PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Kamu bukan siapa-siapa


__ADS_3

Follow Ig: @Sildadelita99.


Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...


kalian baca jam berapa? asal dari mana?


me: Kupang NTT.


Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏


***Yuk saling tanya umur, kalian berapa usianya?


komen spam kasih banyak dong biar aku semangat nulisnya


Satu kata untuk Bianco?


satu kata untuk Kira?


satu kata untuk Kevin?


satu kata untuk Saskia?


satu kata untuk Karin?


Silakan tinggalkan enek-enek tentang


cerita ini tanggapan kalian dong?


Oh ya Menurut kalian cerita ini mau diapakan happy ending?


atau Sad Ending??


Spam kasih banyak ya...


Happy Reading Guys...


*****


Bianco mengambil sabun yang ada di salah satu pelayan yang berbaris rapi di meja makan, segera Bianco mencuci tanganya lalu mengeringkan tanganya di handuk yang juga di pegang oleh pelayan.


Selesai mencuci tanganya Bianco menarik kursi untuk didudukinya, lalu Kevin mengangkat tangannya yang satu mengodekan pada para pelayan untuk meninggalkan meja makan dan kembali melakukan pekerjaan seperti biasanya.


Sambil Bianco duduk, Avim yang setelah mengurus para pelayan segera menghampiri Bianco untuk membaca jadwal Bianco hari ini. Bianco yanya mendengar sambil memasukan roti sanwich ke mulutnya tanpa Bianco sadari bahwa dalam roti sanwich itu ada sayur-sayuran sedangkan Bianco sama sekali tidak menyukai sayuran atau pun wortel sejak kecil.


Aku ada di kamar mama sekarang, Maaf baru memberitahumu... Kira sekarang lagi bersamaku, sebuah pesan singkat pada Bianco dari Saskia.

__ADS_1


Sial... kenapa harus muncul sepagi ini, kesal Bianco dalam hati.


Bianco bergumam kesal saat membaca isi pesan dari Saskia, dan segera menghentikka makanya di meja secepatnya ia berdiri dan lari naik ke tangga sebelah kiri menuju kamar Reka.


"Tuan muda mau ke mana?" tanya Avim dari meja makan.


Dan Avim pun secepatnya berlari mengikuti Bianco, Setelah meminta pak Sud untuk jangan beresin makanan di meja.


Di sisi lain Kira di atas menatap tajam Saskia yang datang pagi-pagi dan langsung masuk kamar Reka tanpa sepengetahuan Kira atau pun Bianco. Di tambah lagi Saskia membawa tiga bodyguardnya ikut masuk ke dalam kamar Reka hal itu membuat Kira mencurigai Saskia.


"Bianco!" menyebut nama Bianco dengan tersenyum bahagia, Saskia.


"Maaf sayang aku lancang masuk kamar mama tadi aku datang kamu masih tidur kata pak Sud makanya aku langsung naik ke kamar mama."


"Apa kamu mengetahui Saskia datang? Apa kamu yang memberitahu Saskia?" tanya Kira pada Biaco dengan banyak pertanyaan yang ada di kepalanya.


Kira langusung melontarkan pertanyaan saat Saskia menyebut nama Bianco di mana itu Saskia sudah menyelesaikan ucapanya.


Sedangkan Saskia dalam pikiranya ia kembali menyusun rencana untuk membunuh Reka lagi, karena rencana pertamanya gagal total dan itu semua karena Kira yang menghalanginya.


Tinggal beberapa menit saja aku sudah mencabut nyawamu Reka, namun semuanya gagal total karena wanita sampah itu, batin Saskia.


Ya karena Saskia membawa Karin yang merupakan seorang pembunuh berantai sangat handal, jadi Kira tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi Karena sebelum Kira mendobrak pintu ternyata Saskia dan Karin lebih cepat dari Kira, dalam 30 detik mereka mengendalikan semuanya dengan sangat mulus tanpa ada jejak.


~Masih berlanjut pencobaan pembunuhan Reka ~


Kira bertanya pada Bianco dengan tatapan tajam, di sisi lain Bianco mengabaikan ucapan Kira dan langsung menghampiri Saskia, Bianco menarik kasar tangan Saskia namun, niatnya dihentikan oleh Saskia sendiri.


"Ikut aku!" perintah Bianco.


"Sakit Bianco lepaskan." Tolak Saskia.


"Aku tahu aku salah namun, aku ingin merawat mama sebagai bukti bahwa aku bukan wanita yang sama seperti mama pikirkan," bersuara dan melepaskan tanganya dari tangan Bianco.


"Saskia..." memangil nama Saskia dengan sabar, Bianco.


