
Follow Ig: @Sildadelita99.
Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...
kalian baca jam berapa? asal dari mana?
me: Kupang NTT.
Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏
***Yuk saling tanya umur, kalian berapa usianya?
komen spam kasih banyak dong biar aku semangat nulisnya
Satu kata untuk Bianco?
Silakan tinggalkan enek-enek tentang
cerita ini tanggapan kalian dong?
Oh ya Menurut kalian cerita ini mau
diapakan happy ending?
atau Sad Ending??
Spam komen dong🥺🤧 kasih banyak ya...
Happy Reading Guys...
atau Sad Ending??
Spam komen dong🥺🤧 kasih banyak ya...
Happy Reading Guys...
"Itu dia tuan muda Bridges datang," ucap salah satu wartawan saat melihat Bianco yang baru turun dari mobil.
__ADS_1
Mendengar ucapan wartawan itu para media wartawan yang lain semua berame-rame pergi ke arah Bainco yang saat itu turun dari mobil dan mulai melangkah ke perusahaannya. Para bodyguard Bianco mulai menahan para kru rombongan media itu untuk tidak menghalangi jalan Bianco.
"Tuan Bridges ini adalah kasus bunuh diri pertama di kantor pusat perusahaan tuan bagaimana tanggapan anda tuan mengenai hali ini?"
"Menurut anda apakah ini sama dengan motif pembunuhan Yzd?" seru wartawan yang satu lagi.
"Kami membutuhkan pendapatmu tuan bridges?" Tambah yang lain.
"Aku akan menjawab semua pertanyaan kalian. Terimakasih tapi untuk saat ini aku belum ada waktu."
Bianco menjawab pertanyaan-pertanyaan para wartawa itu dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan padanya. Lalu Bianco meminta kepada para bodyguardnya untuk menghentikan para wartawan itu sebelum masalah semakin lebar.
Di sisi lain Avim dan Kevin sedang sibuk dengan para polisi yang saat itu memberi tali polisi pada jalan raya dimana itu mayat satpam tersebut ditemukan. Semua kariawan dan masyarakat berkumpul mengerumuni tempat tersebut. Para media wartawan pun ikut mengambil gambar dan vidio sebagai berita hot pagi itu dan sudah menjadi trending topik hangat dikalangan masyarakat saat itu juga.
Bianco menatap tajam Avim dan Kevin dengan tatapan penuh pertanyaan di kepalanya mengapa sampai hal seperti ini terjadi di perusahaanya. Sebelum Bianco datang ke kantor ya terlebih dahulu mengabari Avim dan Bianco untuk segera datang menangani polisi dan media.
Avim yang melihat Bianco yang saat itu sedang menatap dirinya segera menghampiri Big bos mereka. Para wartawan yang melihat Bianco kembali lagi media wartawan mengeremuni Bianco untuk melontarkan berbagai pertanyaan pada Bianco.
Pagi itu berbagai pertanyaan dari semua wartawan ditanyakan kepada Bianco. Bianco pun menjawab semua pertanyaan itu dengan sangat bijak namun penuh dengan emosi yang masih ditahanya.
"Kami harap kasus bunuh diri seperti perlu ditangapi dengan serius tuan muda Bianco. Karena ini kasus bunuh diri diluar dugaan bapak namun ini masih dalam misteri," ucap salah satu polisi pada Bianco.
Mendengar ucapan Bianco polisi itu pun mengangukan kepala sebagai arti bahwa ia mempercayai Bianco. Lalu polisi itu pun pamit pergi karena ada kasus pembunuhan yang lain sedang terjadi lagi.
Bianco memainkan kode mata pada para bodyguardnya dan para keamanana kantor untuk segera menangani para wartawan agar tidak terlihat lagi oleh Bianco di depan perusahaanya. Melihat arti itu tanpa menunggu aba-aba lagi para bodyguard itu pun mengeremuni wartawan utuk dibawa pergi keluar dari perusahaan.
"Segera beritahu para kariawan penting perusahaan untuk rapat. Selalin itu tempat cctv segera cek."
"Mengapa hal seperti ini bisa terjadi di perusahaan!" Tegas Bianco menatap tajam Avim dan Kevin.
Setelah memerintahkan Avim dan Kevin untuk segera melaksanakan rapat Bianco kembali melangkah dengan sangat marah memasuki perusahaan. Para kariawan resepsionis sangat takut akan kemarahan yang ada pada Bianco, mereka hanya menundukkan kepala pada Bianco dan kedua sekertaris kepercayaan Bianco tanpa menatap mata Bianco seperti biasanya.
