PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Kegaduhan Saskia


__ADS_3

Follow Ig: @Sildadelita99.


Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...


kalian baca jam berapa? asal dari mana?


me: Kupang NTT.


Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏


***Yuk saling tanya umur, kalian berapa usianya?


komen spam kasih banyak dong biar aku semangat nulisnya


Satu kata untuk Bianco?


Silakan tinggalkan enek-enek tentang


cerita ini tanggapan kalian dong?


Oh ya Menurut kalian cerita ini mau


diapakan happy ending?


atau Sad Ending??


Spam komen dong🥺🤧 kasih banyak ya...


Happy Reading Guys...


atau Sad Ending??


Spam komen dong🥺🤧 kasih banyak ya...


Happy Reading Guys...



"Terimakasih pak sudah mengantarkan aku ke sini, ini ongkos untuk bapak," ucap Saskia yang saat itu turun dari taksi di mana itu gerbang rumah Bianco.


Setelah bermesraan dengan Kevin di apertemen Saskia mengikuti perintah Kevin untuk membuat onar di rumah Bianco, sedangkan Kevin harus kembali ke kantor mengalihkan suasana yang heboh pembunuhan satpam pagi itu juga.

__ADS_1


Kevin dan Saskia melakukanya atas perintah Jessy yang mengabari keduanya untuk mengalihkan suasana pagi itu dengan Saskia berusuh di rumah Bridges sedangkan Kevin akan menghapus rekaman cctv di mana itu rekaman Karin.


****


Kira pagi itu lagi sibuk mengurus Reka di kamarnya yang ditemani oleh Sherli, Kira masih memperhatikan dokter yang sedang memeriksan kondisi Reka. Setelah memeriksa suhu tubuh dan kesehatan Reka, dokter pun merapikan kembali semua alat-alat rumah sakit.


"Bagaiman kondisi mama dokter? apa keadaan mama baik-baik saja?" tanya Kira cemas.


"Nona tidak perlu kwatir akan keadaan nyonya besar. Kondisi nyona semakin hari semakin membaik, dan aku rasa sebentar lagi kami akan memulai kemoterapi untuk mengerakkan anggota tubuhnya." Jelas dokter pada Kira.


"Syukurlah kalo begitu dokter. Terimakasih dokter karena sudah merawat mertua aku," jawab Kira tersenyum bahagia.


Kira berseru dengan senyuman mengembang dibibirnya sambil melangkah mengantar dokter ke luar dari kamar Reka.


"Sama-sama nona. Kalo begitu saya pamit mau bertugas di rumah sakit, mari...," sahut pak dokter.


Dokter Rian menjawab ucapan Kira lalu melangkah pergi meninggalkan Kira yang masih berdiri menatap punggung dokter Rian dari pintu. Setelah melihat punggung belakang dokter Rian menghilang dari tatapanya, Kira kembali masuk untuk melihat kondisi Reka.


Dokter Rian pun sudah pergi dengan mobil yang menjemputnya saat yang bersamaan Saskia juga mulai masuk ke dalam rumah Bridges. Para pelayan mulai berbisik satu sama lain saat melihat Saskia yang menginjak kakinya di pintu utama.


Tanpa peduli dengan gosipan para pelayan Saskia mulai masuk ke dalam. Di sana sudah ada Pak Sud dan beberapa pelayan yang sedang memberesi ruang tamu dan menyiapkan makan siang di meja.


"Maaf nona Saskia mengapa ada di sini?" tanya pak Sud saat melihat Saskia yang sudah duduk santai di kursi meja makan.


"Aku ingin makan siang dengan tunanganku, apakah salah?" Jawab Saskia ketus.


"Tapi nona, kursi yang anda duduki sekarang itu adalah kursi nona Sakira."


"Apa hubungnya dengan aku duduk disini? Siapakan makan siang aku dan Bianco, aku mau ke kamar Bianco." Seru Saskia meninggalkan pak Sud.


Saskia berucap dengan sombong sambil melangkah ke depan da kakinya kini mulai menaiki satu persatu anakan tangga menuju lantai dua di mana Saskia ingin pergi ke kamar Bianco.


"Tapi nona, bukankah tidak sopan nona harus menerobos masuk ke kamar pria yang sudah menikah?"


"Pria yang menikah? Maksud bapak Bianco?haaa."


"Jika dia pria yang yang sudah beriistri tidak akan dia menghabiskan malam bersama aku semalam di apertemenku."


"Apa?" Kaget pak Sud.


