PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Malam Pengantin


__ADS_3

Andai saja ini adalah pernikahan karena cinta, aku sangat bahagia. Namun sayang ini hanyalah pernikahan di atas sebuah balas dendam, gumam Kira.


Kira berbisik terus menerus dalam hatinya sambil menatap seluruh isi kamar pengantin tersebut. Kira menghapus air matanya, gadis itu menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskan kembali secara pelan-pelan Lalu ia mengambil pakaian tidurnya yang sudah di sediakan di atas kasur untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Ya hari ini Kira begitu capek karena melayani semua tamu undangan yang begitu banyak di acara resepsi pernikahannya. Karena sudah sore Kira mulai mebersihkan dirinya yang niatnya untuk langsung istirahat. Kira mulai mandi di kamar mandi dan gaun pengantinya yang sangat mewah di simpan di atas kasur Bianco.


Saat diri Kira yang lagi mandi di kamar mandi, saat bersamaan dengan kedatangan Bianco yang langsung menerobos pintu kamarnya. Bianco yang sudah ada di dalam kamar melihat gaun pengantin di atas kasur tidurnya, mata pria itu semakin tajam menatap gaun tersebut. Darahnya mengalir dengan sangat panas di dalam sana. Apalagi saat mata Bianco melihat tulisan Fall In Love dalam bahasa inggris di atas hiasan bunga mawar berbentuk love di kasurnya. Emosi Bianco kembali membara wajahnya terasa panas dingin.


Darah Bianco semakin mendidih saat melihat keromantisan di kamarnya yang dihiasi dengan lilin-lilin kecil. dan lampu-lampu kecil bewarna-warni. Bianco dengan kesalnya mengahncurkan semua itu dan menjerit dengan sangat keras. Bianco berteriak dengan keras karena ia tahu bahwa mama dan papanya sudah pergi kembali ke Amerika untuk bisnis. Mama dan papanya akan balik selesai urusan bisnis mereka.


Ya. Reka dan Miguel adalah bos besar di perusahaan mereka. Sejak kecil baik di Amerika atau pun Indonesia Bianco selalu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.


Bianco hidup sendiri dari kecil yang selalu ditemani oleh para pengawal dan bibi asuhnya.


Ia memang hidup mewah namun dibalik kemewahan yang serba ada tanpa kekurangan apa pun. Kekurangan Bianco cuma satu tidak mendapat kasih sayang dan perhatian khusus dari kedua orang tuanya, Oleh sebab itu Ia tumbuh menjadi pria dewasa yang sangat berhati dingin dan cuek.


Dan saat dirinya yang selalu kesepian saat itulah Saskia mulai masuk ke dalam kehidupan Bianco, Saskia adalah gadis sederhana dari keluarga sederhana, namun karena kenyamanan yang diberikanya pada Bianco itulah yang membuat seorang Bianco jatuh cinta pada Saskia.


Bisa dibilang rumah istana yang ada di Indonesia itu adalah rumah yang dibelikan oleh kedua orang tuanya untuk Bianco jika sewaktu-waktu Bianco menikah maka ia akan hidup di rumah istana tersebut dengan keluarga kecilnya. Walau ia tinggal dengan Reka dan Miguel namun rumah itu selalu dihuni Bianco sendirian selama ia ada di Indonesia. Rumah besar itu hanya diisi para asisten rumah tangga dan pengawal rumah, wajar saja Jika Bianco berkuasa akan rumah tersebut.


**** flash back

__ADS_1


"Ahhhh.... aku tidak pernah menginkan pernikahan ini!" jerit Bianco.


Bianco terus menjerit sambil menghancurkan semua keindahan di kamarnya itu, bahkan ia mengambil gaun pengantin yang tadi dikenakan oleh Kira di buang ke lantai dan Bianco mengambil semua sampah yang ia rusakkan barusan di buang di atas gaun tersebut.


