
"Dasar bajingan...! " beraninya dirimu memfitnah Saskia," ketus Bianco dengan penuh emosi.
Bianco berucap dengan emosi saat ia memukul Sagas sahabat dekatnya dibawah lantai. Sagas yang juga emosi kembali mendaratkan satu pukulan keras ke wajah Bianco lagi. Hingga membuat tubuh jatuh tersungkur ke lantai dan hidung mancung Bianco mengeluarkan darah.
"Darah...?"
Bianco yang memegang hidungnya yang mengeluarkan darah meremas kuat jari jemarinya lalu Bianco mengambil sebuah balok kayu yang ada di sampingnya langsung Bianco melempar kearah Sagas. Sagas yang berdiri menatap tajam Bianco segera menghindar dari lemparan balok itu secepat mungkin dan pada akhirnya Balok itu mendarat di tembok.
Malam itu perkelahian sengit terjadi antara Bianco dan sahabatnya Sagas di tempat gang mereka berempat biasa berkumpul, Bianco, Sagas, Jipank, dan Gilang. Persahabatan Jipank dengan Bianco sudah dari kecil sedangkan persahabatan Gilang, Sagas, Jipank dan Bianco sejak masa SMA. Namun sayang persahabatan antara Jipank, Bianco , Galang dengan Sagas berakhir di saat mereka sudah sama-sama sukses.
Sagas pergi meningalkan ketiganya saat terjadi perkelahian hebat dirinya dengan Biaco dimana itu terjadi di malam hari saat mereka berkumpul seperti bisanya di tempat tongkrongan mereka di sebuah gang yang dekat dengan kolom jembatan.
Berakhirnya persahabat Sagas dengan ketiga temanya di mana dia mengetahui bahwa Saskia berselingkuh dengan sekertaris kepercayaan Bianco Kevin. Ya Kevin adalah kaki tangan Bianco yang merupakan orang kepercayaan Bianco, Saat pertama kali mengetahui bahwa Saskia berselingkuh dengan Kevin awalnya Sagas tidak mempercayainya namun karena satu kejadian dimana Sagas melihat Saskia dan Kevin menghabiskan malam bersama di salah satu hotel milik papanya.
Entah itu diketahui Saskia atau tidak yang pasti bahwa hotel itu milik sahabat Bianco tapi semua bukti menunjukan bahwa Saskia menghianati Bianco. Sagas melihat sendiri dengan mata kepalanya Saskia tidur bersama Kevin di hotel tersebut. Dan itu terjadi berulang-ulang Sagas mencoba menjelaskan baik-baik pada Bianco tapi sayang Bianco sama sekali tidak mempercayai hal tersebut, karena rasa cintanya yang besar pada Saskia Bianco di butakan oleh cintanya itu.
"Aku sama sekali tidak memfintah Saskia tapi aku hanya ingin kamu tahu yang sebenarnya."
"Cukup! Aku sama sekali tidak mempercayai omong kosongmu itu."
"Awalnya aku juga tidak mempercayai hal itu Bianco. Tapi saat aku..."
"Cukup?!"
"Apa karena kamu terlahir dari anak haram. Sebab itu membuatmu berbicara seperti ini pada orang lain?" ucap Bianco penuh tekanan di kata haram.
"Apa...?" kaget Sagas.
__ADS_1
Ya Sagas adalah hasil dari perselingkuhan papanya dengan ibu kandung Sagas. Ia adalah anak yang terlahir di luar nikah, walau begitu Sagas tinggal dengan papa dan keluarga sah papanya sejak masih bayi. Papa Sagas sangat menyangi Sagas namun itu tidak dengan ibu angkat Sagas. Yang namanya anak haram tetaplah anak haram, setiap hidupnya apa pun kesalahan yang dilakukanya pasti akan selalu disebutkan kata tersebut.
Seperti itulah kehidupan Sagas setiap kali ia melakukan kesalah kecil atau besar selalu yang dilontarkan dari Ibunya dan kakak tirinya adalah kata anak haram. Oleh sebab itu Sagas tumbuh menjadi pria yang dingin, cuek dan banyak diam. Walau kata itu sudah biasa bagi Sagas akan tetapi tidak dengan ucapan yang pertama kali keluar dari mulut sahabat lamanya.
Bianco mengucapakan kata yang jelas-jelas sangat menyakiti Sagas. Karena kata itu begitu kasar bagai Sagas, hal itulah yang membuat Sagas sangat kecewa dengan ucapan sahabatnya tersebut.
