PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
I Love You So much


__ADS_3

"Pak kenapa aku dibawa ke sini? Bukankah kita mau ke hotel rumah?" Tanya Kira bingung dan mengerutkan dahinya saat ia dibawa oleh seorang pelayan hotel yang diminta Bianco untuk membawanya ke hotel Aqua Rium.


Bianco memang libur kerja. Setelah bermesraan dengan Kira pagi tadi di kamar akhirnya untuk memberikan kejutan romantis atas janjinya pada Kira sesuai permintaan Kira yang ingin menginap di hotel mewah Aqua Rium tempat kesukaan Kira. Bianco sengaja tidak mepergian bersama Kira dengan alasan bahwa dirinya masih ada kesibukan di luar. Ia meminta bodyguardnya yang menuntun sang istri pergi dan Bianco akan menyusul Kira setelah pekerjaannya selesai.


"Silakan buka mata nona, kita sudah sampai di tempat yang diperintahkan tuan muda," pinta sang pelayan hotel itu setelah mereka sampai di tempat yang sudah dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang sangat indah ditambah lagi dengan berbagai macam bunga-bunga dihiasi secara indah khusus untuk Kira. Dan dengan langit-langit malam dan ikan-ikan yang ada di badroom hotel itu sangat sempurna.


"Ya Tuhan...," kaget Kira sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, kedua bola matannya melihat tidak percaya dan tergenanglah air mata di sana karena terharu.


Saat Kira melangkah dengan melihat-lihat hotel Aqua Rium dengan sangat bahagia. Tidak lama kemudian semua lampu dalam ruangan itu dipadamkan. Kira sedikit kaget namun tiba-tiba putaran lagu dari Beatiful in white dari Westlife dengan kedatangan seorang pria tampan mengenakan pakaian formal dipadukan jas hitam mewah, rambut yang distyle ke atas membuat ketampanannya sangat sempurna siapa lagi kalo bukan Bianco. Kira memutar tubuhnya menatap ke arah suara musik nan indah itu.


Pria itu datang membawa kue sebesar kue pengantin bertuliskan happy Brthday to my love Kira dengan dipadukan lilin-lilin menyala dan sebuah ukiran senyuman dari Bianco sambil membawa bunga mawar merah di tanganya. Kira yang melihat hal itu langsung meneteskan air matanya dan berlari kencang memeluk tubuh Bianco. Gadis itu berpikir bahwa suaminya tidak akan merayakan ulanh tahunnya hari ini mengingat bahwa mereka menikah secara paksa dan baru jatuh cinta satu sama lain dalam pernikahan paksa itu.


"Happy Brthday Beby. You all the best women for me now and forever," ucap Bianco yang membalas pelukan Kira melingkarkan kedua tanganya di pingang nan ramping istrinya itu saat istrinya datang dan memeluk dirinya dengan erat.


"Terimakasih sayang untuk semuanya aku pikir. Kamu tidak mengingatnya," jawab Kira tersenyum bahagia saat melepaskan pelukanya dari Bianco masih dengan air mata yang mengalir deras dari sana.

__ADS_1


Suaminya yang melihat senyuman bahagia Kira dengan tangisan akhirnya berlutut memberikan bunga pada sang istri di hadapan para tamu undangan yang hadir termasuk Avim dan Kinta yang juga ikut diundang oleh Bianco menghadiri acara ulang tahun Kira. Lampu kembali dinyalakan satu persatu saat Kira yang menerima bunga mawar merah dari suaminya dan ia kembali memeluk Bianco saat pria itu bangit berdiri lurus di hadapanya. Di mana tempat yang mereka dua berdiri itu sudah dibentuk love dengan liliin dan taburan bunga mengelilingin bentukan love lilin tersebut.


"I love you so much," papar Kira dan langsung mendaratkan kecupan manis di bibir Bianco dengan kakinya sedikit dijinjitkan karena tubuhnya yang sedikit pendek. Kira memberikan kecupan itu beberapan detik dengan air mata yang mengalir dari kedua bola matanya karena terharu.


