PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Aku Sangat Merindukamu


__ADS_3

Follow Ig: @Sildadelita99.


Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...


kalian baca jam berapa? asal dari mana?


me: Kupang NTT.


Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏


***Yuk saling tanya umur, kalian berapa usianya?


komen spam kasih banyak dong biar aku semangat nulisnya


Satu kata untuk Bianco?


satu kata untuk Kira?


satu kata untuk Kevin?


satu kata untuk Saskia?


satu kata untuk Karin?


Silakan tinggalkan enek-enek tentang


cerita ini tanggapan kalian dong?


Oh ya Menurut kalian cerita ini mau diapakan happy ending?


atau Sad Ending??


Spam kasih banyak ya...


Happy Reading Guys...

__ADS_1


****


Setelah menenangkan Saskia kini Bianco bersama dengan Saskia tidur di kamar walau mereka tidak melakukan apa-apa namun tetap saja Saskia berusaha terus menerus menggoda Bianco, hingga akhirnya Bianco menatap mata Saskia dan gadis itu ikut menatap balik Bianco dengan senyuman. Lalu Saskia mengangkat kepalanya memberi satu kecupan mendarat di bibir Bianco.


Hal itu berhasil membuat Bianco terpancing Bianco menidih tubuh Saskia dibawah dan Bianco di atas tubuh Saskia. Ia mulai mencium bibir Saskia yang semakin dalam, Saskia membalas ciuman Bianco dengan membuka mulutnya agar lidah Bianco masuk untuk bermain di dalam sana, semakin lama ciuman mereka semakin panas Kedua tangan Saskia kini merangkul leher Bianco.


Saat Saskia mulai membuka kancing baju Bianco satu persatu, tiba-tiba Bianco menghentikan ciumanya pada Saskia.


"Kenapa kamu menghentikannya?" tanya Saskia kecewa.


"Maaf. Maaf', kan aku."


"Mengapa minta maaf, aku sudah iklas jika kita melakukanya," ucap Saskia kembali menggoda Bianco.


"Saskia hentikan. Aku tidak bisa melakukanya, aku akan melakukanya jika kita sudah berstatus suami dan istri, Aku tidak mau menjadikanmu sama seperti wanita malam di luar sana."


"Mengapa kamu berbeda bebera hari ini? Apa kamu benar-benar menyukai Kira?"


"Ini bukan masalah suka Saskia. Aku tidak ingin mensamakan kamu dengan gadis-gadis di luar sana yang hanya aku jadikan sebagai pelampiasan. Mengertilah," seru Bianco.


Bianco hanya diam sambil mengelus lembut rambut Saskia namun, hati dan pikiran Bianco saat ini penuh rasa bersalah pada Kira, saat berciuman tadi di pikiran Bianco hanya tentang Kira ia berpikir bahwa yang ia ciumi tadi adalah Kira namun, saat tersadar bahwa itu adalah Saskia, Bianco segera melepaskan ciuman itu dengan hati bersalah.


Mengapa aku seperti ini? Mengapa bayang-bayang Kira selalu ada di pikiranku? Ada apa dengan diriku? bisik Bianco.


Bianco berbisik sambil menatap Saskia yang sudah tertidur lelap di depanya. Bianco membalikkan tubuhnya menatap plafon kamar dengan banyak pikiran, lalu ia bangun menatap Saskia yang sudah tertidur di sampingnya. Bianco turun secara pelan-pelan dari kamar agar tidak membangunkan Saskia.


Pria tampan dan tinggi itu ke luar ke Balkon kamar sambil menatap keindahan kota konglemerat di bawah sana. Entah mengapa hati Bianco sangat merindukan Kira ia mengambil ponselnya untuk mengecek cctv rumah setidaknya ia hanya ingin memastikan Kira baik-baik saja walau hanya lewat layar hp.


Saat membuka cctv rumah Bianco memastikan bahwa semua baik-baik saja ia melihat Kira yang mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti biasanya. Namun tanganya terhenti dan tatapan matanya sangat serius dan tidak berkedip saat ia melihat cctv ruang makan di mana itu Kira yang sedang menangis di sana.


Bianco menatap layar hpnya dengan mata yang berkaca-kaca entah mengapa hati Bianco sangat sakit melihat Kira yang menangis di sana.


Maaf... maafkan aku, aku merindukamu Kira sangat merindukanmu, gumam Bianco yang mematikan layar ponselnya menundukan kepalnya dengan banyak pikiran.


