PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Tiga Bulan Kemudian


__ADS_3

Tiga bulan sudah pernikahan Bianco dan Kira. Walau pernikahan mereka sudah memasuki tiga bulan namun semua selalu berjalan seperti biasanya. Bianco sibuk menjalin hubunganya dengan Saskia sedangkan Kira sama sekali tidak dipedulikan Bianco.


Sejak malam itu hubungan Kira dengan Bianco semakin jauh, Kira selalu bersikap sebagai seorang istri sedangkan Bianco masih bersikap sama seperti biasanya, hari-hari itu mereka lalui tanpa ada komonikasi yang dekat hingga tiba pernikahan mereka masuk dalam 3 bulan.


Hari-hari Kira ia lakukan seperti biasanya. melaporkan berita-berita penting kepada Jessy dan menjelaskan semua gerak gerik yang berkaitan dengan berita tersebut. Membantu para pelayan memasak di dapur, walau pun masakannya sama sekali tidak dicicipi oleh Bianco. Kira selalu menyiapkan semua perlengkapan Bianco mulai dari sendal kamar saat Bianco pulang dari kantor , pakaian tidur Bianco yang selalu disiapkanya di ranjang, jas, kemeja dan sepatu di mana itu saat Bianco mau berangkat ke kantor.


Walau Bianco selalu melarang Kira melakukan hal itu, karena tugas ini adalah tugas para pelayan yang ditugaskian untuk membereskan kamar Bianco. Namun Kira tetap pada pendirianya berusaha menjadi istri yang baik. Walau pun ia tahu bahwa ia adalah seorang mata-mata yang ingin menghancurkan keluarga Bridges.


Seperti yang diketahui bahwa Saskia dan Bianco sudah berpacaran sudah lama dan Saskia selalu diajak Bianco ke rumahnya saat kedua orang tua Bianco diluar negri. Jadi sudah biasa bagi para pelayan, namun sejak kehadiran Kira sebagai calon istri sah Bianco, semua pelayan rumah tidak ada yang menyukai Saskia lagi karena memang hal itu tidak wajar bagi seorang Saskia.


Walau pun begitu mereka tidak ada yang berani melawan Saskia saat Saskia datang sesuka hatinya di rumah Bianco, karena mereka tahu bahwa Bianco sangat mencintai Saskia. Melawan Saskia sama saja meminta dipecat sama Bianco dan kehilangan pekerjaan mereka.


Pada hari Minggu pagi Kira sedang sibuk menyiapkan teh susu dan roti bakar untuk sarapan Bianco di dapur. Kira dibantu oleh beberapa pelayan yang bertugas di dapur. Sedangkan Bianco sedang mandi di kamar mandi bersiap ke kantor pusat perusahaan milik papanya. Suasan pagi yang begitu sejuk menyamari keluarga baru Bianco namun semuanya menjadi kelabu saat Saskia datang membawa sarapan yang dibuatnya untuk Bianco.


"Maaf nona anda tidak bisa menerobos masuk rumah tuan muda seperti ini, tuan muda sudah menikah apa... yang akan orang luar pikirkan jika mereka mengetahui nona adalah mantan tuan muda" ucap Sekertaris pribadi Bianco, Avim.


Tinggi 180cm, Pria yang sangat cuek, berhati dingin, dan tegas tapi baik hati, Status jomblo, termasuk pria yang mandiri dan berwibawa.


"Cuma satu hal yang aku tahu dia menikah bukan karena kemauanya, jadi jangan halangi jalanku menemui kekasih hatiku" jawab Saski culas.


Saskia menjawab culas ucapan Avim lalu menerobos masuk ke dalam rumah Bianco. Saat Saskia masuk ke dalam gadis itu dengan menghiraukan Avim yang masih berusaha menghalangi jalan Saskia.


Namun Saskia malah terus menerus memangil nama Bianco seperti biasanya ia berkunjung di rumah Bianco. Hinga suaranya terhenti di meja makan dimana ia menatap Kira yang sedang menyiapkan sarapan pagi dimeja.


Saskia menatap lurus dengan tatapan tajam pada Kira, Kira yang sudah menyelesaikan persiapan makan pagi untuk Bianco tersenyum bahagia. Senyum bahagianya hilang seketika saat matanya menatap sosok Saskia yang berdiri tidak jauh dari meja makan.

__ADS_1


"Maaf nona mari saya anatar nona ke luar," seru Avim mencoba mengalihkan situasi rumit.


Ayolah ikut aku sebelum ada api yang menyala di sini... bisa digantung aku sama bos, batin Avim.


