


__ADS_3

tiba-tiba muncul seorang gadis kecil dari dalam apartemen, ia memanggil Vera dengan sebutan mama.


"mama..." Friska berlari memeluk Vera.


seketika Exel terkejut dengan kehadiran gadis kecil yg berusia sekitar 2 tahunan itu, yang memanggil Vera dengan sebutan mama.


"sayang...Frisca ngapain keluar, ayo masuk kedalam gih" seru Vera membujuk putri kecilnya itu, bik Unah datang menyusul Frisca yg berlari memeluk mamanya.


" neng Frisca, ayo kita masuk, mama sedang ada tamu" bujuk bik Unah pada gadis yg imut itu, Vera menatap Exel yg masih tercengang pada gadis kecilnya.


Frisca menatap Exel, ia bersembunyi dibalik kaki Vera, sesekali ia menampakkan wajahnya yg masih polos itu, Exel melihat Frisca dengan penuh tanda tanya.


"hai...Frisca, kamu cantik sekali" Exel mencoba menggoda Frisca, entah kenapa Frisca tiba-tiba datang menghampiri Exel.


"om temennya mama ya?" tanya Frisca dengan wajah polosnya, dan Exelpun menunduk dihadapan gadis kecil itu.


"iya sayang, kenalin ini om Exel" seru Exel sembari tersenyum pada gadis yg sejatinya adalah anak kandungnya itu, Frisca tersenyum pada Exel.


"Frisca masuk dulu ya om" ucap gadis itu, lantas ia segera pergi bersama bik Unah masuk kedalam kamarnya.


Vera benar-benar tak menyangka Frisca bisa sedekat itu pada Exel, mungkin ini yg dinamakan ikatan darah itu memang sangat kental.


setelah Frisca masuk kedalam kamar, Exel menghampiri Vera yg masih berdiri dibalik pintu.


"dia anakmu? kau sudah menikah?" tanya Exel penasaran, karena dia tidak tahu siapa sebenarnya Frisca yang tak lain adalah putri kandungnya sendiri, karena Vera tak pernah bilang pada Exel kalau dia masih mempertahankan kandungannya.


"bukan urusanmu, lebih baik kamu pergi dari sini, sebelum aku memanggil satpam untuk menyeretmu keluar dari tempat ini" seru Vera dengan serius mengancam Exel.


Exel terus mendekati Vera.


"apa kau benar-benar sudah melupakan aku sayang?" Exel mencoba merayu Vera.

__ADS_1


"aku tahu, waktu itu aku masih sangat labil dalam mengambil keputusan, tapi aku sangat menyesal telah memperlakukanmu seperti itu" sambung Exel memcoba meyakinkan Vera.


Vera mulai teringat kembali kejadian 2 tahun silam yg merenggut kebahagiaannya, sejenak ia meneteskan air mata, betapa waktu itu adalah waktu yg paling buruk untuk dirinya, ditinggalkan oleh orang-orang terkasih, pergi jauh untuk mencari perlindungan untuk dirinya dan janin yg ia kandung, sungguh sesuatu yg tak bisa Vera lupakan begitu saja.


"kau tak perlu mengingatkan tentang kejadian itu, apa kau tahu bagaimana perasaanku waktu itu, begitu mudah kau menyuruhku menggugurkan kandunganku, sementara kau tahu, aku sangat membutuhkanmu, kedua orang tuaku akhirnya mengusirku dari rumah" Vera mulai tak bisa membendung airmatanya lagi.


Exel mendengarkan Vera dengan senyum sinisnya.


"hm...itu baru permulaan, karena sebentar lagi keluargamu akan benar-benar hancur, dan dendamku akan segera terbalaskan" gumam Exel dalam hatinya.


"i...iya...aku mengerti perasaanmu, tapi aku benar-benar menyesal sekarang" Exel terus menampakkan topeng simpatinya pada Vera.


tiba-tiba ponsel Exel berdering, lantas ia segera mengangkat telepon itu.


"halo....apa? itu tidak mungkin, aku tidak mau tahu, kamu harus mencari tahu siapa yang sudah berani merubah file-file itu, kau mengerti" Exel langsung menutup ponselnya dengan kesal, Vera sudah menduga, Exel pasti akan marah karena file-file itu Vera sendiri yg telah merubahnya.


