PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Prolog


__ADS_3

"Jangan pisahkan aku dan adikku.... aku akan lakukan apa pun yang kamu mau, tapi kumohon jangan pisahkan aku dengan adikku," ucap gadis 24 tahun dengan tangis dibawah kaki seorang wanita konglemerat.


Gadis itu berucap dengan jeritan tangisan, pada seorang wanita itu, yang sedang tertawa didepanya. Wanita itu mengenakan dres bermerek kulit harimau dengan berbulu domba tebal dilehernya, menggenakan sepatu haihils hitam tinggi, bibir merah marwan tebal dibibirnya.


Tatapan yang sangat tajam tertuju pada gadis muda yang saat ini berlutut dibawah kakinya. tawanya yang menakutkan memenuhi ruang rumah yang besar dan dikelilingi oleh anak buahnya dimana-mana.


"Cup-cup gadis cantik...aku tidak akan memisahkan kamu dengan adikmu, namun aku ingin mengobati adikmu," ucap wanita itu. Wanita itu berucap sambil mengelus-elus lembut rambut gadis itu dengan senyuman miring dibibirnya.


"Aku bisa mengobati adikku...jika itu alasanmu ingin membawa adikku...," ucapan gadis itu, sontak langsung dicela dengan suara tawa lagi dan lagi dari wanita berbulu domba itu.


"Hahhahaaa... apa kamu pikir kamu bisa menyembuhkan Karin?" Semua aset kekayaan orang tuamu sudah 80% mengatas nama aku."


"Bagaimana mungkin kamu bilang bisa menyembuhkan adikmu...ingat jika satu kata dariku maka...," menghentikan suaranya.


Ucapan wanita itu terhenti saat dirinya kembali membungkukan tubuhnya ke bawah. dan ia pun langsung menjambak kasar rambut panjang gadis dihadapanya itu dengan satu tanganya, lalu tanganya yang satu membelai lembut pipi kiri dan kanan gadis muda itu dengan jari-jarinya mengelus lembut kulit pipi gadis itu, senyuman miring terukir dari bibirnya dan tatapan yang sangat menakutkan ia lontarkan pada gadis muda itu sambil mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu dengan berbisik pelan,


"Jika satu kata dariku, adik kesayanganmu itu akan mati seperti kedua orang tuamu...hahahahahaa... dasar gadis bagong...."


Wanita itu membanting keras rambut gadis muda itu hingga membuat wajah cantiknya


terbentur keras dibawah lantai, akibat benturan itu dahi yang mulus dan hidung mancungnya terluka. Wanita berbulu domba itu kembali melangkah sambil memutar kursi roda dimana itu adik dari gadis muda yang menatap dengan air mata, gadis itu kembali menangis meminta agar adik kandungnya jangan dipisahkan dengan dirinya.

__ADS_1


"Bibi....aku mohon...jangan pisahkan aku dengan Karin...aku sudah kehilangan Ayah dan Bunda, cuma Karin yang aku miliki..."


"Diammm...!" jerit perempua konglemerat.


"Aku sudah bilang aku tidak memisahkan dia darimu.... tapi aku membantumu, pengawal bawa Karin ke dalam mobil !"


sahut wanita itu dengan nada tegas pada gadis yang menangis keras dibawah kakinya sambil memberi perintah pada para pengawalnya untuk membawa Karin atau gadis lumpuh yang sedang pingsan di kursi roda ke dalam mobil mewahnya.


"Karinn...!" jerit gadis itu lagi.


"Aku akan lakukan apa pun yang bibi mau asalkan jangan pisahkan aku dengan adikku."


"Aku mohon bibi," memohon penuh air mata sambil mengatup kedua tanganya dengan air mata membasahi kedua pipinya dan jari-jemarinya.


"Ya Bi. Akan aku lakukan apa pun itu asal jangan pisahkan aku dengan Karin."


"Cuma satu yang aku mau darimu. Jadilah istri dari Bianco Bridges. Jika kamu lakukan itu maka aku akan pertimbangkan soal Karin padamu."


"Apa? Tapi Bi?"


"Kita sudah bicarakan hal ini sebelumnya, kamu masuklah ke dalam keluarga Bridges, untuk misi balas dendam yang sudah aku beritahu kamu."

