
"Apa kamu bahagia...?" Tanya Bianco yang kini berduan dengan istrinya di kamar setelah acara perayaan ulang tahun Kira yang sudah selesai.
Bianco bertanya pada Kira saat keduanya duduk baring di tempat tidur dengan posisi tidur kepala Kira di atas tumpuan tangan Bianco yang sedang memeluk Kira dan kepala Kira yang sedikit didekatkan pada dada Bianco.
"Aku sangat bahagia. Karena ini pertama kali perayaan ulang tahun aku setelah menikah dengan kamu," ucap Kira tersenyum bahagia sambil menatap mata Bianco yang juga menatapnya.
"Apa kamu juga sudah membuka kado yang aku berikan?" Tanya Bianco lagi menatap Kira dengan penuh penasaran.
Kira yang mendengar ucapan suaminya hanya mengukir senyum sambil menatap Bianco dengan sangat dalam. Lalu ia mengangkat kepalanya sediki ke atas agar bisa mendaratkan satu kecupan manis di kepala Bianco. Pria yang di merasa ada sesuatu hangat di puncak kepalanya sambil mengukir senyuman dalam lalu ia membawa tubuh Kira ke dalam pelukanya.
Setelah memeluk Kira dengan erat Bianco pun kembali mengungakpkan sesuatu di tengah-tengah keromantisan antara dia dan istrinya itu.
"Sayang kamu tahu sebenarnya aku sangat mencintai kamu. Kamu adalah kebahagian aku dan kehidupan aku. Jadi aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu padamu tentang semua rahasia aku," papar Bianco masih memeluk erat tubuh istrinya.
"Apa maksudmu sayang? Aku kurang paham," pinta Kira melepaskan pelukannya dari tubuh Bianco dan menatap suaminya itu dengan mengerutkan dahinya.
Bianco yang mendengar ucapan Kira menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia menatap Kira dengan sangat dalam kedua tanganya menyentuh wajah Kira dengan tatapan dalamnya.
"Tapi kamu harus berjanji dulu sama aku. Setelah aku memberitahu semuanya kamu tidak boleh marah atau pun membohongi aku. Kita adalah suami istri jadi segala rahasia di antara kita berdua tidak boleh ada yang disembunyikan satu sama lain," ucap Bianco.
Bianco berucap sambil menatap serius Kira. Sedang istrinya hanya mengangukan kepala sambil memasang ekspresi wajah penasaranya.
__ADS_1
"Yang pertama ada sebuah kejangalan dalam diriku saat pertama kali kita malam pertama, dimana saat itu aku mengungkapkan perasaan aku yang sebenarnya padamu."
"Aku hanya ingin bertanya dan tolong kamu jawab aku dengan sangat jujur. Aku sudah iklas menerima kamu apa adanya masa lalu kamu adalah masa lalu namun aku hanya ingin mengetahuinya saja," beber Bianco menatap dalam Kira.
"Ok. Baiklah akan aku jawab dengan sejujurnya sama kamu sayang," jawab Kira menatap Bianco.
Bianco kembali menarik nafasnya lalu ia berpikir sebentar sambil memposisikan tidurnya dengan posisi yang nyaman sambil menghadap tubuhnya pada Kira yang juga sedang menatapnya.
Inilah saatnya Bianco kamu harus tanyakan yang sebenarnya pada Kira. Agar tidak ada kejangalan dalam hubungan kalian berdua ke depannya ini demi menjaga hubungan aku dan kamu Kira, gumam Bianco masih dengan dunianya sendiri.
"Sebelum menikah dengan aku siapa orang yang merebut mahkotamu?" Tanya Bianco langsung pada inti masalahnya.
Kira membulatkan kedua matanya menatap Bianco dengan bingung. Lalu ia pun menyadari dan paham akan maksud Bianco. Bahws dia tahu apa yang sebenarnya dimaksud oleh suaminya. Bayang-bayang masa lalu Kira kembali berputar di pikiranya ia tidak tahu harus mengatakan apa. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa ia kehilangan mahkotanya untuk kesembuhan adiknya sedangkan yang Bianco tahu bahwa Kira anak tunggal.
