PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Sebutan baru kura-kura


__ADS_3

Follow Ig: @Sildadelita99.


Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...


kalian baca jam berapa? asal dari mana?


me: Kupang NTT.


Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏


Happy Reading Guys...


*****


Sagas yang masih memeluk Kinta dari belakang. Tangan Sagas masih melingkar di perut Kinta semakin erat Sagas meyandarkan dagunya lembut di bahu Kinta sambil tersenyum bahagia. Kinta yang yang kaget dipeluk tiba-tiba dari Sagas sangat deg-degan. Jantung Kinta berputar cepat dan semua tangannya menjadi dingin.


"Lepaskan! Aku mau membuang sampah bagaiman jika ada yang melihat ini? Mereka bisa salah paham pada kita," ucap Kinta yang menolak pelukan dari Sagas. Pada hal jauh dari lubuk hatinya ia sangat bahagia.


"Sebentar saja biarkan seperti ini. Aku hanya ingin memelukmu saja ternyata sangat nyaman ada di pelukan sahabatku sendiri, " ucap Sagas tersenyum bahagia.


Sagas berucap sambil tersenyum bahagia sedangkan Kinta bahagia namun ia menangis saat kata-kata Sagas yang hanya mengap dirinya tidak lebih dari seorang sahabat. Air mata gadis itu kembali mengalir deras di sana rasanya ia ingin menangis seengukan karena tidak tahan dengan rasa sakitnya itu.


Aku pikir ini bukanlah pelukan terimakasih. Namun pelukan bahwa kamu menyukaiku lebih dari sahabat, bagaimana mungkin aku bisa menahan sakit ini , untuk sekejap aku ingin diriku amnesia agar aku bisa melupakan semuanya, aku sangat terluka dengan sikap seperti ini..., batin Kinta dan kembali menangis.


"Apa kamu tahu aku bahagia berada di sampingmu. Terimakasih selalu ada di saat aku membutuhkan sandaran," ucap Sagas pada Kinta.


"Aku melakukan semua itu karena kamu adalah sahabatku. Kamu selalu ada ketika aku membutuhkan sandaran jadi saat kamu membutuhkanya maka aku pun siapa ada di sampingmu," jawab Kinta menahan luka yang sangat perih di sana.


Namun aku ingin kamu menganggap aku lebih dari seorang sahabat, Aku ingin kamu melihat betapa aku mencintaimu, batin Kinta.


Sagas dan Kinta masih dalam moment romantis. Keduanya masih dalam pelukan romantis dan tangisan Kinta, walau sebenarnya Sagas tahu bahwa Kinta terluka. Namun Sagas tidak tahu alasan apa yang membuat Kinta terluka.


**** ( Rumah Bianco).


"Kalian mau ke kamar?" tanya Reka menatap tangan Bianco yang mengengam tangan Kira.

__ADS_1


"Ya ma. Ada yang mau aku bicarakan dengan istriku," jawab Bianco asal.


"Baiklah. Selesaikan saja apa yang mau dibahas sama istrimu mama masih mau menonton," seru Reka balik dan kembali menonton drakor favoritenya the heirs yang dinontonya di neflix.


Setelah menyapa mamanya Bianco dan Kira melangkah menaiki tangga untuk ke kamar. Sedangkan Reka sengaja menonton di ruang keluarga karena ia mau menyanyakan kejadian semuanya pada kepala pelayan. Pak sud asisten rumah sekaligus mata-matanya selama dirinya tidak ada di rumah.


Bianco dan Kira sudah di kamar, saat Kira masuk ia sangat kaget dengan dekorasi kamar Bianco yang berbeda. Di sana sebuah bingkai foto pernikahan antara Bianco dan Kira terpapar rapi di atas kepala kamar Bianco. Dihiasai bentuk love di atas bingkai itu dengan sangat indah. Kira tersenyum sambil melirik sebentar ke Bianco yang sudah membaringkan tubuhnya di kasur kamar.


Bianco yang sedang baring di kasur dengan menutup matanya, namun pikiranya ke mana-mana.


Mulai sekarang Bianco bersikap baiklah padanya, ada apa dengan diriku mengapa sejak tadi otakku berpikir terus-menerus tentang Kira? Bianco pacarmu adalah Saskia bukan Kira, batin Bianco menolak memikirkan Kira namun, hatinya menginkan itu.


Seandainya ini bukanlah sebuah sandiwara semu, mungkin aku adalah orang yang paling bahagia. Tapi, sayang ini hanyalah sandiawara semata, batin Kira.


Kira kembali melihat selimut dan bantal tidurnya yang tidak ada di sofa Gadis itu tadinya ingin pergi untuk tidur karena hari ini ia sangat kecapean namun, saat Kira melirik ke sofa bantal dan selimutnya tidak ada di sana Gadis itu melihat ke sana dan ke sini namun, ia tidak menemukanya. Gadis itu membuka lemari pakaiaanya ia pun kaget dengan apa yang ada di lemari semua pakaianya tidak ada di sana. Lemarinya kosong ludes.


