
Follow Ig: @Sildadelita99.
Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...
kalian baca jam berapa? asal dari mana?
me: Kupang NTT.
Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏
***Yuk saling tanya umur, kalian berapa usianya?
komen spam kasih banyak dong biar aku semangat nulisnya
Satu kata untuk Bianco?
Silakan tinggalkan enek-enek tentang
cerita ini tanggapan kalian dong?
Oh ya Menurut kalian cerita ini mau
diapakan happy ending?
atau Sad Ending??
Spam komen dong🥺🤧 kasih banyak ya...
Happy Reading Guys...
atau Sad Ending??
Spam komen dong🥺🤧 kasih banyak ya...
Happy Reading Guys...
Kira mulai melangkah dengan amarah yang membara di wajahnya, dibelakang Kira para pelayan yang lain mulai mengikuti Kira dengan ketakutan namun mereka senang karena akan ada pertunjukan heboh dari Kira dan Saskia sebentar lagi.
Langkahan Kira semakin di percepat hingga kini ia tiba di depan pintu kamarnya, Kira melihat pintu kamar yang tadinya tertutup kini terbuka lebar, wajah Kira memerah jari jemarinya diremas dengan sangat kuat di bawah sana.
Beraninya dia masuk ke kamarku tanpa sepengetahuanku! Emosi batin Kira.
__ADS_1
Kira bergumam dengan emosi lalu ia menerobos masuk ke dalam kamar. Amarah Kira semakin membara saat menatap Saskia yang sedang tidur santai di kasur kamar Kira dan Bianco sambil meminta para pelayan yang lain memijat lembut kaki Saskia dan di sana ada pak Sud yang masih berusaha menghentikan Saskia.
"Saskia!" teriak Kira dengan amarah.
Kira yang menjerit dengan nada tingginya sambil menatap Saskia dengan emosi. Para pelayan yang tadi memijat kaki Saskia melepaskannya secepat mungkin lalu mereka memisahkan diri dari Saskia.
"Apa yang kamu lakukan di kamarku?" tanya Kira emosi.
Saskia yang duduk santai di ranjang kamar Bianco ia tidak peduli sama sekali dengan ucapan Kira. Kira yang merasa dirinya dan ucapanya diabaikan oleh Saskia menatap tajam Saskia lalu ia melangkah menghampiri Saskia.
"Keluar dari kamarku sekarang juga!" Menjerit dengan nada tinggi menatap tajam Saskia yang ada di hadapanya tersebut.
Saskia yang mendengar nada tinggi Kira bukanya malu atau takut dia malah mengukir senyum miring dibibirnya lalu menatap Kira. Saskia segera bangun dari ranjang kamar Bianco saat menatap Kira ia kembali tertawa dengan nada seperti menjatuhkan Kira.
"Mengapa kamu tertawa? Apa tidak ada rasa malu di dirimu? Masuk ke dalam kamar pria yang sudah menikah? apa ini ajaran orang tuamu untuk dirimu?"
"Kira!" jerit Saskia menatap tajam Kira.
"Jangan memancingku! Jangan membawa-bawa nama orang tuaku ke dalam masalah kita. cam, 'kan itu," tegas Saskia menatap tajam Kira.
"Kamu bilang ini kamarmu? Apa aku salah dengar? kamarku? Wah... pengakuan yang cukup unik. Sejak kapan kamu kamu menjadi wanita Bianco?"
"Apa maksudmu?" tanya Kira bingung.
"Semua orang pun tahu bahwa Bianco menikahimu bukan karena cinta, melainkan karena perjodohan. Apa menurutmu Bianco menyukaimu? hahahah... aku sudah mengenal Bianco lebih lama darimu aku tahu seperti apa dirinya," ujar Saskia tersenyum pada Kira.
"Mau ini pernikahan karena jodoh atau apa pun itu, intinya kami sudah menikah. Hentikan omong kosong dan keluar dari kamarku!" seru Kira mengusir Saskia dari kamarnya.
"Sejak kapan kamu bilang ini kamarmu? Halumu semakin tinggi ya, Sakira Bripo"
"Sejak kami mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan dan para saksi pernikahan kami. Apa kamu lupa? Atau'kah kamu cemburu? Karena bukan dirimu yang dinikahi Bianco melainkan aku, seorang wanita yang tidak di kenal sama sekali oleh Bianco. Apa kamu paham nona Saskia?" Ucap Kira dengan suara lantang dan tegas.
