PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Kematian Miguel Bridges


__ADS_3

"Lama tidak bertemu. 10 tahu aku menantikan hari pertemuan kita," sapa Jessy pada Miguel.


Jessy menyapa Miguel saat pria itu dibawa masuk oleh para bodyguardnya di ruang pribadi Jessy. Miguel yang mendengar suara yang tidak asing di telingnya menatap lekat-lekat dari mana suara itu datang dan di sana ada sosok tubuh yang sedang tersenyum menatap diri Miguel.


"Jessy..." kaget Miguel.


"Aku pikir kamu tidak mengenal aku setelah sekian lama kita tidak bertemu. Tapi aku salah kamu masih mengenal mantan tersayangmu ini." Jessy tersenyum.


Jessy berucap dengan senyuman tipis dibibirnya saat ia melangkah menghampiri Miguel Bridges.


"Mengapa kamu meminta anak buahmu membawa aku ke sini? Kita sudah tidak ada hubungan. Untuk apa kamu membawa aku ke tempatmu?" Tanya Miguel dengan nada naturalnya.


"Cihhh... untuk apa kamu bertanya hal yang tidak masuk akal? Bukankah sudah jelas aku merindukamu," desis Jessy tersenyum penuh arti.


"Aku bahkan sama sekali tidak menginkan pertemuan denganmu. Kamu hanyalah masa lalu aku yang sudah aku kuburkan dalam kenangan," pinta Miguel langsung pada intinya.


Miguel yang berucap dengan penuh penekanan pada ucapanya dengan santai tanpa peduli dengan ucapan Jessy. Pria itu memang sudah melupakan mantan kekasihnya itu. Bagi Miguel Jessy hanyalah masa lalu yang sama sekali tidak penting dalam hidupnya.


Jessy yang mendengar ucapan Miguel menatap tajam pria itu dengan meremas jari-jemarinya sangat kuat. Tidak bisa Jessy pungkiri bahwa kata-kata yang keluar dari pria yang sangat ia cintai itu di masa yang dulu sungguh terasa hatinya terluka ketika mendengar ucapan Miguel.


"Namun aku sangat menantikan pertemuan ini. Aku tahu dari lubuk hatimu yang paling dalam kamu juga menginkan hal ini," desis Jessy percaya diri.


"Hati bisa berubah seiring berjalanya waktu. Kamu hanyalah kenangan aku tidak lebih dari itu. Aku sudah memiliki keluarga," lirih Miguel.


Jessy yang mendengar ucapan Miguel tersenyum licik menahan sakit didadanya. Lalu ia memainkan kode mata pada beberapa bodyguardnya untuk segera menahan Miguel.


"Lepaskan aku! Lepaskan!" Teriak Miguel saat 4 orang bodyguat Jessy menghalangi jalanya. Dan mereka mengepung Miguel.

__ADS_1


Mereka mengeratkan tangan kekar keempatnya pada tubuh Miguel lalu membawanya ke ruang rahasia pribadi Jessy di sana sudah ada bodyguard Jessy yang lain. Dan di tempat itu sudah ada tanaman beracun mematikan untuk manusia yaitu Aconitum napeluss sebuah tanaman mirip Lavender tapi bukan lavender sebenarnya.


Zaman dulu tanamanan tersebut sering di gunakan oleh para pasukan panah untuk mematikan musuh dengan cara melumuri titik bagian panah untuk memanah musuh. Tanaman ini pun mengandung racun neutroksin dan kartioksin racun ini bisa menyebabkan sistem pencernaan, kelemahan pada sistem motorik hingga mengakibatkan kelumpuhan pada paru-paru dan jantung.


Selain itu Jessy juga mengisi ruang ini dengan tanaman water hemblock( civuta Makulata) tanaman ini lebih berbahaya dari tumbuhan yang aconitum dimana tanaman ini jika disentuh akan mengakibatkan perusakan organ tubuh secara pelan-pelan. Dan lebih berbahaya jika di konsumsi maka akan mengakibatkan kematian secara pelan-pelan tapi pasti dan sangat menyiksa tubuh.


"Apa yang kamu inginkan Jessy!" Geram Miguel.


"Aku menginkan kekayaanmu. Hahha... sekarang kamu akan merasakan apa yang aku rasakan dulu..."


