PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Pelukan Hangat


__ADS_3

Sekarang pililihan ada di tangan aku. Jika aku memilih Chika maka istri dan anak aku akan dalam bahaya. Namun jika aku memilih Jessy berarti aku harus menceraikan Chika dalam keadaan hamil besar, bungkam Jefri bingung dan bimbang.


"Pilihan ada di tangamu Jefri. Jika kamu memilih istrimu maka, harus kamu catat di otakmu untuk membawa dia pergi dari sini. Namun jika kamu memilih aku maka datanglah dan kita tuntaskan permainan kita yang belum selesai." Jessy tersenyum menatap tajam Chika.


"Dasar wanita kejam. Hiraukan dia mas anakmu sudah bergerak di sini mas. Kemarilah dan rasakan dia yang sedang bergerak di sini." Tatapan dalam Chika pada Jefri memegang perut yang besar tersebut.


Chika menjawab ucapan Jessy dengan penuh emosi dan air mata yang tergenang di sana. Ia memohon pada suaminya untuk tidak peduli dengan ucapan pelakor itu. Sedangkan Jessy wanita itu sama sekali tidak peduli dengan ucapan Chika yang ada di pikiranya sekarang adalah memiliki Jefri seutuhnya. Untuk bisa nenguasai kekayaan Jefri dan berjanji dalam hatinya untuk tidak memberikan Chika sepeser pun.


Setelah berpikir lama-lama akhirnya Jefri memutuskan untuk melangkah. Saat melangkah tatapanya sangat dalam pada Chika. Istrinya tersenyum bahagia dengan air mata yang mengalir pelan-pelan membasahi kedua pipinya. Chika sudah memafkan Jefri ya tahu bahwa suaminya tidak salah. Dan ia ingin mempertahankan pernikananya dengan Jefri saat Chika membuka kedua tanganya untuk menyambut kedatangan Jefri padanya.


Tiba-tiba Jefri membelokkan langkahanya pada Jessy dengan memandang Jessy. Wanita yang tadinya kesal berpikir bahwa Jefri akan memilih istrinya akhirnya tersenyum bahagia dengan menyambut Jefri dalam pelukanya. Jefri langsung mendaratkan ciuman bibirnya pada bibir Jessy tanpa peduli dengan istrinya yang dari tadi memangil-mangil namanya dari belakang.


Maafkan aku sayang. Ini semua demi keselamatan kamu dan anak kita. Setelah aku berhasil menghancurkan hidup Jessy aku pasti akan kembali padamu, batin Jefri.


"Teganya dirimu mas... aku membencimu sangat membencimu," gerutu Chika menangis dengan luka yang dalam saat melihat suaminya yang bercumbu dengan wanita ular yang menghancurkan rumah tangga mereka.


Inilah aku Jessy. Tidak peduli siapa yang memiliki dirinya namun jika aku menginkanya maka akan aku dapatkan apa pun caranya, batin Jessy sambil terus bercumbu dengan Jefri sambil mengukir senyuman kemenangan menatap Chika.


****


Hidup adalah misteri tidak tahu siapa jodoh kita dan kapan takdir itu datang. Misteri hidup ada misteri yang banyak kebohongan dan kepalsuan pada setiap orang. Entah terluka, depresi, bahagia atau pun menangis tidak ada yang mengetahuinya kecuali kamu ingin bercerita.


Dendam Karin pada kakaknya sangat dalam kebencian hatinya pada sang kakak tidak bisa diobati lagi. Yang ada di pikiran Karin adalah bagaimana cara menjatuhkan harga diri sang kakak di hadapan suaminya sendiri. Ya setelah kasus perselingkuhan Jessy dan Jefri akhirnya terbongkar kini mereka menikah setelah sehari Jefri bercerai dengan Chika.

__ADS_1


Harta kekayaan Jefri dikuasai semua oleh Jessy tidak sepeser pun ia berikan pada Chika. Bahkan Jessy memanipulasi semua data pemindahan warisan Jefri atas namanya. Jefri yang dilumpuhkan Jessy dan di kurung di kamar rahasinya hanya meratapi nasib sialnya dia. Entah apa yang terjadi pada Chika dan anaknya, dengan Chika pria itu sama sekali tidah tahu akan hal itu.


Setelah mendapatkan semua saham perusahaan Jefri kini wanita iblis itu meminta Karin untuk membantu Saskia dan Kevin menghabisi nyawa Avim..awalnya Karin menolak namun karena rasa bencinya pada kakaknya kembali terbayang-bayang di pikiranya membuat gadis itu pun menyetujui untuk menjalankan rencana menghabisi Avim


"Ingat Avim bukanlah lawan yang gampang untuk kamu remehkan. Dia saja bisa menyingkirkan Kevin dan Saskia dalam sekejap maka dia juga bisa menghancurkan dirimu," tandas Jessy mengingatkan Karin.