Exel mengusap wajahnya kasar, lantas ia segera pergi dari apartemen Vera.


Exel keluar dari apartemen Vera, ia menatap terus pria yang sudah membuat hidupnya hancur itu, hingga Exel sudah menghilang dari pandangannya.


*******


Exel telah sampai di kantornya, lantas ia segera menemui partner kerjanya yg tak lain adalah Siska, guru bahasa inggris Shesa.


"kau sudah lama?" sapa Exel pada Siska yg telah menunggunya itu.


"tidak juga, ya...sekitar setengah jam" tukas Siska sambil memegang sebuah map yg berisi dokumen penting, Siska mulai membuka dokumen yg dibutuhkan Exel.


dan Exelpun menerima dan mulai membuka dokumen yang telah diberikan Siska kepadanya, Exel mulai membaca isi dokumen itu.


"kenapa kau ingin sekali menghancurkan Vano?" tanya Exel menyelidik.

__ADS_1


Siska mengingat kejadian itu saat ia tak dianggap penting oleh Vano, justru Vano lebih memilih Shesa, siswa yg sangat ia benci.


"dia sudah meremehkan aku, dia pikir aku tidak bisa membuatnya bertekuk lutut dihadapanku" jawab Siska sinis.


"hm...kau mencintai Vano?" tanya Exel penasaran.


"dia sudah menolakku, dia sudah mempermalukan aku, dia lebih memilih Shesa, gadis sialan itu, ketimbang mendengarkan aku" Siska benar-benar kesal pada Shesa.


"siapa...Shesa katamu?" Exel tiba-tiba terkejut saat Siska menyebut nama Shesa, karena yg ia tahu Shesa adalah gadis yg disukai Romi, adiknya sendiri.


"iya ...Shesa, sebenarnya aku males nyebutin namanya, dia sudah merebut perhatian Vano dari aku, gadis itu dari dulu memang sangat menyebalkan, entah kenapa semua guru di sekolah itu menyukainya, dia menjadi primadona di sekolah itu" sahut Shesa dengan nada kesal, Exel yang mendengar itu tertawa kecil saat Siska mengatakan hal yang membuatnya merasa bahwa Siska iri dengan popularitas Shesa yg gemilang.


"jadi...gadis itu telah membuat seorang ibu Siska Fernanda menjadi cemburu, hahaha...ini sangat lucu...sangaaattt lucu" Exel menertawakan Siska.


"kenapa kau malah menertawakan aku, kamu pikir ini lucu, aku akan membuat keduanya menyesal sudah menyakitiku seperti ini" sambung Siska dengan emosi yg menggebu-nggebu.


"baiklah...maaf, aku tidak bermaksud menertawakanmu, cuma aku yg tidak mengerti kenapa Shesa kau kait-kaitkan dengan Vano, dia gadis yg baik sepertinya" seru Exel.


"tentu saja, Vano tidak pernah bersikap kasar seperti waktu itu, tapi karena Shesa dia menjadi sangat kasar padaku, aku benci dia" seru Siska.


"oke...kita satu tujuan, yaitu menghancurkan Vano, tapi untuk Shesa aku tidak mau ikut campur, urus saja sendiri" ucap Exel pada Siska.


"kau tenang saja, yang terpenting adalah membuat Vano benar-benar bertekuk lutut dihadapanku" seru Siska sembari menatap tajam pada Vano.


Exel dan Siska bekerja sama untuk meghancurkan Vano, Siska datang ke kantor Exel untuk membuat kesepakatan dan menyerahkan dokumen penting yg berhubungan dengan yayasan yg dikelola Vano dan keluarga besarnya.


Siska mengetahui bahwa Exel telah memutuskan kerjasamanya dengan Vano, setelah video yg memperlihatkan antara Vano dan Exel, dimana dalam video itu Exel dihajar habis-habisan oleh Vano, sekarang mulai beredar di jagat maya.


BERSAMBUNG


❤❤❤❤

__ADS_1


DUKUNG TERUS YA READERS SETIAKU 😘😘😘


__ADS_2