
Kira yang masih menangis tersedu-sedu dengan kepergian Karin, gadis malang itu hanya bisa meratapi kepergian sang adik di mana ia Melihat mobil yang ditumpangi Karin sudah menghilang dari tatapanya. air mata Kira terus mengalir membasahi kedua pipinya.
"Karin..." tangis Kira penuh penyesalan saat dirinya yang berlulut di bawah sana sambil terus menyalahkan dirinya.
maafkan aku mama dan papa, aku tidak bisa menjaga Karin dengan baik. aku terpaksa melakukan semua ini demi keselamatan Karin, gumam Kira dalam hati sambil menghapus kedua air mata saat menatap jalalan di mana itu tadi sebuah mobil hitam membawa Karin pergi.
Di tengah-tengah Kira yang masih dalam kesedihan akan perpisahan dengan adiknya kini datanglah para anak buah Jessy untuk membawa pulang Kira pergi. Tanpa melawan Kira dengan iklas mengikuti para bodyguard Jessy tersebut, Akhirnya Kira kembali dibawa pulang oleh anak buah Jessy untuk meninggalkan rumah mereka, rumah yang merupakan kenangan kecil gadis itu dengan keluarganya. Rumah yang merupakan kenangan Kira dengan mama, papa dan Karin adiknya menghabiskan waktu bahagia mereka bersama. Kakak dan adik itu pun akhirnya berpisah secara paksa.
Kini Kira akan dibawa pergi untuk tinggal bersama dengan orang tua pura-puranya,
Kira yang di bawa oleh anak buah Jessy ke rumah dan keluarga yang akan menjadi papa dan mama pura-puranya, Kira hanya diam dan masih menangis mengingat Karin. Perjalanan butuh 30 menit hingga akhirnya mereka sampai pada tempat tujuan.
Kira menyalami kedua orang tuanya. Setelah mereka saling sapa satu sama lain, kini kembali fokusn pada rencana awal. Di mana itu Kira akan tinggal di rumah besar dengan keluarga kaya raya itu, Sebagai putri dari kedua orang itu.
Bertepatan dengan hari yang sama Bianco Bridges pulang dari Amerika serikat. Bianco adalah putra sekaligus anak tunggal dari Miguel Bridges. Bianco merupakan cinta masa kecil Kira Chandi, Bianco juga merupakan pria tampan, cuek, kasar, egois, dan serakah.
Dia juga merupakan pria yang berhati dingin. Ketakutan terbesar Bianco dalam hidupnya adalah semut hitam selain semut tidak ada yang ditakuti Bianco. Bagi pria itu semua bisa ia miliki dengan uang, apa pun itu uang adalah segalanya bagi Bianco. Bianco memiliki seorang tunangan dari keluarga sederhana bernama Saskia,
mereka berpacaran sudah dua tahun.
__ADS_1
Saskia selalu pergi ke Amerika menghabiskan waktu libur bersama Bianco. Semua Biaya keberangkatannya ditanggung oleh Bianco, namun hubungan mereka tidak disetujui oleh Reka dan Miguel karena Saskia bukanlah gadis yang cocok dengan Bianco semua itu karena Saskia dari keluarga yang sederhana.
"Malam ini kita akan makan malam dengan calon istrimu... papa dan mama berharap kamu tidak mengecawakan kami" ucap Miguel pada Bianco saat duduk berkumpul dengan keluarganya di ruang keluarga.
"Papa tenang saja aku tidak akan mengecewakan papa dan mama, aku mau ke kamar untuk istirahat bentar"
"Aku capek selama perjalanan pulang ke Indonesia," jawab singkat Bianco.
Setelah menjawab perkataan Papanya Bianco melangkah pergi menaiki anakan tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Sedangkan Reka dan Miguel menatap punggung Bianco yang sudah menaiki anakan tangga, keduanya hanya menatap dari belakang hingga punggung belakang Bianco menghilang dari tatapan mereka.