Aku bisa membunuh semua wanita yang dulu kamu tiduri dan jika Kira adalah alasan dibalik kamu menolak berhubungan denganku maka aku akan memusnahkan Kira sama seperti yang lain, batin Saskia.

__ADS_1


Saskia bergumam sambil membuka kedua matanya menatap ke balkon kamar dimana itu Bianco yang sedang menudukan kepala ke bawah dengan membelakangi dirinya.


Saskia adalah wanita yang membuat Bianco tidak berhubungan badan lagi dengan para wanita di klub malam. Sebenarnya dulu Bianco adalah pria yang playboy dan nakal, dulu Bianco selalu menyewa satu wanita untuk ia tiduri jika ia sedang merasa kesal.


Namun Saskia tidak tahu bahwa semua itu tidak benar Bianco memang menyewa wanita- wanita penghibur itu namun tidak pernah ia berhubungan badan dengan mereka walau pernah Bianco melakukan sekali dengan salah satu wanita di mana wanita itu masih suci.


Pagi subuh yang dingin dengan suhu udara yang sangat dingin parkiran lobi sudah berbaris rapi beberapa bodyguard di depan mobil mewah hitam yang ada di parkiran lobi. Mereka adalah para pengawal Bianco yang diperintah langsung oleh Bianco untuk menjemputnya pagi buta di Apertemen Saskia.


Ya Bianco bangun lebih pagi untuk pulang semua itu ia lakukan karena Kira. Semalam Bianco tidak bisa tidur sampai pagi. Pria itu banyak pikiran setelah melihat Kira yang menangis di meja makan. Di tambah lagi Bianco kwatir dengan keadaan Reka walau pak Sud dan dokter pribadi yang merawat Reka mengatakan bahwa kondisi Reka lebih baik dibandingkan sebelumnya.


Tapi tetap saja Bianco sangat kwatir dengan keadaan dua wanita yang mungkin salah salah satunya adalah teman hidupnya.


Bianco yang keluar dari lift dimana pintu lift berhadapan dengan mobil mewah dan para pengawal yang ingin menjemputnya.


Semua pengawal menundukkan kepala mereka sedikit ke bawah sebagai rasa hormat pada Bianco sebagai bos mereka.


Bianco masuk ke dalam mobil untuk duduk di kursi mobil lalu pintu segera tertutup otomatis, dan para pengawal kembali masuk dan duduk di dalam mobil pengawal untuk siap mengkawal bing bos mereka pergi. Saskia tidak bisa ikut bersama karena ia beralasan bahwa nanti akan ada yang curigai Bianco pada hal yang sebenarnya Saskia ingin menemui Kevin yang sebentar lagi akan datang ke apertemennya.


"Avim. Batalin semua jadwalku hari ini! Aku hari ini tidak bisa ke Kantor karena ada urusan penting di rumah. Kamu sama Kevin tolong handalin semua pekerjaan kantor sebisa mungkin," ucap Bianco saat bertelponan dengan Avim di ponselnya.


"Baiklah tuan muda."


Jawab Avim dan mematikan telpon di sana.


Selama 20 menit akhirnya Bianco tiba juga di rumah. Karena masih sangat pagi, jadi Kira belum bangun tidur. Gadis itu sedang ketiduran di kamar begitu juga dengan Reka yang belum bangun tidur. Bianco sengaja meminta supir untuk tidak menyalakan klakson mobil.


Pak Sud dan semua pelayan sudah siap di depan pintu utama dengan berbaris rapi seperti biasanya. Setelah mencuci tangan dan mengeringkan tanganya di handuk dari baskom berisi air yang dipegang oleh pelayan rumah. Bianco langsung berlari secepat mungkin menaiki anakan tangga satu per satu menuju kamar.


Saat ia sampai di depan pintu kamar Bianco membuka pintu kamarnya secara pelan-pelan lalu ia kembali menutupnya saat sudah di dalam kamar. Bianco yang melihat Kira sedang tertidur lelap di kamarnya dengan membelakangi dirinya ia mengukir senyumnya menatap wajah Kira.


Bianco melepaskan sepatu dan kaos kakinya di simpan di bawah kasur dengan rapi lalu pria itu langsung naik ke kamarnya untuk tidur disamping Kira, kedua tangan Bianco melingkar di pinggang Kira yang membelakangi dirinya dengan sangat erat dan memberi kecupan hangat di puncak kepala Kira.


Aku sangat merindukanmu, bisik Bianco saat memeluk Kira dari belakang dengan posisi tidurnya.


Bersambung.

__ADS_1


Terimakasi sudah membaca ceria pertma aku.


__ADS_2