"Aku tahu itu dan aku akan berhati-hati dalam misi ini. Tujuan aku adalah menghancurkan keluarga Kira bukan yang lain. Namun jika jalanku untuk menghancurkanya dengan menyingkirkan nyawa lain maka aku akan pastikan itu akan terjadi."


Ungkap Karin dengan meremas jari-jemarinya menatap tajam lurus ke depan. Gadis itu menongkak kuat rahang giginya hingga tulang pipih di pipi Karin terbentuk. Jessy yang mendengar ucapan Karin hanya tersenyum dengan memberi pujian penuh kepalsuan pada Karin.


"Bagus sayang bibi akan selalu mendukungmu. Kira sudah melupakan semuanya kini hanya dirimu yang mampu menghancurkan semuanya. Demi balas dendam kedua orang tuamu. Jangan menjadi egois seperti Kira," pesan Jessy mengukir senyuman licik di bibirnya.


Jessy yang berkata pada Karin tertawa dengan bahagia sambil menghapus air mata buayanya itu. Sedangkan Karin gadis polos itu tidak tahu bahwa yang menghancurkan keluarga mereka adalah Jessy orang yang selama ini ia percayai dan junjung tinggi.


****


Di sisi lain Kira yang hari ini sudah sangat lelah mengurusi rumah dan mertuanya. Seharian ia bekerja dengan sangat rajin dan penuh semangat. Kini gadis itu tidak peduli lagi dengan tujuan ia menikahi Bianco. Ia akan berusaha untuk menyelamatkan Karin dan juga keluarganya sendiri.


Kira yang seharian bekerja membantu para pekerja rumah membuat pekerjaan mereka menjadi ringan. Dan kini ia tengah menyiapkan makan malam bersama dengan Bianco. Kira yang sudah selesai menyiapkan makan malam kini duduk manis dengan senyuman kembang di kedua sudut bibirnya menunggu Bianco.


Pak Sud kepala pelayan dan angotanya yang lain hanya mengukir senyuman dengan bahagia. Setelah kemarin malam mereka mendengar tangis Kira yang begitu deras hingga membuat mereka semua kwatir dan menangis. Sedangkan pak Sud sadar bahwa cinta Kira sepertinya sudah mulai dibalaskan. Sejarah dalam keluarga Bridges bahwa Sakira Bripo wanita pertama yang mempu meluluhkan hati pria ber es batu seperti Bianco.


Sepertinya cinta nona muda sudah terbalaskan. Dilihat dari senyuman sumriah wajahnya bisa dipastikan sesuatu telah terjadi semalam. Tidak biasanya nona tersenyum dengan wajah yang sangat bahagia itu, bisik dalam hati Pak Sud.

__ADS_1


Saat semua yang sedang menatap bahagia Kira tidak lama kemudian. Bunyi klakson mobil Bianco sudah di depan pintu gerbang utama. Dengan cepat-cepat para pelayan mulai berlari berbaris rapi satu persatu dengan segala perlengkapan seperti biasanya untuk menyambut kedatangan Bianco.


"Terimakasih pak Sud. Di mana nona muda?" Tanya Bianco saat memberikan jas kantor yang habis dibuka oleh kedua pelayan saat dirinya masuk memerintah mereka melepaskan dan memberikanya pada pak Sud.


"Sama-sama tuan muda. Nona sedang menungu tuan di meja makan," jawab pak Sud sambil tersenyum bahagia.


Tumben sekali tuan mengucapkan terimakasih pada aku. Biasanya paling judes dan dingin, batin Pak Sud lagi menatap heran Bianco.


Saat Bianco yang tersenyum bahagia melihat Kira sudah menunggunya di meja makan. Ia berhentikan langkahan kakiinya sambil tersenyum pada Kira yang juga tersenyum padanya. Bianco merentangkan kedua tanganya seakan mengodekan pada Kira untuk datang memeluk dirinya.


Istrinya yang tahu akan kode sang suami hanya tersenyum dan mengelengkan kepalanya tanda bahwa ia malu dengan para pelayan.


"Kemarilah untuk apa kamu malu? Aku adalah suamimu. Mereka semua tahu itu," ajak Bianco dengan terus merentang lebarkan kedua tanganya.


"Tapi mas...aku!" Tolak Kira dengan suara terbata-bata.


"Kemarilah sayang. Hem aku hitung mundur ya. Tiga, dua..." suara Bianco terhenti saat Kira berlari dengan keras dan memeluk erat tubuh Bianco.


Satu lemparan kecupan hangat dari bibir Bianco di tempelkan di rambut sang istri dengan sangat dalam sambil mengukir senyuman bahagia dan tangannya yang satu mengelus lembut kepala sang istri.


"Aku sangat merindukamu. Apa kamu tahu itu?" Pinta Bianco pada Kira.


"Aku tahu itu sayang. Dan aku juga merindukanmu," jawab Kira menatap sekilas Bianco dengan mengukir senyuman bahagia yang terlihat di wajahnya dan kembali memeluk erat tubuh Bianco.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2