PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Jujur atau Benar


__ADS_3

Follow Ig: @Sildadelita99.


Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...


kalian baca jam berapa? asal dari mana?


me: Kupang NTT.


Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏


Happy Reading Guys...


*****


Rani yang berkenalan dengan Kinta hanya mengukir senyum tipis dan biasa saja sambil menatap gadis lugu yang duduk di hadapanya dengan tatapan tajamnya. Rani melihat penampilan gadis itu dari ujung kaki hingga kepala, Gadis itu adalah Kinta.


Ya malam itu Kinta berpenampilan sederhana seperti biasanya. Dan ini adalah pertama kali bagi Kinta berada di tempat ramai seperti itu, biasanya jika jadwal kerjanya kosong maka gadis itu berdiam diri di rumah sambil mengerjakana tugas rumah.


Sagas mulai memperkenal Kinta pada semua teman-teman Rani, kecuali Jipank karena Jipank sudah kenal dengan Kinta. Sagas hanya memperkenalkan Kinta pada Rani dan juga sahabat-sahabat Rani yang lainya.


Setelah berkenalan satu sama lain Rani kembali menatap Kinta dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan yang merendahkan Kinta. Suasana semakin ramai saat salah satu teman Rani menyanyakan Kinta pada Sagas.


Omg.."


"Sagas kamu menemukan gadis polos ini dari mana?" tanya Kimy sahabat Rani pada Sagas sambil menatap Rani dengan senyuman merendahkan Kinta.


"Kami sudah berteman sejak kecil dia aku sudah anggap sebagai saudaraku sendiri," menjawab dengan senyuman tulus sambil tersenyum menatap Kinta.


"Benarkah? Cuma sekedar sahabat? dan tidak ada rasa lebih dari itu?" sahut Rani yang sontak membuat suasana jadi canggung.


"Tentu saja cuma sekedar sahabat sayang tidak lebih dan tidak kurang. Apa kamu tidak percaya sama aku?" Bianco berucap sambil memeluk Rani dari belakang di hadapan Kinta dan yang lainya.


Kinta... tenanglah... kamu harus sadar diri bukan kamu yang dicintai Sagas melainkan Rani, tapi mengapa kata-kata itu menyakitkan sekali. Walau aku berkata aku baik-baik saja namun hatiku semakin terluka, batin Kinta.


Kira bergumam dalam hati dengan senyuman dibibir saat ia menatap keromantisan antara Sagas dan Rani.


"Aku sangat mempercayaimu sayang. Apakah aku bisa mempercayai Kinta?" seru Rani menatap Kinta.

__ADS_1


Sontak ucapan Rani langsung mengaetkan Kinta. gadis itu mengangkat wajahnya menatap heran Rani yang juga menatapnya, untuk menghindari kecurigaan Rani Kinta segera menjawa dengan cepat.


Tentu saja. Nona Rani bisa mempercayai aku. Aku..."


"Maka buktikanlah sesuatu agar aku bisa mempercayaimu."


"Maaf maksud kamu? aku kurang paham," ucap Kinta sambil mengangkat alisnya ke atas menatap Rani.


Kinta berseru dengan alis yang diangkat sambi menatap Rani dan menyeritkan dahinya di saat Rani yang tadi memotong ucapan Kinta. Percakapan antara Rani dan Kinta membuat yang lain diam sambil tertawa karena mereka paham apa yang dimaksud Rani.


Sedangkan Sagas merasa tidak enak dengan Kinta. Sagas mencoba mengalihkan percakapan antara Rani dan Kinta namun bukanya suasana diam malah suasana semakin panas saat Rani kembali berucap lagi.


"Kamu tahu permainan jujur atau bohong? Yang ada di scen drama korea terlegend sepanjang masa Boys Before Flawers? atau BBF."


"Aku tahu. Apa hubunganya dengan aku nona Rani?"


" Tentu saja sada hubungan makanya aku bertanya padamu. Kalo tidak ada hubungan untuk apa aku berbasa-?basi dengan orang yang tidak penting untuk aku," ujar Rani tersenyum licik.


"Apa hubunganya dengan aku nona Rani?" Tanya Kinta dengan mengulang pertanyaan yang sama.


"Hubunganya adalah aku ingin kita bermain permainan itu sekarang. Kamu pilih jujur atau bohong?" bertanya serius menatap Kinta.


"Buktikan padaku bahwa kamu tidak ada perasaan dengan Sagas. Buktikan pada aku bahwa kamu menyukai Sagas tidak lebih dari seorang teman."


"Apa...?" Kaget Kinta sambil mengerutkan alisnya.


"Jika kamu tidak menyukai Sagas maka bercumbulah dengan Jipank di hadapan kami. Dengan itu aku percaya bahwa kamu tidak menyukai Sagas. Bukankah kamu memilih jujur?"


