PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Cinta Di Bawah Tanah


__ADS_3

"Maksud aku kita akan berpura-pura menjadi pasangan kekasih di hadapan mantan pacarmu itu. Akan aku tunjukan kalo kamu bisa mendapatkan yang lebih sempurna dari dia." Senyum Avim pada Kinta.


"Terimakasih tuan. Tapi aku rasa itu tidak perlu karena aku tidak mau merepotkan tuan dalam kehidupan pribadiku," tolak Kinta tersenyum tulus pada Avim.


Kinta menolak tawaran Avim karena gadis lugu itu tidak mau melibatkan pria yang baru dikenal olehnya ke dalam masalah pribadinya. Ia tidak mau Sagas dan Rani melakukan kejahatan pada Avim.


Avim yang mendengar ucapan Kinta mengerutkan dahinya. Lalu ia melangkah dan membungkukan tubuhnya yang ingin duduk di samping Kinta. Pria itu menaruh pantatnya di alas tepi ranjang yang hanya berjarak 2 meter dari Kinta. Lalu ia duduk di samping gadis yang baru dikenalnya itu. Tatapan Avim pada Kinta sedikit mendalam karena bayang-bayang wajah sang adik Mawar kembali berputar di ingatan Avim saat dirinya menatap dalam Kinta.


Ya wajah Kinta memang sangat mirip dengan Mawar yang berbeda adalah Kinta memiliki kulit sawo matang sedangkan Mawar memiliki kulit putih bagaikan sutra.


"Ini sama sekali tidak merepotkan aku. Ini aku lakukan karena aku pernah mengalami hal yang sama seperti dirimu," ungkap Avim dengan mata sendunya saat menatap Kinta.


Gadis yang sedang menatap tatapan mata Avim bisa melihat kehancuran dalam diri pria itu saat menatap kedua matanya itu. Kinta bisa melihat sisi lemah pria yang sedang menatap dirinya.


"Apa maksud kamu? Apa kamu pernah menghamili anak orang dan tidak bertangung jawab?" Tanya Kinta langsung pada intinya.


"Hahhaha... bukan begitu maksud aku."


Tawa Avim yang tidak sadar bahwa untuk pertama kali ia tertawa karena hal lucu. Selama ini ia jarang tertawa sejak kepergian sang adik. Avim menjadi pria yang banyak diam dan tidak banyak bicara. Ia berubah menjadi pria dingin dan kalem.


"Lalu apa?" Seru Kinta balik dengan kepo.


"Aku pernah mengalami hal yang sama. Namun bukan aku tapi adik kandung aku," jelas Avim.


Avim mulai menceritakan semua kenangan bersama Mawar sebelum sang adik mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Kinta hanya bisa diam dan mendengarkan dengan cermat ucapan Avim. Gadis itu tersenyum saat pria itu menceritakan cerita lucu namun sedih ketika pria itu kembali menceritakan yang menyat hati.


Kinta hanya menatap Avim terus tanpa Avim sadar gadis itu sudah tertidur pulas di samping Avim. Avim yang masih setia menceritakan kisah masa lalu saat selesai ia berbalik menatap Kinta tapi sayang gadis itu sudah tertidur pulas. Pria itu menarik dua sudut bibirnya tersenyum tipis menatap dalam gadis yang sedang tertidur itu.


Avim mengangkat tubuh Kinta yang tidur dengan posisi dua kaki masih dibawah lantai sedangkan kepalanya sudah tersandar sembarang di tempat tidur. Avim memindahkan posisi Kinta tertidur itu dan meluruskan tubuhnya. Lalu ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh Kinta. Dia pun menatap kembali wajah Kinta sekilas untuk tersenyum lalu Avim pun melangkah pergi meninggalkan Kinta di kamar tamu tersebut.


Tidak lupa ia mematikan lampu kamar dan membuka pintu secara pelan-pelan untuk keluar. Dan ia kembali menutup pintu kamar secara pelan-pelan agar tidak membangunkan gadis itu.


****

__ADS_1


"Akan aku pastikan hidup kamu sehancur-hancurnya Kira. Tidak akan aku biarkan kamu merebut Bianco begitu saja dari diriku," pungkas Saskia dengan emosi.


Saskia berucap dengan penuh emosi ketika melihat berita hot pagi di tv yang menjadi trending topik di sana. Di mana saat itu Bianco mengummkan pernikahannya secara resmi di media dan memperkenalkan calon istrinya yang bernama Sakira Bripo.


Jelas berita pagi itu menghebohkan masyarakat dan seluruh Indonesia saat berita konfirmasi hubungan Bianco di up ke publik. Saskia meremas jari-jemarinya dengan sangat kuat lalu ia membanting kasar remote tv dengan penuh emosi di lantai yang membuat batrei dalam remote itu keluar dan berserarakan di sembarang lantai.


Brukk...


Gretak Saskia dengan membanting kedua tanganya di meja tamu menatap tajam tv yang menampilkan gambar pernikahan Kira dan Bianco sedang tersenyum bahagia.


"Kamu yang memulai Kira. Dan Karin ada di tangan aku. Akan aku pastikan kehancuran dirimu mengetahui siapa pembunuh berantai selama ini yang juga melumpuhkan mertua kesayanganmu," bicara Saskia sendiri menarik sudut senyum licik di bibirnya.


****


Di sisi lain Karin sedang duduk berduan dengan Kevin di ruangan rahasia bawah tanah persembunyian senjata. Di sana hanya tinggal Karin dan Kevin sendiri yang sedang mempersiakan senjata untuk melakukan aksi mereka melenyapkan pak Sud kepala pelayan rumah Bianco.