Kemana semua pakaianku? Selimutku? Tidak mungkin dia memindahkan semuanya di lemari pakaiaanya, bisik Kira dalam hati.


Apa yang sedang dicarinya? Dasar kura-kura, batin Bianco.


Kura-kura? Apa dia memelihara kura-kura? Sejak kapan? Perasaan aku sama sekali tidak melihat batang hidung kura-kura di sini, bisik Kira memutar otaknya untuk mencari hewan kura-kura yang dimaksud Bianco.


"Kura-kura apa yang sedang kamu cari?" tanya Bianco lagi dengan menahan tawanya.


Jika Dia memutar tubuhnya maka fix aku akan memangilnya kura-kura, sebutan baru untukmu, batin Bianco menatap pungung belakang Kira dengan menahan tawanya.


Bianco yang bergumam dalam hati terus memandang Kira Di saat bersamaan Kira membalikkan dirinya menatap Bianco dengan penuh pertanyaan, sedangkan Bianco tawanya langsung meledak saat ia memangil Kira dengan sebutan Kura-kura gadis itu langsung menoleh, Bianco tertawa dengan sangat lucu sambil memukul-mukul bantal Kira yang merasa aneh dengan sikap Bianco menatap dengan penuh kebingungan.


Manusia aneh... tadi di makam bersikap dingin dan sok Kool lah... sekarang tertawa dengan bahagia? Aneh dasar pria tidak bisa ditebak kadang baik, kadang dingin, kadang mara-marah tidak jelas dan kadang tertawa seperti orang kerasukan setan, batin Kira menatap Bianco bingung.


"Apa namamu Kura-kura?" tanya Bianco menahan tawa. Namun, tawa itu kembali meledak saat melihat ekspresi wajah Kira.


"Apa?" tanya Balik Kira bingung.


Tawa lagi kerasukan kuntilanak ya kamu? Batin Kinta kesal.

__ADS_1


"Apa namamu Kura-kura?" Ucap Bianco masih dengan pertanyaan yang sama.


Bianco mengulangi ucapanya menatap Kira dengan menahan tawanya, walau sebelumnya ia kembali tertawa dengan ekspresi Kira.


"Namaku Kira bukan Kura-kura, K-i-r-a... Kira," seru Kira kesal dengan mengejakan namanya.


Emang aku binatang apa seenaknya saja mengubah namaku menjadi kura-kura, lidahnya minta diulek ya pakai cabe rawit, batin Kira kesal pada Bianco.


Hahhaha....


Tawa Bianco kembali pecah saat Kira mengejakan huruf namanya.


Tertawa saja terus dengan muka kuprit kamu itu, ihhh bikin kesal banget si Bianco ini, batin Kira kesal dengan sikap Bianco.


"Tidak ada yang lucu, namaku Kira," ucap Kira sambil mengangkat alisnya yang satu menatap sini Bianco.


"Lalu kenapa aku memangil Kura-kura kamu berbalik?" tanya Bianco lagi masih terus tertawa.


"Apa? Kaget Kira.


"Aku berbalik karena aku ingin bertanya pada kamu sejak kapan dirimu memelihara kura-kura?perasaan aku tidak melihat batang hidung kura-kura selama di sini."


"Pelihara? Hahhahahha.... perutku sakit...hahahaaa..." pecah sudah tawa Bianco memegang perutnya sambil jungkir balik di kasur sana-sini saking lucunya.


Tertawa lagi? Emang lucunya di mana coba? Sehinga ia tertawa dengan terbahak-bahak begitu, batin Kira heran pada Bianco.


"Kura-kura adalah Kira. Aku sengaja memangil namamu Kura-kura karena itu hanya diubah huruf i dan u saja cocok banget sama namamu Kira atau Kura, hahahha..." tawa Bianco semakin terbak-bahak seperti orang kesurupan.


Sedangkan Kira yang mendengar bahwa namanya diganti oleh Bianco semakin kesal dan tidak tersenyum sedikit pun, pria itu terus tertawa dengan kencang sambil memegang perutnya saking merasa lucunya dia.


Dasar kuprit. Enak saja namaku diganti jadi kura-kura, bungkam Kira.


Bianco yang mendengar Kira menyebut namanya Kuprit berhenti tertawa lalu menatap Kira dengan wajah dinginnya seperti biasanya, Kira yang merasa semakin aneh menatap heran Bianco dengan banyak pikiran di otaknya.


Tadinya tawanya ledak-ledak kaya api meledak sekarang tatap aku dengan wajah seperti es batu di kulkas yang belum mencair, gumam Kira menatap Bianco heran.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2