PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Pengadilan


__ADS_3

"Tepat hari ini Bianco mengumkan pernikahan keduanya setelah bercerai dengan istrinya yang tidak lain adalah pelaku pembunuh ibu kandungnya sendiri Nyonya Reka Bridges. Hari ini di depan semua orang dan publik putra tunggal Miguel Bridges menikahi anak dari asisten rumah tanganya sendiri yang bernama Sherli, berikut adalah cuplikan pernikahan mewah putra tunggal Miguel Bridges hari ini," papar seorang reporter berita hot pagi itu di seluruh stasiun televisi.


Berita pernikahan Bianco yang mengejutkan banyak pihak pagi itu menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat yang tidak percaya bahwa istri pertama Bianco adalah pembunuh ibu mertuanya sendiri.


Tetesan cairan bening mengalir dengan pelan saat tatapan matanya yang terhenti di sebuah siaran televisi di atas sana yang menampilkan berita pernikahan Bianco di layar kaca sana.


Tanganya yang diborgol dan kakinya yang tidak mengunakan sendal menatap dalam senyuman pria yang ada di layar kaca itu dengan senyuman bahagia menunjukan dirinya sama sekali tidak peduli dengan diri Kira. Terasa sesak di dadanya saat itu, sulit baginya untuk bernafas ia memalingkan wajahnya lurus ke depan melangkah dengan kaki yang rasanya saat itu ingin ambruk dari sana.


Tatapannya yang dingin lurus ke depan terus melangkah dengan banyak luka dan perih di dalam sana.


Terasa sesak di dadaku saat melihat semua ini bagaikan mimpi yang hanya menemani aku pada malam aku tertidur. Mencintai dirimu begitu menyakitkan hingga membuatku sulit untuk ke luar.


Mengapa...? Dan mengapa dirimu menghancurkan cintaku yang berdiri kokoh bagaikan gunung yang takan roboh... hingga akhirnya gunung itu roboh juga matanya berkaca-kaca menahan tangis di dalam sana hanya senyuman yang bisa menguatkanya saat itu.


Butiran ini mengatakan bagaimana rasanya mencintai dirimu dan sulit bagiku untuk keluar dari sana betapa menyedihkanya diriku, batin Kira.


Kira melangkah dengan air mata yang masih di tahanya saat itu. Di mana dirinya melangkah dengan baju tahanan penjara dan kedua tangan di borgol bagaikan penjahat menuju pengadilan. Tidak ada siapa-siapa yang menemani atau mendukung Kira saat itu yang ada hanyalah sekelompok orang dan seribu mata dan mulut yang melihat dirinya dengan cemohan dan hinaan dari mereka pada dirinya.


Tempat ini akan jadi tempat terakhir dalam hidupku. Tempat yang tidak akan pernah aku bayangkan dalam kehidupan ini.


****


Rumah Bridges.


"Selamat Bian, akhirnya kamu memilih pada pilihan yang tepat," ucap Galang sahabat lama Bianco yang baru pulang dari Inggris.


"Terimakasih brother. Aku harap kamu juga segera menemukan pendamping hidupmu," seru Bianco memeluk Galang.


Di tengah-tegah obrolan mereka yang sangat asyik dan para tamu undangan yang datang dari berbagai perusahaan milik ayah Bianco turut memberi ucapan untuk pernikahan Bianco dan Sherli namun tiba-tiba pak Sud kepala pelayan mendekati Bianco seperti membisikan sesuatu di telinga Bianco.


"Tuan muda maaf aku menggangu," ucap Pak Sud yang sudah berdiri di tengah-tengah Bianco dan Galang serta para tamu yang lain.

__ADS_1


"Tunggu sebentar. Ada apa pak Sud sudah aku bilang..." ucapan Bianco terhenti ketika pak Sud menyodorkan sebuah pesan suara dari whatsap nomor tidak di kenal.


Bianco meraih ponsel yang disodorkan pak Sud padanya lalu ia menekan tombol suara pesan itu untuk didengar.


"Halo Bianco. Aku rasa kamu pasti sudah mendengar banyak tentang aku. Ini aku Jessy mantan kekasih ayahmu. Jika kamu penasaran dan ingin mengetahui alasan yang tepat mengapa istrimu Kira menghianati dirimu maka temuilah aku sekarang juga di gudang rahasia yang alamatnya sudah aku kirim," suara Jessy dari pesan yang ia kirim ke ponsel Bianco.


Bianco yang mendengar ucapan pesan suara Jessy tersebut meremas jari-jemarinya dengan sangat kuat sambil menatap tajam lurus ke depan.


"Di mana Avim. Ah sial aku sudah memintanya mewakili diriku untuk hadir di persedangan Kira," lirih Bianco pelan dan emosi.


"Ada apa sayang? Apa terjadi sesuatu?" tanya Sherli khawatir.


