PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Reka Meninggal


__ADS_3

Halo semua salam kenal, makasih loh sudah selalu setia dengan pernikahan Shakira. Makin seru bukan yuk komen spam kalian biar author juga semangat nulisnya... jangan lupa follow akun aku Ig author, @Sildadelita99... hehheheh...


Yuk komen spam


Happy Ending atau Sad Ending...


selamat membaca...


🌷🌷🌷🌷


"Aaaaaa...." teriak Sherli di pagi hari di kamar Reka.


Pak Sud yang mendengar teriakan Sherli di pagi-pagi buta itu segera menghentikan tugasnya yang sedang mengawasi para pelayan di dapur yang sedang memasak dan membuat sarapan pagi untuk Reka. Lalu pria paruh baya itu berlari dengan sekencang mungkin menaiki anakan tangga satu persatu untuk memghampiri Sherli putri satu-satunya.


"Ada apa Sherli kamu jerit pagi-pagi? Jika tuan muda ada di sini sudah habislah kita," ucap pak Sud yang saat itu sudah sampai di kamar Reka dan langsung mengucapkan kekesalanga pada putrinta itu yang melanggar aturan rumah.


"Ayah. Panggil Sherlu menangis. Nyonya...hiks...nyonya..." Seli berkata dengan air mata yang mulai mengalir dengan deras di bawah sana dan suara yang terputus-putus karena ketakutan.


"Ada apa dengan nyonya besar?" Tanya pak Sud yang masih belum paham akan maksud Sherli sambil mengerutkan dahinya menatap serius putrinya itu.


"Nyonya meninggal ayah. Nyonya Reka sudah tidak bernyawa lagi...!" Ucap Sherli yang mulai menangis dengan keras sambil jatuh dengan lemas di bawah lantai. Tepat di bawah kaki ayahnya.

__ADS_1


"Apa maksdud kamu Sherli? Bagaimana mungkin nyonya Reka meninggal? Jelaskan pada ayah...?" Jerit pak Sud yang sudah lemas tubuhnya masih tidak percaya. Dengan alis sedikit diangkat dan matanya melirik ke tubuh Reka yang terbaring kaku dan sedang menutup mata di sana.


"Aku tidak tahu Ayah...hiks. Saat aku mau bangunin nyonya besar ia sudah tidak beryawa lagi."


Jawab Sherli masih dengan tangisan dalam dan menangis dengan keras disana. Ia hanya bisa menangis tanpa berkata apa-apa lagi.


"Cepatan. Panggil dokter...!" Jerit pak Sud dengan nada tegas pada semua pelayan yang ada di luar. Saat dirinya sadar akan sesuatu yang buruk yang terjadi pada majikannya itu.


Para pelayan rumah yang mendengar jeritan pak Sud segera melakukan hal apa yang diperintahkan tanpa bertanya sepatah kata. Walau pun dari mereka ada yang saling bergosip satu sama lain karena mendengar jeritan pak Sud dari atas. Lalu salah satu pelayan segera menghubungi dokter kepercayaan rumah Bridges yang biasa mengurus Reka. Di sisi lain pak Sud sudah menangis tidak percaya bahwa nyonya besar wanita sudah tidak ada lagi. Dan hatinya bingung harus jelasin seperti apa ke pada Bianco jika nanti pria itu tahu.


Sedangkan Sherli gadis licik itu sengaja menangis sambil memeluk ayahnya. Dan ia mengukir senyuman dibibirnya saat sudah ada di pelukan sang ayah. Sedangkan pak Sud menatap dalam mayat Reka yang ada di ranjang kamar sambil mengelus lembut rambut putrinya yang sedang menangis dibawah sana.


Tidak lama kemudian dokter yang selalu menangani Reka sudah datang dalam waktu kurang lebih 15 menit. Salah satu pelayan segera membawa dokter itu menuju kamar Reka. Pak Sud dan Sherli yang menunggu di dalam ahkirnya menatap dokter yang sudah datang dari pintu setelah ayah dan anak itu saling menguatkan satu sama lain.


