PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Istri Aku Sudah Tidak Suci Lagi


__ADS_3

Bianco yang masih bergumam sambil menatap dalam istri yang ada di hadapanya itu. Tatapan yang sangat dalam sambil menarik kedua sudut bibirnya dengan senyuman kebahagian. Pria itu pun mendaratkan satu kecupan hangat pada puncak kepala Kira dengan sangat dalam di pagi hari itu.


Tidak peduli siapa yang merebut mahkotamu. Tidak peduli siapa yang kamu cintai di masa lalu. Aku sama sekali tidak mempedulikan itu walau ini menyakitkan buat diriku namun karena aku menikahi wanita yang sudah tidak suci. Namun aku akan selalu mencintai dirimu Kira.


Kamu adalah segalanya bagi aku. Kamu adalah nafas kehidupan aku. Kini baru aku sadar betapa pentingnya dirimu bagi aku terimakasih masih setia pada pernikahan ini walau aku tahu kamu selama ini sangat terluka, batin Bianco.


Malam yang penuh cinta membuat pria itu sadar bahwa ia sangat mencintai Kira. Walau banyak pikiran di kepalanya semalam. Yang membuat ia tidak bisa tertidur.


Hingga pagi hari walau beribu pertanyaan bermunculan di kepala Bianco. Namun pria itu berusaha untuk tenang karena ia sangat mencintai Kira. Cinta Bianco pada Kira lebih dari cintanya pada Saskia. Oleh sebab itu pria tersebut menerima istrinya dengan masa lalunya, Bianco membuka matanya saat sinaran mentari menyentuh wajah tampanya. Ie mengangkat tangannya yang satu menahan sinar mentari pagi yang mulai menembus gorden jendela.


Pria itu membuka kedua matanya yang belum bisa terbuka karena masih ingin mencium puncak kepala Kira. Saat berhasil membuka kedua matanya pria itu tersenyum saat melihat wajah seorang yang masih anteng tidur dengan pulas dibidan dadanya. Pria itu memiringkan tubuhnya menghadap Kira yang masih tidur.


Tidak lupa ia mematikan bunyi alarm dari ponsel Kira yang sengaja di setel oleh istrinya itu untuk bisa bangun pagi.


Siapa yang menyentuh dirimu sebelum diriku? Apakah kamu pernah menikah di masa lalu sebelum menikah dengan diriku? Aku hanya ingin tahu siapa pria yang merenggut mahkotamu Kira? Bungkam Bianco saat matanya menatap wajah cantik istrinya itu dengan banyak pertanyaan dipikiranya.


Ya semalam saat Bianco untuk pertama kalinya menyentuh Kira saat melakukan hubungan cinta dengan Kira ia sadar bahwa istrinya sudah tidak suci lagi. Hal itulah yang menggangu pikiran Bianco. Ia ingin bertanya pada sang istri secara langsung namun melihat wanita yang ia cintai telah lelah karena capek melayani Bianco semalam.


Akhirnya ia memutuskan untuk mengurungkan niatnya dana hanya memeluk Kira semalan dengan satu kecupan bibir yang tertempel di puncak kepala sang istri sampai pagi.


Mata Bianco masih lekat-lekat menatap dalam Kira dengan senyuman terukir dari bibirnya. Saat tatapan dalam itu masih anteng menatap Kira tiba-tiba Kira pun kaget dan membuka pelan mata yang belum bisa terbuka. Ketika mata Kira terbuka dua mata sedang menatapnya dengan senyuman. Mata mereka dua bertemu satu sama lain dengan perasaan yang sangat dalam.


"Selamat pagi sayang. Sudah bangun?" Tanya Bianco dengan suara berat layaknya pria pada umumnya yang baru bangun tidur.


"Kenapa menatap aku seperti itu? Apa kamu tidak pergi ke kantor?" Tanya Kira tersenyum menatap mata suaminya.


"Kenapa? Apa salahnya jika aku mau menatap wajah istri aku. Dari pada melirik orang lain," seru Bianco dengan bahagia.

__ADS_1


"Tidak ada yang salah. Aku hanya malu karena ini pertama kali kamu melihat aku seperti itu," ujar Kira tersenyum.


Kira berucap dengan senyuman yang dalam pada Bianco. Setelah kejadian semalam yang penuh cinta di mana Bianco mengungkapkan perasaanya pada Kira saat mereka mulai melakukan hubungan pernikahan mereka. Dan perasaan Bianco dibalas langsung oleh Kira walau awalnya Kira belum jawab hingga akhirnya dia menjawab perasaan sang suami.


Tatapan dalam yang berlangsung beberapa menit itu dengan posisi tidur menghadap satu sama lain. Hingga akhirnya Kira membuka kembali suasana yang tadinya sempat sunyi itu.


"Aku mau bangun pagi siapkan sarapan untuk mama dan kamu mas," tutur Kira tersenyum pada suaminya.


"Boleh. Tapi harus berikan satu kecupan di sini. Kalo tidak maka aku akan memaksa," jawab Bianco manja sambil menunjuk pipinya meminta Kira menciumnya.


"Tapi mas..."


"Tidak ada tapi-tapi." Bianco menolak ucapan Kira.


"Umaaa..."