__ADS_1


"kamu hanya perlu memberi informasi soal keluarga Bridges sisanya biar aku dan anak buahku yang mengurusnya."


"Jika kamu menerimanya maka aku tidak akan menyakiti adikmu dan memisahkan dirinya darimu, lagian bukankah kamu menyukai Bianco saat kamu mau o denganya waktu kedua orang tuamu masih ada?" jawab wanita konglemerat itu sambil tersenyum licik.


Gadis itu terdiam saat mengetahui syarat dari bibinya, yah memang apa yg diucapkan bibinya itu semuanya benar. Sebelumnya bibinya sudah meminta agar gadis itu menjalankan rencana jahatnya pada Keluarga Bridges, Bridges adalah keluarga kaya raya no satu dikota kinglemerat, Bridges atau marga dari Miguel Bridges Tavares merupakan sahabat dari Ayah gadis itu yang bernama Brandon Chandi.


Gadis mudah itu bernama Kira Chandi dan adiknya bernama Karin Chandi. Kelurga merwka juga tidak kalah kaya dengan keluarga Miguel Bridges namun sejak kepergian kedua orang tua mereka, semua aset warisan kekayaan kedua orang tuanya di kuasai oleh Bibinya yang bernama Jessy Chandi.


Jessy adalah wanita iblis yang tidak memiliki hati nurani, Jessy juga adalah bos dari semua pembunuh berantai di seluruh kota Konglemerat. Kota konglemarat adalah kota yang hanya ditinggali keluarga-kelurga kaya raya,


walau pun ada yang tidak kaya namun memang kota itu sudah dari dulu dicap dengan nama kota Konglomerat karena kehidupan orang-orang di kota itu selalu mengikuti tren fashion, kehidupan yang sesuai perubahan Zaman.bJessy juga merupak wanita simpanan para pengusaha sekaligus wanita pelakor dalam keluarga kaya raya.


Kira adalah gadis cantik berusia 24 tahun dia memiliki saudara yang bernama Karin mereka berpaut usia cuma dua tahun. Karin memiliki penyakit cacat sejak kedua orang tuanya meninggal dalam tahun yang sama namun bulan yang berbeda. Kedua orang tua mereka meninggal waktu masih remaja dimana Kira berusia 14 tahun dan Karin 12 tahun.


Keduanya memang hidup dalam kemewahan setelah kedua orang tuanya pergi, namun Kira tahu bahwa Bibinya hanya memanfaatkan ia dan adiknya demi misi balas dendamnya pada Bridges. Bridges dan Jessy adalah pasangan kekasih, karena keluarga Beidges tidak menyetujui hubungan mereka dan memaksakan Miguel Bridges atau Ayah Bianco untuk menikah dengan Reka Kachi seorang wanita cantik, dari keluarga terhormat dan kaya raya.


Karena hal itulah Jessy ingin membalaskan dendamnya sejak 10 tahun terakhir namun selalu gagal. Karena dendam yang begitu dalam pada Reka dan Miguel, Jessy rela memanfaatkan dan menghancurkan keluarga kakanya demi tujuan balas dendamnya.


Kira yang mengingat kembali kekacauan yang dilakukan Jessy pada keluarganya hingga membuat adiknya mengalami cacat fisik sejak kepergian kedua orang tua mereka dan semua itu terjadi karena Jessy, yang merupakab adik kandung dari ayah Kira, Jessy Brandon Chandi.


Waktu Kira berusia delapan tahun, memang sempat Kira dijodohkan oleh kedua orangnya dengan Bianco, namun semuanya batal saat Bianco yang mau bersekolah di Amerika mengikuti ayahnya dan Ibunya yang juga mengelola perusahaan di Amerika.

__ADS_1


Kira menyukai Bianco sejak usinya tujuh tahun, sedangkan Bianco tidak memiliki perasaan apa-apa pada Kira, Bianco dengan Kira bersahabat sejak kecil tapi mereka tidak sedekat anak-anak yang lain. Kira dan Bianco berpaut usia lima tahun, Bianco berusia 29 tahun untuk sekarang dan Kira berusia 24 tahun. Kini Bianco tumbuh besar di Amarika Serikat.


Bersambung....


__ADS_2