"Akan aku pastikan hidupmu menderita sejadi-jadinya...hahhaha..." Tawa Jessy dengan keras.


Jessy tertawa bahagia melihat ekspresi wajah Miguel yang sangat tajam menatapnya.


"Dasar ******...!" Tekan Miguel.


Wanita itu duduk dengan santai di kursi sofanya lalu meminta pelayan rahasianya membawakan sebuah mampan yang di atas tumpukan mampan itu berisi minuman teh namun di dalamnya sudah bercampur racun salah satu dari kedua tanaman yang ada di ruang rahasianya itu.


"Sudah lama kita tidak duduk bersama dan minum. Aku sangat merindukan itu," tutur Jessy dengan nada yang sangat halus namun menakutkan.


"Aku sama sekali tidak sudi duduk bersanding dengan dirimu. Sangat menjijikan." Buangan ludah dari bibir Miguel.


Pria berumur itu membuang ludah dari mulutnya ke lantai seakan dia sama sekali tidak menyukai Jessy. Jangankan menatap wajahnya meliriknya pun tidak sudi dilakukan oleh Miguel.


"Menjijikan...beraninya sekali kau meludahi aku dengan lidah kotormu itu...!" Pekik Jessy emosi.


Wanita ular itu melangkah sambil menarik keras rambut Miguel pria yang sangat ia cintai di masa lalu itu. Dan kini mata Miguel menatap mata Jessy namun tatapan Miguel sangat tajam pada Jessy tanpa ada rasa takut dari dalam diri Miguel.

__ADS_1


Jessy yang tidak terima akan ucapan Miguel yang merendahkan dirinya menongkak kuat rahang gigi-giginya di dalam sana. Lalu ia membuang ludah di wajah Miguel yang posisinya berlutut di hadapan Jessy dengan kaki dan tangan sudah diborgol kuat oleh rantai. Sedangkan wajah Miguel menatap Jessy dan pria itu sedang menahan sakit di kepalanya di mana rambutnya di jambak kuat oleh tangan Jessy.


"Ludah yang kamu bilang jijik itu lebih menjikan pada dirimu. Aku bukan Jessy yang lemah seperti dulu..."


"Aku adalah Jessy yang akan menghabisi dirimu...!" Jerit Jessy bernada tinggi.


Jessy berteriak emosi lalu menarik keras rambut Miguel yang tersenyum merendahkan Jessy. Wanita itu mengambil teh yang ada teko masih panas belum dituangkan oleh pelayanya ke dalam gelas. Tanpa peduli dengan gelas karena emosi yang sangat membara di dalam hati Jessy.


Wanita berbisa licik itu meminta para bodyguardnya untuk memaksa buka mulut Miguel secara paksa karena pria itu yang tidak mau sama sekali membuka mulutnya oleh Miguel. Lalu dengan kejamnya Jessy menuangkan teh panas tersebut ke dalam mulut Miguel yang berhasil dibuka paksa oleh anak buah Jessy.


"Rasakan kematian yang sangat menyiksa ini. Aku ingin kamu merasakan sakit yang aku rasakan selama ini...! Tuan Miguel Bridges....hahhahhaha....!" Pungkas Jessy mulai tertawa dengan bahagia.


"Apa yang kamu masukan ke dalam minuman ini?" Tanya Miguel.


Miguel bertanya dengan nada suara putus-putus ketika ia merasakan sakit yang begitu luar biasa di dalam perut dan tenggorakanya.


"Aku memasukka malaikat pencabut nyamu...hahahaha....," desis Jessy dengan tawa bahagia memenuhi ruangan.


"Dasar iblis...akan aku pastikan kematianmu jauh lebih menyedihkan dibandingkan diri aku...!" Hina Miguel masih menahan sakitnya...


"Hahhaha... tapi sayang kamu kamu lebih dulu pergi meningalka aku" Tawa bahagia Jessy.


Jessy berucap dengan nada halus dan terus tertawa bangga akan apa yang terjadi saat melihat tubuh Miguel yang sudah kejang-kejang dihapanyanya.


"Matilah...matilah dirimu pria jahat. rasakan sakit yang selama ini aku rasakan...hiks..." Tangis Jessy sambil menatap tajam Miguel.


"Aku berhasil melenyapkan musuh yang selama ini aku incar. hahahaha..." tawa Jessy dengan tangis di sana.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2