Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
persahabatan cukup sampai disini


__ADS_3

"ah...pokoknya aku udah nggak percaya lagi sama Shesa, persahabatan kita dengan Shesa cukup sampai disini saja" seru Mita yang sangat kecewa atas apa yang dilakukan Shesa.


"Mita...kamu kok gitu sih, Shesa tetap sahabat kita" sahut Monic sembari menghadang langkah Mita yang hendak beranjak naik ke kasur.


"kamu boleh menganggapnya sahabat, tapi aku dan Nabila tidak akan pernah menganggapnya sahabat lagi...titik" ucap Mita yang diikuti Nabila disampingnya, mereka berdua meninggalkan Monic yang masih berdiri disana.


Monic memijit kepalanya dan berusaha untuk tenang, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa, disini Mita dan Nabila menganggap Shesa telah menjadi sugar baby om om, sedangkan disisi lain Shesa tidak membolehkan Monic menceritakan tentang rahasia pernikahannya dengan Vano kepada siapapun, termasuk Mita dan Nabila.


"ya Tuhan, kenapa bisa jadi begini" seru Monic bingung harus melakukan apa, sejenak ia mempunyai ide untuk menghubungi Shesa di Surabaya, namun ia sadar Shesa pasti belum sampai di rumahnya, pasti Shesa masih dalam pesawat, Monic memutuskan menunggu beberapa menit untuk menghubungi Shesa.


*****


setelah sekitar satu jam kurang Shesa menempuh perjalanan Bali Surabaya, akhirnya ia tiba di bandara Internasional Juanda Surabaya. Mario sudah siap menjemput Vano dan Shesa dari bandara.


setibanya di luar Mario mengucapkan salam pada Vano dan Shesa.


"selamat datang tuan muda dan nona muda, silahkan masuk" seru Mario pada keduanya sembari membukakan pintu mobil.


"bagaimana keadaan disini?" tanya Vano pada Mario.


"semuanya baik-baik saja tuan muda, ya seperti apa yang saya bilang kemarin, ada sedikit masalah, miss Liu ingin bertemu dengan anda nanti malam" ucapan Mario membuat Shesa terkejut, kenapa Mario juga mengetahui tentang miss Liu.


"kok Mario tahu tentang miss Liu, siapa sebenarnya wanita itu?" gumam Shesa dalam hati, dirinya masih bertanya-tanya ada hubungan apa antara Vano dan miss Liu, kemudian Mario segera melajukan kendaraannya, dan sekarang mereka bertiga dalam perjalanan menuju rumah mewah Vano yang terletak di kawasan elite.


setelah menempuh sekitar satu jam, Vano dan Shesa telah sampai di kediamannya yang megah dan mewah.




Vano turun dari mobil, lantas diikuti Shesa sembari menggandeng tangan Vano dengan mesra, terlihat nenek menyambut kedatangan mereka berdua.


"Vano...cucuku, bagaimana keadaanmu sayang" ucap nenek sembari memeluk Vano.


"baik nek, nenek sendiri bagaimana, sehatkan?" Vano balik bertanya pada nenek.

__ADS_1


"tentu saja nenek baik-baik saja, nenek kangen sekali pada kalian berdua" ucap nenek sambil memeluk keduanya.


"oh...iya ..kenapa kalian pulang lebih awal? bukanny masih ada waktu 3 hari disana?" ucap nenek.


"iya nek, Vano ada keperluan penting sekali, Vano tidak bisa menunda dan mewakilan ini pada siapapun, termasuk pada sektetaris Jimmy" tandas Vano yang membuat Shesa semakin curiga.


"baiklah, kalian berdua masuk dan beristirahatlah, nenek akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan siang buat kalian" seru nenek.


"iya nek" jawab keduanya dengan kompak.


*******


didalam kamar


Shesa merebahkan tubuhnya yang merasa lelah setelah perjalanan di dalam pesawat tadi, sedangkan Vano disibukkan dengan ponselnya, ia berbicara pada seseorang lewat ponselnya, tak sengaja Shesa mendengar miss Liu disebut Vano berulang-ulang, sontak Shesa memberanikan dirinya untuk bertanya pada Vano.


setelah Vano menutup ponselnya, Shesa langsung menghampirinya dan bertanya tentang siapa miss Liu sebenarnya.


"sayang, boleh aku menanyakan sesuatu padamu?" seru Shesa dengan tatapan yang serius.