****
"Dasar pembawa sial!.apa kamu pikir dengan membunuh satpam itu masalah cepat selesai! Bagaimana kamu bisa gegabah seperti ini!" Ucap Jessy dengan kemarahan besar pada Karin.
Jessy memarahi Karin karena gadis itu sudah melanggar aturannya, ya Karin membunuh satpam itu tanpa dapat perintah dari Jessy. Hal itu membuat Jessy yang mendengar berita yang menjadi trending topik di tv dan perbincangan masyarakat begitu marah pada Karin.
"Sekarang apa yang kamu lakukan? Berita satpam itu menjadi perbicangan hangat orang-orang diluar sana. Karena ulahmu semua rencanaku gagal total."
__ADS_1
"Maaf,'kan aku. Aku benar-benar terbawa emosi, seharusnya aku lebih bijak, " ucap Karin menyesal.
"Mengucapkan kata maaf gampang namun bagaimana dengan kekacauan yang kamu timbulkan?akibat ulahmu rencana aku untuk mau membunuh Miguel gagal total. Apa kamu tahu itu?"
Jessy memarahi Karin habis-habisan setelah mengomeli Karin Jessy segera pergi ke pusat media wartwan untuk tidak membahas berita satpam lagi. Tentu saja Jessy melakukanya dengan menyogok para kariawan yang bertugas penting di perusahaan media.
Karin yang melihat kepergian Jessy dengan kesal ia melampiaskan kemarahan menghancurkan salah satu gelas kaca yang beriisi air di meja kerjanya.
Sial...kenapa semua jadi seperti ini? Mengapa harus aku yang harus menderita sedangkan Kira hidup bahagia dengan keluarga barunya, dia sama sekali tidak peduli dengan aku... aku membencimu Kira..akan aku pastikan kamu menangis dan berlutut di hadapanku akan apa yang kamu lakukan sekarang.
Keluargamu satu persatu akan membenci dan mengucilkanmu terutama suami tercintamu. Kamu yang memaksakan aku melakukan semua ini kakak. Jadi jangan salahkan aku jika aku yang mengakhiri semua ini, batin Karin.
Karin berbisik dalam hati dengan meremas jari-jemarinya dibawah sana dan tatapan tajam ke depan di mana saat itu Karin menghancurkan gelas kaca yang dilemparnya ke tembok kamar.
****
Di sisi lain Saskia dan Kevin ditugaskan Jessy untuk memancing keributan di rumah Bridges. Tujuan Jessy melakukan hal itu untuk sengaja mengalihkan perhatian Bianco agar dia bisa dengan leluasa mengontrol semua media termasuk para kariawan perusahaan.
Sebelum Kevin ke kantor Kevin masih tengah berduan dengan Saskia di apertemen Saskia. Keduanya menikmati cinta yang selama ini sudah lama tidak mereka lakukan. Di saat tengah menikmati momen indah itu Jessy menelpon Kevin di ponsel pria itu.
"Hallo...," ucap Kevin saat menempelkan benda pipih itu ke telinganya.
"Segera ke kantor Bridges sekarang! Karin melakukan kesalahan dengan membunuh seorang satpam yang mendengar semua rahasia kita. Sekarang berita itu lagi heboh dikalangan masyarakat dan menjadi berita hot news pagi ini," ujar Jessy di balik benda pipih yang masih ada di telinga Kevin.
"Baiklah Bu bos akan saya laksanakan tugas seperti perintah bu bos," jawab Kevin.
"Jangan lupa perintah Saskia untuk membuat kekacauan di rumah Bridges tujuanya agar memancing perhatian Bianco. dengan begitu perhatian Bianco akan ke masalah di rumahnya. jika itu berhasil maka rencana kita akan berhasil juga."
yay
"Baik Bu," seru singkat Kevin.
"Tutt....tutt....," suara telfon dimatikan oleh Jessy.
Kevin yang mendengar hal itu langsung dengan cepat bangun dari tempat tidurnya. Saskia yang melihat Kevin dengan mengerutkan dahinya. Kevin yang melihat kebingungan di wajah Saskia akhirnya memberitahu dan menjelaskab pada Saskia apa yang terjadi pagi ini. Dan Jessy meminta keduanya untuk membantu Jessy mengalihkan berita tersebut. Saat yang bersamaan Kevin mendapat sms dari Bianco yang meminta Kevin untuk segera ke kantor sekarang juga.
Kevin hanya mengukir senyuman tipis namun hati dan pikiranya saat ini ada pada Karin.
Bersambung.
__ADS_1