Bagaimana ini? Tidak mungkin aku mengatakan yang sejujurnya pada Bianco bahwa aku melakukan hal itu untuk kesembuhan Karin sedangkan yang dia tahu bahwa aku adalah anak tunggal, ayo Kira cari alasan yang tepat, batin Kira.
Setelah berpikir lama akhirnya Kira punk menarik nafasnya dalam-dalam. Gadis itu pun mulai mengatakan yang sebenarnya pada Bianco yang sedang menatapnya dengan sangat dalam.
"Aku minta maaf karena belum mengatakan yang sejujurnya padamu. Aku kehilangan itu semua waktu aku smp dan aku dinodai oleh teman kelas aku sendiri...hiks," tangis Kira yang tulus namun menyesal karena membohongi Bianco.
Pada hal sebenarnya ia kehilangan mahkotanya karena ia yang mengorbankanya untuk pengobatan mata Karin.
__ADS_1
Maafkan aku membohongimu. Aku akan jujur setelah semua misi balas dendam aku berakhir walau aku harus menerima pahitnya hidup bahwa kamu pasti akan membenci aku, batin Kira saat menangis sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
Bianco yang mendengar ucapan Kira meremas jari jemarinya dengan sangat kuat sambil menarik nafasna dalam-dalam. Lalu ia mengontrol emosinya untuk tidak terlihat marah di hadapan istrinya. Bianco menarik tubuh Kira untuk dipeluk dengan erat. Kira pun menumpahkan semua tangisanya di pelukan Bianco. dan setelah beberapa detik mereka saling memeluk satu sama lain. Pria itu melepaskan pelukanya pada Kira lalu ia menatap Kira dengan sangat dalam.
"Hei mengapa kamu meminta maaf. Aku memahami itu dan yang paling terpenting adalah aku mencintaimu. Karena cinta itulah yang membuat aku bahagia," ucap Bianco saat ia yang memegang wajah Kira dengan kedua tanganya tepat di pipi istrinya itu.
Kira yang mendengar ucapan Bianco menumpahkan tangisnya sambil memeluk erat suaminya yang ada disampingnya itu.
****
Di sisi lain Reka telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah bersusah payah untuk melawan karbon monoksida yang dihirupnya. Sedangkan diluar Sherli yang selesai bercakap dengan ayahnya akhirnya menemui seseorang yang serba hitam secara rahasia di balakon rahasia belakang yang kebetulan cctvnya sedang rusak.
Dan Reka meninggal dalam tragedi mengenaskan di rumahnya sendiri yang bunuh oleh asisten rumah tangganya sendiri yaitu Sherli.
"Pastikan semuanya berjalan sesuai rencana kita. Dan kamu harus berhati-hati dalam melakukan misi ini jangan sampai jejak yang salah menimbulkan rencana kita gagal total. jika itu terjadi maka kamu tahu sendiri akibatnya," ucap manusia serba hitam itu saat mengobrol dengan Sherli di balkon belakang.
"Semuanya sudah berjalan sesuai dengan misi kita. Dan aku pastikan dia sekarang sudah tidak beryawa di dalam kamar itu. Karena waktu untuk menghirup asap karbonmonoksida itu sudab lewat." Tersenyum bahagia saat merima sesuap amplop coklat yang tebal dari orang serba hitam itu.
"Bagus. Tinggal kamu jalankan rencana akhir kita menjebak nona muda rumah ini apa kamu siap?" Tanya orang misterius itu pada Sherli.
"Tentu saja aku siap. Aku akan jalankan sesuai yang sudah disepakati bersama," pinta Sherli tersenyum bahagia. lalu ia pun melangkah pergi meningalkan manusia misterius itu.
__ADS_1
Inilah awala kehancuranmu kakak. Malam ulang tahunmu menjadi sejarah dalam malam kematian mertuamu sendiri. Aku akan pastikan kamu membusuk di penjara Sakira Bripo, batin Karin orang misterius yang tadi mengobrol dengan Sherli.
Bersambung.