Dokter Rian yang mendengar penjelasan pak Sud pun segera memakai alat medisnya untuk memeriksa kondisi Reka. Ia mulai dari jantung Reka dan saat merasakanya bahwa jantung wanita itu sudah tidak berdetak lagi, lalu jari tanganya yang satu di didekatkan pada lubang hidung reka untuk merasakan nafasnya namun tetap saja tidak ada nafas yang ia rasakan dari sana. Setelah itu dokter Rian mengecek denyut nadi Reka yang sudah tidak berdetak seperti normal. Ia pun mengecek dan melihat kedua mata Reka yang tertutup rapat dengan senter di tanganya.


Setelah memeriksa kondisi Reka. Dokter Rian menarik nafasnya dalam-dalam sambil mengelengkan kepalanya lalu menatap sendu pak Sud dan Sherli yang juga menatapnya dengan sangat tajam dan penuh arti.


"Nyonya Reka sudah meningal 2 jam yang lalu. Dia sudah tidak beryawa lagi karena keracunan makanan," ungkap dokter Rian dengan nada ragu.


"Apa....? Maksdu dokter mengatakan bahwa nyonya besar kami meninggal. Dokter salah bukan? Ini tidak benar," ucap pak Sud tidak percaya.

__ADS_1


Pak Sud berucap dengan tidak percaya sambil menatap tajam dokter Rian yang hanya bisa diam dan kembali berucap.


"Untuk apa saya harus berbohong untuk orang terhormat seperti nona Reka yang sangat saya hargai. Dia sudah tidak bernyawa lagi karena kercacunan makanan dengan racun yang sangat berbahaya," jelas dokter Rian meyakinkan pak Sud.


Pak Sud yang mendengar ucapan dokter Rian jatuh tersungkur ke lantai dengan lemas. Sherli yang mendengar ucapan dokter Rian kembali menangis menatap dokter itu sambil tersenyum licik.


Ini saatnya jalankan misi ke dua sesuai rencana, batin Sherli tersenyum pada dokter Rian yang sedang menatapnya dengan sangat dalam dan penuh penyesalan. Sebenarnya Karin sudah mengancam dokter Rian sebelum ia datang ke rumah Bianco ia diancam oleh Karin dengan anaknya yang saat itu sedang sakit di dalam ke rumah Bianco. Dalam ancaman itu Karin meminta dokter Rian bahwa untuk mengatakan pada orang di rumah Bianco bahwa Reka meningal karena terkena racunan makanan. Hal ini mereka sengaja lakuakan untuk menjebak Kira.


"Nyonya besar meningal. karenan terkena keracunan makan dari kemarin nyonya hanya makan bubur buatan nyonya muda.."


"Sherli...! Siapa yang memintamu berspekulasi begitu! Hentikan omong kosongmu itu!," jerit pak Sud pada Sherli dengan suara yang keras.


Pak Sud berucap dengan tegas sambil menatap tajam Sherli. Lalu gadis itu kembali diam sambil menundukan kepalanya ke bawah dan meminta maaf pada ayahnya. Walau begitu ayahnya tetap memarahi Sherli. Sedangkan dokter Rian yang tugasnya sudah selesai diminta pak Sud untuk pergi. Dan akan kabari pak Sud kembali jika tuan muda kembali ke rumah.


Dokter Rian pun mengikuti ucapan pak Sud lalu ia melangkah pergi meningalkan kamar Reka dengan banyak penyesalan di hatinya. Karena sebenarnya ia tahu bukan racun makanan tapi batu briket yang diberikan oleh asisten rumah tangganya sendiri yang bekerja sama dengan orang jahat untuk menghancurkan keluarga Miguel Bridges.


Seandainya kamu tahu bahwa bukan Kira yang melakukan hal itu melainkan anak kandungmu sendiri, batin dokter Rian.


Dokter Rian bergumam sambil melangkah pergi meninggalkan kamar Reka dengan kembali melirik ke arah Sherli yang sedang berpura-pura menangis di sana. Sedangkan Pak Sud sudah bingung bagaimana cara menjelaskan hal ini kepada Bianco dan Kira.


Sebentar lagi tuan tampan Bianco akan menjadi milik aku seutuhnya hanya aku yang boleh mencintai dan dicintai oleh Bianco. tidak yang lain, bungkam Sherli menatap kepergian dokter Rian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2