Ya sebelum Bianco pulang ke Indonesia Reka dan Miguel sudah memberitahu Bianco tentang perjodohan dirinya dengan anak dari sahabat papanya. Dan itu adalah satu-satunya syarat yang harus dipenuhi Bianco jika ingin mendapatkan semua warisan papanya.
Malam telah tiba Bianco, Reka dan Miguel sudah duduk manis di salah satu hotel berbintang lima yang merupakan salah satu aset kekayaan Miguel. Bianco duduk dengan wajah cueknya dan sikap dinginya seperti biasa sedangkan Reka dan Miguel sedang mengobrol dengan beberapa tamu spesial yang hadir saat itu.
"Maaf bro aku sedikit telat...," ucap Dino Bripo pada Miguel.
"Ya jeng. Maaf membuat kalian menunggu...maklum anak wanita, Kira ingin tampil cantik di depan calon suaminya," seru Shelin mengiyakan ucapan suaminya.
"Ayo beri salam pada mama dan papa mertuamu," tambah Shelin sambil menoleh ke arah Kira untuk meminta gadis itu bersikap sopan.
__ADS_1
"Halo om dan tante, aku Kira. Maaf sedikit telat yang membuat om dan tante harus menunggu," ucap Kira memperkenalkan dirinya.
"Tidak apa-apa sayang tante dan om memakluminya, ngomong-omong kamu cantik banget loh malam ini, aku tidak salah pilih pasangan untuk Bianco."
"Benar bukan Bianco?" ucap Reka pada Bianco yang memuji penampilan Kira malam itu.
"Hem...," Bianco hanya berdehem dengan cuek tanpa menatap Kira sedikit pun.
Setelah saling sapa satu sama lain, akhirnya acara yang dinanti-nantikan datang juga. Para tamu undangan sudah memunuhi ruang hotel, Kira tidak kaget karena ia sudah diberitahu oleh kedua orang tua pura-puranya. Bianco memang kaget namun ia sudah memahaminya, Bianco hanya diam dan mengikuti rencana kedua orang tuanya tanpa membantah.
Acara yang diinginkan kedua belah pihak akhirnya terwujud, dimana Bianco dan Kira saling memasang cincin di jari manis satu sama lain, Bianco hanya diam dan mengikuti saja rencana dari kedua orang tuanya. Dengan sikap cuek dan dinginya tanpa bersuara yang membuat para sahabatnya merasa heran karena Bianco paling tidak suka kalo sebuah acara dilakukan tanpa sepengetahuanya.
Setelah memasang cincin di jari manis masing-masing, yang diringi tepukan tangan memeriahkan acara singkat pertunangan antara Bianco dan Kira. Kini Ibunda Bianco beridiri di depan untuk memberikan sebuah penguman pernikahan mendadak untuk Bianco, pernikahan akan dilaksanakan besok.
Bianco yang mendengar ucapan mamanya menatap tajam dengan wajah kaget, Bianco pun hanya diam karena ia mau semua rencananya dengan kekasihnya berjalan mulus, ingin rasanya Bianco membantah namun ia tahu seperti apa kedua orang tuanya tidak mungkin kalo mereka tidak mempersiapkan jika sudah mengumumkanya.
Besok adalah pernikahanku...jika bukan karena rencanaku sudah aku bantah pernikahan ini, bisik Bianco dalam hati.
Ini adalah awal untuk aku memulai hidupku dengan noda balas dendam diatas pernikahanku sendiri. Karin kakak harap kamu baik-baik saja dan jangan pernah membenci kakakmu ini jika suatu saat kamu mengetahui semua ini, hanya ini jalan satu-satunya untuk menyelamatkan dirimu sayang, batin Kira.
__ADS_1
Kira dan Bianco saling bertukar pikiran di masing-masing pikiran sesekali Bianco menatap sinis Kira yang saat itu duduk sambil menghadap ke depan. Tanpa Kira sadari bahwa saat ia meneteskan air mata Bianco sedang menatap dengan penuh kebencian.
Bersambung.