Kira berucap dengan nada suara yang lantang lalu ia menatap tajam Saskia sambil melipat kedua tanganya di dada dengan senyuman merendahkan Saskia. Saskia yang mendengar ucapan Kira sangat emosi ingin rasanya ia menjambak rambut wanita yang ada dihadapanya itu, lalu Saskia mengepalkan telapakan tanganya di bawah sana dengan keras. Dan Saskia kembali tertawa dihadapan Kira para pelayan yang melihat senyuman Saskia merasa aneh dengan sikap Saskia, lalu mereka saling berbisik satu sama lain.
"Dia seperti orang yang tidak punya rasa malu, bisa-bisanya masih tertawa merendahkan nona muda,"ucap salah satu pelayan.
"Apakah Bianco pernah menyentuhmu? Aku rasa sampai sekarang tidak mengingat semalam Bianco dan aku di apertemen rumahku," tanya Saskia pada Kira.
"Apa...?" Bingung Kira menyeritkan dahinya.
"Jika kamu istri Bianco maka siapa aku?pelakor? hahaha...walau pun kata itu tidak pantas untuk aku namun aku akan menikmatinya."
"Kamu mengatakan bahwa kamu adalah istri Bianco bukan? apakah selama pernikahan Bianco menyentuhmu? Jika dia tidak menyentuhmu maka bukan aku yang pelakor namun itu kamu."
__ADS_1
"Apa maksudmu Saskia?"
"Semalam aku dan Bianco melakukan hubungan terlarang di apertemenku!"
"Jangan berbohong...aku tahu semalam?
"Aku sama sekali tidak berbohong. Sudah aku bilang Bianco hanya miilihku bukan dirimu, oleh sebab itu dia meningalkan dirimu dan tidur dengan aku di apetrtemenku," ucapan Saskia dengan bangga. Kira yang mendengar ucapan Saskia seketika terdiam ia tahu bahwa Bianco memang semalam berduan dengan Saskia di apertemenya.
Kira tersenyum menahan perih hatinya, ia hanya tersenyum dan kembali menatap Saskia.
"Mau dia tidur dengan dirimu atau tidak itu bukanlah masalahku. Aku sudah mengetahuinya, dan tetap aku tegaskan padamu akulah istri sahnya seberapa dia melangkan jauh pada akhirnya dia akan kembali ke tempatnya," seru Kira menatap Saskia.
"Perlu kamu ketahui Saskia yang namanya hubungan terlarang tidak akan bertahan lama. Seberapa dirimu berusaha memisahkan kami maka sekuat itulah pernikahan kami bertahan."
"Jangan banyak bacot kamu. Kamu pikir Bianco menyukaimu... selama enam bulan pernikahan kalian dia sama sekali tidak pernah menyentuhmu jangankan menyetuhmu melirikmu pun dia tidak sudi."
"Walau pun kamu istri sahnya maka aku akan menuntut dia untuk menikahiku sekarang juga. Aku juga wanita bukan pelampiasan *****"
"Apa maksdud ucapanmu itu?"
"Maksudku...? Suaranya terhenti sebentar mengukir senyuman kemenangan, lalu kembali melanjutkanya. Bersiaplah untuk dimaduin nona Sakira Bripo!" Ucap Kira penuh penekanan di kata siap dimaduin.
"Apa...?" Tanya Kira menyeritkan dahinya.
"Bersiaplah untuk dimadui.."
Plak....
Plak...
Sebuah tamparan keras mendarat diwajah Saskia yang membuat suaranya terhenti diam membisu. Tamparan itu adala tamparan dari Kira yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Saskia.
"Pelakor sepertimu tidak pantas dibicarakan baik-baik. Aku diam bukan berarti aku kalah atau takut namun aku diam karena aku ingin kemenangan camkan kata-kata ini" ucap Kira menatap tajam Saskia.
"Mungkin kamu salah Saskia tentang Bianco hari ini untuk pertama kali dia memakan sarapa yang aku buat. Untuk pertama kali dia mencium kening aku sebelum pergi ke kantor."
"Apa...? itu hanya taktik dia Kira. Betapa bodohnya dirimu."
"Beraninya... kau mengayunkan tanganmu!wanita sampah!" ( flash back selanjutnya)
"Mau itu taktik atau apa pun itu. Aku bahagia dengan itu. Sudah aku bilang Saskia pada akhirnya dia akan kembali ke tempatnya. seberapa jauh dirimu membawa dia pada akhirnya dia akan kembali ke istri sahnya."
"Pernikahan tidak semudah yang kamu pikirkan. pernikahan adalah hubungan yang sakral. Dan hubungan yang abadi.. Masukan perkataanku ini ke dalam otakmu yang kosong itu," tegas Kira menatap tajam Saskia.
__ADS_1
Bersambung.