"Rani..., " panggil Sagas lembut karena merasa tidak enak dengan Kinta.


"Sagas jangan mencoba halangin lagian ini hanyalah permainan dan dia sama Jipank tidak lebih dan tidak bukan teman bukan? Ciuman seperti itu sudah biasa bagi kita di Eropa."


"Aku seorang wanita dan aku tahu bagaimana wanita menyukai pria. Yang aku lihat Kinta menyukaimu lebih dari teman. jika Kinta mengatakan aku salah maka buktikanlah sesuatu yang membuat aku percaya."


"Cihhhh..." menyeritkan dahinya menatap Rani dengan senyuman dan mata yang berkaca-kaca.


"Mengapa kamu menatapku seperti itu? Apa ucapanku benar atau bukan?

__ADS_1


"Tidak. ucapanmu sama sekali tidak benar. Aku merasa lucu saja sama kamu. Tadinya aku pikir kamu wanita baik-baik tapi aku salah, kamu wanita lebih rendah di hadapanku."


"Apa...?" tanya Rani mulai kesal dengan mengangkat alisnya sedikit ke atas.


"Mungkin bagimu hal biasa mencium pria di depan umum. Karena kamu terbiasa dengan budaya di Eropa. Tapi itu berbeda dengan aku. Dan aku tidak bisa menerima tawaranmu."


"Apa...? Hei aku bertanya seperti itu karena kamu sendiri yang memilih kata jujur. Jika kamu tidak memyukai..." ucapan Rani langsung dicela kembali oleh Kinta.


"Ini Indonesia bukan Eropa. Aku bukan gadis murahan seperti yang ada di otamu nona Rani."


Walau aku menyukai Sagas namun aku tidak serendah yang kamu pikirkan. Hanya demi membuktikan perkataanmu kamu menjebak aku dalam sesuatu yang sama sekali aku tidak rasakan.


Huff... Kira menarik nafasnya dengan kesal.


"Aku pikir aku salah dengan ucapanku. Tapi aku salah kamu sama sekali tidak mengangap aku sebagai seorang sahabat Sagas."


Huff... Kira menarik nafasnya dengan kesal.


"Aku pikir aku salah dengan ucapanku. Tapi aku salah kamu sama sekali tidak mengangap aku sebagai seorang sahabat Sagas."


Kinta berucap sambil menatap Rani dengan mata berkaca-kaca. Gadis itu melangkah pergi meninggalkan Rani Sagas dan yang lainya sambil mengambil jaket dan tasnya yang tadi diletakkanya di kursi. Rani menatap Kinta dengan emosi sambil meremas jari-jemarinya dengan kuat di bawah sana. Sagas menatap Rani mencoba menenangkan Rani namun Rani berbalik ke hadapan Sagas menatap tajam Sagas dengan berkata.


"Apa kamu mencintaiku?"


"Tentu saja sayang. Aku sangat mencintaimu melebihi hidupku," seru Sagas membelai rambut Rani dengan lembut sambil tersenyum.


Sagas menjawab ucapan Rani menatap tulus Rani yang menatapnya dengan keraguan. Sagas meyakinkan Rani bahwa Kinta tidak lebih dari seorang teman buat Sagas. Rani tersenyum saat Sagas mencium keningnya dengan lembut ketika Rani ingin mengucapkan sesuatu.


Rani yang menatap Sagas semakin dalam membuat ia terbawa suasana tanpa peduli dengan seribu mata yang mungkin saat ini menonton mereka. Rani langusng mencium Sagas dengan dadakan yang membuat pria itu tersendat kaget sambil menarik pinggang ramping Rani. Sagas pun membalas ciuman Rani yang semakin panas. Silva mereka saling bertukar satu sama lain namun mereka masih menahan ***** birahi mereka.


Ciuman itu berlangsung beberapa menit hingga akhirnya selesai juga. Rani menutup wajahnya karena malu dengan teman-temanya. Namun komplotan Rani bukanya kaget mereka malah meminta Rani dan Sagas untuk melakukan ciuman ronde kedua. Tapi sayang hal itu tidak terjadi. Rani menatap Sagas dengan berucap kembali,


"Aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku."


"Melakukan apa sayang?" bertanya pada Rani sambil tersenyum.


Sagas berucap dengan senyuman menatap dalam Rani. Rani tersenyum menatap Sagas dengan sebuah rencana yang sudah ada dipikiranya.

__ADS_1


Mungkin ini adalah kehancuran kamu Kinta. Karena sudah berani merendahkan aku di hadapan semua orang, jangan panggil aku Rani jika aku tidak menghancurkan hidupmu, batin Rani menatap lurus ke depan dengan senyuman licik.


Bersambung.


__ADS_2