"Apa yang barusan kamu ucapkan?" tanya Sagas lagi.
"Apa kamu tuli atau buta? ANAK TIDAK SAH ALIAS ANAK HARAM," pinta Bianco dengan santai.
"Hanya karena seorang wanita, kamu bisa mengucapkan kata yang jelas-jelas menyakiti sahabatmu ini?"
"Dia adalah hidupku, nafasku dan nyawaku, sekali saja kamu jatuhkan dia dihadapanku. Itu sama saja kamu menghancurkan seluruh hidupku."
"Apa hubunganya jika dia berselingkuh di belakangmu. Apa masih kamu angap itu hidupmu, jiwamu dan ragamu?"
"Apa karena ibumu seperti itu sehingga kamu seenaknya mengangap semua wanita sama dengan ibumu?"
"Bianco!" teriak Sagas penuh emosi menatap tajam Bianco."
"Jangan libatkan masa lalu ibuku dengan urusan asmaramu. Aku selama ini berusaha menahanya karena aku tahu bagaimana reaksimu. namun hari ini aku salah karena peduli dengan dirimu."
Sagas berucap dengan tatapan berkaca-kaca sambil menatap tajam Bianco ia tidak menyangka bahwa sahabat lamanya ini mengungkit masa lalu Ibunya.
"Apa ini yang kamu sebut sahabat? Hari ini kamu membuatku sadar bahwa kamu tidak lebih dan tidak bukan adalah Bianco yang hanya mementingan diri sendiri."
"Aku hanya berpesan jangan sia-siakan wanita seperti Kira. karena sekali kamu salah langkah maka penyesalan yang akan selalu menghantui dirimu, " lanjut Sagas.
__ADS_1
Sagas berucap dengan mata yang berkaca-kaca. Ini pertama kali Sagas mengeluarkan air mata pada Bianco, ia tidak menyangka sahabat yang sangat ia percaya dengan tega mengeluarkan kata-kata yang jelas akan melukai hati Sagas.
Sedangkan Bianco yang berdiri dengan tegap di hadapan Sagas berusaha menahan rasa bersalahnya namun emosi semakin memuncak yang membuat Bianco tidak peduli dengan ucapan Sagas.
Sagas memutuskan gelang persahabatan mereka dari tanganya lalu melempar ke lantai sambil berucap,
"Aku mengundurkan diri."
"Silakan. aku sangat bersukur akan pengunduranmu ini," sahut Bianco menatap Sagas.
"Terimakasih untuk jawabanmu. aku harap kamu tidak kehilangan sahabatmu lagi. cukup aku saja," jawab balik Sagas.
Setelah berucap Sagas melangkah pergi meninggalkan Bianco. Bertepatan dengan itu Sagas yang ingin pergi tiba-tiba ia bertemu dengan Gilang dan Jipank yang baru datang, awalnya Jipank dan Gilang yang mengajak kedua sahabatnya berkumpul di tempat tongkrongan mereka namun sayang mereka datang telat karena terjebak macet di jalanan.
"Apa yang terjadi?kamu mau ke mana?" Tanya Jipank saat melihat Sagas yang mau pergi.
Sagas menghiraukan ucapan Gilang ia hanya membalas dengan senyuman namun menahan air mata, Sagas memukul lembut pundak kedua sahabat dan pergi meninggalkan mereka. Jipank dan Gilang yang bingung akan senyuman Sagas menghampiri Bianco untuk bertanya dan pria sombong itu pun menjelaskan semua masalah mulai dari akar permasalahan hingga pengunduran diri Sagas dari the geng mereka
**** flash back.
"Kini semuanya terulang lagi, aku harap masalah pribadinya biarlah dia yang mengusrusnya. Aku tidak mau nasibmu sama seperti Sagas, Pank " batin Gilang
Gilang bergumam dalam hatinya saat ia kembali mengingat memory persahabatan lama mereka. Yang pada akhirnya salah satu sahabat terbaik mereka menghilang hanya karena Saskia.
Kehilangan sahabat itu sama seperti kehilangan orang yang sangat penting bagimu. maka coblah memahamk situasinya karena terkadang apa yang kita anggap benar belum tentu benar di orang lain.
Bersambung.
__ADS_1
Note please komen jangan next tapi komen lah sesuai dengan isi dari Bab ini Jadi author juga semangat untuk nulisnya terimakasih...