Saat Bianco yang mencoba membakar gaun tersebut dengan sebuah lilin di tangannya, tiba-tiba ia kaget saat melihat Kira yang keluar dari kamar mandi. Kira keluar sambil mengeringkan rambut panjang hitamnya dengan handuk karena tadi ia habis keramas rambutnya. Kira sangat kaget saat melihat kehancuran di kamar, Kira mengangkat wajahnya menatap lurus ke depan.


Di sana sudah ada Bianco yang menatap tajam Kira. Kira membalas tatapan Bianco sambil melirik sekelingnya, mata Kira semakin melebar saat melihat gaun pengantinya yang di atasnya diisi dengan sampah. Saat Kira ingin membersihkan sampah-sampah yang ada di gaun pengantin tersebut tiba-tiba Bianco menarik keras tangan Kira dan mendorong keras tubuh Kira ke tembok.


"Beraninya dirimu... meletakan gaun sampah itu ke kasurku...!" ucap Bianco membara api emosi.


"Kamu pikir aku bahagia menikahimu...hahahaaa... kamu hanyalah jimat yang aku gunakan untuk mendapat pewaris nama atas harta papa, bukan tidak, bukan lebih seorang budak bagiku...apa kamu paham!"


"Kamu ingin malam pertama seperti pengantin lain? lihatlah ini malam pertamamu wanita jalang...!"


Bianco berucap sambil menatap lilin yang tadi disimpanya di atas meja, lalu dilepar lilin tersebut ke arah gaun pengantin Kira.


"Tidak...! hentikan itu...," ucap Kira menatap tajam Bianco.


"Apa yang kamu lakukan ?"


"Lepaskan aku! sakit..." jeritan Kira.

__ADS_1


Kira menjerit kesakitan saat tanganya yang kembali di gengam kasar oleh tangan kekar Bianco. Di mana dirinya mencoba memadamkan api yang sudah menyala semakin membesar membakar gaun pengantinya tersebut.


"Sakit? Hahahha...rasa sakit ditanganmu ini baru permulaan. inilah malam pertamu, nona SakiranBripo"


"Bagaimana rasanya malam pengantimu menjadi malam penghangus gaun cantikmu...? ahh...aku rasa ini belum seru jika aku merusak wajah cantikmu ini, " tambah Bianco.


Bianco berucap dengan mencekik kuat dagu Kira, di sisi lain Kira terus menjerit kesakitan dengan air mata mengalir deras dari kedua bola matanya. Bianco tidak peduli dengan tangisan Kira atau kesakitan gadis yang ada di hadapanya ia terus menekan kuat dagu Kira, yang ada dipikiran Bianco saat ini cuma satu ingin membunuh Kira.


Saat Bianco terus menekan kuat dagu Kira, saat itu ia kembali teringat akan misinya untuk mendapatkan harta warisan papanya. Biaco dengan emosi mendorong kuat tubuh Kira ke tembok dengan kasar yang membuat dahi Kira terjeduk keras di tembok, akibat dari benturan keras itu kening Kira mengeluarkan darah.


Bianco tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan gadis dibawah sana, pria berkaki panjang itu melangkah ke depan dan kembali menghancurkan semua desain romantis bunga mawar di kasurnya itu.


"Aku tidak pernah menginkan pernikahan ini... mengapa...? mengapa kalian harus menghias semua ini...!" jerit Bianco.


Bianco menjerit dengan keras sambil mengambil serpihan bunga mawar itu lalu dimasukkan ke dalam api yang masih membakar gaun Kira. Sedangkan Kira gadis itu memegang dahinya yang kesakitan akibat benturan tadi. Tangan Kira meraba keningnya yang sakit dan tiba-tiba eksprrsi wajah Kira berubah dengan mimik kaget dengan apa yang dilihatnya di tanganya.


"Darah!" Batin Kira.


Kira mengangkat wajahnya menatap Bianco dengan sangat tajam, lalu gadis itu berdiri dengan tegap di hadapan Bianco yang membelakangi dirinya. tatapan Kira pada Bianco sangat emosi hingga tatapan itu tidak berkedip sedikit pun, Kira mengukir senyuman dibibirnya dan terus menatap Bianco dengan jari jemarinya diremas sangat kuat di bawah sana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2