Suaminya yang tersenyum bahagia menatap Kira yang masih malu-malu padanya. Saat Kira ingin bangun dari tempat tidur tiba-tiba Bianco menarik tubuh Kira mendekat pada dirinya.


Lalu Bianco melingkarkan tanganya di leher belakang Kira membuat


Gadis itu bingung dan menatap heran suaminya itu. Kira yang kini wajahnya sangat dekat dengan Bianco kini nafas mereka saling berbalas satu sama lain.


Bianco yang melihat Kira yang memasang wajah kurang nyaman membuat pria itu tersenyum menatap dalam istrinya itu. Ia pun hanya diam menatap Kira selama beberapa detik dan matanya masih anteng menatap dalam istrinya itu.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Kira bingung.


"Yang aku lakukan adalah...hem..apa ya?" Ujar Bianco dengan sengaja bertanya pada Kira sambil menatap istrinya itu dengan sangat dalam.

__ADS_1


"Aku mau bikin sarapan. Bolehkah kamu melepaskan tanganmu dari tubuhku?" Pinta Kira memohon.


Gadis itu berucap sambil menatap dalam suaminya meminta agar pria yang ada dihadapanya itu membiarkan dirinya pergi. Namun bukanya melepaskan pelukanya pada tubuh Kira Bianco semakin mengeratkan pelukanya yang membuat Kira tidak bisa bernafas. Saat wajah keduanya sangat dekat mata mereka hanya menatap kulit pori-pori wajah mereka satu sama lain.


Kini jantung Kira kembali berdegup kencang yang membuat suaminya bisa merasakan detak jantungnya. Bianco menatap lekat wajah Kira dengan sangat dalam tanpa berkedip. Ia melihat semua wajah Kira dari mata, Hidung, dan kulit mulus wajah Kira hingga kini mata Bianco berhenti di bibir ranum Kira tersebut.


Tanpa menunggu aba-aba meminta ijin dari Kira. Pria itu langsung ******* lembut bibir istrinya itu dengan sangat lembut yang membuat Kira sangat kaget. Ciuman dadakan Bianco pada istrinya itu membuat gadis itu membuka kedua matanya lebar-lebar saking syoknya.


Ciuman Bianco pada Kira semakin lama semakin dalam. Dan mereka pun saling membalas ciuman itu satu sama lain. Kini Kira hanya bisa menikmati setiap momen romantis ini dengan Bianco. Ia tahu bahwa tujuan awalnya menikahi Bianco hanya karena balas dendam namun entah mengapa hatinya sangat bahagia akan semua ini.


Walau Kira tahu bahwa Bianco mendapatkan dirinya yang sudah tidak suci lagi. Ya sebelum menikah dengan Bianco Kira pernah mengorbankan mahkotanya untuk membayar biaya operasi mata Karin saat keduanya masih bersama.


Karin sebenarnya trauma bukan hanya dari penyakit dadakan cacat fisik tapi juga pada kedua matanya yang menyebabkan Karin buta total. Saat Karin dibawa ke rumah sakit dokter mengatakan pada Kira bahwa Karin harus segera di operasi kedua matanya karena ada gejala-gejala kangker mata yang akan mempengaruhi sistem kesehatan mata Karin.


Kira yang sudah berusaha mencari pinjaman sana-sini bahkan meminta bantuan Jessy namun sayang ia tidak mendapatkan hasilnya. Jessy pun tidak mau membantu Kira sama sekali walau gadis itu sudah berusaha memohon dengan berlutut dibawah kaki Jessy tapi sayang wanita ular itu sama sekali tidak peduli dengan kedua keponakanya itu.


Mau tidak mau Kira harus terpaksa pergi ke tempat wanita malam dengan usinya yang masih remaja itu. Saat itu tidak pikiran lain selain menyembuhkan mata adiknya. Tidak peduli ke depanya namun bagi gadis itu keselamatan sang adik lebih penting. Kira mengatakan akan melayani siapa pun asalkan ia bisa menghasilkan 2 miliar.


Maka terjadilah persetujuan Kira dengan pemilik tempat malam para kebo itu. Kira pun melayani seorang pria yang sangat tampan dan kaya raya. Pria yang mengangap uang adalah segalanya. Uang bisa memili apa saja di dunia ini.


Dan sang pemilik kafe itu mengatakan pada Kira untuk melayani pria itu dengan baik karena pria konglomerat itu baru habis pulang dari Amerika serikat untuk liburan panjang.


Pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah Bianco Bridges anak orang terkaya nomor satu di kota Konglomerat. Pria yang menghancurkan kegadisan Kira di masa lalu adalah suaminya sendiri Bianco. Namun baik dari Kira atau pun Bianco tidak mengetahui hal itu. Karena saat Bianco menodai Kira ruangan yang mereka pakai semuanya gelap hal itu diminta sendiri oleh Bianco. Yang ada hanya satu lilin itu pun tidak terang walau Bianco melihat wajah Kira namun ia tidak mengenali gadis itu saat itu atau pun saat ini karena saat menyentuh Kira. Saat itu umur Kira masih di bawah umur masih remaja.


****


"Siapa wanita ini mas? Beritahu aku siapa dia?" Tanya seorang wanita paru baya pada suaminya ketika melihat sang suami tengah bercumbu dengan Jessy di kantor pribadinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2