PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Hanya Saskia Kekasih Hatiku


__ADS_3

Berjanjilah Kira untuk tidak jatuh cinta...dan jangan mengenal yang namanya cinta, walau pun rasa itu masih ada namun kamu harus tahu bahwa pernikahan ini hanyalah semu yang akan dinodai oleh kamu sendiri, batin Kira.


Bagus Bianco ekting kamu sangat pintar, lihatlah gadis ini begitu menikmati ciuman ini. Aku pikir dia berbeda dengan gadis lain ternyata dia sama dengan mereka, teroobsesi akan ketampan dan kekayaanku, batin Bianco.


Setelah ciuman pertama kini tiba saatnya Acara resepsi pernikahan yang langsung dilanjutkan di jam yang sama di mana itu dirayakan di rumah Micael Bridges. Acara berjalan dengan lancar dari awal dan hampir selesai. Kedua pengantin wanita dan pria terus menyalami para tamu undangan yang memberi ucapan.


Hingga tiba pada sang kekasih hati Bianco dan kedua sahabat Bianco yang memberi ucapan pada Bianco, Kedua sahabat Bianco adalah, Gilang dan Jipank mereka adalah sahabat lama Bianco dari zaman Smp. Jadi wajar jika mereka hadir di pernikahan sahabat masa smpnya itu.


"Aku tidak menyangka seorang Bianco yang berhati dingin sudah menikah... hahahaaa semoga betah ya sama Bian," ucap Jipank.


"Sotoi kamu.... ," kesal Bianco.


Bianco berseru dengan nada kesal saat kedua sahabatnya yang mengoda dirinya dan mengatakan pada Kira akan sikap asli Bianco.


"Jangan marah dong... hahhaha... kasihan istrimu melihatnya," goda Gilang dengan tawa membahak sambil menatap senyuman dalam ke arah Kira.


Ini cewek benaran cantik surga... tapi sayang Bianco menikah denganya hanya untuk memanfaatkanya, pada hal jika dibandingkan dengan Saskia. Sakira cantiknya lebih mutlak, batin Gilang sambil tersenyum menatap Kira yang saat itu tersenyum.


Bianco yang melihat tatapan Gilang ke Kira seakan dia mengetahui apa yang dipikirkan sahabatnya itu. Bianco sengaja berdehem dengan suara berat lelakinya sambil menatap Gilang. Gilang yang mendengar suara deheman Bianco segera mengalihkan tatapanya dengan mengalihkan pembicaraanya.


"Ah...maaf, Bian selamat menempuh hidup baru bro. Aku harap pernikahan kamu bisa langeng sampai maut yang memisahkan Amin," seru Gilang.


"Apaan sih. Lebay banget ucapan lo,"ketus Bianco kesal.


"Jawabanya bukan gitu juga kali. Pokoknya selamat menempuh hidup baru dan bahagia selalu."


Gilang berucap dengan senyuman sambil menatap Bianco yang sedang menatap dirinya dengan kesal akan ucapan Gilang. Saat Bianco mencoba berucap lagi tiba-tiba Ia terdiam saat seorang wanita cantik berambut pendek sebahu melangkah menghampiri Bianco dan istrinya Kira.

__ADS_1


Wanita cantik itu adalah kekasih hati Bianco yang bernama Saskia. Suasana yang tadinya sangat ceria kini diam dan sunyi dari Bianco dan kedua sahabatnya sedangkan Kira menatap bingung mereka bertiga.


"Selamat ya Bian untuk pernikahanmu... semoga keluarga baru diberikan kehidupan yang penuh kebahagian."


"Ah... ehem... terimakasih untuk doanya," jawab Bianco grogi sambil menatap Saskia dengan sangat dalam.


Saskia dan Bianco yang saling membalas tatapan satu sama lain hanya saling bertukal bola mata keduanya, namun sayang tatapan penuh kasih sayang itu harus berakhir saat Reka ibunda Bianco datang menghampiri sang pengantin. Reka datang tidak sendirian ia bersama dengan kedua sekertaris pribadi Bianco yang selalu menghandali semua kegiatan Bianco. Mereka adalah Kevin dan Avim. Tidak kalah tampan dari Bianco.


"Acara resepsi pernikahanmu sudah selesai. Kini kamu dan Kira boleh pergi, Avim dan Kevin akan membawa kalian berdua pergi ke kamar pengantin yaitu kamarmu," ucap Reka.


"Baiklah akan aku turuti semua aturan paksa mami ," jawab Bianco kesal.


Bianco menjawab ucapan mamanya dengan kesal sambil menghentakkan kakinya keras di lantai dan pergi meninggalkan Kira sendirian. Saat Bianco melangkah dengan sengaja tanganya mengengam erat tangan Saskia dalam satu detik. Bianco melepaskan kembali gengamanya pada Saskia dan melangkah pergi dengan wajah kesal. Adegan gengaman tangan itu dilihat oleh Kira yang saat itu sedang melangkah untuk pergi mengikuti Bianco dari belakang.


