PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Hadiah Ulang Tahun


__ADS_3

"Siapa pun kamu aku sangat berterimakasih padamu. Karena sudah menjaga mama jika suatu saat kita dipertemukan lagi maka akan aku ucapkan rasa terimakasih secara langsung," Bicara Karin pada dirinya sendiri sambil menghapus air matanya.


Karin yang berbicara sendiri saat melihat Avim yang masih memeluk erat mamanya di sana. Gadis itu menghapus air matanya dan memutar tubuhnya untuk melangkah pergi meningalkan Sari dan Avim. Sedangkan Avim pria itu masih sabar menenangi Sari yang menangis di pelukanya bagaikan tangisan seorang ibu pada anaknya yang sudah lama menghilang.


****


"Hari ini aku libur kamu mau kita ke tempat mana untuk menghabiskan malam khusus untuk malam kita berdua?" Tanya Bianco dengan memainkan hidungnya di hidung istrinya yang saat ini sedang tidur menghadap dirinya dan tersenyum pada Avim dengan bahagia. Dimana tubuh mereka dua masih dibaluti dengan selimut hangat.


"Hem...apa kamu yakin? Ingin mengajak aku keluar. Aku hanya tidak mau membebani pikiranmu. Karena aku tahu kamu masih dibalut dengan kepergian ayah," jawab Kira meragukan tawaran sang suami padanya.


Kira memang menolaknya karena ia tahu bahwa Bianco masih dalam keadaan tidak baik-baik saja. Apa lagi semalam saat Kira yang memeluk tubuh Bianco pria itu menangis untuk pertama kali dipelukan Kira hal itulah yang membuat ia tidak yakin akan kondisi sang suami.


"Kalo aku bilang aku baik-baik saja itu bohong. Tapi selama kita menikah aku tidak pernah mengajak kamu ke tempat yang romantis. Aku mungkin memang sangat terpuruk untuk saat ini namun selama ada kamu disamping aku maka aku akan baik-baik saja," tutur Bianco yang mengalungkan tanganya di leher istrinya sambil tersenyum tulus pada Kira dengan tatapan dalamnya.


"Hemm... Kira berdehem sebentar. Baiklah aku mau kita pergi ke hotel aqua rium karena itu adalah tempat impian aku pergi ke tempat tersebut bersama orang yang aku cintai dan menghabiskan momen di sana bersamanya," seru Kira menyetujui ajakan Bianco.


Bianco yang mendengar ucapan Kira tersenyum bahagia. Dengan tatapannya yang sangat dalam pada istrinya. Pria itu mendekati wajahnya pada wajah Kira lalu ia mendaratkan satu kecupan hangat di puncak kepala sangat istri dengan perasaan yang sangat dalam. Sedangkan kedua tanganya memeluk erat tubuh kecil Kira dengan sangat erat. Kira yang hari ini sedikit kecewa pada suaminya itu karena Bianco tidak mengingat bahwa hari ini adalah ulang tahun Kira.


Namun ia mulai luluh hatinya pada sikap romantis Bianco. Gadis itu pun melingkarkan kedua tanganya di pingang Bianco dan menempelkan kepalanya di bidan dada Bianco yang terbuka itu. Akibat semalam menikmati cinta bersama sang istri hingga pagi hari.


Aku tahu kamu sedang kecewa dengan aku karena tidak mengingat ulang tahunmu. Tapi tenang saja aku mengingatnya dan sudah mempersiapkan ulang tahun yang sangat spesial dan takan pernah dilupakan oleh kamu, batin Bianco menarik dua sudut bibirnya tersenyum penuh kemenengan di atas sana.

__ADS_1


Pada hal hari ini adalah ulang tahunku tapi kamu sama sekali tidak mengingatnya. Ya wajar juga shi dia tidak mengingatnya kami kan menikah bukan karena cinta melainkan karena balas dendam. Tapi aku bersyukur semalam dia memberikan kado yang begitu indah dalam hidupku, batin Kira saat membayangkan kejadian semalam dimana ia kembali menghabiskan malam penuh panas dan dingin bersama Bianco.


Di tengah-tengah pelukan romantis dan suasana diam itu akhirnya Kira membuka suara memecahkan keheningan yang sempat terjadi beberapa menit itu.