"Sudah aku bilang ini adalah rumah tunangan aku.. jadi hak aku mengunjungi rumahnya."


"Tapi nona Saskia."


"Hentikan aku tidak sudi mendengar ocehanmu. Di mana Bianco?" bertanya dengan melirik Avim yang ada disampingnya.


"Apa begini didikan orang tuamu? menerobos masuk ke rumah orang tanpa ijin dari pemiliknya," ucap Kira.


Kira berucap sambil melipat kedua tanganya di dada dengan menatap tajam punggung Saskia yang membelakangi dirinya di mana saat itu Saskia ingin melangkah naik ke tangga menuju kamar Bianco.


"Aku tahu kamu adalah tunangan Bianco mau kamu tunangan atau tidak itu bukan urusanku dan aku tidak peduli akan hal itu."


"Yang jelas kamu tidak sopan menerobos masuk ke rumah pria yang sudah berstatus suami orang."


"Sudah mulai berani dirimu... kamu tahu pernikahan ini terjadi bukan keinginan Bianco. Namun itu terjadi atas dasar perjodohan. Apakah ini yang kamu sebut pernikahan?"


"Mau itu terjadi atas dasar cinta atau pun jodoh, itu tidak ada urusan dengan dirimu."


"Dan perlu kamu ketahui fakta mengatakan aku adalah istri sah Bianco. Jadi hentikan omong kosongmu dan silakan angkat kakimu dari rumah ini!"


"Apa? Beraninya dirimu... mengusirku!" seru Saskia emosi menatap tajam Kira.

__ADS_1


Saskia yang emosi akan semua ucapan Kira menatap tajam Kira meremas jari jemarinya di bawah sana dengan sangat kuat. Sedangkan Kira sama sekali tidak takut dengan tatapan Saskia dia malah balik menatap Saskia dengan tatapan yang tidak kalah tajam dari tatapan Saskia.


Lalu Saskia melangkah dengan tegap lalu ia mengambil gelas kaca beriisi air putih yang ada di meja, Saskia meminum air itu dengan santai di hadapan Kira. Sedangkan Kira tersenyum merendahkan Saskia dan kembali melanjutkan ucapanya pada wanita yang ada dihadapanya itu.


"Apa perlu aku pangilkan Satpam untuk menyeretmu secara paksa dari sini?"


Kira berseru dengan suara yang santai menatap Saskia masih dengan senyuman. Melihat senyuman Kira membuat Saskia semakin emosi dan tiba-tiba wanita itu menyiram sisa air putih yang tadi diminumnya ke wajah Kira.


Semua pelayan yang berdiri dan melihat hal itu menutup mulut mereka masing-masing karena syok. Kira menutup matanya saat siraman air putih itu membasahi wajahnya. Sedangkan Avim yang juga kaget dengan sikap Saskia semakin kwatir akan hal ini. Walau pria itu sudah berusaha sebisa mungkin menghentikan suasana pagi yang penuh dengan api kecemburuan itu, tetap saja ia tidak mampu karena keduanya bersi keras untuk saling membalas satu sama lain.


Hei jangan berantam di sini... kalo cemburu noh ada baskom dan panci di dapur silakan hancurkan itu, nanti akan diganti asalkan jangan berantam dihadapan para pelayan. Nanti bukan kalian yang kena masalah tapi aku... woi.. dengar tidak, bisik Avim dalam hati.


Avim berbisik dalam hati sambil mengodekan mata pada para pelayan untuk pergi meningalkan meja makan. Pelayan-pelayan tersebut semua bubuar satu persatu dan berjalan ke arah mana saja untuk kembali melaksanakan pekerjaan mereka sebagaimana biasanya. Sedangkan Saskia dan Kira masih berdiri di ruang makan.


****


"Habisi dia sekarang juga," suara dari ponsel yang ada di telinga dimana tangan manusia serba hitam itu memegang bendah pipi itu dimana dia saat itu berada di sebuah mobil hitam.


Manusia serba hitam itu membawa sebuah mobil dari korban pembunuhan yang tidak lain adalah pemilik mobil tersebut.


"Baiklah," jawab singkat orang misterius itu.


Ia menjawab singkat perintah dari atasanya, lalu ia mematikan ponsel tersebut dan kembali menyelesaikan tugasnya. Di dalam mobil itu ada seorang detektif polisi yang lemah akibat mendapat banyak pukulan dan sebuah tusukan benda tajam dibagian perut kirinya dari manusia misterius itu dan pasukanya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2