Tujuan mereka melakukan ini semua hanya untuk menjebak Kira. Dan secara pelan-pelan untuk mengacaukan rumah tangga Kira dan Bianco. Karin dengan semangat yang membara menyiapkan semuanya sejata secara jitu. Sedangkan Kevin yang juga membantunya hanya tersenyum melihat wajah cantik wanita yang ia cintai itu yang selama ini sudah lama tidak ia tatap.


Beruntungnya aku bisa berduan dengan dirimu Karin. Wajah dan semangat inilah yang sangat aku rindukan, batin Kevin menatap dalam Karin.


Wanita itu terdiam saat ingin melanjutkan ucapnya lagi. Ia menatap bingung Kevin dengan alis sedikit dingkat ketikan melihat Kevin yang menatapnya tanpa berkedip dan senyuman manis di bibir pria itu.


"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa bengong? Apa ada masalah antara kamu dan Saskia?"Tanya Karin dengan banyak pertanyaan pada Kevin.


Kevin yang tadi diam dengan banyak pikiran aneh dari dalam otaknya saat menatap Karin. Tiba-tiba kaget dengan suara Karin yang menyadarkan dirinya dari mimpi yang sempat terbayang di otaknya bagaimana ia akan bercumbu dengan Karin di sini.


"Ahh...maaf... maafkan aku. Tadi kamu bilang apa? Aku tidak dengar," tanya Kevin balik.


Kevin bertanya saat sadar dari pikiran kotor yang sedang melayang-layang di dalam sana.


"Aku tadi tanya apa yang kami pikirkan? Mengapa bengong? Apa ada masalah dengan Saskia?" Ulang ucapan Karin kembali.


Karin kembali mengulang ucapanya dengan pertayaan yang sama saat Kevin bertanya balik karena tidak mendengar.

__ADS_1


"Semuanya baik-baik saja. Aku hanya ingin melihat wajah cantikmu itu," ungkap Kevin yang tidak sadar dengan ucapanya itu.


Kevin menjawab ucapan Karin dengan jawaban yang sengaja ia pancing untuk mengetahui isi hati Karin yang sebenarnya pada dirinya.


"Apa maksudmu? Aku tidak paham jika sudah selesai ayo kita pergi sebelum Jessy pulang," ajak Karin yang akan pergi.


"Karin. Bisakah kita sebentar di sini aku ingin mengatakan sesuatu pada dirimu," tawar Kevin dengan menahan lengan Karin untuk tidak pergi.


Karin yang merasa aneh dengan sikap Kevin. Menghentikan langkahnya lalu ia menoleh ke arah Kevin dengan dahinya yang sedikit dikerutkan.


"Apa kamu ada masalah?" Tanya Karin.


"Tidak ada. Aku hanya ingin sedikit lebih lama dengan dirimu saja. Momen ini sangat langka dalam hidup aku." Tutur Kevin menatap dalam Karin.


"Apa maksdudmu aku tidak paham?" Tanya Karin bingung.


Karin bertanya dengan sedikit kebingungan walau sebenarnya ia tahu apa maksud Kevin. Gadis itu menatap aneh Kevin namun dengan tatapan yang sangat dalam. Dan sebenarnya Karin pun menaruh rasa pada Kevin sejak dulu tapi karena menghargai Saskia ia selalu menahan perasaanya itu.


Tapi saat mendengar ucapan Kevin ini hati Karin bagaikan taman bunga yang banyak di sana saking bahaginya diri Karin. Darahnya berdesir ketika Kevin tidak menjawab ucapanya.


Pria itu malah mendekatkan dirinya pada Karin. Tangan Kevin mengengam lembut kedua pipi Karin dengan sangat lembut. Dan mengukir senyuman manis penuh arti di wajahnya. Kini wajah mereka sangat dekat seperti lem tapi masih ada sisi angin yang lewat. Angin yang lewat itu adalah nafas mereka yang saling berbalas satu sama lain mengenai kulit wajah satu sama lain.


Karin yang bingung namun hatinya menyukai suasana saat itu. Gadis itu hanya diam tanpa ada perlawan atau ucapan dari Karin. Kepala kevin sedikit dimiringkan ke bawah dan tanpa menunggu aba-aba untuk meminta ijin dari Karin. Kevin mulai ******* bibir kecil Karin dengan sangat lembut.


Karin yang seperti tersengat listrik sekejap membuka matanya lebar-lebar menatap wajah Kevin yang sedang menciumnya dengan mata tertutup seakan ia menikmati hal itu. Gadis itu pun mengesampingkan perasanya pada Saskia lalu ia menutup kedua matanya untuk mulai berpaut membalas ciuman bibir dari Kevin pria yang dicintai Karin.


Presetan dengan Saskia untuk saat ini aku juga ingin merasakan momen ini. Entah apa akibatnya aku sama sekali tidak peduli, bungkam Karin.


Kevin yang merasakan balasan dari Karin mulai memeluk erat tubuh kecil Karin dan ia semakin memperdalam cinta yang sedang ia ungkapkan pada Karin. Hal yang tadinya hanya sekedar ciuman biasa kini berubah menjadi panas. Tangan Kevin yang lain mulai bergerak ke arah lain namun dengan posisi masih memvakum kliner Karin.


Sedangkan Karin melingkarkan kedua tanganya di leher Kevin dan terus membalas ciuman Kevin .Tanpa ada henti-hentinya.


"Kevin... Karin...!" Kaget Saskia menatap emosi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2