"Jangan menyentuh aku. Kamu hanyalah alat yang aku gunakan untuk hancurkan Kira bukan istri seutuhnya. Apa kamu paham," lirih Bianco melepaskan lenganya dengan kasar dari gengaman Sherli yang saat itu menggandengnya.


"Maaf. maaf, kan aku pak Sud tapi aku tidak mencintai putrimu," ucap Bianco menatap pak Sud dengan penyesalan.


"Tidak apa-apa tuan aku paham akan maksud tuan muda," jawab pak Sud yang sama sekali tidak marah akan sikap Bianco pada putrinya.


Hari ini mungkin aku bukanlah siapa-siapa untuk dirimu Bianco tapi tunggu saja malam pertama nanti kamu akan menunduk padaku, bungkam Sherli tersenyum licik.


"Pak Sud bisahkan anda mengawasi acara ini. Aku akan memberikan semua bodyguard mengawasi acara pernikahan ini. Karena sekarang aku harus pergi menemui seseorang," kata Bianco pada pak Sud yang saat itu sedang berdiri di tengah-tengah mereka.


"Tuan muda tenang saja aku akan mengurus semuanya," jawab pak Sud mengikuti perintah Bianco.


"Terimakasih kepala pelayan. Lang, bisahkah kamu membantu aku?" tanya Bianco memohon pada Galang sahabatnya.


"Apa pun yang kamu mau aku pasti akan membantumu Bian. Apa sih yang tidak untukmu," jawab Galang.


"Kalo begitu ikuti aku. Nanti akan aku jelaskan di jalan sekarang kita tidak punya banyak waktu," ucap Bianco yang langsung melangkah pergi dengan buru dan diikuti oleh Galang dari belakang.


Bianco dan Galang pun mengodekan mata pada kepala bodyguard mereka masing-masing dan tanpa menunggu lama semua bodyguard pergi mengikuti mobil Bianco dan Galang dengan mobil mereka dan komplotanya masing-masing.

__ADS_1


Flash back


**** Pengadilan...


Di depan Kira duduk di sana Berdiri patung wanita di tengah-tengah dengan kedua matanya tertutup oleh kain hitam dan dua timbangan berada di samping kiri dan kanan yang dipikul patung itu di bahunya. Di sanalah hukuman Kira dibacakan oleh hakim pengadilan.


"Saudara Sakira Bripo anda dijatuhkan hukuman 12 tahun penjara akan kesalahan yang anda lakukan sendiri dalam pembunuhan mertua anda sendiri bernama Nyonya Reka Bridges."


"Dari semua bukti yang kami kumpulkan anda sudah terbukti bersalah. Dan anda tidak memiliki seorang pengacara yang membela anda di sini sedangkan dari keluarga korban memiliki 24 pengacara yang siap membela kasus kematian nyonya Reka Bridges."


"Berdasarkan bukti ini dan tidak ada saksi yang membela anda maka hakim dan pengadilan memutuskan anda dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas kasus kematian nyonya Reka Bridges yang direncanakan," ucapan penuh ketegasan dari Hakim pengadilan saat membaca surat resmi untuk hukuman Kira.


Tuhan kuatkanlah aku. Jika ini takdirmu aku ikhlas menjalaninya ini juga demi menebus semua dosa dan kesalahan aku yang diam akan kematian kedua orang tua angkat aku pada hal aku sendiri mengetahuinya.


Kira bergumam dalam hati dengan kedua tanganya yang bergementaran karena ketakutan akan 12 tahun di dalam jeruji besi menjalani hari-hari yang berat penuh kesendirian dalam sana dengan dirinya saat ini sedang mengandung. Tatatapanya yang dingin lurus ke depan saat mendengar ucapan hakim akan hukuman yang ia terima hanya menarik nafas dalam-dalam sambil meneteskan air mata dengan pelan membasahi wajahnya mulus dan putih berseri namun pucat karena banyak pikiran.


Air mata kembali mengalir bercucuran saat tanganya menyentuh perutnya di bawah sana dengan sakit dan perih yang sulit untuk dijelaskan.


Di tengah-tengah ketegangan dalam pembacaan hukuman yang akan diterima oleh Kira.


"Dengan ini sidang hari ini sele..."


"TUNGGU!" sebuah suara dari seorang pria di mana suara itu tidak asing di telinga Avim dan Kira.


Mereka segera memutar tubuhnya menatap suara dari gerbang pintu pengadilan sana.


"Kevin!" batin dari Kira dan Avim.


"Aku akan membuktikan bahwa nona Kira tidak bersalah dalam pembunuhan nyonya Reka. Melainkan ia dijebak dan sebelum anda menutup sidang hari ini dengarkan rekaman ini," papar Kevin yang memberikan sebuah rekaman suara pada hakim di sana.


"Mengapa harus kamu yang menolong aku...?" lirih Kira tidak percaya. Seketika air mata kembali mengalir saat matanya bertemu dengan mata Kevin yang ikut menatapnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2