"Tapi jika kita pergi bagaimana dengan mama? Apalagi kondisi mama yang seperti ini kita tidak mungkin meningalkan mama seperti ini sayang," papar Kira melepaskan pelukanya dari Bianco dan mengangkat wajahnya menatap wajah suaminya itu.



"Soal itu kamu tenang saja. Ada Avim pak Sud dan Sherli serta para bodyguard, satpam dan yang lainya yang sudah aku tugaskan untuk menjaga mama. Jadi tidak perlu kwatir, hem...," ungkap Bianco sambil menatap wajah istrinya yang sedikit cemas.



Sikap Bianco itu sontak langsung membuat Kira kaget dan membulatkan matanya menatap mata Bianco yang sepertinya sudah puas akan hal itu. Walau ini bukan pertama kali bagi Kira tetap saja gadis itu masih syok apalagi wajah tampan Bianco yang makin hari makin bersinar.


"Sayang... kamu thu ya bikin mud pagi aku ambruk deh," manja Kira mengerutkan dahinya karena tidak setuju dengan sikap suaminya yang tiba-tiba menciumnya seperti itu.


"Lah


emangnya kenapa? Salah ya jika suami mengecup istrinya. Tidak salah sayang. Kecuali aku kecup punya orang kalo punya aku itu mah wajar," jawab Bianco menjahili istrinya yang lagi kesal padanya


"Tau ahhh... pada hal' kan semalam kamu..." ucapan Kira terhenti saat sadar akan kalimat berikutnya.

__ADS_1


Pipi Kira merah merona bagaikan tomat merah lalu ia menutup wajahnya karena malu. Bianco yang mendengar ucapan Kira mengukir senyuman dan wajah jahilnya lalu ia mulai bertanya dengan kalimat jahilnya itu.


"Semalam apa? Hayo loh... kamu mau bilang tidak puas bukan?" Jahil Bianco.


"Apaan sih gak jelas. Udah ahh aku mau mandi bersihkan tubuh karena lengket semua tubuhku," cetus Kira dengan pipinya yang merah merona kaya balon merah.


"Gak jelas? Lengket? hahhaha...tapi semalam kamu menikmatinya bukan? Beber Bianco makin intesn mengoda istrinya itu.


"Sayang...ihh..apaan sih...bisa-bisa kamu bahas hal itu dengan wajah tidak berdosa itu," lontar Kira tidak percaya.


"Hahhaha...untuk apa malu kalo bahas sama istri tidak apa-apa kecuali aku goda orang lain itu baru salah. Ini juga ingin kembali hal itu," papar Biaco mengoda lagi dan lagi istrinya itu. Yang membuat pipi Kira yang tadi merah merona semakin merah lagi.


"Sayang..." cetus Kira dengan suara manja dan wajah mengemaskan yang membuat Bianco tertawa pagi hari itu semakin kencang.


Bianco yang tertawa terbahak-bahak akan kekesalan Kira akhirnya kembali menarik tubuh istrnya ke dalam pelukanya dengan tatapanya yang dalam lalu ia mencubit gemash pipi Kira dan kembali memeluk gadis itu dengan erat. Ia sudah tidak peduli lagi mau Kira masih suci atau tidak, bagi Bianco ia hanya ingin mencintai Kira sampai akhir hayatnya.


Di sisi lain Pak Sud sudah menugaskan beberapa mata-mata bodyguard yang dipercayanya untuk memantau acara persiapan yang sedang didekorasi di salah satu hotel berbintang lima. hotel termahal di kota Konglomerat dan hotel milik keluarga Bianco. Di mana tempat itu adalah hotel Aqua Rium yang merupakan tempat kesukaan Kira. Sebenarnya Bianco sudah mencari tahu semua tentang Kira sebelum ia jatuh cinta dengan gadis itu.


Jadi saat tahu bahwa ulang tahun Kira yang semakin dekat ia pun sudah sebulan sebelum ulang tahun Kira ia meminta para kariawan hotel untuk mendekorasi ulang tahun istrinya di hotel tersebut. Dengan pemandangan kamar hotel di di bawah aqua rium yang dihiasi ikan-ikan dan pelepasan dua ribu petasan di langit tepat di hadapan kamar yang mereka tempati.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2