Oh jadi ini maksud tante Reka kekasih hatinya Bianco, Saskia, Gumam Kira.


Kira bergumam dalam hati sambil tersenyum pada Saskia. Lalu ia kembali melangkah pergi meningalkan tempat pengantin untuk menyusul Bianco ke kamarnya.


Tidak Kira...tidak... ini mungkin hanya perasaan biasa saja. Sekarang fokus pada rencana awal kamu. Tujuanmu menikah saat dikirim masuk di keluarga Bridges, batin Kira.


\*\*\*\*


"Apa kamu sudah siapkan kasur lantai sesuai perintahku?" tanya Bianco pada sekertaris pribadinya, Avim.


"Semua sudah aku siapakan tuan muda. Sesuai perintah Tuan," jawab Avim.


"Bagus. Mama dan papa tidak mencurigai bukan?"

__ADS_1


"Tidak tuan muda. Bos besar dan nyonya sama sekali tidak mencurigai rencana bos ini," jawab Avim saat Bianco bertanya tentang kasur lantai.


Dimana kasur itu akan akan diberikan pada Kira sebagai tempat tidurnya di kamar Bianco. Avim dan Bianco mengobrol di ruang kerja Bianco. Avim adalah kaki tangan kepercayaan Bianco yang sangat cerdas dan tegas. Dia juga sama seperti tuanya berhati dingin dan cuek, namun dia memiki hati yang sangat tulus.


"Gadis itu... aku sangat membencinya.... Jika bukan karena harta papa tidak sudi aku menikahinya."


"Bagiku hanya Saskia kekasih dan juga istriku. Bukan yang lain termasuk si Kira. Namanya Kira seperti seseorang yang tidak asing bagiku? Namun siapa yang aku maksud?" ucap Bianco.


"Aku maklumi kekesalan dan perasaan Tuan muda, tapi saat ini cobalah memahami situasinya, jika tuan salah langkah maka semua berbanding balik dengan rencana tuan muda," jelas Avim menenangkan Bianco.


Avim yang berucap mencoba untuk menenangkan Bianco yang saat ini lagi emosi. Di mana Bianco masih belum menyangka bahwa kini dirinya sudah menikah dengan gadis yang sama sekali tidak dicintainya. Gadis yang dicintai Bianco malah sebaliknya menjadi tamu undangan dipernikahan Bianco, jika bukan karena keinginan Bianco yang ingin menjadi pewaris dari semua kekayaan papanya tidak akan ia menerima pernikahan ini.


Di tempat lain seorang pelayan rumah Miguel mengantar Kira ke kamar pengantin dimana kamar itu merupakan kamar Bianco.


"Maaf nona, ini adalah kamar nona dan tuan muda... aku harap nona menyukainya" ucap salah pelayan itu pada Kira.


Pelayan itu adalah salah satu kepala Pelayan asisten rumah Bianco. Dia memang sudah ditugaskan oleh Reka untuk mengantar Kira ke kamar pengantin menungu Bianco yang masih di kantor kerjanya bersama Avim. Karena kata Bianco pada Reka bahwa ada sedikit pekerjaan penting yang harus diselesaikannya dengan Avim


"Terimakasih sudah mengantarkan aku ke sini," jawab Kira mengucapkan terimakasih pada pelayan tersebut.


"Sama-sama nona, kalo begitu saya pamit nona pekerjaan dapur belum selesai."


Seru balik pelayan tersebut pada Kira. Kira hanya mengangukan kepala yang artinya mempersilakan pelayan itu untuk pergi. Setelah berucap, pelayan tersebut melangkah pergi meningalkan Kira sendirian di kamar yang sudah di tata rapi sesuai kamar pengantin baru. harum mawar di bak mandi, taburan mawar berbentuk love di ranjang kamar bianco. Pengharum ruang kamar dari minyak wangi mawar dan semua hiasan dengan lilin-lilin menghiasi kamar Bianco dengan sangat romantis.


Terlihat baju tidur Bianco dan Kira sudah disiapkan di atas kasur. Tidak lupa sendal kamar tertata rapi di bawah kasur. Kira yang menatap keindahan yang ada dihadapanya tersenyum bahagia ia tidak menyangka bahwa pernikahan yang tidak didasarkan cinta pun akan terlihat seperti pernikahan karena cinta. Namun senyumanya kembali murung saat bayangan tangis dari wajah Karin kembali diingatan Kira, Gadis itu kembali mengkawatirkan Karin.


Mengapa hatiku kembali sakit...dadaku terasa sesak saat aku menyadari bahwa pernikahan ini bukan karena cinta melainkan atas dasar perjodohan yang berujung pada balas dendam. Karin...kakak merindukanmu andai saja hidup kita seperti dulu aku adalah orang yang paling bahagia saat ini, batin Kira.

__ADS_1


Kira kembali berguman dalam hati dan tidak terasa butiran bening itu kembali mengalir membasahi kedua pipinya, saat dirinya tersadar akan arti pernikahan ini sesungguhnya.


Bersambung.


__ADS_2