"Dari subuh aku bangun dan membuatkan mama Reka bubur ayam, semalam aku tidak bisa tidur saat dengar keadaan mama Reka, aku sangat kwatir dengan keadan mama dan kamu."


"Jadi aku mohon untuk kali ini biarkan aku merawat mama ...hiks," berucap dengan tangisan air mata palsu untuk meluluhkan hati Bianco.


Karena Saskia tahu kelemahan Bianco adalah tidak bisa melihatnya menangis, Saskia lalu memeluk lembut tubuh Bianco sambil menatap Kira dengan senyuman kemenanganya di hadapan Kira.


Kira menarik nafasnya dalam-dalam karena ia tahu saat ini hatinya begitu sakit namun, ia juga sadar diri bahwa Saskialah wanita satu-satunya yang dicintai Bianco, Kira menatap bubur yang dibuatnya.


Sakit tentu saja sangat sakit, istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya dipeluk wanita lain di depan matanya sendiri dan semua orang melihat apalagi itu dirumahnya sendiri, seolah-olah tidak dihargai kamu sebagai istri, Kira menahan sesak didadanya ia tersenyum menatap Reka yang juga ikut menatapnya dengan tatapan yang sangat dalam.

__ADS_1


Mama mohon Bianco jangan salah pilih dan salah paham seperti mama, jangan pernah ijinkan wanita itu merawat mama dia akan membunuh mama biarkalah Kira yang merawat mama, bisik Reka.


Reka berbisik dalam hati dengan mata berkaca-kaca saat menatap menantu pilihanya yang tersenyum padanya. Sedangkan putranya merasa tidak enak dengan dengan Kira yang saat ini memegang mamapan bubur. Entah mengapa hati Bianco saat ini lebih menghwatirkan perasaan Kira dibandingkan dengan Saskia kekasih tercintanya.


"Saskia," Panggil Bianco saat memaksa Saskia untuk melepaskan pelukan dari tubuhnya.


"Kita perlu bicara," ujar Bianco.


"Apa yang mau dibicarakan? Jika kamu melarang aku merawat mama, aku tidak akan..."


"Kamu tidak perlu repot-repot nona Saskia. Aku ada di sini untuk merawat mertuaku sendiri," ucap Kira dengan berani yang mulai menghampiri Reka dan menghiraukan Saskia dan Bianco.


Kira memberanikan diri untuk berucap menatap tajam Saskia, entah mengapa hati kecil Kira mengatakan ada yang tidak beres sebelum dirinya masuk ke kamar Reka, Ia menepis luka di hatinya dan mementingkan keselamatan Reka.


"Jika kamu ingin berpura-pura di hadapan tante Reka maka kamu tidak perlu itu, " jawab Saskia tidak mau kalah sama Kira.


"Aku tidak pernah berpura-pura nona Saskia, fakta mengatakan aku adalah istri sah Bianco secara agama dan hukum, merupakan menantu dari keluarga terhormat Miguel Bridges dan itu sudah diketahui semua orang."


"Sedangkan kamu..." suara Kira terjeda sebentar.


"Aku apa?" tanya Saskia tidak sabar.


"Kamu hanya masa lalu Bianco, bukan melainkan orang lain di rumah ini " lanjut Kira menatap tajam Saskia dengan berani.


"Apa...?" Saskia tidak percaya akan ucapan Kira.


"Kau beraninya dirimu menantang aku ," seru Saskia pada Kira dengan emosi.


Saskia mejawab dengan emosi atas ucapan Kira dengan tatapan tajamnya pada Kira, dan tangan Saskia yang tadinya dilayangkan ke udara ingin menampar Kira, namun secepatnya dihentikan oleh Bianco.


"Sakia ikut aku!" menarik tangan Saskia.


Bianco sengaja menarik tangan Saskia untuk memisahkan diri Saskia dari Kira karena melihat situasi yang semakin memanas. Namun niat Bianco kembali dihentikkan Saskia.


"Hentikan. Kenapa kamu dari tadi berusaha membelanya?"


"Aku tidak membelanya Kia, aku hanya tidak ingin kamu membuang waktu seperti ini," pinta Bianco berusaha tenang.


Bianco berucap masih dengan suara yang tenang, Memohon agar kekasih hatinya itu mau menuruti permintaanya untuk pergi dan tidak menimbulkan masalah lagi namun sikap Bianco malah membuat situasi semakin dalam api kecemburuan.


"Kamu menyukainya bukan? aku melihat kamu begitu tertidur nyenyak saat bersama dia, ya' kan? "


"Cukup Saskia!" menjerit dengan emosi, Bianco.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2