Setelah Kira yang memberikan cinta yang manis pada Bianco. Akhirnya ia memeluk kembali suaminya itu dengan sangat erat dan bahagia. Di tengah-tengah pelukan romantis itu yang diiringi tepukan tangan dari seribu mata, mulut dan tangan yang hadir di sana menyaksikan keseriusan cinta seorang Bianco pada Kira dan diiringi nyanyian musik happy brthday maka dua ribu kembang api dilandaskan di langit menghiasi malam ulang tahun Kira yang sangat mewah itu. Dan di langit sana bertulis happy Brthday to my love Kira.


"Terimakasih sayang. Terimakasih...hiks," tangis Kira karena terharu sambil menatap suaminya dengan sangat dalam. Karena ini pertama kali Kira mendapatkan perayaan ulang tahun setelah keluarganya hancur 10 tahun yang lalu.


"Hei... ada apa sama kamu? Aku adalah suamimu. Jadi wajar jika aku membuat hari istimewamu menjadi hari yang sangat spesial. Untuk apa kamu berterimakasih...?" Tutur Bianco yang menghapus air mata di wajah Kira dengan ibu jarinya sambil menatap istrinya itu dengan sangat dalam.


**** Rumah Bridges.


Siapa yang ada di luar tolong aku...aku tidak ingin mati. Aku ingin membongkar kejahatan Jessy pada dunia, batin Reka.


Reka bergumam dengan tangisan ketika Sherli yang ikut bekerja sama dengan Karin dan Kevin melakukan pembunuhan pada Reka. Cara mereka melakukan pembunuhan pada Reka dengan cara halus yaitu membakar briket batu bara di ruang kamar Reka. Lalu sengaja menaroh sebuah botol baygon yang memang sudah ada di ranjang kepala kamar Reka agar tidak dicurigai oleh Bianco, Dan menjebak Kira karena sebelum pergi Kira yang sempat mengurus Reka.

__ADS_1


Sherli yang membakar briket itu mengunci pintu kamar dari luar tidak lupa ia juga mengunci jendela kamar dengan rapat agar asap dari briket batu bara itu tidak keluar dan bisa dihirup oleh Reka dengan mengeluarkan zat karbonmonoksida beracun dan secara pelan-pelan akan membunuh orang tersebut seperti sebuah cekikan tangan terasa sesak di dada atau paru-parunya hingga kehabisan nafas dan meningal dunia.


Sherli berdiri di luar dengan sengaja membereskan beberapa sampah yang sengaja ia tumpahkan di pintu kamar Reka. Tujuanya adalah memantau para pelayan yang lain untuk tidak curiga.


"Sherli apa yang kamu lakukan di depan pintu ini?" Ucap pak Sud yang kaget melihat Sherli yang sedang memungut sampah di mana-mana dengan tanganya di bawah sana.


"Ayah. Oh ini tadi aku ingin membawa sampah ini ke bawah untuk di buah yah. tapi tangan aku yang memegang plastik sampah kepleset makanya aku memungut ulang," ucap Sherli grogi karena ketakutan akan hal yang sebenarnya terjadi di dalam ruang kamar Reka.


"Tinggalkan saja di sana biarkan para pelayan lain yang membereskanya. Kamu kembali ke kamar untuk menjaga nyonya besar," papar pak Sud pada anak semata wayangnya itu untuk kembali melakukan tugasnya.


Sherli yang mendengar ucapan ayahnya berpikir sebentar untuk berkata apa lagi agar ayahnya percaya akan alasanya. Di tengah-tengah percakapan mereka yang santai itu di dalam kamar Reka sudah kesekan nafas akibat asap karbonmonoksida dari briket batu bara yang sudah tersebar di dalam ruangan di mana-mana.


Reka tidak bisa berteriak atau menyelamatkan dirinya dari tempat tidur karena cacat fisik yang dialaminya. Sedangkan Sherli masih bercakap dengan ayahnya dalam suasana santai.


Bianco....tolong mama...Kira....tolong mama....Tuhan bantulah aku. Aku tidak ingin mata..., bungkam Reka dalam hati dan tetesan bening air mata mengalir deras dari matanya. Ia tidak tahu lagi bagiamana caranya menyelamatkan diri dengan kondisi yang sangat lemah itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2