Pak Sud menjawab dengan sangat kaget saat mendengar ucapan Saskia barusan. Pak Sud dan beberapa pelayan mulai menaiki anakan tangga berusaha untuk menghentikkan Saskia. Namun semua hanya sia-sia saja. Saskia semakin besar kepala dan mengancam pak Sud jika terus menerus menghalangi jalanya menuju kamar Bianco maka Saskia akan meminta Bianco untuk memecat pal Sud.

__ADS_1


"Jangan coba memancingku atau ikut campur urusanku pak. Aku selama ini sudah terlalu bersabar dan kali ini akan aku buktikan derajat nona muda yang kamu hormati itu dirumah ini. Bapak tahu bukan jika aku marah."


Ancam Saskia dengan nada suara yang menakutkan dan tatapan tajam pada pak Sud.


****


Di sisi lain Kira masih belum tahu situasi di luar sana. Gadis itu masih sibuk mengurus Reka dengan menyuapi Reka bubur tawar ayam jahe yang dibuatnya.


"Mama harus makan yang benar agar cepat sembuh. Hemm...Kira rindu dengan senyuman dan pelukan hangat mama," ucap Kira setelah selesai menyuapi dan memberi obat pada Reka.


Reka yang mendengar ucapan Kira hanya menatap Kira dengan sangat dalam tanpa berucap apa-apa.


Andai saja aku tahu kamu adalah putri Sari dan Dion Chandi tidak akan aku biarkan Jessy menekankamu seperti ini. Memisahkan dirimu dari Karin dan memaksakan kamu harus jadi mata-mata untuk suamimu sendiri. Maaf'kan aku Sari... maaf'kan aku karena tidak bisa membantu kedua putrimu.


Reka berbisik dalam hati sambil menatap Kira. Sedangka Kira memegang lembut tangan Reka dengan mengukir senyuman namun bukan senyuman bahagia melainkan senyuman penuh rasa bersalah.


Saat Kira dan Reka yang masih bertatapan satu sama lain tiba-tiba Sherli masuk dengan tergesa-gesa menyampari Kira.


"Nona...di luar..., " suara Sherli terbata-bata saat berucap.


" Di luar ada apa Sherli?" Tanya Kira bingung.


" Di luar ada nona Saskia dan sekarang sedang melangkah masuk ke kamar nona dan tuan muda. Kami sudah berusaha tapi nona Saskia bersih keras dan mengancam semua pelayan jika menghalangi jakanya maka semua pelayan akan dipecat oleh tuan muda bagi mereka yang ikut campur." jelas Sherli.


"Apa...?" Kaget Kira.


Beraninya dia mengancam orang-orang yang tidak bersalah? Tenang Kira... tenang ada mama kamu tidak boleh meluapkan amarahmu di depan mama, batin Kira.


Kira masih berusaha tenang walau sebenarnya ia sudah terbawa dengan api emosi. Namun ia masih menahanya untuk tidak gegabah dalam menghadapi Saskia. Karena Kira tahu pasti ada alasan mengapa Saskia melakukan hal tersebut. Gadis itu melihat mertuanya yang sedang menatapnya dengan berbagai pertanyaan. Kira yang mengerti akan hal itu mulai menenangkan wanita paruh baya itu.


"Mama tidak usah kwatir semua akan baik-baik saja aku akan mengurusnya. " ucap Kira menenangkan Reka sambil menyentuh lembut pipi Reka.


"Sherli kamu urusi mama biar aku yang tangani semua ini," perinta Kira pada Sherli.


Setelah berucap pada Sherli Kira melangkah dengan tatapan tajam lurus ke depan sebelum itu Kira tersenyum lembut pada Reka yang sedang kwatir. Lalu Kira mulai keluar dari pintu untuk menghampiri Saskia dengan tatapan tajamnya.


Di sisi lain Saskia kini sedang bersantai di kamar Kira dan Bianco. dengan rasa tidak tahu diri ia mulai tidur rebahan di kasur Bianco. para pelayan yang melihat hal itu berusaha menghentikan Saskia namun tidak bisa.


Saskia melihat foto pernikahan antara Bianco dan Kira membuat ia semakin cemburu. Gadis itu mulai mengukir senyum saat ia yang sudah tidur di kasur Bianco dan Kira.


Saskia mulailah ektingmu, kali ini akan aku pastikan Sakira Bripo siapa dirimu sesungguhnya di hadapan Bianco, batin Saskia menatap licik ke foto pernikahan Bianco dengan Kira.

__ADS_1


Akan aku tunjukkan padamu wanita sampah siapa dirimu dihati Bianco! Bungkam Saskia.


Bersambung


__ADS_2