"siapa miss Liu? kenapa dia ingin bertemu denganmu malam ini?" tanya Shesa penasaran, kali ini Vano belum bisa mengatakan hal yang sebenarnya tentang jati diri miss Liu.


mendengar hal itu dari bibir suaminya, Shesa langsung melepas genggaman tangan Vano dari dirinya, sehingga membuat Vano terkejut.


"kenapa ?" tanya Vano penasaran, tiba-tiba saja Shesa bertingkah seperti itu.


"tidak ...tidak ada, sebaiknya kita makan siang dulu, nenek pasti sudah menunggu di bawah." ajak Shesa pada suaminya.


"tidak, aku tidak bisa, aku harus segera ke kantor sekarang juga, sekretaris Jimmy sudah menungguku" jawab Vano menolak.


"kita baru pulang sayang, masa kamu harus pergi ke kantor sekarang juga?" sahut Shesa sedikit kesal.


"beberapa hari ini banyak pekerjaan yang sudah aku tinggalkan, aku harus segera ke kantor untuk memeriksa semuanya ,aku harap kamu bisa mengerti...hm" ucap Vano sembari mengecup lembut kening Shesa, kemudian ia segera pergi ke kantor, Shesa memperhatikan langkah Vano yang keluar dari kamar mereka, hingga akhirnya Vano lenyap dari pandangan Shesa.


"baru tadi pagi janji nggak bakal ada rahasia-rahasiaan, tapi nyatanya tetep aja bohong" umpat Shesa kesal, Shesa duduk di atas ranjang tidurnya, ia mendapati ponselnya berdering, lantas Shesa mengangkat telepon itu .

__ADS_1


"Monic" nama Monic tertera di layar ponselnya.


"iya...ada apa Mon?" tanya Shesa sembari merebahkan tubuhnya bersandar di ranjang tidurnya.


"Shesa...ini gawat!" jawab Monic gugup.


"gawat?...apanya yang gawat?" seru Shesa penasaran.


"tadi siang kita ketemu om kamu di pantai Sanur, iya om Wisnu" jawab Monic.


"apa? kalian ketemu om Wisnu? terus...?" seru Shesa semakin penasaran


"Mita dan Nabila menanyakan dirimu kepada om Wisnu" sambung Monic.


"om Wisnu bilang apa?" seru Shesa semakin cemas.


"ya tentu saja dia bilang, belum ketemu kamu sama sekali, dan parahnya lagi, om Wisnu bilang bahwa dia nggak nyewa kamar VIP itu" ungkap Monic dengan sangat menyesal.


"aduhhh...kok bisa kayak gini sih ceritanya, pasti mereka sekarang berpikiran macam-macam tentang aku" seru Shesa sembari memegang kepalanya yang mulai pusing.


"Mita sama Nabila sepertinya kecewa sama kamu Sha, mereka kira kamu jadi simpanan om om gitu" imbuh Monic.


"hah...simpanan om om, hah...ya ampun, kenapa bisa sampai kayak gini sih?" ucap Shesa dengan sedih.


"maafkan aku Sha, kali ini aku tidak bisa membantumu" sahut Monic.


"nggak papa, aku mengerti posisimu" ucap Shesa.


"gimana kalau aku jujur saja sama mereka berdua?" seru Mita yang ingin mengatakan hal yang sebenarnya pada Mita dan Nabila, bahwa Shesa sudah menikah dengan Vano.


"jangan jangan, plis jangah katakan apa-apa pada mereka, biar aku sendiri yang menangani mereka berdua" ucap Shesa.


"kamu yakin bisa sendiri? ini masalah yang gawat banget loh Sha, Mita dan Nabila sudah menganggap kamu telah mengecewakan mereka berdua, aku takut saat masuk sekolah nanti, mereka akan acuh terhadapmu" jelas Monic yang mengkhawatirkan tentang keadaan Shesa nantinya bila bertemu dengan Mita dan Nabila.


"nggak papa, aku yakin aku pasti bisa menghadapi mereka nanti, kamu tidak perlu khawatir Mon, kamu sudah merahasiakan pernikahanku saja, aku sudah sangat berterimakasih sekali kepadamu" ucap Shesa yang bangga atas sikap Monic yang sangat pandai menjaga rahasia pernikahannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


💖💖💖💖


__ADS_2